
SELAMAT MEMBACA...
Zaen mengajak Lucas ke Taman belakang Mansion mewahnya. Mereka berdua duduk dibangku Taman belakang. Entah apa yang akan dibicarakan oleh dua pria sama usia tersebut.
"Ada apa?". Tanya Lucas memecahkan keheningan.
"Bagaimana pengiriman senjata itu?". Tanya Zaen.
Lucas menghela nafas "Gagal! Ada pihak yang sengaja mencabut izin pengiriman senjata yang Fillipo pesan". Jawab Lucas.
"Lalu apa rencana kalian selanjutnya?".
"Aku dan Fillipo sedang berusaha menyelidiki siapa dalang dibalik semua ini". Jawab Lucas.
Keduanya tenggelam dalam lamunan mereka. Memikirkan siapa yang berani mengagalkan pengiriman senjata mereka.
Di Jepang.....
Sam dan Pedrosa baru saja keluar dari ruang meeting. Kedua pria paruh baya yang dulunya bermunsuhan kini tampak kompak dalam menyelesaikan masalah.
"Jadi ini semua ulah Dhanny?". Tanya Sam sambil menyenderkan pundaknya.
"Ya, seperti yang sudah kita tahu! Jika Dhanny diam-diam bekerja sama dengan BTOB King". Jawab Pedrosa.
"Apa kita akan mengatakan ini pada ketiga putra kita dan Fillipo??". Ucap Sam lagi.
"Kurasa tidak perlu! Kita atasi saja, dan kita temui Philip. Dan bicarakan dengan baik untuk mencari solusinya. Aku yakin Dhanny melakukan hal ini untuk mendapatkan Fitri". Tandas Pedrosa mengela nafas berat.
"Putri kita selalu dalam bahaya". Sam mengurut kepalanya yang terasa berat memikirkan keselamatan putri kesayangannya.
"Kita harus lebih memperketat penjagaan". Timpal Pedrosa.
"Bagaimana menurutmu dengan lamaran Fillipo, apa kota menerimanya?". Tanya Sam. Ya sebelum mereka berangkat ke Jepang, Fillipo melamar Fitri bersama Daddy Philip dan Nyonya Piranda tanpa sepengetahuan Fitri. Sam dan Pedrosa belum menjawab lamaran mereka, mengingat kondisi Fitri yang belum stabil. Mereka takut Fillipo akan terluka jika gadis itu pergi suatu saat nanti. Tapi Fillipo berusaha menyakinkan Sam dan Pedrosa bahwa ia akan selalu ada untuk Fitri.
"Kita akan bicarakan ini dengan Fitri". Pedrosa menarik nafas dalam "Sepertinya Sean, Zean dan Zaen akan berdebat masalah ini. Mereka akan keberatan harus mengikhlaskan Fitri bersama pria lain". Pedrosa sudah mewanti-wanti bahwa ketiga putra kembarnya itu sangat posessif dengan adiknya. Pasti mereka akan sulit melepaskan Fitri untuk pria lain.
"Bagaimana pun mereka bertiga tidak bisa bersikap seperti itu Ped. Fitri punya kehidupan sendiri, dan mereka juga akan memiliki kehidupan sendiri". Timpal Sam.
Pedrosa terdiam. Pedrosa paham perasaan ketiga putra kembarnya, pastilah tidak mudah melepaskan seseorang yang sangat berarti, meskipun itu sebuah keseharusan.
Di Wilmar Corp Company cabang Amerika.
"Bagaimana Leo?". Tanya Fillipo pada Asisstennya.
"Sepertinya bukan Tuan Arthur yang mengagalkan pengiriman senjata itu, ada orang lain yang berusaha mengagalkannya". Jelas Leo "Tapi Tuan Sam dan Tuan Pedrosa sudah menumpas senjata itu, dan Minggu depan senjata itu akan sampai di pelabuhan, Tuan". Sambung Leo lagi.
__ADS_1
Fillipo menghela nafas kasar. Jika bukan Arthur siapa dalang dibalik semua ini. Munsuh Fillipo memang banyak, tapi munsuh yang bisa mengagalkan rencana pengiriman senjata itu tentu bukanlah orang biasa yang mudah ditaklukan begitu saja.
"Leo, kita ke Markas!!!". Fillipo langsung berdiri dari duduknya.
Filipo dan Leo menaiki jet pribadi nya. Karena letak Markas itu ditengah hutan. Markas Black Glorified dan Lion Killer, dijadikan satu.
Jet pribadi itu mendarat dihalaman Markas yang besarnya sama dengan Mansion milik nya. Markas mewah yang dijaga oleh lebih dari dua ribu pengawal dan anggota Black Glorified dan Lion Killer.
Zean menyambut kedatangan Fillipo. Kedua pria kejam itu tampak kompak jika berurusan dengan dunia Mafia.
"Apa mereka sudah mengatakan siapa yang menyuruh mereka?". Tanya Fillipo menghampiri Zean
"Belum". Sahut Zean singkat "Sepertinya mereka memang siap mati dari pada mengatakan siapa yang menyuruhnya". Sambung Zean.
"Apa kau sudah menyelidiki semuanya?". Tanya Fillipo lagi.
"Sudah! Semua informasi sepertinya memang sengaja di sabotase. Informasi tersebut mengarah pada Arthur, tapi aku yakin dibelakangnya ada orang lain yang juga terlibat". Jelas Zean.
"Apa menurutmu itu Dhanny?". Ucap Fillipo
"Bisa jadi". Zean menghela nafas berat.
"Apa Zaen menemukan sesuatu?". Tanya Fillipo lagi
"Daddy dan Ayah sudah mengurus izin itu, Minggu depan kita akan mengambil senjata itu dipelabuhan. Tapi sepertinya senjata ini tidak akan cukup untuk kita bisa merebut kembali wilayah timur". Jelas Zean.
"Lalu apa yang akan kita lakukan jika senjata ini tidak cukup?". Tanya Fillipo bingung.
"Fitri, akan membantu kita". Jawab Zean.
Fillipo langsung menatap tajam kearah Zean saat menyebut nama gadis yang ia cintai
"Apa maksudmu? Ini sangat berbahaya Zean. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?". Tanya Fillipo panik dan tentu saja ia takkan rela gadis nya ikut dalam hal ini.
Zean melirik Fillipo masalah, jujur saja Zean cemburu ada orang yang mengkhawatirkan Fitri lebih dari dirinya.
"Ini permintaannya Fillipo! Percayalah Fitri bisa melakukannya. Jangan lupakan bahkan dia bisa meledakkan Markas ini hanya dengan jentikkan jari. Apalagi hanya menciptakan benda kecil seperti itu". Kesal Zean
Fillipo terdiam tak bergeming. Jauh dalam lubuk hatinya ia sangat takut jika gadisnya terluka.
Zean dan Fillipo kembali mengintrogasi keempat pria yang masih tersisa itu.
"Apa kalian akan terus bungkam tanpa mengatakan siapa dalangnya?". Tanya Fillipo geram tangannya sudah terkepal menahan emosi.
Mereka tak ada yang menjawab. Semua menunduk dan bungkam tanpa suara. Badan mereka sudah berkeringat dingin, menahan rasa takut
__ADS_1
"Leo....".
Leo berjalan menghampiri Fillipo, memberikan benda kesayangan Tuan-nya.
"Ini Tuan".
Fillipo menatap mereka satu persatu. Lalu berjongkok menyamakan tingginya dengan mereka.
Sretttttttttttt
Sretttttttttttt
"Arggghhhhh"
"Arggghhhhh"
Fillipo memotong lidah mereka dengan kejam. Ia mengambil lidah itu dan meletakkan nya diatas mangkuk yang Leo sediakan. Zean melipat kedua tangannya dan menonton adengan langsung yang kejam itu. Willy, menelan Saliva nya kasar dan hampir muntah melihat lidah terpotong itu.
"Leo, masak menjadi sup dan suruh mereka memakannya". Perintah Fillipo.
"Baik Tuan". Leo segera melakukan perintah Fillipo.
Sedangkan Fillipo ia masih menatap keempat pria itu, dua diantaranya lidahnya sudah dipotong darah mengalir dari mulutnya.
"Ini Tuan". Leo menyerahkan mangkuk yang terdapat lidah kedua pria itu yang sudah dimasak dalam kuali.
Fillipo tersenyum dengan seringai licik. Lalu ia menyendok lidah itu dan memaksakan masuk kedaam mulut kedua pria yang sudah tak berlidah itu.
"Karena kau bisu maka makanlah lidahmu ini supaya bisumu permanen". Fillipo memasukkannya dengan paksa. Kedua pria tu tak dapat menolak dan menelan dengan paksa karena Fillipo langung menutup mulutnya.
"Sungguh Tuan sangat kejam". Leo bergidik ngerti.
Sedangkan Willy sudah termuntah-muntah dan tak tahan melihat hal menjijikan didepan nya itu.
Sementara Zean hanya menatap tanpa ekspresi, sudah biasa baginya menyaksikan hal menyeramkan seperti itu karena ia sendiri sering melakukannya meskipun tak sekejam Fillipo.
"Kalian, berdua siapkan mental kalian karena setelah mereka giliran kalian". Fillipo langsung melempar mangkuk itu dan menyerahkan belatinya pada Leo dengan senyuman devil.
**Bersambung......
Ikuti terus kisahnya para sayangku....😘
GBU...
LOVEUALL**.....
__ADS_1