Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 39. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Seorang pria tengah duduk dengan kaki yang di naikkan keatas meja. Disela-sela jarinya terselip sebatang rokok yang dia sesap dari tadi. Rokok itu adalah rokok kesepuluh yang dia habiskan hanya dalam waktu satu jam.


“Tuan, kami sudah mempersiapkan penyerangan kita”. Lapor salah satu anak buahnya.


“Bagus”. Dia tersenyum smirk “Pastikan senjata itu jatuh ke tanganku. Aku tidak mau mendengar kata gagal. Kalian paham?”. Tintah nya.


“Baik Tuan”. Sahut semua anak buahnya serentak. Lalu keluar dari ruangan nya.


Dia kembali menyesap rokoknya. Dia tersenyum puas saat nanti bisa mengadu domba munsuhnya. Membuat mereka saling menyalahkan dan menyerang.


“Bagaimana dengan wanita licik itu?”. Tanya nya pada sang asissten


“Dia masih memanfaatkan kita Tuan”.


“Bagus. Tetap atur strategi dan pastikan dia bisa menjebak adik bungsu Zehemia itu untuk naik ke ranjangku. Aku sudah tak sabar menikmati tubuh perawannya itu”. Dia sudah membayangkan betapa nikmatnya bercinta dengan gadis yang masih perawan.


“Baik Tuan”. Sahut sang assisten.


“Kau boleh keluar”.


“Saya permisi Tuan”.


Pria itu tertawa penuh kemenangan. Dia akan menang dua kali, selain mendapatkan senjata baru Zehemia dia juga akan mendapat gadis perawan yang belum pernah disentuh oleh pria lain. Gadis itu harus jadi miliknya dan harus, apapun yang terjadi gadis itu akan jadi ratu di istana cintanya.


“Aron”.


Dia hampir tersendak saat mendengar namanya dipanggil. Pria itu langsung menurunkan kakinya dan menyambut dengan manis wanita yang sudah memasang wajah cemberut didepan pintu.


“Hei Mom”. Aron berjalan menghampiri sang Ibu.

__ADS_1


Sang Ibu justru menatap putranya dengan tajam “Apa yang kau rencanakan?”. Tanya wanita itu menatap putranya dengan selidik.


Aron menelan salivanya kasar. Jika wanita ini sudah berbicara dipastikan dia bungkam. Jadi sekejam-kejam nya dia didunia Mafia namun jika berbicara dengan sang Ibu tetaplah dia seorang putra yang manja.


“Merencanakan calon menantu untukmu”. Celetuk Aron.


Wanita itu langsung berbinar “Benarkah Son? K- kau akan membawakan calon menantu untuk Mommy?”. Tanya wanita itu tak percaya.


Aron gegelapan dan juga bingung, tapi dia sudah terlanjur berbicara “Iya Mom. Tenang saja. Nanti aku akan membawakannya untukmu”. Jawab Aron asal. Padahal dia tidak tahu siapa yang mau dia ajak nanti.


“Ahhh terima kasih putraku sayang”. Wanita itu memeluk Aron dengan senang. Dia sangat ingin putra tunggalnya ini menikah. Dia jenggah melihat putranya yang terlalu sering menghabiskan malam dengan wanita-wanita bayaran.


Aron menggaruk tengguknya yang tidak gatal. Ahh Ibunya selalu saja menanyakan menantu dan menantu. Padahal Ibu nya tahu bahwa dia memutuskan untuk tidak menikah karena trauma masa lalunya.


“Ada apa Mommy datang kesini?”. Tanya Aron mengiring wanita paruh baya itu duduk disoffa ruang kerjanya.


“Cihh, kau tidak suka jika Mom datang ke sini?”. Wanita paruh baya itu memincingkan matanya kearah Aron.


“Syukurlah”. Jawab sang Ibu cuek “Tadi nya Mom ingin mengenalkan putri teman bisnis Mom. Tapi mendengarmu ingin membawa calon menantu buat Mom, Mom tidak jadi mengenalkan putri teman Mom”. Jelas wanita paruh baya itu.


Aron berdecak kesal, jika sang Mommy sudah datang ke perusahaannya sudah dipastikan wanita itu ada mau nya. Entah sampai kapan Ibu nya itu berhenti mendesaknya.


“Iya Mom. Mom tenang saja Aron akan membawakan calon menantu terbaik untuk Mom”. Ujar Aron tapi dalam hati sudah mengumpat.


Aron Smith, adalah putra pasangan dari Walker Smith dan Elena Smith. Walker meninggal sejak Aron usia 10 tahun karena serangan jantung. Elena membesarkan putranya seorang diri. Dia juga meneruskan usaha suaminya yang memiliki banyak asset di Negara ini. Berkat kegigihannya Elena bisa membangun perusahaan nya dan berkembang pesat hingga diteruskan oleh putra semata wayangnya, Aron. Hubungan Ibu dan anak ini cukup hangat, karena Elena yang cerewet luar biasa membuat Aron harus ekstra menghadapi sifat Mommy-nya.


Di Markas Black Shinee dan BTOB King……


Myron dan Grabielle tengah menatap tawanan mereka yang disiksa oleh para anggota. Kedua pria tampan itu tersenyum penuh kemenangan saat tangkapannya merintih kesakitan dengan teriakkan minta ampun.


“Apa rencana kita selanjutnya Kak?”. Tanya Grabielle memecahkan keheningan.

__ADS_1


“Tidak ada”. Sahut Myron singkat padat dan jelas.


Grabielle menatap Myron penuh selidik. Tidak heran jika pria ini banyak diam karena dia memang pria dingin. Namun terlihat dari wajahnya jika Myron sedang menahan sesuatu.


“Apa kau baik-baik saja Kak?”. Tanya Grabielle.


Myron menggangguk “Ayo kita kembali”. Myron sengaja mengalihkan pembicaraan dia tidak mau jika Grabielle tahu apa yang sedang dia pikirkan sekarang. Dia tidak mau orang ikut campur masalahnya.


Myron dan Grabielle meninggalkan Markas. Markas Black Shinee dan BTOB King memang beda dengan Markas yang dipimpin oleh Zehemia Black Glorified dan Lion Killer 2. Namun keempat kelompok Mafia yang pernah ditakuti oleh Mafia lain didunia hitam selalu bekerjasama dalam segala hal. Terutama dalam membuat senjata api. Myron dan Zehemia selalu meluncurkan senjata-senjata baru setiap bulannya. Sehingga Mafia mereka terkenal disegani karena senjata api buatan mereka.


“Kak, aku duluan”.


“Kau mau kemana?”. Tanya Myron saat mereka sudah keluar dari bandara.


“Ke galeri Zeva Kak. Mau ikut pameran lukisan dia”. Sahut Grabielle sambil berjalan disamping Myron.


“Aku boleh ikut?”. Pinta Myron.


Grabielle hampir saja tersandung kakinya sendiri saat mendengar ucapan Myron. Pria itu menatap tak percaya pada Myron.


“Kakak yakin mau ikut?”. Grabielle mamastikan.


Myron menggangguk dengan wajah datar dan juga dingin. Grabielle menyetujui jika Myron ikut dengannya. Meski sedikit terkejut karena tidak biasanya Kakak sepupunya itu masih menghadiri acara yang tidak bersangkutan dengan perusahaan atau senjata api.


Myron dan Grabielle menuju galeri lukisan Zevanya. Hari ini memang ada pameran di galerinya. Zevanya meluncurkan beberapa lukisan baru dengan harga fantastis dan dikejar oleh beberapa pengusaha kaya yang menyukai seni lukis.


Sampai di galeri Zevanya. Disana sudah banyak mobil yang terparkir karena para sepupu mereka juga ikut dalam pameran lukisan itu.


Zehemia dan Zehekiel adalah salah satu yang selalu hadir setiap kali Zevanya mengadakan pameran lukisan, kedua kembar ini selalu kompak mendukung dan bahkan ikut membantu adiknya untuk mempersiapakan segalanya. Zehemia dan Zehekiel selalu mendukung apa saja yang di lakukan oleh Zevanya, selagi tidak membahayakan nyawa adiknya. Itulah sebab nya Zehemia melarang adiknya pergi ke wilayah timur. Namun tetap saja adik nya yang keras kepala itu tidak mau mendengar dan malah pergi dengan Myron. Saat mau protes sudah kalah duluan melihat wajah menggemaskan adiknya.


Bersambung....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2