Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 12. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA......


Myron, Zehemia dan Zehekiel melangkah lebar. Mereka baru saja dihubungi bahwa markas Black Shinee dan BTOB King diserang oleh kelompok mafia tak dikenal..


“Siapkan semua anggota, Homer”. Perintah Myron pada asisstennya.


“Baik Tuan”. Sahut Homer melaksankan tugasnya.


“Kiel, hubungi Luke untuk memperketat Markas. Sepertinya incaran mereka, markas Black Glorified dan Lion Killer 2”.


“Baik Kak”. Zehekiel langsung menghubungi Luke untuk menjaga keamanan disana.


“Siapa yang menyerang kita ini Kak?”. Zehemia menghela nafas berat.


Myron tak menjawab dia teringat dengan percakapannya bersama Zevanya beberapa jam yang lalu. Apa yang diucapkan Zevanya ternyata benar. Bahwa munsuh sudah mengintai dan pikiran Myron tidak tenang.


Sekarang markas Ayah nya sudah habis terbakar. Padahal dia sudah berjanji pada Ayahnya Mars, akan menjaga markas itu dengan baik serta mengarahkan semua anggotanya.


“Kak Hem bantu aku lacak”. Ucap Zehekiel.


“Iya”. Kedua pria kembar yang ahli dalam bidang IT itu sama-sama sibuk dengan laptop dipangkuan mereka.


Sedangkan Myron asyik dengan pikirannya sendiri. Dia yakin jika ini ulah Cut Silent yang dikatakan oleh Zevanya.


“Apa masih ada yang tersisa Homer?”.


“Maaf Tuan hanya ada satu anggota kita yang tersisa tapi dia sekarat”. Jawab Homer “Anak buah Tuan Zehemia juga menangkap dua orang munsuh kita”.


“Bawa mereka ke markas Homer”. Sambung Zehemia masih sibuk dengan laptop nya.


Pesawat mereka mengudara menuju markas Black Shinee. Setelah pesawat mendarat, segera Myron turun dengan tak sabar.


Tubuhnya seakan membeku saat melihat markas yang sudah dua puluh lima tahun ini hancur tak tersisa. Bangunan megah yang dia rancang dengan sedemikian rupa rata bersama tanah.


“Brengsekkkkkkk”. Pekik Myron


Zehemia dan Zehekiel juga terdiam melihat markas yang sudah hangus itu. Anggota yang berjumlah lima ratus orang itu mati tanpa sisa, tubuh mereka juga menjadi abu dan rata bersama tanah.


“Argggghhhhhhhhh”. Myron meremes rambutnya dengan kasar dan merasa frustasi.


“Homer, kita ke markas Black Glorified dan Lion Killer 2”.

__ADS_1


“Baik Tuan”.


Mereka putar arah ke markas Black Glorified dan Lion Killer. Wajah Myron memerah dan seakan dia siap meledakkan kepala orang. Myron memiliki emosi yang tak terkendali, dia juga bisa membunuh siapa saja yang berani mengusik hidupnya.


“Kiel, selidiki semua penyerangan ini”. Perintah Myron


“Baik Kak’. Sahut Zehekiel


Ditempat lain.


Setelah makan dari restaurant Zevanya ikut bersama Dean. Sedangkan Kenny pulang sendiri, karena Dean beralasan jika dia ingin mengajak Zevanya kerumahnya menemui kedua orangtuanya yang sudah lama merindukan gadis itu.


“Bibi Pearce”. Zevanya berhambur memeluk adik dari Ayah nya itu.


“Sayang”. Pearce menyambut hangat pelukkan keponakkanya “Apa kabarmu? Sudah lama tidak datang kesini?”. Pearce melepaskan pelukkannya dan menuntun gadis itu untuk masuk.


“Sehat Bi”. Senyum Zevanya manja.


“Paman Dhanny”. Zevanya berhambur memeluk pria paruh baya yang sudah mengenakan kacamata minus yang bertengger dihidung mancungnya.


“Hei, gadis kecil”. Dhanny memeluk Zevanya dengan penuh kerinduan. Zevanya selalu mampu mengobati rindu Dhanny pada gadis kecilnya dulu.


“Apa kabar putri kecil ini?”. Dhanny memecet hidung Zevanya dengan gemes.


Dean dan Pearce mengelleng sambil tersenyum gemes. Jika Zevanya sudah datang kerumahnya, pasti gadis itu akan heboh dengan berbagai ucapannya yang membuat siapa saja salut, karena gadis ini bagai music DJ yang tak bosan bersuara.


“Ayo, duduk dulu”. Ajak Pearce menuntun Zevanya duduk disoffa yang diikuti oleh Dhanny dan Dean. Dean adalah anak tunggal mereka dan satu-satunya. Sebab itulah Dean mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orangtuanya.


“Bagaimana keadaan Daddy?”. Tanya Dhanny.


“Sehat Paman. Dia semakin tampan, walaupun tua”. Celetuk Zevanya. Mereka terkekeh mendengar celetukkan gadis itu. Duplikan Fitri tak hilang dari putrinya yang selalu suka membuat orang gemes dengan omongan-omongannya yang lucu.


“Sayang, Bibi pamit ke belakang sebentar ya. Mau buatkan Zeva minum”. Ucap Pearce berdiri dari duduknya.


“Tidak usah Bi, merepotkan. Jangan lupa sekalian cemilannya, hehhe”. Seru Zevanya cenggesan.


“Ckk, kau ini”. Dean gemes mengacak rambut sepupunya yang hanya beda menit dengannya itu .


“Dean”. Pekik Zevanya wajahnya cemberut. Hari ini sudah berapa orang yang mengacak rambutnya. Kenapa orang suka sekali membuat rambutnya berantakkan?


Dean dan Dhanny tertawa lucu. Mansion mewah Dhanny terdengar canda tawa yang mengggema. Kehadiran Zevanya mampu menghidupkan suasana. Kadang Zevanya sering menginap di Mansion Dhanny, dia dan Dean selalu beradu argument masalah bisnis dan yang lainnya.

__ADS_1


Selain dokter Dean juga sebagai CEO diperusahaan milik Dhanny. Karena dia anak tunggal, jadi dia merangkap semua usaha orangtuanya. Dhanny memang sudah pensiun mengurus masalah perusahaan karena daya tahan tubuhnya sudah tak mampu lagi untuk bekerja.


Dean juga anggota Mafia yang sama dengan Myron, yaitu Black Shinee. Namun, dia tidak terlalu aktif didunia Mafia. Apabila diperlukan maka dia akan turun, tapi jika tidak dia pun tidak hadir. Dalam dunia Mafia, Dean terkenal paling sadis dan kejam, dia tak peduli pada siapapun selagi orang itu menganggu ketenangan keluarganya, maka dia takkan segan mengambil nyawa orang semudah menjentikkan jari.


Saat ini Dean dan Zevanya, sedang berada dibalkon kamar Dean. Matahari sudah hampir hilang diperaduannya. Tapi Zehemia dan Zehekiel belum juga menjemput adiknya. Kedua kembar itu tak mengizinkan adiknya pulang duluan.


“Nya”.


“Iya Dean?”. Sahut Zevanya “Ada apa?”. Tanya Zevanya menatap sepupunya.


“Apa kau pernah menyukai seseorang?”. Tanya Dean menatap mata biru Zevanya. Mata itu seakan menariknya masuk kedalam


Zevanya menggeleng dengan polosnya “Tidak pernah”. Sahut Zevanya “Kata Kak Iel kalau jatuh cinta itu indah”. Sambung Zevanya.


Dean tersenyum tipis, Zevanya adalah si jenius yang polos. Mungkin dia ahli dalam melukis dan menulis serta membuat desain tapi dia tidak jenius masalah perasaan.


“Ya kau benar”. Sahut Dean.


“Apa kau sedang menyukai seseorang Dean?”. Zevanya menyelidik wajah sepupu tampannya itu.


Dean gegelapan, segera dokter itu mengalihkan pandangannya kedepan. Dia menutupi kegugupannya saat mata Zevanya menatapnya dengan selidik, apalagi mata biru itu begitu dekat dengannya.


“Tidak”. Kilah Dean menyangkal. Padahal hatinya sudah meronta-ronta menahan gugup.


Zevanya menghela nafas dan melihat kedepan. Gadis itu sejenak terdiam, entah kenapa perasaannya tiba-tiba hampa.


“Kenapa?”. Dean menepuk pundak Zevanya, karena heran gadis berisik itu tiba-tiba terdiam.


“Aku rindu Mommy”. Zevanya tersenyum kecut “Aku rindu ocehan Mommy. Aku rindu tawa Mommy. Aku rindu masakakn Mommy. Aku rindu pelukkan Mommy. Aku rindu semua yang ada pada Mommy”. Lirih Zevanya berkaca-kaca. Bagaimana pun kuatnya dia menyembunyikan kesedihannya dibalik wajah ceria yang selalu Zevanya tampilkan, dia tetaplah gadis lemah yang merindukan kasih sayang seorang Ibu.


Dean merangkul tubuh Zevanya, dia memeluk sepupunya itu. Dia paham perasaan Zevanya, pasti sangat sakit kehilangan Ibu disaat usia masih kecil.


“Aku mungkin tidak tahu bagaimana perasaanmu. Tapi aku akan selalu ada untukmu Zeva”. Ucap Dean.


“Hiks hiks hiks hiks hiks”. Zevanya membalas pelukkan Dean. Saat ini dia memang rapuh dan tak berdaya.


Dean memeluk Zevanya dengan erat. Membenamkan wajah gadis itu dalam dada bidangnya. Dia merasakan nyaman saat memeluk Zevanya, ada rasa aneh yang mengelajar.


Dean mengetahui masa lalu Ayahnya. Jika Ayahnya sangat mencintai Ibu Zevanya bahkan terobesesi bukan main pada Ibunya Zevanya. Diam-diam Dean menyelidiki masa lalu orangtuanya, termasuk siapa Pearce dan Dhanny.


Bersambung....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2