Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 102.


__ADS_3

Aku mencintai mu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.


Jika caraku terlalu berlebihan aku hanya ingin kau tahu bahwa cintaku melebihi segalanya. Yang kuinginkan kau tetap berdiri disampingku


SELAMAT MEMBACA...


Di Korea....


Seorang gadis cantik tengah tersenyum puas didepan cermin. Ia menatap wajah cantiknya dengan senyuman mengembang. Wajah yang takkan bisa di kenali oleh orang lain kecuali sang Kakak.


"Hmmm, apa Kak Fillipo akan tergoda olehku?". Gumamnya sambil menempelkan beberapa bedak diwajah barunya.


"Aku rasa tidak mungkin dia menolak". Gumam nya lagi.


Cekreekkkkkkkkk


Pintu kamarnya terbuka, menampilkan sosok laki-laki tampan yang tidak lain adalah Kakak nya sendiri.


"Bagaimana Kak?". Tanyanya pada sang Kakak dengan senyuman puas.


Pria itu menatap dengan wajah datar "Hmm, lumayan! Lakukan tugasmu dengan baik, dan ingat jangan sampai kau menyakiti gadis ku lagi". Tegas pria itu.


Sang gadis mengendus kesal "Baiklah". Ia memutar bola matanya malas. Apa-apa gadis itu, apa tidak ada hal yang lain yang bisa dijadikan ancaman selain mencelakai gadis itu.


"Lihat saja nanti, aku menghancurkanmu gadis kecil! Kupastikan tidak ada seorang pria pun yang bisa mendapat kanmu termasuk Kak Fillipo. Dia adalah milikku". Batinnya tersenyum licik


Pria itu keluar dari kamar adiknya, dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju mobil.


"Kemana Tuan?". Tanya sang supir sekaligus asisten pribadinya.


"Rumah sakit". Sahutnya datar.


Ia menatap keluar jendela mobil. Menikmati permandangan Negeri Ginseng yang dipenuhi salju tebal. Nanar matanya tak beralih menatap butiran salju yang berjatuhan. Perasaan nya kini mulai tenang dan bahagia karena sebentar lagi, dia akan melanjutkan rencana yang sudah ia susun dari jauh-jauh hari.


"Hmm, aku tidak sabar memiliki mu Girl. Tenang saja aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin menyingkirkan mereka yang menghalangiku dalam mendapatkan mu. Kau boleh mengatakan bahwa aku kejam, tapi inilah yang ingin aku buktikan bahwa aku layak menjadi pendampingmu". Gumamnya sambil menarik sudut bibirnya.


Sampai dirumah sakit terbesar di Korea, pria itu langsung turun dan ia memasukkan kedua tangannya di mantel tebal yang sedang ia kenakan. Hawa dingin salju menembus kulit kekarnya.


Ia masuk kedalam lift dan menuju satu ruangan. Sampai diruangab itu ia langsung masuk.


"Aku puas dengan hasil kerjamu". Sumringahnya sambil duduk disofa dan menyenderkan pundaknya.


Temannya mendekatinya dan duduk disampingnya "Aku tidak akan pernah mengecewakan mu. Tentu saja itu butuh perjuangan". Timpal temannya.

__ADS_1


"Lalu apa rencana mu selanjutnya nya?". Tanya temannya


"Menyerang Lion Killer dan Black Glorified. Karena Arthur gagal merebut daerah kekuasaan itu, sepertinya aku perlu turun tangan". Jawabnya.


"Apa mereka tidak curiga padamu?". Tanya teman nya lagi.


"Tentu saja tidak". Jawab nya cepat "Aku sudah menutup semua akses informasi tentang ku. Bahkan keberadaan ku disini saja mereka tidak tahu". Jawabnya yakin dengan senyum penuh kemenangan.


"Kau benar-benar licik". Sergah temannya.


"Itulah sebab nya aku jadi ketua Mafia. Jika tidak licik, bagaimana aku bisa mengalahkan kawanku, haha". Ucapnya lagi.


"Lalu bagaimana dengan gadismu?". Tanya temannya


"Untuk sementara aku harus menjauhinya demi rencanaku. Lagian Dea akan mulai masuk dalam kehidupan Fillipo sebagai Martha". Ucap Dhanny. Ya pria itu adalah Dhanny Eka Putra.


"Apa kau yakin menjauhi nya? Bagaimana jika kau kembali tak ada celah untuk kau masuk lagi?". Tanya Steven heran.


"Hmm, tentu saja tidak selama rencanaku tidak diketahui olehnya kurasa aku akan tetap masuk dengan mudahnya". Jelasnya lagi.


"Baiklah, itu terserahmu saja". Jawab Steven malas.


Ditempat lain. Zaen melangkah masuk kedalam Mansion mewah milik Daddy Sam. Wajah bahagia nya sangat terlihat.


Fitri meletakkan laptopnya dan berdiri menyambut sang Kakak yanh sedari tadi merentangkan tangannya.


"Kakak rindu banget sama adik Kakak ini!!". Zaen memeluk Fitri sambil mencium pucuk kepala adiknya.


"Fitri juga rindu". Balas Fitri "Ayo Kakak kita masak". Fitri menarik tangan Zaen.


Sean dan Zean juga mengekor Fitri dan Zaen menuju dapur.


"Adik Kakak mau makan apa?". Tanya Zaen sambil menatap bahan makanan dalam kulkas.


"Apa saja yang penting enak". Sahut Fitri.


"Baiklah. Kakak tertampanku ini akan memasak special untumu". Senyum Zaen.


"Apa kau yakin bisa memasak?". Sindir Zean "Aku tidak pernah melihatmu memegang alat dapur". Timpal Zean lagi.


"Dari pada menyindir. Lebih baik kalian berdua membantuku membuatkan makanan untuk adik kita tercinta ini". Celetuk Zaen kesal sambil mengeluarkan beberapa sayuran dalam kulkas.


"Benar juga! Kalau Kak Sean dan Kak Zean ikut masak pasti akan lebih seru". Ucap Fitri sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


Sean dan Zean saling melihat. Seumur hidup mereka tidak pernah memasak, bagaimana jika masakkannya tidak enak dan justru membuat adik kesayangan mereka sakit.


"Ayo". Zaen meletakkan beberapa sayuran didepan Sean dan Zean yang masih terlihat bingung.


"Ayo Kak semangat". Fitri menyemangati sambil terkekeh menatap wajah bingung kedua Kakak nya.


"Ayolah Kak, tenang saja Fitri akan mengajari Kakak". Tandas Fitri lagi.


Sean dan Zean menghela nafas berat mau tidak mau mereka harus mencobanya.


"Baiklah". Serah keduanya bersamaan.


Mereka pun memasak, Fitri menjadi komando yang mengarahkan ketiga pria itu. Bayangkan ketua Mafia harus belajar memasak, hal yang paling langka dilakukan. Mereka yang biasanya memegang pisau untuk menghentikan pernafasan lawannya, kini mereka gunakan untuk memotong sayuran kecil yang akan mereka masak.


Zaen tampak semangat memasak dengan arahan dari Fitri membuat pria tersebut tak kesusahan. Berbeda dengan Sean dan Zean, kedua pria kembar itu tampak bingung dengan arahan dan penjelasan adiknya. Meskipun bingung Sean dan Zean tetap mengikuti arahan Fitri.


Satu jam lebih masakkan ketiga pria itu pun selesai. Para pelayan turut membantu mereka menata dengan rapih masakkan mereka diatas meja makan.


Fitri tersenyum simpul melihat kekompakkan ketiga Kakak kembarnya. Mereka bertiga bekerja keras hanya untuk membuatnya bahagia, membuat Fitri terharu dengan kasih sayang Kakak-kakak nya.


"Ayo Ce, sini". Sean menarik kursi untuk adiknya duduk.


Zaen duduk disamping Fitri dia tidak mau ketinggalan. Karena hari ini jadwalnya menyuapi adik kesayangannya itu.


"Bagaimana sayang?". Tanya Zaen saat Fitri menguyah makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya itu.


Ketiga pria itu menanti jawaban sang adik yang tampak menilai masakkan mereka.


"Enakkk". Ucap Fitri sambil menerima kembali suapan dari tangan Zaen.


"Yessss". Ketiga nya berjingkrak kesenangan mendengar pujian dari adiknya.


Mereka pun makan dengan canda dan tawa. Sesekali ketiga pria itu berdebat dan berebut ingin menyuapi Fitri. Alhasil gadis itu hanya bisa menghela nafas berat, dia selalu menjadi rebutan untuk Kakak-kakak nya. Belum lagi jika ada Fillipo, Tuan dingin yang sudah menganggap dirinya pacarnya. Padahal Fitri belum memberi jawaban pada Fillipo. Tapi pria itu dengan tingkat percaya diri yang tinggi malah menganggap nya sebagai kekasih nya.


**Bersambung.....


Masih penasaran dengan rencana Dhanny?


Yuk ikuti terus kisah mereka..


GBU.


LoveUall**....

__ADS_1


__ADS_2