Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 137.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Karena penasaran Yoel menyusul Yoshua kerumah sakit, yang tidak biasanya menginap dan betah disana.


Yoel segera memarkir mobilnya di lobby rumah sakit. Yoel masuk dengan langkah gontai.


"Yoel". Yoel membalikkan badannya saat mendengar seseorang memanggilnya.


"Zoe". Balas Yoel tersenyum kearah dokter cantik tersebut.


"Tumben malam-malam kesini?". Zoe menatap heran kearah Yoel "Mencari Dokter Yoshua?". Sambung Zoe lagi.


Yoel mengangguk "Aku khawatir padanya. Karena tidak biasanya dia betah dirumah sakit, diluar jam piket". Timpal Yoel.


"Ayo aku antarkan". Zoe berjalan disampinh Yoel menyamakan langkahnya dengan pria itu.


Mereka berdua bercanda tawa, sebenarnya Zoe sudah lama menaruh rasa pada Yoel tapi dia terlalu gengsi mengakui perasaannya. Begitu juga Yoel yang diam-diam menyukai dokter cantik tersebut, hanya saja Yoel takut jika Zoe menolak cintanya.


Cekreekkkk


Pintu terbuka.


"Kakak".


Yoshua dan Candy yang tengah asyik berbicara langsung menoleh kearah pintu.


"Yoel". Gumam Yoshua.


Yoel dan Zoe masuk kedalam ruang rawat Candy.


"Ada apa Yoel? Kenapa kau disini?". Tanya Yoshua heran.


Candy memperhatikan wajah Yoshua dan Yoel yang terlihat begitu mirip bahkan sangat sulit membedakan keduanya


"Ck, kau ini Kak". Pekik Yoel kesal "Kau tahu aku tidak bisa tidur karena tidak ada kau dirumah". Gerutu Yoel kesal.


"Tidak usah lebay Yoel". Cibir Yoshua.


"Wah, apakah ini calon Kakak Ipar?". Yoel menoleh kearah Candy yang sedari tadi diam menatap mereka "Hai, Kakak Ipar perkenalkan aku Yoel". Yoel mengulur kan tangan kearah Candy "Aku saudara kembar Kak Yosh, makanya wajah kami mirip, tapi tetap aku yang paling tampan". Yoel sambil menyisir rambutnya keatas dengan tingkat kepercayaan tinggi.


"Candy".


Yoshua memutar bola mata malas melihat tingkah adik kembar nya. Kepribadian mereka berdua bertolak belakang sangat jauh.

__ADS_1


"Sudah berapa lama Kak pacaran dengan Kak Yosh?". Tanya Yoel pada Candy.


Candy menautkan alisnya tanda bingung.


"Jangan bicara sembarangan Yoel". Hardik Yoshua dengan mata mendelik "Sebaiknya kau pulang". Usir Yoshua.


"Kau mengusirku Kak?". Yoel memasang wajah sedihnya "Ahh aku tahu supaya kau bisa berduaan dengan Kakak Ipar 'kan?". Goda Yoel sambil menaik turunkan alisnya.


Wajah Candy langsung merona mendengar ucapan Yoel yang blak-blakan. Bagaimana mungkin ingin berduaan mereka saja baru saling kesal.


"Ck, kau ini. Plakk". Yoshua mencentil kening adiknya yang bicara sembarangan.


"Kakak sakit". Rintih Yoel mengelus keningnya.


Zoe menggelleng kan kepala melihat saudara kembar itu "Sudah Yoel, biarkan Dokter Yoshua menemani Nona Candy. Sebaiknya kau pulang dan istirahat lah". Ucap Zoe lembut sambil menepuk pundak Yoel.


Mendengar ucapan Zoe seketika membuat Yoel salah tingkah "B-baik lah". Sahut Yoel gugup.


"Cih, baru begitu saja sudah gugup". Cibir Yoshua jengkel dengan sifat adiknya.


"Ck, tidak perlu mencibir ku Kak! Aku yakin sebentar lagi kau juga akan bucin". Sindir Yoel.


Setelah berbicara dan bertemu Kakak nya Yoel memutuskan untuk pulang. Sebelumnya Yoel mengantar Zoe pulang ke Apartemen milikya, karena Zoe memang tinggal di Apartemen sendirian.


"Bagaimana?". Tanya Fillipo pada Zaen yang masih setia dengan laptopnya.


Zaen menggelleng kan kepala "Tidak mudah untuk masuk ke pulau itu, disana mereka memasang sistem keamanan yang sangat ketat. Selain itu, pengawal yang bertugas bukan pengawal biasa, melainkan para tentara Korea Utara yang sudah diseleksi dengan ketat". Jelas Zaen.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?". Sambung Sean tak sabar, hatinya begitu gelisah memikirkan kondisi Fitri.


"Kita harus cari cara lain untuk bisa masuk kesana". Timpal Zean "Lucas, tolong bantu retas rekaman CCTV disana!". Tintah Zean.


"Baik". Sahut Lucas kembali fokus dengan laptopnya.


"Sayang, aku berharap kau baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu. Aku takut terjadi sesuatu padamu sayang. Aku akan menemukanmu aku berjanji". Batin Fillipo menatap kosong kearah jendela jet pribadi milik Sam


Wajah Fillipo terlihat semakin dingin, tatapannya tajam. Bolehkah dia sekarang bertemu gadisnya? Ingin sekali Fillipo berteriak sekencang mungkin untuk memanggil nama Fitri. Nama gadis spesial dihatinya.


Tak kalah Sean juga terlihat begitu murung bahkan beberapa kali dia mengabaikan ucapan Zaen padanya, penjelasan Zaen tak didengar Sean yang ada dipikirannya adalah segera bertemu Fitri. Sean rindu gadis kecil kesayangan.


"Argghhhh". Sean meremas rambutnya frustasi dengan semua keadaan yang menimpa Fitri. Kenapa banyak sekali orang yang ingin mengambil adiknya itu?


"Ce, kau dimana? Kakak merindukan mu sayang. Kau harus baik-baik saja. Kakak berjanji bahwa kita akan berkumpul kembali". Lirih Sean tak terasa air mata membasahi pipi tampannya

__ADS_1


"Aku sudah menemukan letaknya, hanya saja aku tidak bisa meretas sistem keamanan disana". Ucap Lucas mengotak-atik laptop miliknya.


"Sama aku juga". Sambung Zaen.


"Edward". Panggil Zaen.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Edward yang siap mendengar perintah Zaen.


"Hubungi Leo untuk membawa Triple L kesini, pakai saja jet pribadi milik Ayah". Perintah Zaen.


"Baik Tuan". Sahut Edward yang langsung menghubungi Leo.


"Kenapa membawa Triple L kesini Zaen?". Zean penasaran dengan perintah adiknya.


Zaen melirik kearah Zean "Zean, kau tahu Fitri pernah menjelaskan bahwa Triple L sama seperti manusia, bahkan mereka memiliki kemampuan diatas kita. Jadi aku ingin meminta tolong pada mereka". Jelas Zaen pada Zean.


Zean mengangguk paham. Mereka berlima tampak begitu serius dengan layar laptop yang ada didepan Lucas dan Zaen.


Kedua pria seusia itu, dengan lihat berseluncur dikeyboard laptop. Keahlian dua pria ini dalam bidang IT tak perlu diremehkan. Namun tetap saja mereka takkan bisa mengalahkan kemampuan Fitri, yang jenius diluar batas.


"Apa Ayah dan Daddy sudah berhasil menyerang Markas Black Shinee dan BTOB King?". Tanya Zean pada Sean.


" Sudah". Sahut Sean "Ayah baru saja menghubungiku bahwa Markas itu sepertinya memang sengaja menjadi umpan, seperti penyerangan dipelabuhan kemarin. Mars sepertinya juga sudah tahu bahwa kita akan mencari Shellena disana, sebab itulah dia membuat sistem keamanan yang sulit diretas". Jelas Sean.


Zean mengembuskan nafasnya kasar "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita sekarang saja?". Ucap Zean meminta pendapat.


"Tidak bisa Zean, ini terlalu berbahaya untuk Fitri". Jawab Fillipo "Kau tahu kan yang diinginkan Mars dan Arthur adalah bekerja sama dengan Fitri untuk membuat senjata itu. Jika kita menyerang, bisa jadi Mars akan mengancam dengan mencelakai Fitri. Sepertinya pulau itu memang menjadi tempat persembunyian Mars". Timpal Fillipo lagi.


"Lalu, apa sudah ada info tentang Dokter Dhanny?". Ucap Zean lagi.


"Dhanny juga mencari Fitri. Bahkan mungkin dia juga sedang melakukan hal yang sama seperti kita". Sahut Fillipo


"Bukankah harusnya Shellena bersama Dhanny? Kenapa bisa bersama Mars?". Tanya Sean bingung.


"Hufft, kau tidak tahu siapa Mars, Sean. Dia itu pria licik, dia mengetahui rencana Dhanny dan segera membawa Fitri pergi". Sergah Zean.


**Bersambung.....


Hai-hai para Readers setia Antara Dokter dan Mafia. Maaf ya, author belum bisa crazy up, tapi author janji akan sering-sering up. Karena cerita ini akan segera ending.......


Yuk ikuti terus ya.


GBU..

__ADS_1


LoveUall**...


__ADS_2