Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 69


__ADS_3

**Seseorang yang mencintaimu akan memperlakukanmu dengan baik. Tak peduli itu terlihat berlebihan atau kekanak-kanakan, karena cinta memang harus ditunjukkan dengan bukti bukan hanya sekedar ungkapan kata..


SELAMAT MEMBACA**....


Para wanita berbeda usia dan generasi itu masih melanjutkan asyik memasak mereka. Ide memasak ini adalah ide nya Piranda, Nyonya besar itu merindukan masakkan gadis kecil yang sempat ia makan beberapa waktu lalu dan dengan alibi belajar memasak juga ide dari Piranda ingin lebih dekat dengan gadis itu. Namun, sayangnya Mouth dan Diandra pun ikut belajar memasak ditambah dengan ketiga gadis itu, yang juga notabene tidak mengerti masalah dapur.


Fitri melihat kekompakan anak dan Ibu itu ikut tersenyum simpul. Tidak ada sedih dihati gadis itu, meskipu sangat merindukan pelukkan hangat seorang Ibu, tapi Fitri sudah ikhlas menerima jalan takdir hidupnya. Setidaknya selama 16 tahun ia pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki Ibu meskipun bukan Ibu kandungnya sendiri.


"Ce....". Panggil suara membuyarkan konsentrasi mereka.


Para wanita cantik itu mengarahkan pandangan pada suara, seorang pria tampan berjalan kearah mereka sembari membawa klemek.


"Bibi...". Sapa Sean hormat pada Piranda. Sean dan Piranda juga sudah seperti Ibu dan anak mereka sangat akrab dan memang Sean adalah sahabat Fillipo dari kecil.


"Kau semakin tampan Sean". Goda Piranda sambil terkekeh.


Sean tersenyum simpul, wanita paruh baya yang sudah tidak muda lagi namun terlihat masih cantik.


"Permisi Bibi. Sean mau bertemu Shellena". Pamit Sean dan Piranda mengangguk dengan tersenyum.


Sean berjalan kearah adiknya "Cece nya Kakak". Sapa Sean.


Fitri meletakkan alat masaknya "Iya Kak". Sahut Fitri menyambut Sean.


"Sini ganti dulu klemek nya, sudah kotor itu". Ucap Sean santai.


Fitri mengangguk patuh. Lalu Sean membantu Fitri melepas klemek ditubuhnya yang memang sudah kotor sejak tadi.


"Biar Kakak pasangin". Pinta Sean dan lagi-lagi gadis kecil itu hanya mengangguk dan patuh pada perintah Sean.


"Rambutnya, diikat ya". Sean mengambil ikat rambut cadangan disaku celanya. Lagi-lagi Fitri hanya mengangguk sambil tersenyum. Fitri memandangi wajah tampan Kakak nya.


"Capek tidak?". Tanya Sean setelah selesai mengikat rambut adiknya.


Fitri menggeleng dan tersenyum dengan perhatian Kakak nya ini. Kebahagiaan nya bertemu sang Kakak lebih dari apapun. Fitri sangat bersyukur dalam hidupnya, karena masih diberikan kesempatan emas bertemu dengan Kakak kandungnya sendiri.


"Ya sudah, Cece lanjut masaknya. Perlu Kak tungguin atau bantu?". Tawar Sean.


Fitri tersenyum, ingin rasanya tertawa. Pasalnya Kakak nya ini tidak pernah tahu alat-alat dapur, dan tiba-tiba ingin membantunya "Tidak perlu Kak, Fitri bisa sendiri. Kakak istirahat saja". Tolak Fitri.


"Ya sudah". Sean mengacak rambut Fitri dengan gemesnya sambil mencubit pipi cabi adiknya.

__ADS_1


"Kakak". Cemberut Fitri. Sean kembali tertawa melihat wajah menggemaskan adiknya, andai saja ini bukan adiknya sudah pasti Sean akan memiliki Fitri seutuhnya.


Luna yang memperhatikan tingkah Kakak adik itu tersenyum simpul. Pria tampan itu terlihat begitu menarik Dimata Luna. Sejak pertama melihat Sean, jantung Luna sudah dibuat berdetak. Apakah Luna jatuh cinta pada Sean?? Hanya Luna yang tahu.


Sedangkan yang lain menyaksikan kemesraan kedua saudara itu, hanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Mereka sampai mengangga dengan mulut terbuka lebar melihat Sean memperlakukan Fitri dengan begitu lembut, terutama Mouth, Diandra dan Piranda. Mereka benar-benar terharu bagaimana hangatnya hubungan kedua adik Kakak itu.


Masakkan pun terhidang diatas meja. Para wanita cantik itu menyusunnya dengan begitu rapih dan dibantu beberapa pelayan. Senyum menggembang diwajah para pria paruh baya saat melihat para istrinya yang tak pernah memasak kini ikut andil dalam belajar masak.


"Mau Mommy, ambilkan Dad?". Tawar Piranda pada suaminya.


"Boleh sayang". Senyum manis Philip. Kedua pasangan suami istri ini memang selalu harmonis bahkan tak pernah terdengar berita miring tentang pasangan paruh baya ini.


Sam ikut tersenyum melihat pasangan harmonis itu. Tak bisa dipungkiri ia juga ingin merasakan bahagianya memiliki istri, tapi hati Sam sudah mati sejak kematian Rachel. Bagi Sam cintanya hanya untuk almarhum istrinya dan kedua buah hatinya, Sean dan Fitri.


Fitri mengambilkan makanan untuk Sam. Tangan munggilnya dengan telaten mengambilkan makanan kesukaan Daddy nya


"Ini Daddy". Senyum Fitri meletakkan piring Sam dengan lembut.


"Terima kasih sayang". Ucap Sam "Fitri mau disuapin Daddy atau Kakak?". Tanya Sam.


"Biar Sean saja Dad, Daddy makanlah". Sambung Sean sambil mengambil beberapa makanan kedalam piringnya.


Seperti biasa mereka akan makan sepiring berdua "Cece, tidak boleh makan ini ya". Tegas Sean


"Tidak boleh Ce". Tegas Sean tak mau kalah. Sean begitu memperhatikan makanan adiknya.


"Iya sayang, jangan makan yang itu ya. Makan yang diperbolehkan Paman David saja". Tegur Sam pada putrinya.


"Maaf Philip, Dion dan Alexander. Kami makan memang saling mengobrol, sudah menjadi kebiasaan bagi kami bertiga. Maaf jika kami ribut dan menganggu". Ucap Sam merasa tidak nyaman, sedari tadi mereka diam mendengarkan dan memperhatikan Sam, Sean dan Fitri.


"Tidak apa-apa Sam. Kami tidak terganggu". Jawab Philip.


"Sudah lanjut makan". Perintah Philip lagi.


Mereka pun lanjut makan. Ketiga pria tampan yang tidak lain adalah Fillipo, Lucas dan Dhanny terus memperhatikan Sean dan Fitri secara diam-diam. Jujur saja mereka cemburu melihat begitu perhatian nya Sean pada Fitri. Mereka bahkan tampak seperti pasangan suami istri.


"Sayang, mau cobain punya Daddy?". Tawar Sam pada Fitri.


Fitri mengangguk "Boleh". Senyum gadis itu.


"Aaaaaa". Fitri menyambut sendok yang Sam sedorkan.

__ADS_1


"Bagaimana enak tidak?". Tanya Sam.


"Sangat enak Daddy". Sahut Fitri sambil mengunyah makanan itu.


"Gadis ini sangat berpengaruh dan unik, pantas saja Lucas tergila-gila padanya. Sepertinya Tuan Sam sangat menyangi gadis ini!!". Batin Mouth yang tadi diam-diam memperhatikan interaksi ketiga orang itu.


"Makan yang banyak Tuan Fillipo". Senyum Fitri melihat kearah Fillipo. Dari tadi pria dingin itu hanya mengaduk nasi dalam piringnya.


"Terima kasih". Senyum Fillipo tulus.


Pearce mendesah saat melihat tatapan Kakak nya.


"Jangan terlalu berharap banyak Kak, sepertinya sainganmu cukup kuat! Bukan Kak Dhanny atau Kak Lucas, tapi Kak Sean. Kakak nya Fitri pasti tidak akan begitu saja menyerahkan adiknya". Batin Pearce


"Ce, minum air dulu". Sean mengambil gelas lalu membantu Fitri meminum air nya. Ya bagi Sean dan Sam Fitri tetaplah putri kecil mereka. Kedua pria beda usia ini memang memperlakukan Fitri seperti bayi kecil yang harus disuapin, dan bahkan tak jarang jika tidur pun Fitri harus ditemanin sampai tidur. Saking sayangnya kedua pria ini pada gadis kecil yang sempat hilang itu.


"*Mereka seperti pasangan kekasih". Batin Dhanny.


"Kenapa aku merasa cemburu?". Batin Fillipo.


"Andai aku bisa memberikan perhatian itu pada Fitri, pasti akan sangat bahagia". Batin Lucas juga*.


Ketiga pria itu hanya mampu bertelempati saja sebab mereka tak berani mengungkapkan isi hati mereka. Masih ad rasa canggung dan juga malu mengingat apa yang sudah terjadi pada mereka semua.


Mereka pun menyelesaikannya makan mereka dengan begitu lahap, hingga makanan itu hanya tersisa sedikit. Masakkan yang dibuat para wanita itu memang sangatlah lezat bahkan lebih lezat dari masakkan restourant.


**Bersambung....


Bagaimana ada yang iri juga dengan hubungan Sean dan Fitri?


Hubungan Kakak adik ini memang tidak seperti hubungan Kakak adik pada umumnya. mereka saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain.


Wajar saja banyak yang iri, author juga iri dan cemburu😭😭😭


Semoga kita nanti mendapat pasangan yang menyanyangi kita seperti Sean ya.. amin..


Like


Komen


Vote

__ADS_1


See u guys**.....


__ADS_2