
Jet pribadi itu mendarat dihalaman Mansion keluarga Wilmar. Halaman yang luas bak bandara itu terlihat sangat mewah dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Tuan Philip, Nyonya Piranda, Pearce dan juga Dea dan tampak juga orang yang tak asing bagi Dhanny Tuan Dion dan Nyonya Diandra adalah orangtua kandung Dhanny dan Dea, disana juga ada Tuan Alexander dan Nyonya Mouth orangtua dari Lucas Alexander.
“ Mom. Dad”. Fillipo menghampiri kedua orangtuanya yang menyambutnya dengan hangat.
“ Bagaimana Son?”. Tanya Tuan Philip tidak sabar
“ Nihil”. Sahut Fillipo dengan wajah lesu nya dan tampak tak ada semangat.
“ Kak Philip, Kak Piranda. Kami pamit untuk pulang”. Ucap Tuan Alexander yang tidak lain adalah adik kandung dari Tuan Philip.
“ Iya!!! Besok aku akan menemuimu ada banyak hal ingin aku bicarakan. Sepertinya kita perlu turun tangan”. Ucap Philip
“ Baik kak”. Sahut Alexander
“ Kau Dion, besok ku tunggu dicaffe biasa bersama Alexander”. Ucap Philip kepada Dion sahabatnya juga
“ Baik”. Sahut Dion singkat.
Mereka akhirnya kembali ke Mansion mereka masing-masing.
“ Dhanny, bagaimana apa ada informasi tentang Fitri?”. Tanya Diandra pada putranya itu.
“ Belum Mom. Dhanny belum menemukan apapun”. Sahut Dhanny dengan wajah lesunya.
“ Kakak yang sabar ya. Semoga Fitri baik-baik saja. Dea yakin suatu saat dia akan kembali”. Ucap Dea mengelus lembut lengan Dhanny. Dhanny hanya memaksakan senyum dibibir seksinya.
Dion dan Diandra hanya saling melihat, menatap wajah putranya yang seperti tak ada gairah untuk hidup. Mereka tahu bahwa putranya tersebut sangat mencintai gadis itu jadi wajar saja jika Dhanny hampir frustasi dengan rasa kehilangannya.
“ Dhanny, jadikan ini pelajaran untukmu. Jangan memaksakan sesuatu yang bukan milikmu. Wajar jika Fitri marah dan ketakutan padamu, karena bagaimana pun dia melihat bagaimana kejamnya kau membunuh kedua orangtuanya”. Tandas Dion
“ Maafkan Dhanny Dad”. Ucap Dhanny lirih
“ Jujur Daddy kecewa padamu, Dadddy marah tapi Daddy juga tahu bahwa kau punya alasan untuk melakukannya”. Ucap Dion lagi. Dhanny hanya terdiam dan begitu pun dengan Diandra dan Dea.
__ADS_1
“ Sabar ya Son. Kau hanya perlu banyak berdoa”. Diandra memeluk putra sulungnya itu.
“ Thanks Mom”. Dhanny memeluk erat tubuh Mommy nya sambil terisak tangis. Diandra mengerti bagaimana dengan perasaan putranya itu rasa kehilangan bercampur dengan rasa bersalah yang membuat putranya tak berdaya. Sungguh Dhanny yang terkenal dengan karisma wajah tampannya kini hanya terlihat kusut tak terurus.
“ Dhanny memang salah Mom”. Sesal Dhanny masih memeluk Mommy Diandra
“ Tidak perlu menyesal Son, semua sudah terjadi. Jangan terus menyalahkan dirimu. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah terus mencari dimana keberadaan Fitri”. Ucap Diandra sambil menghapus air mata putra sulungnya itu. Dhanny menghela nafas kasar dan dia mencoba memaksakan senyum diwajah tampannya.
Dea sangat merasa simpati melihat keadaan kakaknya yang seperti tak ada niat untuk melanjutkan hidup. Namun apa yang bisa dia lakukan selain mengatakan kata sabar.
Di Mansion keluarga Alexander, Lucas tak lepas dari beberapa pertanyaan yang dilempar kedua orangtuanya.
“ Apa kau menyukai gadis itu Lucas? Hingga kau benar-benar lupa dengan dunia nyatamu? Apa kau bisa membayangkan akibat apa yang akan kau terima ketika menyerang kelompok mafia itu? Dan ikut gila seperti Fillipo dan Dhanny?”. Tanya Alexander yang geram dengan kelakuan putra sulungnya itu.
“ Aku bahkan mencintainya Dad”. Sudut bibir Lucas terangkat menampilkan senyum tulus ketika membayangkan wajah menggemaskan Fitri.
Alexander dan Mouth saling melempar pandangan satu sama lain, mereka sangat penasaran dengan wanita hebat yang berhasil membuat putranya itu jatuh cinta karena selama ini Lucas sangat anti terhadap wanita. Tapi kini bahkan Lucas rela mengorbankan segalanya hanya untuk gadis itu.
“ Apa kau yakin Lucas?”. Tanya Alexander menyelidik menatap wajah putranya yang awalnya terlihat kusut bak mayat kini tersenyum lebar hanya karena membahas gadis yang hilang beberapa bulan yang lalu.
“ Jika kau sungguh mencintainya maka perjuangkan dia Son. Daddy dan Mommy merasa sangat bahagia melihatmu bisa tersenyum seperti ini”. Ucap Alexander yang tadinya seakan mengintrogasi sekarang merasa sangat lega melihat senyum diwajar putranya.
“ Tentu saja Dad”. Senyum Lucas
“ Daddy hanya mengingatkan satu hal padamu, jangan berharap terlalu banyak sebab sainganmu adalah orang nomor satu didunia yaitu Fillipo. Kau tahu bukan bahwa Fillipo juga terlihat sangat mencintai gadis itu”. Tandas Alexander mengingatkan
“ Daddy tenang saja, Lucas akan melakukan apapun agar gadis itu jadi milik Lucas”. Ucap Lucas begitu yakin
“ Bersainglah secara sehat Son, jangan gunakan cara yang licik. Mommy percaya jika dia jodohmu maka kau akan mendapatkannya dengan mudah”. Nasehat Mommy Mouth pada putranya
“ Tenang saja Mom. Lucas tahu apa yang harus Lucas lakukan. Mommy dan Daddy hanya perlu mendukung apa yang akan Lucas lakukan”. Ucap Lucas
“ Kak Lucas….”. suara cempreng menggema itu tiba-tiba datang memenuhi ruang tamu
__ADS_1
“ Luna????”. Ucap Lucas yang terkejut melihat adiknya itu tiba-tiba datang di Mansion mereka.
“ Kak, kangen tahuuuuu”. Luna cemberut dengan bibir mengerucut.
“ Kakak juga kangen”. Senyum Lucas membalas pelukkan sang adik.
“ Kakak apa sudah ketemu calon kakak ipar?”. Tanya Luna. Membuat Lucas, Alexander dan Mounth mengerutkan kening mereka.
“ Darimana kau tahu?”. Tanya Lucas penasaran, sebab adiknya itu tinggal di Amerika dan belum pernah juga bertemu Fitri, bagaimana dia tahu kalau Fitri calon kakak iparnya
“ Tentu saja dari Pearce”. Sahut Luna
“ Terus darimana kau tahu calon kakak ipar?”. Tanya Lucas lagi yang masih penasaran
“ Hmmmm, bukannya Kak Fitri calonnya Kak Fillipo?”. Bukan menjawab malah balik bertanya. Wajah Lucas langsung berubah menjadi muram, entah mengapa hatinya sakit saat mengetahui antara dirinya dan Fillipo yang mencintai wanita yang sama.
“ Luna, kau ini. Kembali ke kamarmu, Kak Lucas mau istirahat”. Sanggah Mouth yang mengerti perasaan putranya.
“ Tapi Mom, Luna kan masih kangen sama Kak Lucas”. Cemberut Luna
“ Sudah Luna!! Istirahatlah kakakmu juga mau istirahat”. Sambung Alexander
“ Ya sudah dehhhhh”. Luna beranjak dengan wajah kesalnya sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan bibir cemberut. Lucas hanya menggeleng melihat sifat adiknya itu yang mengingatkan nya pada seseorang .
“ Fitri”. Batin Lucas
“ Lucas istirahat lah”. Suruh Alexander
“ Baik Dad”. Lucas beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju kamar untuk istirahat.
“ Mom, Daddy akan pergi menemui Kak Philip dan Dion. Mommy istirahatlah dan jangan menunggu Daddy”. Pamit Alexander pada istri tercintanya.
“ Daddy hati-hati, jangan pulang larut malam”. Ucap Mouth sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
“ Iya sayang”. Alexander mengecup kening Mouth dengan penuh cinta dan sayang.
Bersambung