
SELAMAT MEMBACA......
Seorang pria tengah duduk dikursi kebesaran nya sambil bersandar, menatap keluar ruangannya yang transparan dan langsung menyungguhkan betapa indah nya kota New York.
Wajahnya sendu. Berantakan. Dasi yang bisa melingkar dengan rapih dilehernya, kini entah terbuang kemana. Biasanya dia tidak bisa tanpa jas, tapi kini jas nya pun hilang entah kemana. Hanya ada kemeja yang sengaja digiling sampai siku, serta dua kancing kemeja yang entah sengaja atau tidak terlihat terlepas sehingga menampilkan dada bidang miliknya, membuatnya terlihat seksi dan menggoda para kaum hawa.
Padahal dia adalah pria yang memiliki tingkat kebersihan tinggi. Keringat melekat ditubuhnya saja bisa membuatnya gatal-gatal dan tumbuh bintik-bintik merah, sehingga membuatnya mandi beberapa kali dalam sehari.
Namun kini dia bahkan tak memperdulikan penampilan nya. Hatinya patah. Dunia nya kacau. Hidupnya berantakan. Dia tak punya semangat untuk hidup. Sejak dua bulan terakhir dia tidak pernah kembali ke Mansion keluarga. Dia memilih menepi dan menenangkan perasaannya yang tengah terluka batin.
"Ze".
Air mata luruh dipipinya. Dia adalah pria yang pantang mengeluarkan air mata meski harus mengalami sakit sekalipun. Tapi saat kehilangan gadis yang dia cintai, air matanya tak berhenti mengalir. Dia sekarang pria tercenggeng yang pernah ada.
"Aku merindukanmu". Lirih nya memejamkan mata. Manahan sakit yang membuncah dadanya. Dia pria yang sedang patah hati. Pria yang diam-diam jatuh cinta. Pria yang akhirnya patah hati sebelum mengungkapkan perasaannya.
"Tuan".
Homer masuk kedalam ruangan Myron. Tampak Myron duduk dengan membelakangi.
"Ada apa?". Tanyanya dingin. Segera dia menyeka air matanya agar tidak ketahuan oleh sang asisten bahwa dia sedang menangis.
"Tuan Kenzie dan Tuan Zehemia sudah menunggu anda di Markas. Persiapan senjata kita sudah dikirim Tuan". Jelas Homer.
"Baik. Persiapkan semuanya". Tintahnya.
"Baik Tuan". Sahut Homer.
"Perintahkan pengawal untuk menjaga Mansion dengan ketat. Pastikan Myra, Sherlly dan Joanna tidak keluar dari Mansion tanpa ada yang mengawal". Perintah Myron.
"Baik Tuan". Sahut Homer.
"Bagaimana keadaan Kenny dan Grace?".
__ADS_1
"Nona Grace sedang dalam pemulihan Tuan. Dan Nona Kenny tengah melakukan pemeriksaan ke psikolog". Jawab Homer.
"Psikolog?". Beo Myron.
"Benar Tuan. Menurut hasil pemeriksaan Nona Kenny mengalami gangguan jiwa setelah mengandung anak dari Tuan Aron". jelas Homer lagi.
"Baik. Kita berangkat".
Myron dan Homer melangkah meninggalkan ruangan Myron.
Myron berjalan tanpa ekspresi. Setelah Zevanya menghilang dia menjadi pria yang semakin dingin tak tersentuh. Tak pernah tersenyum sama sekali.
Para karyawan yang dilewati oleh Myron memberi hormat pada pria tampan diatas rata-rata itu. Namun, Myron tak merespon sama sekali. Wajahnya tetap datar, dingin dan sulit ditebak.
Segera Homer membuka pintu mobil untuk Tuan Muda-nya itu.
Sampai di Bandara. Myron dan Homer langsung di sambut oleh awak pesawat yang bertugas di jet pribadi milik Myron.
Myron turun dari jet pribadi miliknya saat mereka sudah sampai di Markas. Markas yang masih sama terletak ditengah hutan. Tak mudah masuk kedalam Markas tersebut namun masih ada beberapa orang yang berhasil menerobos.
"Apa semua sudah kalian siapkan?".
"Sudah Kak".
"Kita akan mulai start dari mana?". Tanya Myron pada Kenzie.
"Jepang". Sahut Kenzie.
"Jepang?". Beo mereka.
"Zevanya dibawa ke Jepang. Dave meminta bantuan Yakuza untuk membantunya agar mampu menahan serangan kita".
"Yakuza?". Mata mereka membulat sempurna terutama Myron. Tentu saja mereka tahu siapa Yakuza. Lebih kejam dari Mafia.
__ADS_1
"Iya. Aku dan Triple L berhasil melacak keberadaan Dave". Sahut Kenzie.
"Tuan". Ketiga Mutan itu masuk kedalam ruang rahasia mereka.
"Ada apa Louis?". Tanya Zehemia.
"Yakuza dan Black Cobra sudah mengatur strategi untuk menyerang kita. Sebaiknya kita berhati-hati karena Tuan Dave sudah memasang banyak jebakkan untuk kita". Jelas Louis.
"Baik".
Liam maju "Tuan, sebelum Nona Zevanya diculik. Nona sempat membuat beberapa senjata api yang dititipkan pada kami. Nona juga pernah berpesan jika terjadi sesuatu pada nya maka kita bisa menggunakan senjata itu untuk mencarinya". Liam memberikan kotak sedikit besar. Lalu meletakkannya diatas meja.
Mereka mendengar tak percaya. Sejak kapan Zevanya membuat senjata itu.
Liam membuka kotak yang dia bawa.
"Tuan, semua senjata ini memiliki kemampuan masing-masing. Jadi pergunakanlah dengan baik". Liam membagi-bagikan senjata api itu kepada mereka satu persatu.
"Kau yakin Zevanya yang membuatnya?". Tanya Kenzie setengah tak percaya.
"Iya Tuan. karena kami juga ikut membuatnya". Sahut Liam
Kenzie menatap senjata itu dengan teliti. Dia cukup terkejut ketika mengetahui merk dari senjata itu. Merk senjata terkenal yang hanya dimiliki oleh Amerika dan Rusia. Senjata ini juga tidak bisa dipakai sembarangan karena harus melewati beberapa izin.
Zoalva juga sedikit tidak percaya jika Zevanya bisa membuat benda itu. Dia berulang kali memeriksa keaslian dari senjata itu
Sedangkan Myron terdiam. Dia hanya merindukan Zevanya.
"Baik. Ayo".
Mereka telah bersiap-siap untuk menyerang Yakuza dan Black Cobra.
**Bersambung....
__ADS_1
Sekian dulu guys... capek banget ...
LoveUsomuch ❤️**