Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 104


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Kini Fitri dan Zaen tampak serius diruang kerja Zaen. Beberapa kali Zaen mengangga dengan mulut terluka lebar saat mendengar penjelasan tak masuk akal dari mulut adiknya. Pantas saja David, dibungkam oleh Fitri gadis itu bahkan hampir membuat Zaen jantungan dan mati mendadak.


"Jadi, Fitri diam-diam menempelkan alat pelacak ditubuh Dokter Dhanny?". Tanya Zaen tak percaya pada kemampuan adiknya.


"Yup, Kakak ingat saat Kak Dhanny datang kesini dan mengajakku jalan-jalan?". Zaen mengangguk "Saat itulah aku diam-diam menempelkan alat pelacak dilengannya dan alat itu tidak bisa terdeteksi oleh apapun kecuali aku yang merusak sistem nya". Jelas Fitri. Zaen lagi-lagi dibuat kaget.


"Kau tahu Kak, sekarang Kak Dhanny berada di Korea dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkanku". Lanjut Fitri "Kak Dhanny juga merubah wajah Dea menjadi wajah wanita lain, wajah wanita bernama Martha yang tidak lain adalah mantan kekasih Tuan Michael. Martha ini pernah menyukai Tuan Fillipo. Dea ingin merebut Fillipo dengan menyamar menjadi Martha". Ungkas Fitri.


"Bagaimana Fitri bisa tahu?". Tanya Zaen lagi benar-benar tak percaya.


"Fitri meretas semua rekaman CCTV di Mansion Kak Dhanny dan CCTV yang ada di Korea melalui alat pelacak yang menempel ditubuh Kak Dhanny". Jelas Fitri ia masih serius mengotak-atik laptopnya.


"Lihat ini Kak". Fitri menunjukkan layar laptopnya pada Zaen "Ini adalah Dea yang sudah berubah menjadi Martha". Lanjut Fitri.


"Sangat jauh berbeda! Pasti tidak ada yang menyadari bahwa dia Dea". Ucap Zaen.


"Ya Kakak benar, bahkan Dea juga mengubah Vita suaranya menjadi suara Martha". Ucap Fitri "Kak Dhanny dan Dea berpikir, jika Tuan Fillipo pernah menyukai Martha padahal hal itu salah. Yang menyukai Martha adalah Tuan Fietter saudara kembar Tuan Fillipo". Jelas Fitri lagi. Zaen hanya mengangguk dan mengerti.


"Setelah ini mereka akan mulai beraksi Kak. Sepertinya Kak Dhanny akan kembali ke Indonesia supaya kita tidak curiga. Sementara Dea akan menetap disini dan berubah menjadi Martha". Timpal Fitri.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan sayang?". Tanya Zaen bingung juga harus bagaimana. Zaen tak menyangka jika Dhanny benar-benar senekat itu dalam mendapatkan adiknya


"Tidak ada! Kita ikuti saja permainan mereka". Kata Fitri "Kakak tetap tenang, seolah tidak tahu apa-apa, anggap saja kita ikut dalam permainan mereka. Jangan beri tahu siapapun Kak, cukup kita berdua dan Kak Edward saja yang tahu". Pesan Fitri.


"Baiklah". Sergah Zaen "Tapi apa tidak terlalu bahaya untukmu jika Dea memulai rencananya?". Tanya Zaen pada pada Fitri dan tentu ada rasa khawatir didalam diri Zaen.


"Tentu saja bahaya Kak, Dea akan berusaha menyingkirkan Fitri dan mendapatkan Tuan Fillipo". Jawab Fitri santai "Tapi Kakak tidak perlu khawatir, Fitri akan tetap mengikuti permainan mereka". Lanjut Fitri lagi "Kak Dhanny pasti akan menculik Fitri dan membawa Fitri pergi jauh, saat itulah Kak Zaen dan Zean harus menolong Fitri. Sementara Kak Sean dan Tuan Fillipo yang akan membereskan semuanya". Jelas Fitri panjang kali lebar kali tinggi.


"Apa semua akan baik-baik saja? Kakak takut terjadi sesuatu padamu sayang?". Lirih Zaen berkaca-kaca. Fitri meletakkan laptopnya lalu mengusap wajah sang Kakak, dimana air mata menetes dipipi tampan Zaen.


"Kakak tenanglah, kita akan hadapi bersama-sama". Senyum Fitri sambil msmeluk Zaen. Fitri paham apa yang dirasakan Kakaknya, sebenarnya ia sedikit khawatir dengan dirinya sendiri tapi ia tidak mau menyerah begitu saja.


Zaen membalas pelukkan Fitri dan sesekali mengecup kepala adiknya "Kakak berjanji akan menjagamu apapun yang terjadi". Balas Zaen


Tok tok tok tok


Pintu ruang kerja Zaen diketuk. Segera Zaen membukanya

__ADS_1


"Ada apa Bi?". Tanya Zaen pada salah satu pelayan wanita paruh baya yang berdiri didepan pintu.


"Didepan ada Tuan Lucas dan Nona Luna yang ingin bertemu dengan Nona Muda, Tuan". Ucap sang pelayan.


"Baik, kami akan menemui mereka. Suruh tunggu dan jangan lupa buatkan minuman untuk mereka". Suruh Zaen.


"Baik, Tuan Muda". Sang pelayan pun berlalu dari sana.


"Siapa Kak?". Tanya Fitri sambil menutup laptopnya.


"Lucas dan Luna. Ingin bertemu denganmu". Jawab Zaen "Jika Fitri belum siap, biar Kakak saja yang menemui mereka!". Zaen mengenggam tangan Fitri.


"Tidak Kak! Fitri akan menemui Luna. Fitri ingin mengobati wajah Luna. Ayo Kak temui mereka". Jawab Fitri antusias, sambil menarik tangan Zaen untuk keluar dari ruang kerjanya. Zaen hanya bisa menghela nafas kasar, adiknya begitu mudah memaafkan. Jika Zaen berada diposisi Fitri, mungkin. Zaen akan langsung membunuh Luna, Dea dan Pearce. Tapi adiknya itu justru dengan begitu gampang memaafkan kesalahan orang lain.


Lucas dan Luna menunggu diruang tamu. Tangan Lucas mengenggam tangan Luna yang terasa dingin. Lucas tahu jika adiknya itu takut dan malu bertemu Fitri, tapi Lucas tidak bisa membiarkan Luna terus mengurung dan menyalahkan dirinya. Lucas sudah berjanji akan menyanyangi Luna. Lucas sadar adiknya terjatuh dalam lubang yang salah adalah salah dirinya yang tidak pernah perhatian pada Luna.


Fitri dan Zaen turun menggunakan lift. Fitri melingkar kan tangannya dilengan kekar Zaen. Bergelut manja pada Kakak nya itu.


"Luna". Sapa Fitri antusias sambil tersenyum berjalan menghampiri Lucas dan Luna.


Lucas dan Luna mengangkat pandangan dan menatap Fitri yang mendapat kearah mereka. Luna menunduk saat melihat tatapan Zaen pada nya. Luna tahu jika pria itu pasti sangat marah dna benci padanya.


"F-fit". Lirih Luna gugup dan matanya berkaca-kaca.


Fitri tersenyum lalu memeluk Luna. Fitri tahu jika Luna merasa bersalah dan menyesal padanya.


"Maafkan aku hikssss". Tangis Luna pecah dipelukkan Fitri. Luna menyesal telah menjebak Fitri. Gadis yang tidak bersalah sama sekali.


Fitri mengelus pundak Luna dengan lembut. Meski awalnya Fitri kecewa, tapi kini ia berusaha memaafkan kesalahan orang lain.


"Lupakan Luna. Kau adalah sahabatku. Jangan menangis lagi, nanti air matamu kering dan wajahmu keriput". Celetuk Fitri melepaskan pelukkannya pada Luna lalu mengusap air mata gadis yang usia nya lima tahun lebih tua dari dirinya.


Lucas, terharu. Perasaannya benar-benar kagum pada Fitri. Jika didunia Mafia, ada orang yang menghianati maka langsung dibayar dengan nyawa. Namun, Fitri dengan mudah memaafkan kesalahan orang lain.


Luna menunduk dan malu saat Fitri meraba wajah rusaknya. Ia sadar bahwa wajahnya rusak karena kesalahannya sendiri.


"Aku akan mengobati luka mu Luna". Senyum Fitri, mengambil sesuatu dari saku celananya.


Zaen hanya menatap tanpa ekspresi. Zaen berusaha menahan emosi saat melihat gadis itu. Zaen teringat pada cerita Zean bagaimana Luna, Dea, dan Pearce mencampurkan obat perangsang diminuman Fitri sehingga membuat gadis itu hilang kendali.

__ADS_1


Tangan munggil Fitri dengan telaten, mengoles kan obat itu diwajah Luna. Sesekali Luna meringgis menahan perih diwajahnya. Wajah Luna benar-benar rusak sama dengan masa depannya. Namun, ia tak dapat berbuat banyak nasi sudah menjadi bubur.


"Tahan ya Luna". Celoteh Fitri sambil terus mengoleskan obat itu diwajah Luna.


Setelah selesai mengoleskan obat penghilang bekas luka itu, Fitri membereskan obat-obat dan menyimpannya kembali.


"Dalam waktu dua jam akan hilang Luna". Senyum Fitri "Kau tidak perlu khawatir, ini lebih manjur dari operasi plastik". Timpal Fitri.


"Terima kasih Fit". Gumam Luna pelan.


Fitri hanya tersenyum menatap Luna. Fitri bisa melihat rasa bersalah dan menyesal di mata Luna.


"Lucas, boleh kita bicara sebentar?". Pinta Zaen


"Tentu". Sahut Lucas.


"Sayang, Kakak tinggal sebentar! Fitri mengobrol saja dulu dengan Luna dan ingat jangan capek". Zaen mengecup ujung kepala Fitri.


"Siap Kak". Balas Fitri dengan senyum.


Luna menatap Fitri lagi. Ingin rasanya ia berteriak karena merasa bersalah.


"Fitri, maafkan aku....".


"Lupakan semua nya Lun!". Fitri mengelus lembut lengan Luna.


"Semua orang pernah bersalah. Setiap orang bisa belajar dari kesalahannya. Jika boleh jujur aku kecewa, tapi aku tahu kecewa tidak akan bisa membuatnya kembali utuh. Aku sudah memaafkanmu Luna. Kita mulai dari awal, aku tahu kau adalah gadis yang baik". Senyum Fitri.


"Hiks, hiksssss". Lagi-lagi Luna menangis, hatinya begitu terharu mendengar ucapan Fitri. Meskipun dia sudah berbuat jahat tapi gadis ini memaafkannya dengan begitu mudah.


**Bersambung......


Ternyata Fitri diam-diam sudah mengetahui rencana Dhanny dan Dea?


Bagaimana Zaen akan membantu Fitri menghadapi mereka berdua????


Yuk ikuti kisah mereka....


GBU...

__ADS_1


LOVEUALL**........


__ADS_2