Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 53


__ADS_3

Akhir nya dengan berat hati Sam mengizinkan keinganan sang putri. Dia juga harus membantu menyelamatkan sahabatnya Philip, bagaimana pun Philip sudah membantunya kala itu.


Mereka bertiga langsung masuk kedalam ruang praktek Sam, sebagai seorang Professor tentu semua yang dibutuhkan sudah ada disana.


“ Dad, apa kau bisa merakit senjata?”. Tanya Fitri sambil melakukan penelitiannya


“ Iya sayang”. Sahut Sam yang juga melakukan tugasnya.


Sementara Sean hanya memantau saja dan jujur dia tidak mengerti dengan hal-hal seperti itu. Yang bisa Sean lakukan hanya membangun perusahaan dan membuatnya berkembang maju pesat dalam kurun waktu singkat.


“ Daddy, rakit senjatanya. Biar Fitri yang akan merabit robotnya”. Tandas Fitri tangannya tak berhenti melakukan tugasnya.


“ Iya sayang”. Hanya itu sahutan dari Sam karena ia sendiri masih serius merakit beberapa senjata.


Sudah 21 tahun lamanya dia meninggalkan dunia merakit senjata, sejak kejadian itu dia memutuskan untuk tidak mau terlihat lagi dalam membuat senjata api. Hingga sekarang desakkan dan rayuan dari putrinya membuat ia harus kembali membuat senjata itu.


“ Kita tidak punya waktu banyak Dad, ini harus selesai selama dua hari”. Ucap Fitri


Sam yang mendengar ucapan Fitri langsung menoleh, bagaimana mungkin bisa selesai dua hari. Sedangkan ia saja kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

__ADS_1


“ Sayang, mana mungkin selesai dalam waktu dua hari, Daddy saja butuh waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya”. Jelas Sam tak habis pikir dengan ide putrinya.


“ Bisa Dad”. Ucap Fitri penuh keyakinan.


“ Ayo Kak Sean bantu”. Ajak Fitri pada Kakak nya yang sedari tadi hanya diam dan bingung. Ia paham karena Kakaknya memang tidak paham dengan rakit merakit, tapi ia akan dengan sabar membantu sang Kakak.


Sebenarnya Sam menyarankan kepada putrinya untuk meminta bantuan pada beberapa rekan nya yang kebetulan juga terlibat dalam dunia senjata api. Namun, lagi-lagi gadis itu menolak, ini adalah rahasianya tidak boleh ada yang tahu bagaimana ia merakit senjata api tersebut. Menurutnya ini hanya boleh dilihat oleh sang Kakak dan Daddy nya saja.


“ Kakak, Fitri akan ajarkan. Jangan khawatir”. Ditengah kesibukkan nya masih sempat saja gadis itu menggoda Kakaknya, membuat Sean dan Sam terkekeh.


Walau pun tidak mengerti Sean tetap belajar untuk membantu. Dia memperhatikan sang adik yang terlihat sangat lihai dalam mengontrol remot robot yang baru saja dia buat.


Senjata kedua adalah Glock 17 yang bisa digunakan dengan mata penembak alami. Senjata ini dilengkapi dengan peluru yang memiliki berat hampir 5 ons, untuk kecepatannya mampu membidik dalam kejauhan ratusan meter


Senjata ketiga adalah SIG Sauer P226 pernah dikembangkan dan diproduksi pada tahun 1983 oleh perusahaan senjata Jerman-Swiss, SiG Sauer P226 diciptakan untuk menyangi senjata api Colt M1911A1. Namun kedua senjata ini tetap memiliki kekuatan yang sama.


Sedangkan Fitri, ia dengan lihat merakit beberapa robot yang akan ia gunakan untuk berperang nanti. Prinsipnya Cuma satu jika orang menggunakan otot maka ia akan menggunakan otak jenius nya. Sejauh ini ia yakin kelompok Mafia yang ditakuti itu tidak akan mampu membuat robot seperti yang ia buat. Fitri tersenyum puas dengan karyanya, tak ia sangka kedua pria tampan yang menghuni hatinya itu mau diajak bekerja sama.


Robot Biomorfik adalah robot yang pertama kali dibuat oleh Rusia. Robot ini memiliki empat kaki. Robot ini memiliki kekuatan dalam menembak, didalam robot sudah dilengkapi dengan senjata api seperti sniper yang tajam yang bila menembak tidak akan kedengaran yang ada hanya sasaran yang terlihat kaku bila terkena tembakkan. Robot ini sering beroperasi diarea perkotaan dan industri, diatas aspal, marmer, kayu, pasir, atau medan yang belum diaspal. Selain itu, Lynx juga dapat beroperasi dicuaca beku, rumput, salju, dan perairan dangkal. Tak jarang robot ini digunakan ketika perang, hanya dua Negara yang bisa menggunakan robot ini Rusia dan Amerika.

__ADS_1


Robot Penjaga, robot kecil ini akan dilengkapi dengan senapan mesin dan peluncur granat otomatis, dan mampu mendeteksi target pada malam hari dengan tetap tak terlihat oleh munsuh. Robot ini juga bergerak ke sekitar kompleks misil untuk melindungi diri dari serangan. Robot ini pertama kali dibuat dan dikembangkan oleh Negara Rusia.


Robot MRC. Robot ini dilengkapi dengan system pengintai, pelacakan dan penghancuran target baik yang mobile (bergerak) mau pun tidak. Ia mampu menembak, serta dapat berpatroli dan melindungi fasilitas penting. MRC juga dapat mengikuti dan melacak target dalam mode otomatis, ia dilengkapi dengan optic elektronik dan radar pengintaian. Robot ini berupa seorang manusia berbadan putih dengan mata tajam. Jika sekilas dilihat akan seperti manusia asli, namun ketika diperhatikan seksama maka akan terlihat seperti benda kaku yang hidup.


Sam menciptakan tiga senjata api yang sudah dilengkapi dengan berbagai kemampuan tersendiri. Senjata itu nanti akan digunakan oleh dirinya dan Sean, karena Sean juga termasuk ahli dalam ilmu bela diri. Sementra senjata api SIG Suare P226, akan digunakan sebagai senjata cadangan yang mampu bidik lawan dari jarak tak terlihat.


Sementara Fitri ia berhasil menciptakan robot pertama, dengan remote control yang ia buat dalam satu pegangan. Fitri sendiri yang akan mengontrol ketiga robot ini. Ia akan memastikan bahwa karya pertamanya berhasil. Ia tak ingin kerja kerasnya sia-sia, disamping itu tekad nya untuk menolong Fillipo dan lainnya, begitu kuat dan ia tak ingin kehilangan orang-orang baik tersebut. Meskipun, hatinya masih diselimuti rasa takut, tapi ia tak mau egois baginya itu adalah masa lalu dan yang perlu ia lakukan sekarang adalah menyelamatkan orang-orang tersebut.


“ Bagaimana sayang?”. Tanya Sam. Mereka bertiga berdiri didepan robot dan senjata api yang baru saja mereka ciptakan.


“ Kita berhasil Dad”. Fitri langsung memeluk Sam, dengan manja dan penuh rasa syukur sebab Daddy nya mau diajak kerja sama untuk membuat benda-benda ajaib tersebut.


“ Kau sangat jenius Girl”. Sam mengacak rambut putrinya. Sementara Sean hanya tersenyum simpul, kadang ia merasa cemburu juga sang adik bermanja pada Daddy nya dan tidak bermanja pada dirinya.


“ Kak Sean”. Fitri beralih memeluk Kakaknya. Meski ia tahu Sean tidak mengerti dengan alat-alat tersebut, tapi Fitri bersyukur setidaknya Sean mau mendukung dan membantunya.


“ Terima kasih”. Ucap Fitri tulus. Sean tersenyum menatap wajah cantik adiknya.


“ Sama-sama sayang”. Peluk Sean pada tubuh munggil itu. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi tanpa adik kecilnya itu.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2