
SELAMAT MEMBACA.....
Disebuah ruang rawat inap. Tampak seorang gadis tengah terpejam dengan tenang. Beberapa selang mengalir dibagian tubuhnya.
"Kak".
Deva mengenggam tangan Zevanya dengan erat. Setelah makan siang kemarin, Zevanya langsung terjatuh dan drop kembali. Sekarang kondisinya lebih parah dari kemarin.
"Kak Dave, apa kata Dokter?". Tanya Deva sedikit khawatir.
Dave menghela nafas dan menggeleng "Dia masih kritis. Seperti nya sel kanker dalam tubuhnya sudah menyebar dibagian syaraf". Dave menghela nafas panjang. Niat hati ingin balas dendam tapi malah dibuat repot dengan kondisi Zevanya.
"Apa tidak ada cara lain agar dia bisa sembuh Kak?". Tanya Deva.
"Hanya kemoterapi". Jawab Dave "Ya sudah kamu jaga sebentar ya. Kakak mau menemui Richard dulu. Nanti Bibi Elena akan menemani mu". Ujar Dave.
"Iya Kak". Senyum Deva.
"Bagaimana kandungan mu?". Dave menatap perut adiknya.
"Dia baik-baik saja Kak dan sudah mulai aktif bergerak". Deva tersenyum mengelus perutnya yang sudah sedikit membucit.
"Baik Kakak pamit".
Dave keluar dengan memaksakan senyum. Meski dalam hatinya ada sudut kesedihan yang dia pendam. Melihat adiknya yang hamil sendirian. Melihat kesedihan setiap hari diwajah adiknya. Tapi untungnya dengan kehadiran Zevanya, membuat Deva sedikit semangat.
Dave keluar dari ruangan Zevanya. Pria itu menghela nafas panjang. Dia tahu bahwa Myron sedang berangkat ke Korea untuk mencari keberadaan nya. Untung saja dia memiliki banyak jaringan untuk bersembunyi sehingga Myron tidak akan bisa menyembuhkannya.
"Bagaimana?". Dave berjalan keluar diikuti oleh asistennya Tian.
"Kami sudah menangkap penyusup itu Tuan". Sahut Tian.
"Baik. Kita ke Markas".
Dave kembali menuju Markasnya yang terletak ditengah hutan. Dia sengaja membuat Markas yang sulit dideteksi. Setelah mengetahui Myron datang ke Korea. Dave membangun kembali villa ditengah hutan. Disana dia akan menyembunyikan Zevanya, Deva dan Elena. Dave tahu jika ketiga wanita ini tengah menjadi incaran para munsuhnya.
"Dimana dia?".
"Mari Tuan".
Dave masuk kedalam Markasnya. Disana penyusup yang tidak lain adalah anak buah Kenzie tertangkap yang berjumlah tiga orang.
"Mereka anggota Cut Silent". Jelas Tian.
"Cut Silent?". Kening Dave berkerut. Setahunya dia tidak bermasalah dengan kelompok Mafia yang satu itu.
__ADS_1
"Iya Tuan. Dia juga sedang mencari keberadaan Nona Zevanya". Sahut Tian.
Dave mengangguk paham. Dia memang tahu siapa Cut Silent tapi dia tidak tahu jika pria itu sedang mencari Zevanya.
"Kurung mereka dan siksa. Pastikan mereka merasa kesakitan sebelum kematian".
"Baik Tuan". Sahut anak buah Dave.
Dave menuju ruang kerjanya yang ada di Markas itu.
"Dimana Myron? Apa dia sudah sampai disini?". Tanya Dave menyenderkan punggungnya disofa.
"Tuan Myron sudah berada di negara ini Tuan. Sepertinya dia sudah tahu letak keberadaan villa Tuan".
Dave menatap Tian tajam "Bagaimana bisa?". Tanya Dave setengah tak percaya. Tidak Myron tidak boleh menemukan tempat persembunyian.
"Mereka memiliki alat pelacak yang kuat Tuan. Sehingga kemana pun kita bersembunyi, pasti bisa ditemukan". Jelas Tian.
"Sial". Umpat Dave mengusap wajahnya kasar. Apa yang harus dia lakukan?
"Tian, persiapkan keberangkatan kita. Kita akan pergi ke Jepang saja. Aku akan menghubungi Yakuza untuk meminta bantuan". Dave bangkit dari duduknya.
"Baik Tuan".
Dave kembali melangkah. Dia menjadi panik. Dia tahu siapa Myron. Myron takkan segan-segan membalaskan dendamnya. Dia harus pergi dan membawa Zevanya sejauh mungkin. Dia harus membuat mereka semua tersiksa karena kehilangan Zevanya. Dave tidak akan membiarkan mereka menemukan Zevanya.
"Deva, Bibi".
Dave menghampiri dua perempuan yang tengah menjaga seorang gadis yang tertidur.
"Iya Dave".
"Kak".
Elena dan Deva berdiri menyambut Dave "Ada apa?". Kening Elena berkerut melihat wajah panik Dave.
"Kita akan membawanya ke Jepang". Ujar Dave dia menatap wajah pucat Zevanya.
"Kenapa Kak?". Tanya Deva penasaran.
"Di sana pengobatannya lebih canggih. Kakak sudah menemukan dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya". Bohong Dave. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia ingin membawa Zevanya pergi jauh.
"Baiklah".
"Deva, Bibi. Kalain berdua ikut juga. Kalian yang akan menjaganya disana". Tandas Dave.
__ADS_1
Meski bingung Elena dan Deva mengangguk dengan ucapan Dave.
Setelah mengurus kepindahan mereka. Dave langsung membawa Zevanya dan kedua wanita yang dia cintai. Dave tidak mau jika Elena dan Deva menjadi incaran untuk Myron mencari kelemahan nya.
Dave mengendong Zevanya diikuti oleh Elena dan Deva, serta Tian dan Richardo menuju pesawat pribadi milik nya. Langkah Dave terlihat tergesa-gesa. Entah kenapa dia panik dan takut. Entah apa yang dia takutkan. Yang pasti dia harus meminta Yakuza membantu dan melindungi nya.
Dave tahu jika Cut Silent, Black Glorified, Black Shinee dan Lion Killer 2. Bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Mereka semua paling ditakuti didunia Mafia. Meski dia juga sebenarnya urutan yang turut ditakuti oleh mereka.
"Kak, biarkan saja Kak Zevanya berbaring dikamar". Ucap Deva.
"Tidak Deva. Kakak akan memangkunya. Kasihan dia". Dave masih setia memangku Zevanya seperti seorang Ayah yang tengah menjaga putrinya tidur.
"Apa kau tidak capek Dave?". Tanya Elena
"Tidak Bi". Jawab Dave.
Dave memeluk Zevanya dengan erat. Dia meresapi bau wangi dari tubuh gadis itu. Seketika samua rasa takutnya menghilang. Dave tidak tahu apa yang dia takutkan, takut jika dia ditemukan dan dia juga takut jika Zevanya menghilang dari hidupnya.
"Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya". Dave berusaha menepis perasaannya. Sambil memeluk Zevanya yang dalam pangkuannya. Dia sama sekali tidak merasa lelah memeluk gadis yang enggan terbangun itu.
"Kak, kenapa kulit Kak Zevanya banyak bintik-bintik nya?". Deva melihat tangan Zevanya dan bagian kulit lainnya yang terlint bintik-bintik warna merah
"Itu salah satu dari sel kanker Nona". Sahut Ricardo menimpali "Sel kanker dalam tubuh Nona Zevanya sudah menyebar dibagian tubuh lainnya. Kita harus segera melakukan kemoterapi". Sambung Ricardo.
"Ricardo, persiapkan semuanya. Berapapun aku akan bayar, asal dia bisa sembuh". Ucap Dave.
"Baik Tuan. Saya akan usahakan". Jawab Ricardo mengangguk.
Ada ketakutan tersendiri didalam benak Dave. Dua Minggu bersama Zevanya membuat dunia sapinya menjadi sedikit ramai. Perdebatan tidak penting mereka selalu mewarnai hari-hari Dave. Hingga Zevanya harus drop kembali dan dibawa kerumah sakit dalam keadaan tanpa sadar.
Dave memeluk kembali Zevanya. Sambil mengigit bibir bawahnya menahan tangis. Dia tidak sedang jatuh cinta. Dia sedang merasakan takut kehilangan. Dia sudah pernah merasakan kehilangan kedua orangtuanya yang membuat hidupnya hancur.
"Deva, sebaiknya kau istirahat. Kasihan bayi dalam kandungan mu". Dave berusaha tersenyum ramah. Meski ada emosi yang terlihat dibola matanya.
"Baik Kak".
Perjalanan yang cukup jauh menuju Jepang. Sampai di Jepang Dave langsung disambut oleh anggota Yakuza. Dave telah lama bergabung dengan kelompok itu namun dia tidak sering berkumpul karena dia yang memutuskan pindah ke Amerika.
"Selamat datang Tuan Nona".
Sapa para Yakuza yang memakai baju hitam berjas. Mereka semua mengenakan kacamata serta tato yang menjadi ciri khas mereka semua.
Dave yakin jika dia bersembunyi disini. Myron, Zehemia dan Kenzie tidak akan bisa menemukan mereka. Yakuza adalah kelompok paling kejam dari Mafia. Mereka bahkan membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka.
**Bersambung.....
__ADS_1
LoveUsomuch ❤️**