Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 42


__ADS_3

Sean masih tertegun. Dia menatap dengan inci gadis didepannya ini memastikan apakah benar dia Shellena? Atau bukan! Mata Sean berkaca-kaca, saat melihat tai lalat didekat bibir Shellena, dia masih sangat ingat bahwa adiknya itu memiliki tanda itu. Sean memastikan dengan melihat gambar diponselnya, gambar ketika Shellena masih bayi dan wajahnya sangat mirip dengan gadis itu.


“ Shellena”. Lirih Sean, menatap Fitri air matanya sudah terjatuh dengan begitu deras.


“ Kakak”. Ucap Fitri yang juga berkaca-kaca, dia tidak menyangka bahwa takdir akan mempertemukannya dengan keluarga nya dan selama ini Fitri beranggapan bahwa dirinya hanya hidup sebatang kara


“ Shellena”. Sean langsung memeluk Fitri dengan erat dan tangisnya tumpah begitu saja. Sean memeluk adiknya dengan penuh kerinduan


“ Maafkan kakak Ce”. Lirih Sean sambil memeluk Fitri dengan erat sambil isak tangis terdengar.


“ Kakak”. Ucap Fitri juga. Hatinya begitu damai berada dalam pelukkan Sean


“ Kakak berjanji akan menjagamu”. Sean mencium pucuk kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.


“ Aku sayang kakak”. Ucap Fitri lagi mengeratkan pelukkan nya dibadan kekar milik Sean


“ Kakak juga sangat menyangimu”. Sean melepaskan pelukkannya dan menghapus air mata adiknya itu.


“ Dad, rasanya seperti bermimpi. Sean benar-benar bahagia Dad”. Ucap Sean masih dengan isak tangisnya. Sam yang melihat permandangan didepannya menjadi sangat terharu, Sam sangat tahu bagaimana terpuruknya Sean mengalami masa sulitnya dan sekarang dia dapat melihat tangis bahagia diwajah putranya itu.


“ Daddy bahagia akhirnya kita kembali bersama”. Ucap Sam sambil memeluk kedua buah hatinya itu.


“ Kakak, jangan pangil aku Shellena. Panggil saja aku Fitri”. Ralat Fitri karena dari tadi kakaknya itu belum menanyakan nama nya yang sering dikenal orang


“ Heheh, tidak sayang! Kamu tetap kakak panggil Cece. Itu panggilan sayang dari kakak”. Ucap Sean mengelus kepala Fitri dengan lembutnya sungguh dia benar-benar merasa seperti berada didalam dunia mimpi


“ Tidak, tidak. Pokoknya harus panggil Fitri”. Tegas Fitri sambil memasang wajah cemberutnya


“ Kalau Kakak tidak mau bagaimana?”. Tandas Sean tak mau kalah


“ Kakak harus mau dan aku tidak menerima penolakkan, titik tidak pakai koma”. Tandas Fitri memanyungkan bibir seksinya. Sam dan Sean terkekeh melihat tingkah menggemaskan Fitri

__ADS_1


“ Uw uw lucu banget sih adik kakak ini jika lagi ngambek hmmmm”. Sean langsung menoel pipi gembul Fitri dan menariknya seperti karet


“ Ihhh Kak Sean. Sakit tahu, ntar pipiku bengkak trus melar hilang deh imutnya”. Celoteh Fitri sambil mengelus pipinya


“ Hahahha,, aduh-aduh. Maafkan Kakak ya sayang, habisnya kau ini terlalu menggemaskan”. Ucap Sean, sambil mengelus pipi adiknya


“ Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Sayang kamu istirahat ya. Nanti kita makan siang bersama”. Ucap Sam sambil mengelus lembut rambut panjang Fitri


“ Tapi Dad, Fitri masih ingin bersama Kak Sean”. Jawab Fitri dengan bibir mencerut lalu kembali memeluk Sean


“ Sayang, dengarkan Kakak sekarang Cece istirahat dulu nanti kalau Cece sudah sembuh Kak Sean janji akan bawa Cece jalan-jalan kemana saja Cece mau”. Rayu Sean pada adiknya sambil mengelus lembut kepala adiknya yang masih nyaman dalam pelukkannya.


Fitri mendongrakkan kepala nya melihat wajah Sean


“ Kakak janji?”. Tanya Fitri sambil menunjukkan jari kelingkingnya dan Sean menyambut dan mengaitkannya


“ Kakak janji”. Senyum Sean


“ Hehhe, Daddyku sayang. Maafkan anakmu yang cantik dan imut tanpa noda dan cela ini ya. Sayang Daddy”. Fitri berhambur memeluk Sam, seketika wajah Sam kembali ceria dan tersenyum.


“ Ya sudah istirahat ya”. Sam mengecup ujung kepala putrinya itu. Sungguh Sam beranggapan dirinya telah bermimpi, penantian selama 21 tahun dan akhirnya Tuhan menjawab segala doa yang ia panjatkan selama ini.


Sam dan Sean pun keluar dari kamar Fitri. Mereka menuju ruang kerja Sam


“ Ada apa Dad?”. Tanya Sean yang tahu bahwa akan ada hal yang akan dibicarakan oleh Daddy nya


“ Bagaimana perasaanmu Sean?”. Tanya Sam pada putranya


“ Sean sangat bahagia Dad”. Senyum Sean yang selama ini tidak pernah terlihat diwajah tampannya.


Sam menghela nafas melihat wajah bahagia putranya yang selama ini terkenal dingin dan tak mau tahu tentang hal disekitarnya selain bisnis.

__ADS_1


“ Ada satu hal yang harus kau tahu”. Ucap Sam dengan nafas berat. Sean menaikan alisnya bingung


“ Apa Dad?”. Tanya Sean penasaran


“ Tentang Shellena”. Jawab Sam begitu berat rasanya untuk mengatakan nya pada Sean


“ Shellena?”. Sean menaikan alisnya kembali dan tentu saja bingung.


“ Baca ini”. Sam menyerahkan satu lembar kertas putih pada Sean.


Sean mengambil kertas itu dan mulai membaca kata demi kata. Sean merasakan nafasnya sesak, seakan tak ada rongga udara untuk masuk. Apakah yang ia baca ini salah?


“ Dad, katakan pada Sean bahwa semua ini tidak benar?”. Tanya Sean dengan mata berkaca-kaca


“ Begitulah kenyataannya Sean!!! Saat ini sel kanker dalam tubuh Shellena sudah hampir menyebar ke bagian sarafnya, tidak ada cara lain selain melakukan kemoterapi dengan rutin”. Jelas Sam. Wajahnya sudah tak seceria tadi


“ Apa tidak ada cara lain Dad? Bukankah kemoterapi hanya akan membuat kondisi Shellena memburuk?”. Tanya Sean


“ David, sedang berusaha mencari dokter spesialis kanker dan dia juga akan mencari obat untuk Shellena tanpa harus kemoterapi”. Ucap Sam


“ Dad, tolong lakukan apapun untuk Shellena, Sean tidak mau kehilangan Shellena untuk yang kedua kalinya. Sean sangat menyanginya Dad”. Lirih Sean sambil menunduk. Pria tampan itu terlihat begitu rapuh dengan kenyataan tentang adiknya yang baru saja berhasil ia temukan setelah dua puluh satu tahun berlalu


“ Dad, akan berusaha melakukan yang terbaik Sean”. Sam menepuk bahu putranya berusaha memberikan kekuatan pada Sean


“ Kita harus tetap kuat didepan Shellena seolah-olah kita tidak tahu apa-apa. Sepertinya Shellena sengaja menyembunyikan penyakitnya dari kita”. Ujar Sam tampak wajahnya sudah frustasi dengan keadaan yang menimpa putrinya


“ Sean janji Dad, Sean akan kuat didepan Shellena. Sean juga akan bantu Daddy mencari obat untuk Shellena”. Tandas Sean lagi


“ Daddy percaya padamu”. Ucap Sam lalu memeluk putranya itu. Sam paham bagaimana perasaan Sean rasa takut dan cemas bercampur aduk, baru saja dia mendapatkan kebahagiaan dengan pertemuan tak terduga dengan sangat adik yang menghilang selama berpuluh tahun kini Sean harus dihadapkan dengan kenyataan pahit dalam hidupnya. Sean rasanya enggan untuk bernafas ketika mengingat penyakit ganas yang bersarang didalam tubuh adiknya. Sean sangat menyangi Shellena dan bagi Sean Shellena adalah segalanya yang begitu berarti dalam kehidupan Sean. Kehadiran Shellena mampu mengembalikan senyum Sean yang menghilang selama dua puluh satu tahun. Sean hanya berharap pada sang takdir untuk tidak memisahkannya lagi dengan adik yang sangat dicintainya apapun yang terjadi, bahkan Sean akan melakukan apapun agar Shellena selalu ada disisinya dan menjaga adiknya itu. Tak bisa dipungkiri Sean dipenuhi dengan rasa cemas dan juga takut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2