Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 117


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Seorang gadis tampak duduk tenang, disofa ruang kerja Luna. Ia memangku laptopnya, tangan kanannya sesekali mengambil cemilan yang ada di toples dan mengunyahnya hingga tandas. Bahkan didekat nya ada secangkir jus alpukat kesukaannya. Tentu jus itu tanya es.


Tangan kanannya yang munggil sibuk menekan tombol laptop yang ada dipangkuan gadis itu. Wajahnya terlihat damai dan tenang, tak ada raut kecemasan disana.


"Fitri". Panggil Luna sambil berjalan kearah Fitri, wajahnya terlihat panik dan khawatir.


"Ada apa Luna?". Tanya Fitri heran melihat sahabatnya itu tampak cemas.


"Coba lihat ini". Luna menunjukkan layar ponselnya pada Fitri.


Fitri menatap layar ponsel itu, dahi nya tampak berkerut saat melihat apa yang ada diponsel Luna.


"Perusahaan Wilmar, Glorified dan Ranlet Flint terancam bangkrut karena semua data perusahaan mereka di retas oleh seseorang". Jelas Luna.


Fitri hanya mengangguk dan beroh-ria saja. Membuat Luna heran, tak ada raut terkejut diwajah gadis itu.


"Kenapa wajahmu terlihat santai?". Tanya Luna heran melihat ekspresi Fitri yang biasa saja.


"Lalu aku harus bagaimana Luna?". Ketus Fitri kembali menekan tombol laptopnya.


"Apa kau tidak terkejut? Ini bersangkutan dengan perusahaan keluarga dan kekasihmu. Bagaimana jika perusahaan itu bangkrut?". Cerocos Luna pada Fitri.


"Hmm, Luna bisa tidak kau menemaniku menemui Paman, Kak Yosh dan Yoel dirumah sakit?". Pinta Fitri dengan wajah memelasnya "Kau tahu kan? Kakak-kakak ku yang tampan itu takkan mengizinkanku keluar sendirian tanpa dirimu? Pinta juga Pearce kesini untuk menemani kita". Lirih Fitri menampilkan puppy eyes, membuatnya terlihat imut dan menggemaskan. Dan mengalihkan pembicaraan.


Luna menautkan kedua alisnya bingung mendengar ucapan Fitri "Memangnya apa yang akan kau lakukan dirumah sakit?'. Tanya Luna penasaran.


"Jangan banyak bertanya Luna. Sekarang cepat telpon Pearce untuk datang kesini waktu kita tidak banyak. Aku akan menghubungi Paman David bahwa kita akan berkunjung kerumah sakit". Sanggah Fitri tanpa mau menjawab pertanyaan Luna.


Walaupun bingung dan dipenuhi tanda tanya Luna tetap mengikuti keinginan Fitri.


Luna segera menghubungi Pearce untuk datang ke butiknya. Tidak lama kemudian Pearce datang ke butik Luna.


"Hai, Kakak Ipar". Sapa Pearce dengan wajah senyum yang menggembang.


Fitri memutar bola mata malas saat mendengar panggilan Pearce "Cih, kau memanggilku Kakak Ipar seakan aku sudah menikah dengan Kakak mu yang dingin itu?". Cibir Fitri.


Luna dan Pearce terkekeh mendengar ucapan Fitri.


Mereka bertiga pun berangkat kerumah sakit, tentunya dengan pengawalan yang ketat. Sebenarnya Fitri sedikit kecewa pada Kakak dan Daddy nya karena tidak memberi tahunya tentang masalah perusahaan. Tapi Fitri juga tahu bahwa mereka punya alasan tersendiri kenapa tidak memberitahunya.


Mobil Fitri terparkir di lobby rumah sakit. Ketiga gadis itu langsung turun dari mobil dan melangkah dengan gontai.

__ADS_1


Ketiganya begitu cantik dan mempesona sehingga menarik perhatian para dokter dan perawat yang ada disana. Fitri, yang paling mencolok diantaranya. Dimana Fitri hanya memakai celana jeans dan kaos oblong warna navy, rambutnya ia kuncir kuda. Beda dengan Luna dan Pearce yang memakai dress selutut pas dengan ukuran body mereka sehingga menampilkan lekuk tubuh yang mempesona.


"Maaf Nona, bisa tunjukkkan dimana ruangan Dokter Yoshua dan Dokter Yoel?". Tanya Fitri di meja resepsionis.


"Apa sudah membuat janji dengan mereka Nona?". Tanya resepsionis itu dengan sinis menatap Fitri dengan tatapan tidak suka.


"Sudahlah Nona jangan banyak tanya. Sekarang tunjukkan dimana ruangan mereka". Pekik Pearce jenggah melihat perawat sok kecantikan itu.


"Maaf Nona, saya tidak bisa memberi izin jika Nona belum membuat janji". Bantah perawat itu.


"Hei, dengar 'kan perawat gadungan. Ini Fitri adalah anak pemilik rumah sakit ini. Tuan Samuel Ranlet Flint, apa kau mau dipecat dan di backlist dari Negara ini supaya tidak ada yang menerimamu bekerja?". Ancam Luna juga menimpali.


Sementara Fitri tersenyum tipis mendengar ucapan Luna dan Pearce apalagi mereka membela dirinya.


"Ma-maaf Nona saya tidak tahu". Jawab perawat itu gugup keringat sudah bercucuran dikeningnya.


"Cih, sok minta maaf". Cibir Pearce ketus.


"Nona, lain kali bersikap lah sopan pada siapapun, jangan memandang orang dari penampilannya. Untung saja mereka segera memberitahumu siapa aku, jika tidak aku sudah siap-siap tadi menghubungi Kak Sean, Kak Fillipo dan Daddy". Tegur Fitri.


Perawat itu semakin gugup saat Fitri menyebut nama Sean dan Fillipo. Pria dingin yang terkenal kejam jika berani mengusik hidupnya apalagi menyakiti orang-orang yang mereka sayang.


"B-baik Nona". Perawat itu ketakutan.


"Tidak perlu takut begitu Kakak. Aku tidak akan memakanmu, kecuali kau mau ku jadikan santapan San. Ular Sanca peliharaan Kak Zean dan Ayah". Celetuk Fitri sambil terkekeh. Perawat itu semakin ketakutan. Hampir saja ia jantungan saat Fitri menyebut Ular Sanca.


Perawat itu pun mengantar Fitri, Luna dan Pearce keruangan Yoshua dan Yoel. Ya kedua dokter tampan itu memang satu ruangan, selain mereka kembar mereka juga terbiasa bersama jadi David memutuskan agar kedua putranya satu ruangan.


"Selamat siang epribadehhhh". Suara melenceng dan cempreng itu langsung menggema di ruangan Yoshua dan Yoel saat ketiga gadis itu masuk.


Yoshua Yoel dan David yang kebetulan berada di ruangan putranya, berjingkrak kaget saat mendengar suara familiar yang benar-benar tak asing ditelinga mereka.


"Astagaaaaa". Pekik David mengelus dadanya saking kagetnya. Sementara Yoshua dan Yoel melakukan hal yang sama.


"Heheheh". Fitri cenggegesan sambil masuk diikuti oleh Luna dan Pearce.


"Fitri". Ucap Yoshua dan Yoel bersamaan saat melihat gadis yang mereka rindukan tiba-tiba ada didepan mereka.


"Hai Kak Yosh, Kak Yoel apa kabar?". Seru Fitri dengan wajah semangat sambil duduk disofa dan ikuti oleh Luna dan Pearce.


"Baik Fit". Sahut keduanya bersamaan sambil tersenyum dan ikut duduk disofa.


"Cih, belum ditawarin duduk saja sudah duduk sendiri?". Sindir David yang ikut duduk.

__ADS_1


"Kau lupa atau tidak ingat Paman. Ini rumah sakit Daddyku, jadi untuk apa aku harus meminta izinmu?". Seloroh Fitri membuat David memutar bola matanya malas menatap gadis itu.


"Kondisikan matamu Paman, apa kau mau matamu katarak?". Celetuk Fitri. David semakin kesal.


"Ckk". Kesal David.


Sementara Yoshua dan Yoel geleng-geleng kepala menyaksikan perdebatan mereka berdua, selalu saja jika bertemu kedua orang itu berdebat hal yang tidak penting. Luna dan Pearce juga hanya bisa tersenyum simpul.


"Ada apa kau kesini?". Tanya David ketus.


"Jangan ketus begitu Paman, aku tahu kau merindukanku". Goda Fitri menaik turunkan alisnya sambil tersenyum mengejek kearah David.


"Cih, percaya diri sekali dirimu". Cibir David.


"Bukankah percaya diri itu penting Paman. Untuk meraih mimpi dan masa depan. Kalau sudah percaya pada diri sendiri maka bisa juga percaya pada orang lain". Sanggah Fitri tak mau kalah.


David mengendus kesal, gadis ini benar-benar bisa membuat dirinya bungkam.


"Fitri, ada apa kesini?". Tanya Yoshua melembut menatap Fitri dengan senyum manis. Sudah lama dia merindukan gadis ini, namun tak bisa menemuinya.


"Sepertinya pria ini menyukai Kak Ipar. Ck, saingan Kak Fillipo bertambah satu". Batin Pearce.


"Hehhe, begini Kak. Fitri......".


"Jangan minta yang aneh-aneh Shellena". Potong David.


"Fitri Paman, bukan Shellena". Protes Fitri


"Alah sama saja! Mau Fitri mau Shellena sama saja. Sama-sama menyebalkan". Celetuk David.


"Ck, Paman suka sekali bicara jujur". Cemberut Fitri sambil memunyungkan bibir nya dan itu terlihat menggemaskan.


"Sudah-sudah". Yoel melerai dan malas melihat perdebatan tidak penting.


"Ada apa Fitri menemui Kakak?". Kali ini Yoel yang berbicara lembut sambil tersenyum.


"Kak aku ingin kemoterapi hari ini". Ucap Fitri yang berhasil membuat mereka berlima menatap gadis itu. Kemoterapi? Biasanya Fitri menolak kemoterapi, tapi kali ini gadis itu sendiri yang memintanya.


**Bersambung......


Ikuti kisah mereka...


jangan lupa Boom Like nya ya guys..

__ADS_1


GBU...


LoveUall**...


__ADS_2