Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 146.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


Fitri memperhatikan Pedrosa dan Catty secara bergantian. Kedua paruh baya yang menginjak sudah usia kepala tersebut.


"Ayah, Ibu. Aku tidak tahu masalah kalian dimasa lalu. Tapi sebaiknya diselesaikan, supaya tidak ada dendam". Ucap Fitri.


Kedua nya masih membisu, dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Baiklah aku beri waktu untuk kalian berdua untuk bicara.


"Sayang".


"Nak".


Keduanya kompak memanggil Fitri. Fitri mengerjitkan keningnya bingung.


"Kenapa Ayah, Bu?". Tanya Fitri


"Tetaplah disini, Ayah akan ceritakan semuanya". Pedrosa menarik tangan Fitri untuk duduk disampingnya.


Fitri tersenyum menatap keduanya "Bicaralah baik-baik Ayah". Ucap Fitri mengelus lengan Pedrosa dengan lembut "Bu, bicarakan dengan Ayah baik-baik. Walaupu Fitri belum lahir dimasa itu, tapi Fitri tahu jika kalian berdua memiliki masa lalu yang belum selesai". Ucap Fitri.


Catty mengangguk "Terima kasih Nak". Balas Catty terharu. Meski usia Fitri terbilang muda tapi pikirannya sudah lebih dewasa dari mereka yang berusia tua darinya.


"Maafkan aku Pedrosa". Lirih Catty sambil menunduk "Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, aku. aku.....". Catty tak sanggup melanjutkan kata-katanya, Catty sampai menggeleng kepala berusaha menetralkan semua emosi yang membelundak didadanya.


"Saat itu, kau adalah manusia kaku yang tidak punya perasaan. Sejak perjodohan diantara kita, aku sudah jatuh cinta padamu. Tapi, hatimu sama sekali tidak berpaling dari mantan kekasih yang kau tinggalkan. Aku berusaha menunjukkan padamu bahwa aku bisa mencintaimu lebih dari dia. Namun hatimu tak tergerak sama sekali, kau selalu membandingkan aku dengan dia. Aku memang wanita manja, karena dari kecil aku dibesarkan dengan kasih sayang dan kemewahan dan itulah sebabnya kenapa aku tidak bisa seperti Rachel yang mandiri dan bisa segalanya". Catty menghela nafas. Sedangkan Pedrosa masih terdiam mendengarkan Catty bercerita. Fitri menompang kedua dagunya dan ikut mencerna semua cerita Catty.


"Hingga, aku terpaksa menjebakmu dengan obat perangsang dan kita menghabiskan malam di Apartemen mu. Aku berharap dengan cara itu aku bisa memilikimu, tapi aku salah besar bahkan kau semakin membenciku dan ingin membatalkan perjodohan antara kita. Saat itu aku bersikeras untuk mempertahankan hubungan kita, karena Ayah memiliki riwayat penyakit jantung jika dia tahu, aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi padanya". Air mata luruh diwajah Catty dan begitu juga dengan Pedrosa, pria itu menangis dalam diam.

__ADS_1


"Ayah tiba-tiba meninggal karena penyakit jantungnya memasuki komplikasi. Saat itu aku benar-benar terpukul. Aku membutuhkan bahumu untuk bersandar, namun kau acuh tak acuh dan tak peduli dengan rasa sakit ku. Aku terus mengemis perhatian agar kau peka bahwa aku benar-benar mencintaimu, namun lagi-lagi hatimu sangat keras dan malah membenciku, hiks". Akhirnya tangis Catty pecah.


"Sebulan kemudian aku hamil, aku ingin memberitahumu tapi aku yakin kau akan menolak anak yang ada didalam perutku. Kehadiran ku saja sebagai kekasihmu tidak kau anggap bagaimana dengan anak yang ada didalam kandungan ku. Aku tidak mau menggugurkan bayi tak berdosa ini, sebab itulah aku memilih pergi". Catty menyeka air matanya "Kebetulan Kak Simon kembali kembali ke Amerika. Dia adalah laki-laki yang pernah kutinggalkan demi bersamamu. Dia datang menemui ku dan menanyakan kabarku, aku menceritakan semua yang terjadi padaku. Dia sangat marah dan kecewa. Lalu dia mengajakku pergi dan menjauh darimu, mungkin yang dia katakan benar mencintai tidak harus memiliki". Catty menghela nafas "Kak Simon, menikahiku walau dia tahu bahwa aku tengah mengandung anakmu tapi dia mau bertanggung jawab demi menyelamatkan nama baikku. Kami berdua sepakat untuk bersandiwara seakan aku selingkuh dan menghianati itu semua supaya kau tidak mencari keberadaan ku dan itu benar kau tidak pernah menanyakan kabarku. Entah bagaimana kabarmu jika tahu bahwa aku tengah mengandung benihmu". Lanjut Catty.


"Kami pindah ke Korea Utara, kebetulan Kak Simon adalah seorang tentara yang ditugaskan disana. Setelah kelahiran Mars, Kak Simon memilih keluar dari tentara dan membangun sebuah perusahaan yang kini Mars jalankan". Timpal Catty dengan derai air mata yang membasahi pipinya.


"Saat Mars berusia 8 tahun, Kak Simon dibunuh oleh Park adik kandung mu. Karena Kak Simon tidak ingin kau tahu bahwa dia mempunyai seorang putra. Meski pun awalnya yang ingin dibunuh Park adalah Mars, tapi Kak Simon menyelamatkan putranya dan melindungi kami berdua". Lirih Catty, Fitri mengenggam tangan Catty berusaha memberikan kekuatan pada Catty.


"Aku depresi bahkan sempat gila, sedangkan Mars tumbuh tanpa kasih sayang Ayah dan Ibu nya. Dia berjuang melanjutkan usaha Kak Simon serta perusahaan yang sempat dibangun Kak Simon untuk kami berdua. Dia bekerja keras sejak usia 8 tahun di didik oleh orang kepercayaan keluarga kami". Catty mengigit bibir bawahnya menahan tangis yang hampir pecah "Saat usia 15 tahun, Mars membeli pulau ini dengan harapan aku bisa melupakan Kak Simon, tapi justru aku semakin tak bisa melepaskan bayangan suamiku. Dia terlalu banyak berkorban untukku, bahkan saat aku sudah tak mencintainya dia tetap mencintai ku. Saat aku hamil, dia menjagaku. Menjadi suami yang siaga saat aku butuhkan. Aku terlarut dalam kesedihan dan melupakan putraku sendiri, meratapi seseorang yang telah pergi berharap dia kembali lagi, hiks". Fitri membawa Catty dalam pelukkannya. Fitri ikut meneteskan air matanya mendengar cerita dari Catty. Pantas saja wanita paruh baya itu terlihat rapuh cerita hidupnya tak kalah sakit dari Fitri.


Pedrosa langsung tersungkur didepan Catty "Maafkan aku Catty". Pedrosa mengenggam tangan Catty "Maaf". Tangis Pedrosa pecah.


"Sebenarnya sulit untuk memaafkanmu, tapi seperti yang dikatakan oleh Fitri balas dendam tidak akan membuat yang mati hidup kembali, yang hilang muncul lagi". Ucap Catty menatap Pedrosa yang masih mengenggam tangannya "Tapi demi Mars aku memaafkanmu. Dia adalah putra kandungmu Ped. Dia adalah darah dagingmu. Entah kau menerimanya atau tidak itulah kenyataannya". Ungkas Fitri.


"Catty, sejak kau pergi aku mencarimu tapi aku tidak menemukanmu. Aku mulai merasa kehilangan saat kau pergi dan aku menyesal telah membentak mu saat itu, aku pikir kau benar-benar menghianati ku. Aku juga menemukan hasil test pack di Apartemen milikmu. Awalnya aku pikir itu anak dari pria itu, ternyata dia anakku. Pantas saja saat aku menatap Mars aku merasa memiliki ikatan batin yang kuat". Jelas Pedrosa.


Catty melihat kesungguhan diwajah Pedrosa, hanya mengangguk kan kepala. Tak bisa dibohongi dia masih mencintai pria tersebut, bahkan saat Catty menikah dengan Simon pun perasaan Catty tak berubah.


Gleeeppppppppp


Pedrosa langsung memeluk Catty. Mereka berdua saling berpelukan dengan Isak tangis, melepaskan semua rasa sakit selama 34 tahun lamanya. Selama itu juga Catty mendendam semua perasaan nya.


"Aku mencintaimu Catty". Lirih Pedrosa menyeka air matanya Catty "Aku berjanji akan menjagamu dan Mars dan kita akan hidup bahagia bersama. Meskipun terlambat tapi aku ingin menebus semua kesalahan ku padamu". Ungkap Pedrosa dengan mata berkaca-kaca.


Mars terdiam membeku, niat hati ingin melihat Ibu nya dan Fitri. Tapi dia malah mendengar kenyataan dan semua masa lalu yang selama ini Ibu nya pendam.


"Kak Mars". Panggil Fitri menoleh kearah belakang saat melihat Mars diam mematung.


Pedrosa dan Catty yang tadi berpelukkan reflek melepaskan pelukkannya.

__ADS_1


"Mars". Sahut keduanya melihat kearah Mars. Mars tak bergeming masih terdiam dan mematung.


Fitri yang paham apa yang dirasakan Mars, berjalan kearah pria itu.


"Kakak". Fitri langsung memeluk Mars. Dia tahu bahwa ada emosi tersorot diwajah pria itu.


Mars semakin membeku saat Fitri memeluknya. Hatinya yang tadi membeku seketika merasakan sesuatu yang hangat.


"Menangislah Kak, aku tahu kau terluka. Tapi kau harus memulai hidup baru. Biarkan Ayah dan Ibu bersatu". Peluk Fitri.


Mendengar ucapan Fitri, sontak Mars membalas pelukkan Fitri sambil terisak.


"Hiks hiks hiks hiks hik". Ini kedua kalinya Mars menangis setelah dewasa. Entah bagaimana perasaannya tapi jujur Mars sangat merindukan sosok Ayahnya.


"Nak". Pedrosa mendekat kearah Mars dan Fitri. Mars melepaskan pelukkannya.


"Maafkan Ayah". Lirih Pedrosa "Maafkan Ayah yang tidak menyadari kehadiran mu". Pedrosa menatap Mars.


"Ayah". Satu kalimat lolos dimulut Mars.


Pedrosa memeluk putranya. Putra yang tak dia sadari selama 33 tahun ini.


Catty ikut masuk memeluk mereka berdua. Fitri tersenyum simpul dan bahagia. Satu lagi tugasnya sudah selesai.


Semoga setelah ini tidak ada lagi masalah yang datang dihidupnya. Semoga setelah ini Kebahagiaan menghampiri kehidupan nya dan keluarganya.


"Terima kasih sayang". Ucap Pedrosa mengecup kening Catty dan Mars.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2