Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 101. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA........


"Kak Kenz".


Kenzie menoleh "Iya". Sahut Kenzie memaksakan senyum ramah pada Lucy.


"Ini makan siang untukmu Kak. Tadi aku bawa tiga. Untukku. Untukmu. Dan untuk Kak Dean". Jelas Lucy menyerahkan rantang makanan pada Kenzie.


"Terima kasih Lucy". Sambung Kenzie.


"Kak malam ini acara pernikahan Kak Shawn dan Kak Deva. Apa kau akan hadir?". Tanya Lucy hati-hati.


"Kenapa?". Kenzie sedikit mengerutkan keningnya.


"Aku ingin mengajak Kakak. Apakah boleh?". Seru Lucy penuh harap.


"Nanti aku pikirkan". Sahut Kenzie dingin "Terima kasih makanannya". Lalu Kenzie beranjak pergi.


Lucy menatap punggung pria itu. Dia menghela nafas panjang. Begitu sulit mendekati Kenzie, pria itu seperti memasang tembok pemisah yang sulit ditembus.


"Ternyata mencintai dalam diam itu sakit juga". Ujar Lucy beranjak pergi.


Kenzie dan Dean memutuskan menjalin kerjasama dan menyatukan rumah sakit mereka. Kedua dokter berprestasi itu menjadi salah satu dokter incaran dunia. Rumah sakit mereka terkenal dimana-mana. Berkat kerja keras dan disiplin yang tinggi. Rumah sakit Kenzie dan Dean menjadi rumah sakit terbaik di New York, Amerika Serikat.


Kenzie masuk kedalam ruangannya. Dia meletakkan makanan yang diberikan Lucy. Lalu menghempaskan tubuhnya dikursi kebesaran miliknya.


"Zevanya". Desah Kenzie mengusap wajahnya kasar "Aku harus bisa melepaskan dan mengikhlaskan nya bersama Myron. Aku yakin Myron bisa menjaganya". Gumam Kenzie


Kenzie meraba makanan yang diberikan Lucy. Dia membuka tutup makanan itu. Senyum terbit diwajah tampannya.


"Lucy". Gumam nya pelan "Apa kau sungguh menyukaiku Girl?". Kenzie terkekeh lucu. Ternyata ada juga gadis yang menyukainya.


"Enak". Kenzie menyuap makananya dengan lahap. Terbiasa hidup sendiri tanpa perhatian siapapun membuatnya menghangat ketika Lucy memberikan perhatian kecil padanya.


Kenzie tersenyum membayangkan wajah cantik Lucy yang tersenyum kearahnya.


.


.


.


.


Dean mengambil kunci mobil dan tas dokternya. Dia berjalan keluar dari ruangan miliknya.


Penampilan pria itu sedikit berantakkan. Kesibukan nya membuatnya tak punya waktu luang untuk istirahat.


Dean menjalankan mobilnya meninggalkan gedung rumah sakit.


"Joanna".


Dean menepikan mobilnya saat melihat Joanna seperti tengah kebingungan menatap mobilnya.


"Jo".


"Kak Dean". Dean turun dari mobil.


"Ada apa?". Tanya Dean melihat mobil Joanna.


"Mogok Kak". Sahut Joanna.


"Coba aku cek dulu".


Dean memeriksa mesib mobil Joanna. Meski seorang dokter dia juga memiliki keahlian dibidang mekanik.


"Olinya tidak diganti. Pantas saja". Ucap Dean.


"Aku lupa Kak". Desah Joanna "Bagaimana ini?". Dia melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.


"Mau kemana?". Tanya Dean


"Makan siang bareng Kak Zeva dan Kak Myron. Kak Zehem ingin memperkenalkan kekasih nya". Sahut Joanna.


Dean mendelik mendengar Zehemia memiliki kekasih. Sejak kapan sepupu dinginnya itu memiliki kekasih. Setahu Dean. Zehemia tidak pernah dekat dengan wanita.


"Denganku saja". Ajak Dean.


"Apa tidak merepotkan?". Joanna merasa tak enak.


"Santai saja". Senyum Dean manis. Membuat Joanna salah tingkah. Dean jika tersenyum ketampanannya lima kali lipat lebih tampan dari biasa nya.

__ADS_1


"Jo".


"Kak Dean".


Mereka berdua jadi gugup dan salah tingkah.


"Kakak duluan saja". Ucap Joanna menyembunyikan rasa gugupnya. Bahkan hadis itu mengigit bibir bawahnya.


"Kau duluan saja. Ladies first". Senyum Dean yang juga menyembunyikan kegugupannya didepan Joanna.


"Hmmmm, Kak Dean dengan siapa ke acara nikahan Deva dan Kak Shawn?". Tanya Joanna ragu.


"Kenapa?". Kening Dean berkerut.


"Tidak. Aku hanya bertanya saja". Ujar Joanna.


"Mau pergi denganku?". Tawar Dean.


Joanna melihat kearah Dean "Serius?". Dean mengangguk "Mau Kak". Jawab Joanna cepat.


Dean menyembunyikan senyumnya. Entah kenapa hari ini dia gugup berada didekat Joanna. Biasanya dia tidak merasakan apa-apa. Malah dia terkesan cuek pada gadis itu. Namun, kini entah kenapa perasaannya sedikit berbeda.


"Jo".


"Iya Kak?". Tanya Joanna.


"Apa kau punya kekasih?". Tanya Dean hati-hati.


Alis Joanna saling bertaut satu sama selain. Namun gadis itu menggeleng.


"Kenapa Kak?". Tanya Joanna melihat kearah Dean.


Dean tersenyum simpul. Lalu dia menepikan mobilnya.


Dean menatap Joanna dan tersenyum manis.


"Kenapa Kak?". Tanya Joanna gugup.


Dean mengambil tangan Joanna dan menggenggamnya erat.


"Mau kah aku menjadi kekasih ku?". Dean menatap manik mata Joanna dengan penuh harap. CEO yang satu ini begitu cantik, wajahnya asih dan lembut seperti Ibu nya Christy.


"Aku menyukaimu Joanna. Aku ingin menjalin hubungan serius dan segera melamarmu". Seru Dean dengan keyakinan.


Joanna masih gugup. Dia menatap mata Dean berusaha mencari kebohongan di mata pria itu. Namun yang dia temukan adalah kejujuran.


Joanna mengangguk dengan senyum "Iya Kak aku mau. Aku juga sudah suka sama Kakak. Aku cinta sama Kakak".


Dean tersenyum mendengar kejujuran Joanna. Dia menarik gadis itu kedalam pelukkannya. Selain zevanya. Joanna juga mampu membuat hatinya bergetar.


"Bolehkah aku mencium mu?". Tanya Dean penuh harap.


Joanna gugup "Tapi aku belum pernah berciuman". Ucap Joanna malu-malu.


Dean tersenyum senang "Aku akan mengajarimu". Joanna mengangguk.


Cupppppppppppppppp


Dean mencium bibir Joanna dengan lembut. Meski pertama kalinya. Namun dia bisa menggunakan nalurinya sebagai seorang laki-laki normal.


Joanna membalas ciuman Dean, tangannya menahan dada pria itu. Dean ******* bibir manis Joanna, mengakses rongga mulut gadis yang baru saja menjadi kekasihnya itu.


Drt drt drt drt drt.


Suara ponsel Joanna membuat ciuman keduanya terlepas.


"Maaf Kak". Ucap Joanna malu.


"Tidak apa-apa". Senyum Dean mengusap bibir Joanna yang basah akibat ulahnya "Angkatlah". Joanna mengangguk.


"Hallo".


"Nana, kau kemana saja. Kami sudah hampir karatan menunggumu. Kau pasti sedang bersama Dean kan? Dokter menyebalkan itu?". Celetuk suara diseberang sana. Dean dan Joanna saling melihat, karena Joanna mengaktifkan loud speaker ponselnya.


Dean bahkan mendelik mendengar nama karatatan yang disebut gadis diseberang sana.


"Kak darimana kau tahu, aku bersama Kak Dean?". Tanya Joanna sambil melihat Dean yang juga bingung


"Tentu saja tahu. Cepatlah Nana. Kami sudah lapar".


Tut Tut Tut Tut Tut

__ADS_1


"Darimana dia tahu?". Gumam Joanna.


"Sudah biarkan saja. Kau seperti tidak tahu siapa Zevanya?". Dean menggeleng gemes


Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju restourant. Tangan kiri Dean nengenggam tangan Joanna. Sedangkan tangannya yang satu digunakan untuk menyetir.


Sampai direstourant keduanya langsung turun. Dean kembali mengenggam tangan Joanna. Tanpa Dean tahu bahwa kekasihnya itu menahan gugup setengah mati.


"Dean. Nana". Kesal Zevanya.


Disana ada Myron, Kenzie dan Lucy. Zehemia dan Eidra. Zehekiel dan kekasihnya. Shawn dan Deva. Luke dan Sherlly. Johannes dan Myra, serta Grabielle yang sendirian.


"Heheh. Maaf Kak". Joanna cenggesan sambil duduk.


"Cie. Cie. Cie. Yang baru jadian. Hmmmm". Ledek Zevanya. Membuat Dean dan Joanna salah tingkah.


"Gebe, hanya kau saja yang masih jomblo. Nasibmu sama dengan Paman Arthur". Olok zevanya tertawa.


"Cihhh, kau Kak....". Kesal Grabielle.


"Sudah-sudah. Kita pesan makan dulu". Ucap Zehemia tersenyum gemes melihat tingkah adiknya.


"Kak Kenz, kapan kau akan melamar Cycy?". Tanya Zevanya blak-blakan.


"Kak". Desah Lucy. Dia sudah malu setengah mati. Apalagi Luke menatapnya tajam


"Secepatnya". Sahut Kenzie memaksakan senyum. Sebenarnya hatinya, belum bisa beralih sama sekali dari Zevanya. Gadis pertama yang membuat jantungnya berdebar.


"Luluk dan Lyly?". Tanya Zevanya.


"Sherlly masih kuliah. Belum boleh menikah". Ketus Shawn menyambung.


"Aku sedang tidak bicara denganmu Sasan". Sergah Zevanya "Kapan Luluk?". Tanya Zevanya pada Luke yang memutar bola matanya malas.


"Setelah kau". Sahut Luke asal.


"Ck, tidak bisa begitu". Protes Zevanya "Nanti aku akan mengadakan nikah massal saja". Seru Zevanya tersenyum mengembang


Yang lain langsung mendelik mendengar ucapan Zevanya


"Kenapa tidak kau saja yang menikah?". Ujar Johannes malas.


"Kan aku setelah kalian". Sahut Zevanya cekikian "Kalian masih ingat cerita Mommy ku. Bahwa orangtua kalian menikah secara bersamaan. Jadi anak-anak nya juga harus menikah secara bersamaan". Celetuk Zevanya


Zehemia dan Zehekiel menghela nafas panjang. Jika Zevanya sudah merencanakan sesuatu maka harus terjadi dan tidak boleh gagal.


"Bagaimana Kak Hem? Kak Iel?". Zevanya menatap kedua Kakak nya.


"Terserah padamu saja sayang. Yang penting kau bahagia". Sahut Zehemia mengelus rambut panjang adiknya.


"Yessss". Senyum manis Zevanya.


"Jadi setelah Sasan dan Deva menikah. Kalian juga harus menyusul. Kak Kenz dan Cycy. Dean dan Nana. Nenes dan Rara. Luluk dan Cycy". Final zevanya "Ehhh lupa, Kak Hem dan Kak Eidra. Kak Iel dan Kak Ruth". Sambung Zevanya tersenyum simpul melihat wajah kesal para orang yang dia sebut namanya.


"Kak, aku masih kuliah. Bagaimana bisa menikah?". Protes Sherlly.


"Memang ada larangan orang yang masih kuliah tidak boleh menikah". Tungkas Zevanya. Sherlly langsung kikuk.


"Baiklah". Sahut Dean dan Kenzie bersamaan.


"Lalu kau dan Kak Myron kapan?". Sambung Dean.


Myron merangkul bahu Zevanya. Dan Zevanya bersandar dibahu Myron.


"Setelah kalian". Senyum Myron.


"Iya setelah kalian". Sambung Zevanya.


"Tidak bisa begitu. Kan Kak Myron lebih tua". Protes Johannes. Dia belum siap menikah. Walaupun dia mencintai Myra.


"Tentu saja bisa. Kan aku yang mengatur nya". Ujar Zevanya tak mau kalah.


Sedangkan Grabielle hanya memasang wajahnya kesal. Jika semua orang menikah, berarti dirinya yang masih jomblo dan bahkan pacar saja tidak punya bagaimana mau menikah?


Pesanan mereka datang. Dan mereka makan dengan lahap. Jika Zevanya fokus makan dan disuapi oleh Myron. Maka yang lain menatap iri. Terutama Zehemia dan Zehekiel. Mereka bahkan merenggut kesal.


**Bersambung.......


LoveUsomuch ❤️


Menjelang episode akhir ya guys**...

__ADS_1


__ADS_2