
SELAMAT MEMBACA....
Fitri tengah bersiap-siap, didalam kamarnya. Fitri mengenakan gaun berwarna pink muda, dengan mutiara di pinggangnya. Gaun pemberian Luna saat dirinya ulang tahun. Luna memang membuat gaun itu khusus untuk dirinya.
Fitri berjalan menghampiri Fillipo yang tengah menunggunya diruang tamu bersama Sam, Pedrosa, Catty, Mars dan Merry
"Ayah, Dadddy, Ibu". Sapa Fitri menghampiri mereka "Kakak". Senyum menggembang diwajah cantiknya.
Mereka mengalihkan pandangan pada suara gadis kecil yang terdengar begitu cempreng dan menggema.
Fillipo menelan salivanya kasar saat melihat penampilan Fitri. Benar-benar seperti bidadari turun dari kayangan. Jika ditelusuri dari wajah dan seluruh tubuh Fitri tidak ada yang kurang, hanya kurang satu yaitu tinggi badan yang hanya 160 cm.
"Sayang". Sam berdiri menyambut sang putri lalu memeluk putrinya dengan hangat "Cantik sekali putri Daddy ini". Goda Sam sambil menoel hidung mancung Fitri.
"Daddy". Cemberut Fitri mengelus hidungnya.
"Heheh, maafkan Daddy sayang, habisnya kau benar-benar menggemaskan". Kekeh Sam mengusap kepala Fitri dengan lembut.
"Sayang Ayah". Pedrosa juga berdiri menyambut putrinya "Ehem, putri Ayah benar-benar cantik". Senyum Pedrosa mencium pucuk kepala Fitri.
"Ayah kemana saja selama ini? Kenapa baru sadar jika Fitri cantik?". Celetuk Fitri berhasil membuat mereka tertawa.
"Ayo sayang". Fillipo mengulurkan tangannya, dan Fitri menyambut dengan bahagia.
"Ibu, Fitri berangkat dulu ya". Fitri mengecup punggung tangan Catty, membuat wanita paruh baya itu senyum dan terharu.
"Hati-hati ya sayang". Catty mengecup kening Fitri. Fitri mengangguk dengan senyum
"Kak Mars, Kak Merry. Fitri berangkat ya". Pamit Fitri pada kedua pasangan pengantin baru itu "Kak Arthur kemana?". Tanya Fitri.
"Dia pulang ke Apartemen nya". Jawab Mars "Ya sudah Fitri hati-hati ya, jangan lupa pakai jaket nya kalau dingin". Pesan Mars tersenyum hangat.
"Jangan terlalu perhatian padaku Kak, nanti Kak Merry bisa cemburu". Celoteh Fitri, yang lain hanya terkekeh.
"Hati-hati ya dek". Senyum Merry memeluk hangat gadis itu.
"Terima kasih Kak Merry". Lalu Fitri beralih pada perut Merry "Hai sayang Aunty. Aunty jalan dulu ya sama Paman Fillipo". Fitri mengelus perut Merry dengan senyum mengembang membayangkan jika suatu hari nanti dirinya juga mengandung.
Malam ini Fitri dan ketiga Kakak kembar-nya akan dinner bersama disebuah restorant yang sudah dipesan oleh Leo.
Sesuai kesepakatan mereka bahwa mereka akan memperkenalkan pasangan masing-masing.
Didalam mobil mata Fillipo tak beralih menatap Fitri, gadis ini benar-benar bisa membuat nya gila.
"Kak". Panggil Fitri melihat kearah Fillipo yang menatapnya tak berkedip "Kenapa?". Tanya Fitri.
"Aku masih tak menyangka jika gadis kecil yang dulu pernah ku komentari pakaiannya menjadi seseorang yang sangat berarti dihidupku, aku ingin segera menikahimu sayang. Aku benar-benar mencintaimu, sejak pertama bertemu". Ungkap Fillipo dengan mata berkaca-kaca. Tak bisa diukur dengan apapun kebahagiaan Fillipo.
Fitri meraba wajah Fillipo "Jika suatu hari aku pergi, aku berharap Kakak bahagia. Aku juga mencintai Kakak, sangat mencintai Kakak". Lirih Fitri, satu tetes air mata jatuh dipipinya.
"Tidak, kau tidak boleh pergi. Selama-lamanya kita akan bersama, aku akan melakukan segalanya untukmu. Aku tidak takut pada apapun, tapi ada satu hal yang kutakutkan yaitu kehilangan mu". Fillipo menarik Fitri dalam pelukkannya. Fillipo tidak akan membiarkan Fitri pergi dari hidupnya. Fitri harus tetap hidup bersamanya dan selama nya.
Leo yang melihat pemandangan itu melalui kaca mobil menyeka air matany. Leo terharu dan sekaligus sedih, dengan kondisi Fitri.
"Semoga Nona Fitri sembuh. Aku berharap Tuan dan Nona bahagia selama nya. Aku senang karena Tuan menemukan belahan jiwanya". Batin Leo sambil memegang stir mobil
Mobil mewah yang Leo kendarai berhenti disebuah restorant termewah di New York. Fillipo turun duluan, mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Fitri.
Fitri tersenyum hangat menyambut uluran tangan Fillipo.
"Ayo sayang". Fillipo menunjukkan lengannya supaya Fitri melingkarkan tangannya dilengan kekar Fillipo.
__ADS_1
"Iya Kak". Sambut Fitri mengaitkan tangannya dengan mesra dilengan Fillipo.
Mereka masuk kedalam restourant dan langsung menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung restorant. Siapa yang tidak kenal Tuan Fillipo Anggelo Grande Wilmar? Milyader terkaya dengan omset kekayaan mencapai triliunan dolar. Pria tampan yang banyak dikagumi para kaum hawa, tak ada dari mereka yang tahu jika Fillipo adalah ketua Mafia dari Lion Killer.
Tatapan pujian terlontar untuk kedua sejoli dengan usia terpaut 12 tahun itu. Terlihat cocok dan serasi. Fillipo yang sangat tampan dengan jas berwarna silver yang melekat ditubuh kekarnya, serta rambut yang disisir dengan rapih. Fitri, dengan gaun mewah yang hanya ada satu didunia itu terlihat begitu anggun da elengan. Terlihat lebih dewasa dari usianya, pasti tidak akan ada yang tahu bahwa gadis ini memiliki kemampuan yang luar biasa.
"Silahkan Tuan". Leo membuka ruang VVIP yang sudah disiapkan.
Disana sudah ada Sean, Zean dan Zaen dengan pasangan mereka. Mereka tak kalah tampan dan cantik, benar-benar ukiran Tuhan terindah.
"Sayang".
"Cece".
"Dedek".
Ketiga pria kembar itu langsung berdiri menyambut adik-nya.
"Cece-nya Kak Sean cantik sekali". Peluk Sean dan bahkan matanya berkaca-kaca menatap wajah cantik adiknya. Sejujurnya Sean tak ikhlas melepas Fitri, tapi dia harus memikirkan perasaan Fitri.
"Apa Kakak lupa jika selama ini Fitri memang cantik?". Celetuk Fitri, membuat Sean terkekeh.
"Sayang". Zaen juga ikut memeluk Fitri. Zaen tersenyum hangat sambil mengelus wajah cantik adiknya.
"Ehem". Mode cemburu Fillipo kembali muncul "Jangan lama-lama". Fillipo melingkarkan lengannya di pinggang Fitri
"Cih, sombong sekali anda Tuan". Sindir Zaen kesal. Fillipo tak bergeming dan tak peduli juga.
"Dedek". Zean tak mau kalah dia ikut memeluk Fitri dan tak peduli pada wajah cemberut calon adik Ipar.
"Cantik banget". Zean mengusap kepala Fitri dengan sayang " Rasanya tidak rela melepaskanmu untuk pria dingin itu sayang". Celoteh Zean terkekeh.
"Ehem, ehem". Fillipo kembali melingkarkan tangannya di pinggang Fitri. Posesif nya semakin menjadi-jadi.
Sedangkan Elizabeth dan Christy, menatap tak percaya, melihat kekasih mereka memperlakukan Fitri dengan begitu hangat dan penuh sayang.
"Luna". Fitri memeluk Luna.
"Ehem, cantik sekali putri kecilku ini". Luna mencubit hidung Fitri dengan gemes.
"Luna". Kesal Fitri mengelus hidungnya.
"Maaf sayangku". Luna ikut mengelus hidung Fitri sambil terkekeh lucu.
Fitri menatap kearah dua gadis yang sedari tadi memperhatikan nya.
"Kak Eliza". Fitri langsung memeluk Elizabeth, membuat Zaen terheran-heran melihat keduanya
"Fitri". Elizabeth mengelus lembut kepala calon adik Ipar-nya.
"Sayang". Panggil Zaen pada Fitri. Fitri melepaskan pelukkannya.
"Sayang, dari mana kau bisa mengenal Elizabeth?". Tanya Zaen heran, begitu juga dengan Sean, Zean dan Fillipo.
Fitri dan Elizabeth sama-sama tersenyum.
"Zaen, Fitri ini adalah mantan mahasiswiku dulu. Dia mahasiswi terbaik dikampus, sehingga banyak yang mengenalnya. Kau tahu Zaen, Fitri juga tahu tentang hubungan kita jadi dia yang selalu memberitahu ku tentang keadaanmu. Aku hanya berpura-pura saja marah". Jelas Elizabeth masih merangkul bahu Fitri. Zaen terkejut
"Sayang". Suara Zaen seakan tersekat.
"Kendalikan ekspresi mu Kak! Kau masih saja meragukan kemampuan ku. Sebenarnya aku sudah menyuruh Kak Eliza meninggalkan mu, tapi sepertinya Kak Eliza begitu mencintai pria playboy dan Cassanova sepertimu?". Celoteh Fitri. Zaen menelan salivanya kasar, diam-diam Fitri tahu siapa dirinya.
__ADS_1
"Ck, kau ini". Zaen mengacak rambut Fitri.
"Kakak". Pekik Fitri.
"Zaen". Pekik Elizabeth juga memperbaiki rambut Fitri.
"Heheh maaf sayang, habisnya kau ini suka sekali menjahili Kakak". Ucap Zaen dengan wajah dibuat kesal. Sean dan Zean hanya mencebik kesal.
"Kak Sean, apa dia kekasih mu?". Tanya Fitri menunjuk kearah Christy.
Sean tersenyum hangat dan menarik Christy untuk mendekat padanya.
"Iya Ce, ini kekasih Kakak". Ucap Sean "Chris perkenalkan ini adikku". Sean juga memperkenalkan Fitri.
"Hai Kak Christy, aku adiknya Kak Sean. senang berkenalan dengan mu". Fitri mengulurkan tangannya.
"Christy Nona". Sambut Christy.
"Don't call me Nona, aku bukan majikkanmu". Protes Fitri, Christy tersenyum simpul.
"Ya sudah ayo kita makan". Ucap Zean menagahi.
"Kak Zean, aku baru tahu jika Luna pacar Kakak! Kenapa Kakak selalu cuek pada Luna?". Tanya Fitri polos.
Uhuk Uhuk Uhuk
Luna dan Zean sama-sama terbatuk mendengar pertanyaan Fitri. Wajah keduanya kembali memerah.
"Ehem, ya begitulah". Zean salah tingkah sendiri sambil mengaruk tengguknya yang tidak gatal.
Sedangkan Luna menunduk malu. Sebenarnya yang disukai Luna adalah Sean dan bukan Zean, tapi entah mengapa dia merasa nyaman didekat Zean.
"Sayang, sudah tidak perlu bertanya. Ayo makan". Tegur Fillipo menyendok makanan dalam piringnya dan menyuapi Fitri.
"Ce, suap Kakak saja".
"Sayang, biar Kak Zaen saja ya?".
"Biar Kak Zean saja".
Ketiga pria itu berebut ingin menyuapi Fitri. Tentu saja permandangan langka itu menjadi pusat perhatian Elizabeth dan Christy yang baru mengenal mereka. Sedangkan Luna sudah biasa.
"Berhenti Kak". Fitri menahan ketiga Kakaknya "Ingat Kak disini ada kekasih Kakak, harusnya mereka yang Kakak perlakukan special bukan Fitri lagi. Fitri sudah ada Kak Popo, jadi Kak Popo saja yang menyuapi Fitri". Kata Fitri
"Tapi....".
"Kak, jaga perasaan pasangan Kakak. Mereka akan cemburu jika Kakak lebih mementingkan Fitri dibanding mereka, bagaimana pun mereka kekasih Kakak. Fitri tidak mau nanti hubungan kalian renggang gara-gara Fitri". Tegur Fitri.
"Ce....".
"Sudah Kak Sean. Lebih baik suapin Kak Christy". Potong Fitri.
Ketiga pria kembar itu tak berkutip, mereka kembali melanjutkan makan mereka dalam diam, tak seperti biasanya. Mereka juga tak menyuapi pasangan mereka seperti Fillipo dan Fitri.
Fillipo, tersenyum bangga pada Fitri. Gadis-nya ini tidak egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Sementara Fitri, sebenarnya tidak tega. Fitri tahu ketiga Kakak-nya sangat menyanyangi nya, tapi Fitri tidak mau jika pasangan para Kakak-nya akan salah paham nantinya dan cemburu. Bagaimana pun sebagai seorang wanita dia paham.
"*Apa Tuan Sean akan memperlakukan aku seperti adiknya? Entah kenapa aku merasa tidak pantas bersanding dengannya?". Batin Christy.
"Ternyata Fitri sangat istimewa. Aku tidak tahu jika gadis itu begitu berarti untuk merasa. Aku jadi merasa minder". Batin Elizabeth.
__ADS_1
"Aku berharap Zean mencintai dan memperlakukan ku seperti Fitri. Aku yakin pria ini akan menjadi cinta sejatiku". Batin Luna sambil tersenyum simpul*
Bersambung......