Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 85. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


"Apa ada petunjuk?". Tanya Johannes pada Luke


Luke menggeleng "Nihil". Jawab Luke lemes "Entah kemana Dave membawa Zevanya". Luke menghela nafas berat.


Shawn hanya menunduk merasa bersalah. Ini semua salahnya. Jika saja malam itu dia tidak tergoda tidur dengan gadis itu pasti semua tidak akan seperti ini.


"Ini semua salahku". Ujar Shawn menunduk merasa bersalah.


Luke dan Johannes melihat kearah Shawn. Yang sedang menunduk.


"Jangan menyalahkan diri Shawn. Bukan salahmu". Johannes menepuk pundak Shawn "Semua memang seharusnya terjadi. Kita harus yakin bahwa gadis berisik itu pasti bisa ditemukan dan dia akan baik-baik saja". Ujar Johannes lagi


Shawn hanya mengangguk dengan wajah bersalahnya. Saat ini mereka sedang berada diwilayah timur. Mereka bertiga mendapat tugas menjaga wilayah tersebut.


"Ayo kita lihat senjata Paman Arthur".


"Ayo".


Ketiga pria itu langsung pergi ke tempat rahasia Arthur. Tempat dimana semua senjata dan robot mereka di museumkan. Senjata yang sudah berusia lebih dari 25 tahun itu masih terlihat canggih dan terawat.


"Aku penasaran bagaimana robot ini bekerja? Aunty Fitri benar-benar hebat bisa membuat benda sekren ini". Johannes meraba robot buatan Fitri yang seusia dengannya.


"Iya benar. Apa kalian tahu jika Zevanya juga bisa membuat benda ini". Ujar Luke menimpali.


"Benarkah?". Shawn dan Johannes saling melihat tak percaya.


Shawn mengambil senjata dari saku jas nya "Ini Zevanya yang buat. Dia memberikannya pada kami berempat. Ini senjata buatan Aunty Fitri, tapi dia yang membuat peluru disenjata ini". Jelas Luke menjelaskan senjata yang dia pegang


"Zevanya hebat juga ya. Aku baru tahu jika dia bisa membuat yang seperti ini". Ujar Shawn tak menyangka "Aku jadi merindukan panggilan Sasan nya". Gumam Shawn melemah.


🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Myron, Kenzie, Zoalva, Zehemia dan Zehekiel menyerang Markas Black Cobra yang terletak di New York, Amerika. Markas itu berada ditengah hutan.


"Apa ada jejak?". Tanya Myron.


"Tidak ada apapun disini". Jawab Zoalva.


"Hancurkan Markasnya". Perintah Kenzie.

__ADS_1


"Baik".


Dor dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor dor


"Arghhhhhhhhh".


Pranggggggggggggg


Sreeeeeeeeeeeeet


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Teriakkan kesakitan histeris saling menggema disana. Myron dan Kenzie benar-benar tak bisa mengendalikan emosi


"Tangkap mereka. Bawa ke Markas". Tintah Myron.


"Baik Tuan".


Beberapa anggota Black Cobra yang masih tersisa dibawa oleh anak buah Myron dan Kenzie.


Mereka semua keluar. Myron menatap bangunan kokoh yang sebagian sudah hancur. Lalu pria itu melempar bom kedalam bangunan itu. Dalam sekejap bangunan itu meledak dan rata dengan tanah.


Myron tersenyum puas. Namun emosinya masih belum stabil ketika mengingat wajah gadis nya.


"Bawa mereka".


Mereka kembali ke Markas Black Glorified dan Lion Killer 2. Kenzie memutuskan untuk menggabungkan anggota nya dengan anggota Myron dan Zehemia. Mereka saling membantu mencari keberadaan Zevanya. Waktunya bukan memikirkan balas dendam dan rasa sakit. Mereka harus mengutamakan menemukan Zevanya.


"Myron, Zehemia. Aku sudah menemukan dimana keberadaan Zevanya". Ujar Kenzie.


"Kau serius?". Tanya Myron sedikit tak percaya.


Kenzie mengangguk "Ketiga Mutan itu membantuku meretas sistem keamanan disana. Zevanya dibawa ke Korea oleh Dave. Dia menatap Zevanya dengan baik. Hanya saja aku belum bisa menemukan dimana Dave menyembunyikan Zevanya". Kenzie menghela nafas "Setidaknya sudah ada petunjuk keberadaan nya".


"Baik. Kapan kita akan kesana?". Tanya Zehemia.


"Kita harus atur strategi dan tidak boleh gegabah. Dave punya alarm siaga. Dia memantau kita dari jauh. Jadi kita tidak bisa bertindak semau kita". Jelas Kenzie lagi


"Apa tidak ada cara lain Kak agar kita bisa masuk kesana?".

__ADS_1


Kenzie menggeleng "Dave menguasai Korea dan China. Kita tidak tahu apa yang dia rencanakan. Bisa jadi dia menjebak kita". Kenzie menghela nafas berat.


Myron menghela nafas berat. Dadanya kembali sesak. Ini tentang patah hati terveatz seorang lelaki yang ditinggal saat belum mengungkapkan perasaan nya.


Myron melangkah. Dia meminta izin pada Kenzie dan Zehemia untuk pulang duluan. Hari ini dia tidak mood untuk membunuh. Biasanya saat pikiran nya kacau membunuh adalah hobby yang bisa menghilangkan stres dikepalanya.


Myron duduk di jet pribadi miliknya.


"Homer, kita langsung ke Korea. Pastikan keberangkatan ku tidak diketahui oleh Dave". Tintah Myron.


"Baik Tuan". Sahut Homer.


Tatapan Myron terarah pada jendela pesawat. Dia menikmati penerbangan yang memakan waktu cukup lama itu. Lagi-lagi dia merasakan sakit yang tak bisa dijelaskan.


Sementara di Markas.


Kenzie menatap tajam kelima orang anggota Black Cobra yang berhasil mereka tangkap. Lebih tepatnya mereka biarkan hidup untuk diinterogasi.


"Katakan padaku. Dimana keberadaan Dave?". Tanya Kenzie dia menyesap rokok yang terselip disela-sela jarinya. Tangan kanannya memegang pedang yang warna nya putih mengkilat.


"M-maaf Tuan. Kami tidak tahu". Jawab salah satunya menunduk dengan ketakutan luar biasa.


"Hmmmm. Kalian tidak tahu". Kenzie menginjak rokok yang dia hisap hingga apinya mati.


Dia menatap tajam kelima orang itu. Sementara yang lain hanya menonton. Zehemia juga sedang tidak mood membunu jadi dia hanya menjadi penonton secara langsung saja. Dia cukup penasaran bagaimana cara Kenzie membunuh. Apakah sekejam dirinya? Apakah sekejam Myron?


Kenzie maju satu langkah.


Pranggggggggggggg


Dia menyeret pedang yang sudah mengkilat seakan siap menghabisi siapa saja yang melihatnya.


"Ryan".


"Iya Tuan?". Ryan maju "Ini Tuan". Ryan menyerahkan ponsel Kenzie padanya.


Kenzie mengotak-atik ponselnya "Kau lihat ini?". Mata pria yang babak belur itu membulat sempurna.


"Tuan saya mohon jangan sakiti adik saya dia tidak tau apa-apa". Pria itu berusaha memberontak.


"Beritahu aku. Atau aku menghabisi nya". Ancam Kenzie.


"Baik Tuan. Saya akan beritahu".


Temannya yang lain saling melihat. Jika sampai mereka mengatakan dimana Dave sudah pasti hidup mereka diujung tanduk.

__ADS_1


Bersambung.......


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2