Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 30


__ADS_3

Fitri dengan lihai menekan tombol keyboard laptop bahkan wajah yang biasanya terlihat lucu dan menggemaskan kini sangat terlihat serius dan tegang. Ketiga pria tampan itu hanya melihat dan memperhatikan apa yang akan dilakukan gadis yang ada didepan mereka itu.


“ Tuan Lucas apa kau juga mencarinya?”. Tanya Fitri tanpa beralih tangan dan matanya masih sangat focus pada layar laptop.


“ Iya”. Sahut Lucas singkat karena dia juga masih memperhatikan layar laptop yang dipakai gadis itu


“ Hmmmmm”. Gumam Fitri saat menemukan sesuatu yang dia cari. Entah apa yang dicari gadis itu


“ Okay, aku menemukannya”. Ucap nya sambil menekan tombol enter.


“ Apa itu?”. Tanya Fillipo yang antusias ingin segera tahu


“ Orang yang disuruh membunuhmu”. Sahut Fitri santai. Ketiga pria itu malah dibuat melonggo bahkan mereka sudah mengarahkan detektif dan ahli IT terbaik untuk mencari siapa yang mencoba membunuh Fillipo tapi hasilnya nihil. Lalu dengan begitu gampang ditemukan oleh seorang gadis yang terbaring tak berdaya diranjang rumah sakit.


Fitri terus mengotak-ngatik laptop nya sambil meretas beberapa rekaman CCTV yang berhubungan dengan pembunuhan itu.


“ James???”. Batin Fitri tapi mata dan tangannya tetap saja focus melihat kearah layar laptop


“ Siapa sebenarnya Tuan Fillipo ini?”. Fitri masih bertelempati didalam hatinya tanpa memperdulikan ketiga pria yang sedari tadi menunggunya


“ Apa kau menemukan sesuatu lagi?”. Tanya Fillipo yang penasaran


“ Hmmmmm”. Sahut Fitri masih saja serius


“ Dalam keadaan serius pun dia tetap saja menggemaskan”. Batin Lucas yang ikut juga memperhatikan gadis itu


Fitri tak bergeming seakan dalam ruangan itu hanya ada dia sendiri.


“ Pria misterius??”. Gumam Fitri sambil berpikir tapi tak menghentikan tangannya untuk berlari diatas stut keyboard laptop


Dia terus meretas semua jaringan CCTV disana yang berhubungan dengan pembunuhan itu


“ Apa Fitri akan menemukan ku sebagai pria misterius?”. Batin Dhanny tampak sudah mulai khawatir dan cemas


“ Bagaimana gadis kecil apa kau menemukan yang lain?”. Tanya Dhanny cemas terlihat dari larut wajahnya


“ Tidak kak”. Senyum Fitri yang tidak mau membuat Dhanny khawatir.


“ Ada apa dengan Dhanny? Kenapa wajahnya terlihat sangat khawatir?”. Batin Fillipo tetap dengan ciri khas wajar datar dan serius


“ Kak Dhanny”. Fitri terkejut kala melacak ternyata pria misterius itu adalah Dhanny


“ Kenapa Kak Dhanny melakukan ini? Ada hubungan apa dia dengan Tuan Fillipo?”. Gumam Fitri namun dia tetap terlihat tenang, meski hatinya sudah menelaah apa yang terjadi. Dia berusaha menganalisis dengan pikirannya sendiri


“ Tapi tidak mungkin”. Batin Fitri lagi.

__ADS_1


“ Apa dia menemukan sesuatu? Kenapa wajahnya jadi terlihat lebih serius dari tadi!!!”. Gumam Fillipo yang sepertinya tahu apa yang dipikirkan gadis munggil itu


Fitri kembali melihat data yang dia dapatkan dari hasil retasannya. Matanya membulat sempurna kala membaca data yang baru saja terpasang dilayar laptop ini. Berkat virus buatannya dia berhasil meretas data tanpa meninggalkan jejak.


“ APA? Ternyata Kak Dhanny yang membunuh Daddy dan Mommy?”. Gumam Fitri dalam hati, tapi gadis itu tetap terlihat tenang dan melanjutkan aksinya, karena dia tahu masih ada lagi informasi yang belum dia dapatkan. Sementara hatinya sudah meronta menahan tangis sekaligus tidak percaya


“ Apa ini tidak salah? Apa data ini palsu?”. Dia masih terus bertelempati dalam hatinya.


“ Tuan Fillipo ketua mafia, Kak Dhanny juga ketua mafia ternyata identitasnya sebagai dokter hanya mengelabui munsuhnya. Tuan Lucas juga ketua mafia. Siapa mereka sebenarnya?”. Gumam Fitri dia sudah menahan tangisnya dengan sesekali mengigit bibir bawahnya.


Lagi-lagi dia dikejutkan dengan rekaman CCTV yang menampilkan bagaimana sadis dan kejamnya Fillipo menghabisi munsuhnya. Ditambah lagi Lucas yang juga seperti pembunuh berdarah dingin. Dhanny bahkan tampak seperti pria misterius yang membunuh lawannya dengan sekali bidikkan.


Bahkan tampak dalam rekaman CCTV itu bagaimana kejamnya Fillipo mencincang munsuh yang mencoba membunuhnya.


“ Aku sangat takut pada mereka?”. Gumam Fitri. Dia masih terlihat sangat tenang seakan dia tidak mengetahui apa-apa


“ Apa Leo, Pearce dan juga Dea tahu siapa mereka? Lalu kenapa mereka menyembunyikan semuanya dariku. Aku sangat takut, hiks hiks”. Batin gadis itu hanya mampu menangis dalam hati dan menahan rasa takutnya yang mulai menjalar


Direkaman CCTV terakhir dia melihat bagaimana Dhanny menghabisi kedua orangtuanya sangat sadis dan kejam bahkan memutilasi seluruh tubuh mereka menjadi beberapa bagian. Didalam rekaman CCTV itu terlihat sangat jelas bagaimana orangtua nya menolak dan melarang Dhanny untuk dekat dengan Fitri dan mereka tidak setuju terhadap hubungan mereka. Sejak saat itu Dhanny berambisi untuk membunuh kedua orangtua Fitri, dan dia hanya ingin memiliki Fitri seorang diri tanpa ada yang mencoba merebutnya. Ternyata kematian orangtuanya disabotase oleh Dhanny sebagai kecelakaan pesawat beberapa tahun silam.


Tubuh Fitri bergetar hebat, antara marah, benci, kecewa dan ketakutan yang luar biasa. Dia langsung meletakkan laptopnya dan tanpa aba-aba air matanya terjatuh begitu saja


“ Kau kenapa?”. Tanya Dhanny yang sangat khawatir melihat gadis itu tiba-tiba terdiam dengan menutup kedua mulutnya dan air mata mengalir membanjiri pipinya yang manis


“ Fitri ada apa?”. Tanya Fillipo yang tak kalah khawatir dia mendekati gadis itu


“ Nona kau kenapa?”. Tanya Lucas juga. Mereka bertiga bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu


“ Tuhan aku takut sekali!!!”. Gumam Fitri


Dia berusaha menahan gejolak dalam dadanya mengumpulkan semua kekuatannya supaya dia bisa tenang dan melarikan diri dari manusia-manusia kejam itu.


“ Kau kenapa?”. Tanya Fillipo lembut berusaha meraih gadis itu tapi secepat kilat Fitri menepisnya.


“ Kalian semua pembunuh!!!!”. Teriak Fitri terdengar begitu keras dengan tangan yang bergetar hebat dan tubuh yang juga bergetar, Fitri turun dari ranjangnya dia menarik paksa jarum infuse yang menempel ditangan kirinya.


“ Kau mau kemana?”. Ketiga pria itu sontak dibuat terkejut ketiga Fitri turun dari atas ranjang padahal luka bekas operasinya belum pulih kembali.


“ Jangan sentuh aku, dan jangan mendekat”. Teriak Fitri saat ketiga pria itu berjalan mendekatinya dan berusaha meraihnya untuk kembali keranjang.


“ Aku bilang jangan mendekat”. Bentak Fitri dan ketiga pria itu langsung berhenti ditempat seperti mendapat petir yang langsung menyambar mereka. Baru kali ini wajah gadis imut itu terlihat menyeramkan dan penuh kemarahan serta rasa takut.


Fitri berusaha menguatkan dirinya.


“ Kalian semua pembunuh. Dan kau kenapa kau tega membunuh kedua orangtuaku? Apa salah mereka dan apa salahku padamu?”. Ucap Fitri berteriak sambil menunjuk Dhanny. Dhanny terdiam mematung hatinya bak ditusuk jarum yang begitu dalam, dia tidak menyangka bahwa gadis itu akan tahu dalang dibalik pembunuhan kedua orangtuanya.

__ADS_1


“ Aku bisa jelaskan Fit”. Ucap Dhanny dia berjalan pelan menghampiri gadis itu


“ Aku bilang jangan mendekat!!!”. Bentak Fitri


“ Tuan Fillipo dan Tuan Lucas kumohon jangan bunuh aku, hiks hiks”. Gadis itu terbungkuk menahan sakit dibagian operasinya.


“ Apa yang kau bicarakan? Tidak mungkin aku akan membunuhmu”. Ucap Fillipo dengan mata berkaca-kaca dia tidak tahan melihat gadis itu menangis entah mengapa hatinya tersiksa.


Fillipo mendekati gadis itu berusaha mendekap tubuhnya. Namun lagi-lagi gadis itu menahan sambil berteriak terlihat sekali gambaran ketakutan diwajahnya.


“ Jangan mendekat”. Ujar gadis itu dengan deraian air mata yang sedari tadi mengalir.


“ Tolong, jangan seperti ini Nona. Kau tahu kau menyakiti dirimu sendiri?”. Lucas berusaha menjelaskan.


“ Aku bilang jangan mendekat”. Teriak Fitri sambil bangun dengan terus memegang perutnya.


Brakkkk pintu terbuka tampak Dea dan Pearce yang bingung melihat kondisi didalam ruangan itu. Ketiga pria tampan yang terkenal dingin itu, bersimpuh dilantai dengan berlutut sambil menangis


“ Fitri”. Mata Dea langsung menangkap gadis itu. Dia berlari kecil menghampiri Fitri


“ Stoppppp”. Langkah Dea langsung terhenti mendengar teriakkan Fitri yang begitu keras membentaknya.


“ Kakak ipar”. Ucap Pearce dengan mata berkaca-kaca karena Pearce begitu terkejut dengan suara teriakkan gadis itu


“ Apa yang terjadi?”. Tanya Dea mencoba membantu Fitri. Tapi lagi-lagi gadis itu seperti kesetanan


“ Jangan sentuh aku”. Tegas Fitri sambil menahan rasa sakitnya


“ Kau pasti sudah tahu semuanya kan Dea? Tapi kau menyembunyikannya dariku,, hiks hiks”. Tangis Fitri histeris. Fillipo mencoba meraih gadis itu ia tak ingin gadis itu menangis lagi.


Fillipo pun berhasil merengkuh gadis itu dalam pelukkanya


“ Ku mohon jangan lakukan ini!!!”. Ucap Fillipo lembut sambil memeluk erat gadis itu yang tubuhnya sudah gemetaran.


“ L:epaskan aku!!!”. Tapi Fillipo tak mengubris sama sekali dia semakin erat memeluk tubuh munggil milik gadis itu


“ Lepaskan aku pembunuhhhh”. Teriak Fitri keras memenuhi ruangan itu dan tangan Fillipo terlepas. Hatinya membeku sejenak ketika mendengar teriakkan-teriakkan gadis itu.


Fitri berjalan pelan keluar dari ruangan itu. Mereka semua mengejarnya.


“ Kenapa kalian mengikutiku??? Hah??”. Bentak gadis itu lagi


“ Kau mau kemana? Kau masih terluka”. Ucap Dhanny dengan wajah penuh khawatir


“ Apa pedulimu? Bukankah ini yang kau inginkan? Membunuh kedua orangtuaku supaya aku menderita???”. Tanya Fitri dengan kemarahan.

__ADS_1


Fitri mempercepat langkahnya dengan berlari setengah membungkuk, dia masuk kedalam pintu lift dengan buru-buru. Sementara Fillipo, Dhanny dan juga Lucas mengejarnya dengan wajah panic dan juga khawatir.


__ADS_2