Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 60. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kenzie memarkirkan mobilnya didepan Markasnya. Dia masih memakai jas dokter yang menjadi ciri khas profesinya.


"Selamat datang Tuan".


Kenzie tak merespon dia terus berjalan tanpa ekspresi. Ditangannya ada paper bag yang berisi ponsel.


"Kau sudah lama?". Kenzie mendudukan tubuhnya disoffa dan duduk disamping Zoalva.


"Tidak". Sahut Zoalva "Mana ponsel ku?". Zoalva menadahkan tangannya


"Ini". Kenzie memberikan paper bag itu pada Zoalva


Zoalva membuka paper bag yang diberikan Kenzie. Dia tersenyum melihat ponsel baru itu dan langsung mengaktifkannya.


"Bagaimana masalah senjata itu?". Kenzie merebahkan punggungnya disenderan soffa.


"Sudah aku gagalkan. Zehemia dan Myron takkan bisa mendapatkan senjata itu. Bersiaplah menerima serangan balik". Sahut Zoalva.


"Apa kau sudah mengatur semua anggota?". Zoalva mengangguk


"Aron Smith sepertinya sengaja mengadu domba kita". Sambung Zoalva.


Kenzie mendelikkan matanya "Apa Myron dan Zehemia tahu tentang Aron Smith?".


"Aron Smith mantan sahabat Myron. Mereka cukup dekat".


"Tuan sudah siap". Lapor Ryan.


"Baik". Kenzie berdiri "Apa kau tak ingin melihatku?". Tawar Kenzie pada Zoalva.


"Tidak. Lakukan saja. Aku sedang ingin bermain-main dengan ponselku". Jawab Zoalva menunjuk ponsel ditangannya.


"Baik".


Kenzie dan Ryan melangkah masuk kedalam ruang penyiksaan. Jika sudah masuk kesini tentu Kenzie punya tujuan tertentu, apalagi kalau bukan menghilangkan nyawa manusia?


Kenzie melangkah mendekati kandang harimau miliknya. Langsung saja harimau jinak itu mendekati Kenzie saat Kenzie mengulurkan tangannya sang harimau langsung menjilat tangan Kenzie dengan manja.


Harimau itu adalah hewan peliharaan Kenzie dan Zoalva. Sang harimau sudah dilatih sehingga jinak pada mereka. Namun jika pada orang lain maka harimau itu akan menunjukkan sisi seramnya.


"Apa kau lapar Baby?". Tanya Kenzie mengelus kepala harimau itu.


Harimau yang diberi nama Yoku itu mengangguk seakan mengerti apa yang diucapkan oleh sang Tuan.


"Tenanglah aku sudah menyiapkan hidangan istimewa untukmu". Ujar Kenzie menjauh.


Kenzie menatap dua pria yang tangannya diikat. Kenzie tersenyum smirk, dia bisa melihat ketakutan diwajah kedua pria itu.


"Ryan. Seret mereka ke kandang Yoku".


"Baik Tuan".


"Tidak".


"Tidak".

__ADS_1


"Tuan jangan, maafkan kami".


Kenzie melangkah keluar tanpa mendengarkan permohonan kedua pria itu. Dia seakan tuli dan tak mendengar apapun.


Brakkkkkkkkkkk


Ryan melempar kedua pria itu kedalam kandang Yoku.


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Teriakkan histeris terdengar menggema. Yoku langsung menerkam kedua pria yang masuk kedalam kandangnya. Dia tak memberi jeda untuk kedua pria itu mengeluarkan rasa sakit dimulutnya.


Yoku langsung mengigit bagian tubuh kedua pria itu. Tangan dan kaki yang Yoku gigit sehingga putus.


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Tubuh-tubuh keduanya tercabik-cabik bahkan bola mata mereka terlepas akibat dicongkel oleh Yoku dengan kukunya. Kepalanya juga terpisah dari tubuhnya. Yoku mengigit tulang tengkorak kedua pria itu dan mencabik-cabik nya tanpa sisa.


Ditempat lain......


Luke menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang mewah Mansion Ranlet Flint sebelum gerbang itu dibuka oleh pengawal yang bertugas disana.


Zevanya turun dari mobil. Diikuti oleh Lucy. Dean dan Luke juga baru keluar.


"Kak Hem, Kak Iel". Sapa Zevanya sedikit berlari kearah dua kakak nya itu.


"Hei sayang". Zehekiel menyambut dengan pelukkan hangat "Sudah makan?". Zevanya mengangguk.


"Ayo masuk". Ajak Zehemia


"Ayo Kak". Zevanya mengandeng lengan kedua kakak kembarnya.


Yang lain mengekor dari belakang. Myron menyembunyikan senyum gemes nya, melihat tingkah Zevanya, lucu sekali gadis ini. Rambut yang dia gerai sampai bahu, ditambah poni tipis didepannya. Membuatnya terlihat begitu menggemaskan dan imut


Mereka sudah duduk diruang keluarga lengkap seluruh anggota keluarga. Kecuali Sherlly dan Myra yang masih kuliah dan belum pulang. Shawn juga yang belum pulang mengajar serta Grace yang memang menyibukkan dirinya dibutik. Joanna juga tidak ada disana, dia sedang meeting bersama beberapa pemegang saham karena Joanna merupakab CEO yang membantu Kakak nya, Johannes.


"Apa yang ingin kau bicarakan Nak?". Tanya Mars pada Zevanya yang bergelut manja dilengan Zehemia seperti anak kecil berusia dua tahun.


"Tunggu sebentar Paman". Zevanya mengerucutkan bibirnya. Dia memberi kode pada Dean dan Luke yang sedang diam sambil berpikir apa yang akan mereka katakan.


"Hmmm, begini Paman Fillipo dan yang lainnya. Besok aku akan praktek penemuan obat baru. Tapi praktek nya itu harus dilakukan di Korea Utara, di Villa Paman Mars". Dean berbicara sangat pelan dan sedikit ragu "Jadi penemuan obat ini sangat aku butuhkan untuk mengobati penyakit kanker pasien ku". Jelas Dean sedikit ragu.


"Lalu?". Kening Fillipo berkerut. Yang lain menunggu kelanjutan ucapan Dean.


"Aku ingin mengajak Zevanya".


"Apa?". Sontak saja Fillipo, Zehemia, Zehekiel dan Myron tersentak bersamaan.

__ADS_1


"Ck, kondisikan suara kalian Dad, Kak". Gerutu Zevanya "Kalian mau telingaku tuli gara-gara mendengar teriakkan kalian?". Celetuk Zevanya mengusap telinganya. Dia masih bersandar dilengan Zehemia. Sambil memeluk lengan kakaknya dengan manja.


"Maaf sayang". Ucap Fillipo, Zehemia dan Zehekiel bersamaan.


"Kenapa harus mengajak Zeze?". Cecar Myron tanpa sadar dia menjadi pusat perhatian. Namun Myron tak peduli.


"Karena.......".


"Karena apa?". Potong Zehemia dan Zehekiel sebelum Dean melanjutkan kata-katanya.


"Karena Zeva dan Dean harus selalu bersama Kak". Sambung Zevanya yang langsung ditatap oleh semuanya "Jadi begini, kalian kan sibuk bekerja. Daddy juga sibuk melamun, dari pada Zeva tidak ada teman lebih baik Zeva ikut Dean. Bagaimana?". Fillipo langsing kikuk mendengar ucapan putrinya. Memang selama ini dia selalu saja melamun dan tak ada semangat untuk hidup. Bukan apa, dia sedang merindukan sang istri.


"Kalau begitu aku ikut". Semua menatap Myron "Maksud ku, biar aku bisa memastikan Zeze baik-baik saja". Myron mencoba mencari alasan. Padahal dia tidak suka jika Dean berdekatan dengan Zevanya.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan dan Markas Son?". Sambung Mars.


"Ada Homer yang handle Dad. Nanti Shawn, Grabielle dan Johannes yang akan bantu". Mereka yang disebut namanya langsung mendelik kearah Myron. Tak biasanya pria OCD itu menyerahkan tanggung jawab pada orang lain.


Sean, Zean dan Zaen menatap selidik kearah Myron. Mereka bisa menebak jika Myron memiliki perasaan pada Zevanya. Hanya saja pria itu berusaha menyembunyikan perasaannya.


Tatapan ketiga pria kembar itu juga menyelidik pada Zevanya yang terlihat santai setelah membuat orang lain ribut. Mereka yakin jika gadis Ini sedang merencanakan sesuatu.


"Bagaimana Dad?". Zehemia menatap Fillipo. Sebenarnya dia juga ingin ikut tapi masalah perusahaan harus dia selesaikan.


"Apa Zeze yakin ingin kesana?". Tanya Fillipo memastikan "Apa Daddy perlu ikut?".


Zevanya menggeleng "Kan ada Kak Ron, Dean, Luluk dan Cycy yang menjaga Zeva Dad. Zeva juga tidak melakukan apa-apa hanya menemani saja". Senyum Zevanya menjelaskan. Wajahnya tak terlihat berbohong sama sekali.


Luke dan Lucy salut pada Zevanya yang begitu ahli membohongi orang lain. Jika dia artis mungkin akan menjadi artis papan atas dengan nilai acting terbagus.


"Apa Kak Iel saja yang ikut?". Tawar Zehekiel dipanggil oleh Zehemia dan Fillipo.


Zevanya menggeleng "Kata Dean, penelitian nya tidak boleh ramai-ramai Kak. Takut ramuannya terganggu, karena suara berisik Kak Iel". Celetuk Zevanya.


Dean mengendus kesal. Lagi-lagi namanya yang dijual. Jika saja dia tidak di ancam akan dijodohkan dengan Kenny. Dia pasti akan menolak dengan mentah permintaan Zevanya.


"Apa Luke dan Lucy juga ikut?". Fillipo menatap kedua keponakkanya.


"Iya Paman. Kami akan menemani Dean". Sahut Luke mewakili. Biarlah dosa ditanggung oleh Zevanya.


"Ya sudah kalian hati-hati saja. Jangan lama-lama disana". Sambung Zaen "Jika perlu apa-apa jangan lupa hubungi Ayah ya?". Timpal Zaen tersenyum pada Zevanya.


"Iya Ayah. Titip Daddy ku ya. Temani dia kasihan dia jomblo, kalau Paman kan sudah ada Bibi Eliza. Jangan juga bermesraan didepannya nanti dia malah cemburu". Celetuk Zevanya. Fillipo mengelus dada mendengar ucapan putrinya. Jika saja bukan putrinya sudah pasti Fillipo tenggelamkan kepala putrinya itu yang selalu berbicara spontan dan membuatnya malu


"Heheh siap sayang". Zaen mengedipkan mata kearah Fillipo, menggoda adik iparnya yang terlihat kesal.


"Kalian hati-hati". Ucap Zean dan Sean bersamaan.


"Kalian berangkat besok kan?". Dean, Zevanya, Luke dan Lucy mengangguk


"Kalian tidak perlu membawa barang. Paman sudah menyiapkan semua kebutuhan kalian disana". Ucap Mars.


"Terima kasih Paman Baik". Zevanya memeluk Mars "Paman, jangan jauh-jauh dari Bibi Merry. Daddy ku jomblo lho, dia bisa merebut Bibi Merry". Celetuk Zevanya.


"Sayang".


Fillipo mendesah kesal. Zevanya sangat suka menggoda Daddy nya itu. Itu adalah peralihan untuk menghibur sang Daddy yang selalu merasa sedih setiap hari.

__ADS_1


Bersambung.....


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2