Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 62


__ADS_3

***Kemampuan mu tak bisa dibanding orang lain...


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾***


Keesokan harinya, Fitri sudah bersiap-siap untuk pergi kekediaman David. Tentunya setelah kedua pria itu berangkat kerja. Sam yang kebetulan ada penemuan dibeberapa Negara dalam waktu tiga hari, menjadi kesempatan Fitri untuk bisa berpergian. Sementara Sean memang tengah disibukkan oleh proyek baru yang bersama para pengusaha ternama.


Tentu Fitri juga harus melewati drama-drama unik dan acara ancam mengancam sudah biasa ia lakukan. Ia juga tak lupa menyonggok para pengawal dan pelayan di Mansion itu untuk tidak mengatakan apa yang dia lakukan pada Daddy dan Kakaknya.


"Bibi, tenang saja aku akan memberikanmu bonus. Asal kau bisa tutup mulut saat Daddy dan Kak Sean bertanya". Timpal Fitri menampilkan wajah puppy eyes nya.


Sang pelayan yang tersihir dengan tingkah Nona Muda nya itu dengan mudah mengangguk "Baik Non". Sahut sang pelayan.


Fitri langsung masuk kedalam mobil dengan senyum sumringgah diwajahnya "Bahagia sekali tampaknya Non?". Tanya Rio tersenyum melihat anak majikkannya itu.


"Tentu saja Paman. Aku senang karena Paman mau diajak bekerja sama denganku". Senyum Fitri tanpa dosa.


Rio hanya tersenyum kikuk "Bukan kerja sama Non, lebih tepatnya karena ancaman". Batin Rio.


Mobil mereka pun sampai di Mansion David. Fitri langsung turun tanpa menunghu Rio membukakan pintu untuknya. Dia tidak suka orang lain memperlakukannya bagai putri raja walaupun itu adalah pengawalnya.


"Paman, ikutlah masuk denganku". Ajak Fitri. Rio tak banyak bicara dan hanya mengangguk mengikuti langkah Fitri.


Fitri masuk kedalam Mansion David, para pelayan menyambutnya dengan senyum.


"Selamat pagi Paman, Bibi dan Kakak kembar". Suara cempreng gadis itu menggema memenuhi ruangan.


Mereka yang tengah asyik sarapan, sampai terjingkrak kaget mendengar suara cempreng yang hampir membuat gendang telinga mereka pecah.


"Astaga". David mengelus dadanya kaget saat melihat gadis itu berjalan kearahnya.


"Hehe selamat pagi semua". Sapa Fitri tanpa dosa.


"Pagi juga sayang". Balas Athala tersenyum sambil menyambut Fitri. Menuntun gadis itu duduk.


"Ayo ikut sarapan". Ajak Athala. Ia mengambilkan makanan untuk Fitri.

__ADS_1


"Ahhh tidak perlu repot-repot bibi". Ucap Fitri tidak enak "Tambahkan sedikit ayamnya Bi, hehe". Lanjutnya tanpa malu.


"Ck, katanya tidak perlu repot-repot tapi malah minta tambahan". Gerutu David.


"Aku mendengar suara jelekmu Paman". Timpal Fitri sambil menguap makanan itu kedalam mulutnya.


Athala hanya menggeleng mendengar perdebatan antara gadis dan suaminya. Sungguh baru dua kali bertemu dengan Fitri, suasana rumah mereka jadi ramai.


Berbeda dengan Yoshua dan Yoel mereka hanya memperhatikan dengan raut wajah yang susah dijelaskan. Namun Yoel masih tersenyum simpul melihat sang Mommy begitu perhatian pada gadis itu. Sedangkan Yoshua pria itu hanya diam dan menikmati makanan nya tanpa terusik dengan keributan, walau ia fokus makan tapi telinga nya masih mendengar dengan jelas. Yoshua menarik sudut bibirnya.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka berbincang-bincang.


"Ada apa pagi-pagi kesini?". Ketus David.


"Tidak perlu ketua begitu Paman. Nanti cepat tua". Jawab Fitri tanpa dosa "Aku ingin melanjutkan misi kita. Apa Paman dan Kakak kembar sudah menyelesaikan racikkan itu?". Tanya Fitri.


"Sudah". Jawab David singkat.


"Hmm, Shellena". Panggil Yoshua.


"Iya Fit".


"Racikkan nya sudah selesai, hanya saja kita tidak bisa membuat obat penawarnya dalam jumlah banyak". Jelas Yoshua yang memang bidangnya adalah meracik obat.


"Memangnya yang Kakak racik untuk beberapa suntikkan?". Tanya Fitri serius.


"Hanya 15". Jawab Yoshua.


Lalu Fitri menghitung tangannya, mengingat jumlah orang-orang yang akan memakainya "Kurasa cukup Kak". Sahut Fitri.


"Lalu boleh kah aku melihat nya?". Pinta Fitri.


"Ini". Yoel mengeluarkan lima tiga botol berukuran kecil serta beberapa jarum suntik yang masih terbungkus.


"Yes, kerja bagus Kak". Senyum Fitri tanpa sadar memeluk Yoshua dan Yoel yang memang kebetulan duduk didepannya. Yoshua dan Yoel terdiam mematung, mereka terkejut dengan pelukkan gadis itu.

__ADS_1


"Hmmmmm". Dehemab David membuat Fitri melepaskan pelukkannya.


"Maaf Paman, reflek. Saking bahagianya". Ucap Fitri cenggegesan.


Athala hanya tersenyum simpul, melihat wajah kedua putranya yang salah tingkah. Ia sangat berharap diantara kedua putranya ini berhasil menaklukkan gadis cantik yang ia harapkan jadi menantunya.


"Terima kasih Paman, terima kasih Kakak kembar". Ucap Fitri tulus.


"Apa hanya ucapan terima kasih?". Ujar David.


"Bi, bolehkah aku memeluk suami tuamu ini?". Pinta Fitri. Yang mana membuat David kesal karena dibilang tua.


"Tentu saja sayang". Senyum Athala mengelus kepala gadis itu.


"Paman, cepat rentangkan tanganku. Aku akan memelukmu". Dengan malas David merentangkan tangannya dan Fitri masuk kedalam pelukannya.


David tersenyum saat gadis itu memeluknya. Ada rasa hangat yang ia rasakan.


"Terima kasih Paman". Ucap Fitri melepaskan pelukannya.


Ia beralih pada Athala dan memeluk wanita paruh baya itu "Terima kasih Bi". Peluk Fitri.


"Sama-sama sayang". Balas Athala.


Fitri melepaskan pelukkan nya "Hmm, Paman aku masih membutuhkan bantuan mu dan Kakak kembar". Ucap Fitri.


"Apa?". Tanya David yang mulai merasakan bahwa gadis ini pasti akan meminta yang aneh-aneh lagi padanya.


"Paman harus membantuku, membuat bom dan sniper ini!!". Ucap Fitri enteng sambil menunjukkan gambar diponselnya.


"What?". Pekik David kaget. Bukan hanya David yang kaget tapi juga Athala, Yoshua da Yoel.


***Bersambung ....


salam sayang untuk kalian semua... muchhhhhh.....

__ADS_1


love u guys***.


__ADS_2