
Ikhlas adalah melepas cinta yang tidak menginginkanmu, bukan sebab menyerah hanya saja cinta tidak perlu dipaksa, cinta adalah anugerah untuk semua orang yang merasakannya.
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
" Buang saja rasa cintamu itu padanya". Bentak Park yang tidak mau mendengar permohonan putranya.
" Serang". Perintah Park. Sekitar lima puluh anggota Winner King menyerang seorang Fitri.
Gadis kecil ini, hanya tersenyum sinis. Tetap dengan sikap santai ia menekan remotw kontrol
Dor dor dor dor
Para robot itu menyerang tanpa henti, suara peluru begitu menggema diseluruh ruangan.
Philip, Poranda, Pearce, Alexander, Mounth, Luna, Dion, Diandra, Dea, Dhanny, Lucas dan Leo mereka memejamkan mata menyaksikan pertempuran itu. Mereka begitu takut saat suara peluru itu serasa memecahkan gendang telinga mereka. Ingin menutup telinga tapi tidak bisa, tangan dan kaki diikat begitu saja. Sementara mulut tak bisa berbicara lagi saking ketakutannya.
Fillipo yang melihat hal itu tak kalah takut, ia bergetar hebat saat peluru itu hampir mengenai gadis kecil yang malah dengan asyik duduk dibangku sambil tersenyum menekan tombol remote yang ada ditangannya.
" Daddy, Kak Sean masuklah bantu aku". Ucap Fitri melalui handset ditelinganya.
" Apa kau baik-baik saja Ce?". Suara khawatir diseberang sana.
" Sayang, bertahan lah Daddy akan segera kesana". Ucap Sam. Ia sangat takut saat mendengar suara peluru yang terdengar begitu keras ditelinganya.
" Tenanglah Daddy dan Kakakku yang tampan. Fitri baik saja". Ucap Fitri menyakinkan kedua orang yang terdengar begitu cemas.
Para anggota Winner King lumpuh dalam sekejap, tak ada yang tersisa. Kecuali Park dan Michael.
" Serahkan dirimu atau aku akan membunuhnya". Park langsung menodongkan pistol kearah kepala Fillipo.
" Menyerahlah Girl, kau menyangi mereka bukan?". Ucap Michael tersenyum licik sambil menunjukkan remote ditangannya. " Kau tahu Girl? Jika aku menekan remote ini maka mereka semua akan meledak dan kau tidak akan bisa melihat mereka lagi. Sebaiknya menyerahlah dan menikahlah denganku". Timpal Michael lagi. Ia lalu berjalan kearah Dhanny dan menyeret pria itu.
" Kak Dhanny". Lirih Fitri. Tatapannya dan Dhanny seketika bertemu. Matanya berkaca-kaca.
" Lepaskan mereka Park!". Teriak suara yang tiba-tiba datang. Semua mata tertuju pada sumber suara itu.
" Kau rupanya Sam?". Cibir Park saat melihat rival nya ada disana.
" Kau tidak pernah berubah Park. Sekarang lepaskan mereka sebelum aku menghabisi mu". Ancam Sam.
" Hahaha kau pikir aku takut denganmu?". Ejek Park " Aku yang akan menghabisimu". Bentak Park.
Fitri mengepalkan tangannya saat Park membentak Sam dan begitu pun dengan Sean matanya sudah memerah.
" Berani sekali kau membentak Daddyku tua Bangka". Teriak Sean menggema.
" Sean apakah itu kau?". Lirih Fillipo. Ia merindukan sahabat kecil nya itu. Sudah sangat lama mereka tidak berteman.
Michael menekan tombol aktif diremote nya namun ia heran kenapa bom nya tidak meledak?
" Kenapa tidak mau?". Michael terus menekan tombol itu
" Aku sudah meretasnya Tuan Mike, jadi tidak akan bisa meledak. Kecuali aku sendiri yang mengembalikan sistemnya". Senyum smirk Fitri terlihat jelas.
Fitri dengan cepat membidik Park dan Michael bersamaan melalui sniper yang ia bawa secara diam-diam. Sniper itu bukan membunuh tapi hanya melumpuhkan lawan.
Cekkk
__ADS_1
Memang benar sniper tidak berbunyi namun berbahaya, sekali ia menyerang lawan maka tak akan ada yang bisa melawan.
Sam dan Sean serentak melihat kearah Fitri
" Ce". Ucap Sean
" Sayang". Timpal Sam tak menyangka putrinya akan membidik Park dan Michael secepat itu.
" Arghhhh". Teriak Michael tumbang sambil memegang lehernya yang dibidik.
" Dasar gadis sialan". Umpat Michael
" Aku akan membunuhmu". Pekik Park juga yang sudah tumpang ditanah.
Fitri berjalan menghampiri kedua orang itu
" Bagaimana Paman? Tadi aku sudah mengajukan penawaran padamu, tapi kau justru menolaknya. Kau tahu bukan? Bahwa aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku? Kau bahkan membentak Daddy ku dengan keras, bagaimana bisa aku hanya diam saja?". Ucap Fitri berjongkok menatap wajah Park yang kesakitan
Lalu Fitri beralih ke Michael " Bagaimana Tuan Mike? Apakah kau masih berniat menikah denganku? Hah, kau ini suka sekali bercanda! Katamu mencintaiku, tapi kau bahkan tega ingin mencelakaiku". Sinis Fitri
" Tenang saja Tuan Mike, kau dan Paman Park tidak akan mati hanya karena sniper kecil ini, aku akan membawamu kesuatu tempat dan aku akan menunjukkan sesuatu yang bisa membuat kalian jantungan". Tatapan Fitri dengan santai dan begitu enteng
" Paman Adam, Kak Boy bawa mereka ke Markas. Pastikan penjagaannya ketat". Tandas Fitri.
" Baik Nona Muda". Sahut mereka berdua lalu, memopong Park dan Michael menuju Markas, dan membawa mereka pulang ke Amerika.
" Paman David kau datang tepat waktu!!". Senyum Fitri saat melihat David sudah berada didekat Sam.
David memutar bola matanya malas " Kau hampir membunuh Paman. Apa kau mau Pamanmu yang tampan ini mati jantungan?". Gerutu David yang tidak habis pikir dengan pemikiran gadis itu. Bisa-bisa nya gadis itu menyuruhnya datang ke Jerman dalam waktu sepuluh jam dan mengacam jika tidak datang tepat waktu maka Sam yang sekarat akan tinggal nama
" Berhenti menggerutu Paman". Sanggah Fitri tanpa dosa.
" Bagaimana kau bisa ada disini?". Tanya Sam heran, melihat David yang disusul oleh Adam dan Boy serta beberapa bodyguard yang lainnya
" Harusnya kau tanya pada putri kesayanganmu itu!". Kesal David " Dia hampir saja membunuhku dengan mengatakan bahwa kau sekarat karena tertembak oleh Park". Jelas David dengan emosi memuncak. Sam dan Sean hanya mengangga mendengar ucapan David, bagaimana bisa putrinya itu mengatakan hal yang tidak-tidak.
" Sudah ayo kita selamatkan mereka". Ajak Fitri mengalihkan pembicaraan saat melihat Daddy dan Kakaknya menatapnya dengan tatapan menyelidik yang jelas meminta penjelasan
" Adam apa kau sudah menyiapkan mobil?". Tanya Sam sambil berjalan kearah Philip.
" Sudah Tuan". Sahut Adam yang juga ikut membantu.
" Apa kau bisa menyuntikkan obat penawaran itu Girl?". Tanya David yang membuka ikatan Dhanny.
" Paman lupa atau amesia. Aku yang menciptakan nya Paman hanya menjiplak karyaku". Cibir Fitri. David bungkam mendengar ucapan putri Sam itu. Memang benar bahwa Fitri lah yang menciptakan obat penawar itu, dirinya hanya membuat dengan bahan-bahan yang sudah dipilih oleh gadis munggil itu.
Fitri berjalan kearah Fillipo. Ia melebarkan senyum manis saat pria itu memaksa diri untuk bangun.
" Jangan bergerak Tuan, aku akan menyuntikan obat penawar ini". Ucap Fitri. Lalu ia menyuntikkan obat itu kedalam tubuh Fillipo. Dalam sekejap seluruh tenaga Fillipo kembali pulih bahkan rasa sakit ditubuh nya hilang begitu.
" Aku akan membuka ikatannya". Fitri juga membuka ikatan tangan dan kaki Fillipo. Ia membantu pria tersebut bangun.
Fillipo bungkam, matanya berkaca-kaca. Gadis yang hilang beberapa bulan lalu kini ada dihadapannya " Fitri". Lirih Fillipo menatap gadis yang tengah memegang lengannya.
Gleppppp
Fillipo menarik gadis itu kedalam pelukannya. Tangis kerinduan pecah begitu saja saat ia bisa memeluk tubuh yang sempat hilang ini.
__ADS_1
" Aku merindukan mu sangat merindukanmu. Aku... Aku takut kehilanganmu. Aku... Aku tidak sanggup jauh darimu". Tangis Fillipo terisak sampai badannya bergetar memeluk gadis itu.
Fitri membalas pelukan Fillipo. Tak bisa dibohongi dia juga merindukan pria dingin itu " Aku juga merindukanmu Tuan". Ucap Fitri berkaca-kaca sambil melingkarkan tangannya dengan erat ketubuh Fillipo. Fillipo yang mendengar itu semakin erat memeluk Fitri. Rasanya ia seperti mimpi bertemu dengan gadis itu.
" Hmmmmmm". Suara itu membuyarkan kerinduan mereka. Fitri segara melepaskan pelukannya
" Kakak". Senyum Fitri saat ia tahu sumber suara itu siapa lagi kalau bukan Sean
" Fillipo". Sapa Sean
" Sean". Mereka berdua pun saling berpelukkan
Setelah mereka menyuntikkan obat penawar itu. Mereka semua bergegas keluar. Tenaga mereka sudah kembali, namun luka-luka mereka.
Fitri tersenyum menatap mereka " Fitri". Teriak Dea berhambur memeluk gadis kecil itu.
" Aku sangat merindukanmu gadis kecil". Isak Dea dalam pelukkan Fitri.
" Aku juga De". Sahut Fitri. Mereka berdua berpelukkan dalam kehangatan. Sudah seperti saudara sendiri rasanya sulit jika mereka harus berjauhan kembali.
" Kakak Ipar". Pekik Pearce juga memeluk Dea dan Fitri. Pearce sangat merindukan calon Kakak Ipar nya ini.
" Aku merindukan mu Kakak Ipar". Ucap Pearce
" Aku juga rindu Pearce". Sahut Fitri.
" Sayang, sebaiknya kita segera pergi dari sini, membawa mereka ke rumah sakit". Ajak Sam pada putrinya.
Fitri melepaskan pelukan Pearce dan Dea " Baik Dad". Ucap Fitri.
" Apa semua sudah keluar?". Tanya Fitri
" Sudah Ce". Sahut Sean
" Sudah Nona Muda". Jawab Boy.
" Ayo kita segera pergi, aku akan meledakkan tempat ini". Ucap Fitri. Ucapannya mampu membuat semua orang tercengang meskipun mereka terkejut tapi mereka tetap
Fitri menjentikkan jari nya dan
DOR
Markas Winner King meledak tanpa sisa. Bangunan besar yang sudah menjadi sejarah itu kini tinggal abu yang berterbangan kemana-mana. Lautan manusia yang mencapai seribu jiwa itu habis tak tersisa. Fitri tersenyum puas, bom yang baru saja meledak, adalah bom buatannya sendiri. Ditengah kesibukannya ia masih sempat menciptakan benda kecil namun mampu menghancurkan sebuah bangunan.
" Ce". Sean merangkul adiknya membawanya menjauh dari sana. Fillipo yang melihat Sean merangkul Fitri mengepalkan tangannya. Dia belum tahu hubungan keduanya adalah saudara, Fillipo sudah terbakar api cemburu.
Berbeda dengan Dhanny dan Lucas dari tadi mereka berdua sangat berharap bisa memeluk gadis itu. Namun rasa bersalah tak bisa mereka bendung. Ada rasa malu yang menjalar, meskipun rindu sudah diluar nalar.
Dion menghela nafas berat saat melihat tatapan putranya, tentu ia tahu tatapan itu.
***Ayo jangan lupa untuk LIKE, KOMEN dan VOTE ya para kakak-kakak cantik.
Fitri sudah bertemu dengan ketiga pria tampan yang menyukainya. Kira-kira hati gadis ini akan berlabuh pada siapa ya???
Yuk ikuti terus ceritanya....
BERSAMBUNG***....
__ADS_1