
pagi menyising tiba
“ Ahkkk, sudah pagi ternyata”. Ucap Fitri terbangun dan langsung duduk. Tidak lupa kebiasaannya setiap pagi adalah melipat kedua tangannya, sembari menundukkan kepala dan memejamkan matanya, mengucapkan segala rasa syukur karena masih diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan yang Maha Esa. Sebab dia sendiri dia tidak tahu sampai kapan usianya akan bertahan, karena pada akhirnya dia akan meninggalkan dunia ini.
“ Tuhan, aku bersyukur Tuhan memberikan rasa sakit ini padaku sedikitpun aku tidak pernah menyesal dengan keadaanku saat ini. Tapi bolehkah Tuhan aku meminta sesuatu padaMu, izinkan aku menemukan belahan jiwaku sebelum aku pergi dan tak kembali. Meskipun jujur aku sangat takut dan berpikir tidak akan ada laki-laki yang mau mencintai wanita penyakitan sepertiku, tapi aku ingin bahagia Tuhan. Tolong berikan aku kesempatan bertemu dehngan cinta sejatiku dan merasakan bahagia sebelum aku tutup usia”. Air mata berjatuhan dipipinya yang manis, dadanya terasa sesak nafasnya tersenggal, hembusan nafas terdengar begitu kecang. Fitri memegang dadanya, menahan segala tangis yang selama ini dipendamnya dibalik wajah ceria yang selalu ia tunjukkan kepada orang lain
“ Dad, Mom. Fitri sangat merindukan kalian, apa kabar kalian disana? Kalian tahu sekarang aku sendirian dan kesepian tidak ada tempatku mengadu dan bercerita betapa patahnya hatiku saat ini,, hiks hiks”. Ucapnya lirih sembari memangis.
Fitri menarik nafasnya dalam lalu menghempaskannya perlahan. Dia berusaha menetralisir emosi nya supaya tidak melonjak yang akan berbahaya bagi kesehatannya sekarang.
“ Kau harus kuat Fit, ingat komputer mahalmu menunggu dan ada anak-anak panti yang juga masih butuh uangmu. Jadi kau harus semangat”. Ucapnya menyemangati dirinya sendiri sembari mengulas air matanya
“ Ahh, kenapa sih diriku ini pagi-pagi sudah menangis”. Omelnya sendiri berceramah sendiri seperti sedang berbicara dengan orang lain, sambil membersihkan tempat tidurnya melipat selimut dan menyusun bantal hingga rapih kembali.
“ Sebaiknya aku siap-siap, karena hari ini langsung ke mansion Tuan”. Gumamnya beranjak kekamar mandi dan cukup lama sekali. Sesekali butiran bening kembali berjatuhan diwajah manis gadis itu, sedikit tersangkut dikumis tipis miliknya. Dia memikirkan bagaimana cara agar dia bisa kemoterapi tanpa ketahuan oleh Fillipo, jika Fillipo tahu dia sakit maka dia akan dipecat dari pekerjaannya dan jika dipecat maka impian nya untuk membeli komputer mahal dan menyumbangkan uang ke panti asuhan akan gagal.
Cukup lama dirinya membiarkan tubuhnya dingin dibawah shower. Setelah perasaannya kembali membaik dia pun segera bergegas dan bersiap-siap untuk berangkat ke mansion. Menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya nanti selama seminggu ke Jerman.
“ Pagi Kak Dhanny”. Sapa Fitri sambil berjalan menuju meja makannya
“ Pagi jug adik kakak yang paling cantik”. Senyum manis Dhanny sambil menyambut Fitri duduk disampingnya
“ Dea mana kak?”. Tanya nya yang memang dari kemarin Dea tidak kelihatan
“ Dea balik ke Mansion. Daddy dan Mommy merindukannya”. Sahut Dhanny sambil tersenyum. Padahal dia lah yang menyuruh Dea pulang ke mansion supaya waktunya dengan gadis itu tidak terganggu.
“ Kok Dea bilang sama aku sih?”. Cemberut Fitri sambil mengerutkan bibirnya.
“ Kau terlalu sibuk, sampai lupa membuka ponselmu itu”. Sahut Dhanny sambil menoel manja hidung gadis itu. Membuat yang empunya hidung jadi merajuk
“ Ihhhh, Kak Dhanny suka banget deh mainin hidung aku”. Ucapnya sambil memukul kecil lengan Dhanny
“ Kamu sih habisnya lucu”. Ucap Dhanny sambil mencubit pipi tembem gadis itu
“ Iiiihh, kakak sakit tahu”. Fitri menyingkirkan tangan Dhanny yang menempel dikedua pipinya
__ADS_1
“ Dah, ayo sarapan”. Ucap Dhanny mengalah. Mereka pun menikmati sarapan dengan candaan dan tawa, sikap Dhanny yang usil dan jahil membuat gadis itu cemberut berkali-kali, dan itu malah terlihat menggemaskan dimata Dokter tampan itu
“ Apa semua barang-barangmu sudah siap?”. Tanya Dhanny memecahkan canda mereka
“ Sudah kak”. Sahut Fitri dengna begitu bersemangatnya. Dhanny menghela nafas panjang, jauh didalam lubuk hatinya benar-benar tidak siap harus berjauhan dengan gadis itu untuk pertama kalinya, tapi dia juga tidak ingin Fitri merasa dikekang olehnya. Dimana dia juga memikirkan apa yang dikatakan James bahwa Fillipo menyukai gadis itu dan lama kelamaan akan tumbuh juga cinta dihati Fitri untuk Fillipo. Hati Dhanny sakit saat membayangkan Fitri akan mencintai orang lain dan bukan dirinya. Dirinya terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis itu
“ Fit, apa kau yakin akan berangkat ke Jerman? Kau tahu kan bagaimana dengan kondisimu saat ini? Jujur kakak khawatir dengan keadaanmu disana?”. Tanya Dhanny lembut menatap intens gadis itu. Barangkali gadis itu berubah pikiran dan menunda keberangkatannya.
“ Aku baik-baik saja kak. Kakak tahu kan aku tidak ingin kehilangan pekerjaanku, jika aku tidak ikut dengan Tuan Fillipo maka dia akan memecatku. Kakak tahu impianku ingin membeli computer mahal, supaya aku bisa menyelidiki kematian kedua orangtuaku, karena aku yakin mereka bukan mati karena kecelakaan pesawat tapi mati dibunuh. Dan aku juga masih ingin menyumbangkan hasil kerja kerasku untuk kebutuhan panti kak”. Sahut Fitri. Dhanny terdiam, badannya melemas mendengar ungkapan gadis itu. Ada rasa bersalah yang tidak bisa dia ungkapkan
“ Tuan Fillipo pasti akan menjagaku kak”. Senyum Fitri yakin. Mendengar nama Fillipo, tangan Dhanny langsung terkepal wajahnya merah memanas, ada emosi yang berusaha dia tahan saat mendengar nama itu.
“ Iya. Kau harus jaga diri baik-baik ya. Kakak selalu menunggumu disini”. Senyum Dhanny sambil mengelus lembut tangan gadis munggil itu
“ Terima kasih kak, selalu ada untukku. Kak Dhanny paling terbaik”. Ucap Fitri sambil memeluk Dhanny. Tentu saja menjadi suatu kebahagiaan bagi Dhanny sendiri. Entah Fitri yang tidak peka, atau memang dia terlalu polos mengenai sebuah perasaan. Sangat terlihat jelas bahwa Dhanny memperlakukannya dengan begitu istimewa dan siapapun orang yang melihatnya akan tahu bahwa Dhanny mencintai gadis itu.
Setelah ritual paginya selesai. Mereka berdua pun segera keluar apartement, Dhanny membawa koper gadis itu meskipun Fitri menolak tetap saja Dhanny tidak membiarkan Fitri mengangkat barang-barang yang begitu berat.
“ Apa Mansionnya jauh dari sini?”. Tanya Dhanny sambil menyetir.
“ Takkan kubiarkan siapapun merebutmu dariku. Meskipun cara ku mendapatkanmu salah, dan aku tidak peduli aku hanya ingin hidup bersamamu menghabiskan segenap usia, dan aku akan membantumu melawan penyakit yang saat ini bersarang dalam tubuhmu”. Batin Dhanny
Mobil Dhanny berdiri disebuah rumah mewah yang tidak lain adalah Mansion Fillipo. Rumah mewah khas Eropa didominasi dengan berbagai permandangan yang indah dihalamannya. Seperti taman, kolam berenang dan beberapa air terjun buatan yang membuat suasana rumah tersebut semakin indah.
“ Selamat datang Tuan dan Nona. Silahkan masuk sudah ditunggu Tuan didalam”. Ucap seorang satpam sambil membungkukkan badannya member ihormat.
“ Terima kasih pak”. Senyum manis Fitri
“ Ayo kak”. Ajak Fitri pada Dhanny dan masuk kedalam Mansion utama Fillipo. Mansion paling mewah dari ketiga Mansion yang dia miliki
“ Pagi Tuan”. Sapa Fitri saat melihat Fillipo dan Assitennya Leo yang menunggunya diruang tamu.
“ Hmmm”. Sahut Fillipo
“ Pagi juga Fitri”. Balas Leo dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Fillipo dan Dhanny saling melihat dengan intens tanpa arti sulit diartikan tatapan keduanya seperti ingin saling membunuh.
“ Apa kau sudah siap Fit?”. Tanya Leo
“ Sudah Leo”. Sahutnya.
“ Baiklah kalau sudah siap mari kita berangkat”. Ucap Leo memecahkan keheningan dia dapat melihat kedua makhluk yang siap saling menerkam didepannya ini.
“ Kak Dhanny, aku berangkat ya. Terima kasih sudah mengantarku”. Senyum Fitri.
“ Iya gadis keciku! Jaga dirimu baik-baik disana, ingat kau tidak boleh lelah dan banyak beraktivitas, jangan biarkan tubuhmu mengemis untuk minta istirahat. Jangan lupa pakai jacket yang tebal dan kau tidak boleh kedinginan. Jangan makan makanan yang diluar kakak sarankan, oke. Kau mengerti”. Ucap Dhanny yang sengaja berbicara begitu supaya Fillipo tidak semena-mena menyuruh sekretarisnya itu. Sebab Fitri sering mengeluh bagaimana Fillipo yang selalu memberinya pekerjaan berat, walaupun dia gadis jenius tetap saja dia tidak boleh berpikir dibatas kemampuannya. Fillipo hanya diam tak bergeming, dia tahu kalau Dhanny sedang menyinggungnya.
“ Kalau sampai jangan lupa kabarin kakak”. Ucap Dhanny lagi. Leo melirik Tuan nya tampak raut wajah cemburu tergambar jelas diwajah sang Tuan.
“ Siap laksanakan pak komandan”. Ucap Fitri memberi hormat, langsung saja membuat Dhanny terkekeh dan tertawa lepas tanpa memperdulikan tatapan mematikan dari Fillipo.
Dia mencubit kembali pipi gadis itu dengan gemas nya
“ Ihh, Kak Dhanny kebiasan banget sih. Sakit tahu pipi aku, ntar melar trus bengkak”. Ucap Fitri cemberut. Fillipo dan Leo hanya menyaksikan adengan romantic didepan mereka.
“ Sepertinya, pria ini sengaja ingin membuat Tuan cemburu”. Guman Leo dalam hati
“ Ya sudah kak aku berangkat ya”. Ucap Fitri sambil mengecup punggung tangan Dhanny, seperti kebiasaannya. Namun hal itu justru dirasa oleh Dhanny layaknya seorang istri mencium punggung tangan suaminya.
Dhanny memeluk Fitri dengan erat, bukan untuk dia memanas-manasi Fillipo tapi memang ketika memeluk gadis itu dia selalu merasakan ada kedamaian didalam hatinya.
Setelah acara romantic Dhanny dan Fitri pagi ini, mereka pun naik kedalam Jet pribadi milik Fillipo
Dhanny menatap tajam keberangkatan Jet pribadi itu, entah apa yang dia pikirkan seperti ada sesuatu yang dia rencanakan.
Maaf kakak-kakak yang cantik, aku jarang update soalnya selain sibuk sinyal juga tidak mendukung ku😘😭
jangan lupa vote, koment dan like nya
bersambung...
__ADS_1