
SELAMAT MEMBACA.........
20 tahun kemudian...............
Seorang pria yang hampir berusia kepala enam, sedang berjongkok diatas pusara sang istri. Hari ini tepat 20 tahun sudah kepergian istri tercintanya.
"Apa kabarmu disana sayang? Aku rindu". Lirihnya mengusap batu nisan bertuliskan nama istrinya itu. Air matanya luruh kembali, sudah sekian lama namun dia masih saja tak mengikhlaskan kepergian sang istri.
"Kau tahu sayang? ketiga kecambah itu tumbuh menjadi anak yang jenius sama seperti dirimu. Mereka benar-benar mirip sekali dengan mu. Dan saat melihat mereka, aku jadi merindukan dirimu". Gumamnya lagi.
"Dad". Seorang gadis cantik mengelus pundak Ayahnya "Zeva juga rindu Mommy". Gadis itu turut berjongkok seperti Ayahnya.
"Hai Mom. Mommy tahu tidak, kalau sekarang Zeva sudah besar. Zeva tidak lagi susah menyebut huruf R dan T". Celetuknya mengulas senyum diwajah cantiknya tangannya terulur untuk meraih batu nisan sang Ibu.
"Seandainya Mommy masih ada. Pasti Zeva akan merasakan bagaimana punya Ibu, hiksss". Dia yang tadi nya kuat dan ceria kini malah menangis.
"Dek". Zehe dan Kiel merangkul adiknya.
Sedangkan Fillipo tak mampu merengkuh tubuh putri nya karena dia juga rapuh jika mengingat saat istri. Kematian benar-benar kejam terhadapnya dan tega memisahkannya dengan orang yang sangat dia sayangi.
"Kak, Zeva rindu Mommy, hiksss". Tangis Zeva pecah dipelukkan Zehe. Dia membenamkan wajahnya didadanya bidang sang Kakak.
Zehe mengelus punggung adiknya dengan sabar "Zeva harus kuat. 'Kan ada Kak Zehe, Kak Kiel dan Daddy yang selalu ada untuk Zeva". Ucap Zehe menenangkan adiknya.
Kiel beralih pada sang Ayah "Dad". Kiel memeluk Fillipo. Daddy nya tampak sangat rapuh. Sudah 17 tahun berlalu tapi Daddy mereka masih saja meratapi kepergian sang Ibu.
"Son, maafkan Daddy". Lirih Fillipo membalas pelukkan putranya
__ADS_1
"Tidak Dad! Daddy jangan meminta maaf, ini semua takdir yang harus kita jalani". Sahut Kiel dengan sabar menenangkan Daddy nya.
Kepergian Fitri menumbuhkan rasa kehilangan yang teramat sangat bagi mereka. Fillipo, sempat depresi dan hampir gila selama bertahun-tahun. Fillipo, terluka sangat dalam dan dia ingin rasanya mati bersama sang istri. Kebersamaan yang singkat hanya selama lima tahun, membuat Fillipo rapuh saat mengingat wajah Fitri.
Fitri adalah cinta pertama dan terakhir nya. Gadis keras kepala, gadis jenius dan pemberani yang hampir membuatnya selalu jantungan.
Zehe, Kiel dan Zeva selalu bekerja sama untuk menghibur Ayah mereka. Mereka mensuport dan memberi kekuatan pada pria berumur itu. Tak jarang mereka bertiga melakukan hal konyol agar Ayah mereka bisa tertawa lepas kembali seperti dulu. Meski sebenarnya mereka juga rapuh dan kehilangan. Namun, mereka yang memang dewasa sebelum waktunya itu berusaha dengan lapang dada menerima kenyataan.
Kadang Zehe dan Kiel harus dihadapkan dengan sifat manja Zeva yang merenggek saat mengingat Ibunya. Dimana kebiasaan yang selalu Fitri turunkan pada anak-anak nya adalah berdoa sebelum tidur dan bangun tidur. Mereka juga berdoa bersama setiap malam dan menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan.
Sejak kematian Ibu nya mereka mencoba menerapkan itu, meskipun tanpa bimbingan siapa pun anak-anak Fitri yang jenius tetap melakukan nya dengan baik.
Mereka tak memaksa Fillipo untuk melupakan sang Ibu, namun mereka berusaha menghilangkan rasa sedih itu dihati Ayah mereka.
"Dad". Zeva memeluk Fillipo dengan isakkan tangis. Mereka berempat saling berpelukan satu sama lain. Berusaha menguatkan dan saling merangkul.
"Daddy, jangan menangis lagi". Zeva menyeka air mata Fillipo dengan tangan munggilnya. Dia merapihkan blouse dan juga mantel tebal sang Ayah
"Terima kasih sayang". Ucap Fillipo pada putrinya.
"Ayo, kita pulang Dad". Ajak Zehe. Karena jika berlama-lama disini, mereka akan semakin sedih dan menangisi Ibu nya.
Mereka meninggalkan pemakaman Fitri. Zeva memapah Fillipo untuk berjalan menuju mobil. Fillipo tak protes pada anak-anak nya, dia justru merasa bersalah karena tidak bisa menjadi Ayah yang baik disaat mereka membutuhkan sosok seorang Ibu.
Zeva mengenggam tangan Fillipo. Sedangkan Kiel fokus menyetir, dan Zehe duduk disamping kemudi sambil memainkan ponselnya.
"Mom". Batin Zehe saat melihat foto keluarga bersama Fitri ketika mereka masih kecil "Zehe, rindu Mommy. Apa kabar Mommy disana?". Zehe hanya mampu membatin, dia bersikap seakan kuat padahal paling lemah jika bersangkutan dengan Mommnya.
__ADS_1
Tidak ada percakapan didalam mobil. Zeva yang biasanya berisik dan tak bisa diam. Kini sunyi dan senyap sambil mengenggam tangan sang Ayah dan bersandar manja dilengan Ayah nya.
"Sayang, aku sangat merindukanmu sayang. Kenapa kau tega meninggalkan ku dan anak-anak? Kenapa sayang? Aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu". Batin Fillipo menatap keluar jendela.
Kiel juga terdiam dan fokus menyetir. Dia terlihat sangat serius padahal hati dan pikirannya sedang berkelana.
"Mom". Hanya mampu diucapkan dalam hati tanpa mampu mengeluarkan nya.
Zehe tetap fokus pada ponselnya "Ck, siapa yang berani bermain-main denganku?". Geram Zehe saat melihat ada yang berusaha masuk kedalam sistem keamanan nya.
"Aku harus menghubungi Myron". Dengan cepat pria berusia 25 tahun itu mengirim pesan pada Kakak sepupunya.
Zehe dan Myron bekerja sama dalam dunia hitam maupun dunia bisnis. Keduanya tampak bekerja serius dan gak main-main.
Sebenarnya para orangtua tak mengizinkan mereka terjun ke dunia hitam, mengingat pesan Fitri yang menginginkan semua anggota keluarga nya tidak terlibat lagi dalam dunia Mafia. Namun, para munsuh selalu mencari masalah dan membuat para pria tampan itu harus kembali melanjutkan generasi orangtua mereka.
**Bersambung...........
Hai guys ayo ikuti kisah triple Z.
Jangan lupa tinggalkan bekas kaki kalian disini ya.
Oh ya maaf juga kalau misalnya author gak bisa up banyak-banyak tiap hari, karena author lagi fokus nyelesain cerita yang disebelah😁
Yang suka Mafia-mafia dan punya pengetahuan tentang dunia Mafia boleh dishare disini siapa tahu bisa jadi bahan inspirasi author😁
Oke guys lanjut.......
__ADS_1
LoveUsomuch ❤️**