
SELAMAT MEMBACA.........
Zehemia dan Myron masih berdiri menatap kedua anak buah dari munsuhnya yang berhasil mereka tangkap saat penyerangan.
Sedangkan yang lainnya membereskan kekacauan yang terjadi.
Rahang Zehemia seketika mengeras. Semua senjata mereka habis dibobol oleh mereka. Tak tersisa sedikit pun. Untung saja di wilayah timur berhasil diselamat kan oleh Arthur. Jika tidak, mungkin senjata Mommy dan Grandfa Pedrosa nya sudah habis diambil oleh mereka.
Myron maju satu langkah, dia menjongkokkan badannya. Lalu mengambil belati disaku jasnya.
"Aku tahu kau takkan mengatakan siapa kalian. Aku tidak suka basa-basi".
Srettttttttttttttttttttttt
"Arghhhhhhhhhhh".
Myron mengoreskan belati itu kewajah sang tawanannya.
"Brengsekkkk". Pria yang terturih itu masih sempat-sempatnya memakai Myron.
Myron tertawa meledek. Dia suka jika ada orang yang berani seperti ini.
"Nyali mu cukup kuat Bro". Myron menepuk pundak pria itu. Pria itu menatapnya dengan benci.
"Bunuh saja aku brengsekkkk". Pekik pria itu dengan nafas memburu. Dia setengah mati menahan sakit diwajahnya. Mungkin dia lebih memilih ditembak dari pada disiksa seperti itu.
"Kematian terlalu mudah untukmu, Bro". Ledek Myron lagi. Sambil tersenyum puas.
"Biar aku yang habisi Kak". Pinta Zehemia.
Myron mengangguk dan berdiri. Dia mengelap belatinya yang sedikit berdarah mengenai wajah pria itu. Lalu memasukkannya kembali kedalam kantong jasnya.
__ADS_1
Zehemia menatap pria itu dengan tatapan elangnya. Dia takkan pernah memberi ampun bagi siapa saja yang mengusik nya. Termasuk pria yang ada didepannya ini.
Zehemia berjongkok untuk menatap lebih dekat wajah pria yang sudah ketakutan setengah mati ini.
Zehemia menarik paksa tangan pria itu. Walau memberontak namun tetap saja sang pria kalah dengan tenaga Zehemia yang kuat.
Tak tak tak tak tak tak tak
"Arghhhhhhhhh".
"Arghhhhhhhhh".
Teriakkan mengerikan pria itu terdengar menyeramkan. Zehemia memotong kesepuluh jari tangan pria itu tanpa belas kasihan dan tak peduli dengan teriakkan kesakitan yang dia dengar.
Dor doe dor dor dor dor dor.
Zehemia menembak jantung pria itu beberapa kali hingga hancur. Darah melisit deras dilantai. Pria tersebut tumbang tak bernyawa bahkan tak sempat hanya untuk mengeluhkan rasa sakitnya
Zehemia menatap pria yang satunya. Percuma saja dia bertanya takkan dijawab oleh mereka.
Zehemia menembak kepala pria itu. Hingga otaknya berhamburan seperti butiran beras. Darah mengalir dengan deras. Pria itu tewas dalam keadaan bersujud. Tubuhnya masih kuat untuk tidak tergeletak begitu saja.
Zehemia tertawa puas. Tawanya terdengar begitu mengerikan. Dia akan menemukan siapa yang berani menyerangnya.
Myron menyaksikan dengan ekspresi datar. Pria itu juga merasakan emosi yang luar biasa. Senjata yang mereka rancang dengan susah payah, malah dibobol oleh mereka begitu saja.
"Math, bereskan".
"Baik Tuan".
Myron dan Zehemia meninggalkan ruang penyiksaan.Keduanya berjalan menuju ruang kerja atau ruang pribadi yang biasa mereka gunakan untuk berdiskusi masalah.
__ADS_1
"Apa rencana kita selanjutnya Kak?" Tanya Zehemia saat mereka sudah duduk disofa.
Zehemia melempar jas nya asal. Jas yang sudah dipenuhi dengan cairan berwarna merah itu, tercium begitu amis dihidung.
"Mencari tahu siapa yang sudah berani mencari masalah dengan kita". Sahut Myron datar dan juga dingin. Tatapannya seakan mampu mematikan lawannya.
"Baik Kak". Sahut Zehemia.
Myron yakin ini ada hubungannya dengan Black Tiger dan Cut Silent. Kedua kelompok Mafia ini memang suka mencari masalah dengannya. Bukan Myron tak kenal siapa Aron? Siapa Kenzie? Pemimpin paling ditakuti dan disegani dalam dunia Mafia. Namun tetap dialah yang paling disegani oleh semua kelompok Mafia
Myron teringat kembali dengan percakapannya bersama Zevanya. Satu persatu ucapan Zevanya terbukti. Walau Myron belum bisa memastikan tapi semuanya berkaitan dengan ucapan Zevanya.
⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️
Dilain tempat.....
Luke dan Zehekiel juga tengah disibukkan dengan pencarian mereka. Laptop seharga milyaran dollar itu ikut berdiri rapih didepan keduanya.
"Apa kau bisa melacak nya Luke?". Tanya Zehekiel dia masih terus berselancar.
"Belum, aku berusaha melacak rekaman CCTV terakhir". Sahut Luke juga melakukan hal yang sama dengan Zehekiel
Keduanya masi fokus melakukan pencarian data. Zehekiel dan Luke memang ahli dalam hal mendeteksi data
"Nihil, sepertinya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Aku tidak menemukan apapun". Keluh Zehekiel melihat data yang dia dapatkan.
"Apa ini ada hubungannya dengan Cut Silent?". Sambung Grabielle yang sedari tadi ikut mencari meski hanya dengan memerintahkan anak buahnya.
Johannes dan Shawn sedang melakukan perintah Zehemi dan Myron untuk menyelidiki anak buah mereka. Karena seperti kata Myron bahwa ada orang dalam yang mencoba masuk kedalam sistem mereka.
Munsuh-munsuh mereka mulai berkeliaran. Myron dan Zehemia selaku ketua memasang sistem keamanan yang ketat jangan sampai munsuh memanfaatkan keadaan untuk menghancurkan nya.
__ADS_1
Bersambung..
Maaf cuma 700k author capek bukan main