Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 136.


__ADS_3

Luna dan Pearce saling memeluk mentransfer kekuatan mereka. Ketika mendengar Fitri menghilang, kedua wanita beda usia ini benar-benar histeris. Bahkan mereka ingin berlari ikut mencari Fitri. Untung saja para pengawal yang ditugaskan oleh Philip dan Alexander mampu mencegah kegilaan dua wanita itu.


"Sayang, sudahlah. Semua pasti baik-baik saja. Jadi berhentilah menangis". Mouth mengelus lembut pundak putrinya.


"Hiks Mom. Luna takut terjadi sesuatu pada Fitri, hiks". Lirih Luna beralih memeluk Mouth.


Mouth membalas pelukkan Luna "Sttt jangan bicara begitu. Kau tahu kan siapa gadis kecil itu? Dia pasti baik-baik saja. Kita harus terus berdoa agar Fitri segera ditemukan". Mouth mengelus lembut rambut panjang milik Luna. Putrinya ini seperti anak kecil yang kehilangan boneka, mencarinya sampai menangis namun yang dicari tak kunjung ditemukan.


Begitu juga dengan Pearce. Wanita yang satu ini terlihat begitu terpukul, dan takut terjadi sesuatu pada Kakak Iparnya.


"Mom, Kakak Ipar baik-baik saja 'kan?". Tanya Pearce dengan mata berkaca-kaca.


Piranda memeluk Pearce, dia mengelus pundak Pearce dengan sayang. Setelah kejadian jebak menjebak itu, hubungan Fitri dan Pearce semakin membaik. Fitri tak pernah menaruh dendam atau benci pada Pearce. Fitri memaafkan Pearce dengan tulus, itulah yang membuat Pearce menjadi kehilangan sosok sahabat dan juga calon Kakak Ipar nya.


"Semua akan baik-baik saja sayang! Kakakmu akan menemukan dia kembali". Ucap Piranda meyakinkan putrinya.


Sementara David, Yoshua dan Yoel juga tampak tak tenang saat mendengar Fitri hilang, dunia mereka gelap dalam sekejap. David bahkan hampir menggila untuk mencari Fitri namun Sam dengan tegas melarang sahabatnya itu. Sam tahu jika David bukan seseorang yang bisa diandalkan jika masalah dunia hitam dia adalah dokter bukan Mafia.


"Bagaimana Dad, apa sudah ada kabar tentang Fitri?". Tanya Yoshua tak sabar, dari tadi pria yang satu ini terus saja bertanya pada David.


"Belum Son. Paman Sam bilang, Fitri dibawa ke pulau terpencil Korea Utara". Sahut David.


Yoel dan Yoshua langsung terkesiap dengan jawaban David.


"Korea Utara?". Beo keduanya bersamaan.


Yoshua mellengang pergi meninggalkan rumah sakit. Sementara David dan Yoel sudah pulang duluan. Yoshua memang ada jadwal piket yang tidak bisa dia tinggalkan.


Yoshua masuk kedalam mobil dan segera menancap gas mobilnya.


"Fitri, kau dimana?". Lirih Yoshua sambil menyetir dengan serius. Ada ketakutan sendiri dihati Yoshua jika sampai terjadi sesuatu pada gadis itu. Walaupun Fitri takkan bisa membalas cinta nya, tapi Yoshua tetap menyanyangi Fitri seperti dirinya sendiri.


Yoshua singgah di sebuah Minimarket untuk membeli minuman karena tenggorokan nya terasa kering.


Yoshua segera masuk kedalam Minimarket membeli beberapa minuman dan juga cemilan. Setelah membayar kekasir Yoshua segera keluar menuju mobil.


Baru saja dia hendak membuka pintu mobil tapi tatapannya terarah pada seorang gadis yang berjalan dengan memegang kepalanya.


"Ada apa dengannya?". Gumam Yoshua penasaran, dia segera meletakkan cemilan yang dia beli kedalam mobil dan kembali melihat gadis itu.

__ADS_1


Yoshua berlari kearah gadis itu saat dia melihat gadis itu akan tumbang...


Bukkkkkkkkkk


Gadis itu langsung terjatuh kedalam pelukkan Yoshua, matanya terpejam dan hidungnya mengeluarkan darah. Tanpa menunggu lama Yoshua membopong gadis itu masuk kedalam mobilnya.


Yoshua panik setengah mati, dan juga bingung siapa gadis itu. Yoshua kembali kerumah sakit untuk membawa gadis itu. Yoshua mengendong gadis itu ke ruang IGD dan langsung mendapat kan penangan oleh Dokter yang bertugas disana.


"Dokter Yoshua?". Panggil seorang Dokter.


"Bagaimana Dokter Zoe?". Cecar Yoshua tak sabar mendengar kabar gadis yang dia tolong tadi.


"Dokter Yoshua bisa ikut saya sebentar ke ruangan?". Ajak Dokter cantik tersebut.


Yoshua mengikuti Dokter Zoe masuk kedalam ruangan.


"Bagaimana Dok?". Tanya Yoshua.


Zoe menghembuskan nafas nya dengan berat, lalu menyerahkan sebuah amplop putih hasil pemeriksaan.


"Dokter bisa baca sendiri". Yoshua mengambil amplop tersebut.


"Dia menderita kanker darah atau yang biasa kita sebut leukemia. Penyakit ini terbilang jinak, jadi penyebaran dalam tubuh bisa begitu cepat. Kita harus segera melakukan kemoterapi, agar sel kanker tidak menyebar dalam tubuh pasien". Jelas Zoe.


Yoshua tak bergeming masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri "Lakukan yang terbaik Dokter". Tintah Yoshua.


"Maaf kalau boleh tahu, apakah dia kekasih anda Dokter?".Tanya Zoe menyelidik


"Iya". Sahut Yoshua asal.


Zoe tersenyum mendengar jawaban Yoshua. sebagai sahabat tentu dia senang melihat Yoshua yang sudah bisa membuka hatinya untuk gadis lain. Ya Zoe tahu jika Yoshua mencintai putri pemilik rumah sakit ini, yaitu Fitri. Zoe sendiri paham bagaimana perasaan Yoshua terhadap Fitri, ingin membantu tapi tidak bisa karena cinta tidak bisa dipaksa.


"Baiklah Dokter, kita akan pindahkan dia keruang rawat inap". Timpal Zoe.


"Baik Dok". Sahut Yoshua


Segera gadis yang tidak diketahui namanya itu dipindahkan keruang rawat inap VVIP.


Yoshua menatap wajah pucat yang justru terlihat cantik itu. Hatinya berdesir hebat saat tangannya terulur mengelus lembut wajah gadis yang belum dia tahu namanya.

__ADS_1


"Kenapa dengan jantungku? Sebelumnya aku tidak pernah sedekat ini dengan seorang wanita, kecuali Fitri. Tapi ini kenapa aku khawatir pada gadis yang tidak kukenal ini". Batin Yoshua menatap wajah cantik itu.


Mata gadis itu terlihat mengerjab-ngerjabkan, sebelum akhirnya terbuka dengan lebar. Gadis itu mengedarkan pandangan keruangan rumah sakit, yang baginya sudah tak asing.


"Aku dimana?". Lirihnya. Lalu matanya terarah pada Yoshua yang setia duduk disampingnya.


"Kau berada dirumah sakit".Sahut Yoshua.


Gadis itu menyelidik wajah Yoshua "Anda siapa?". Tanyanya dengan wajah pucat.


"Aku Yoshua". Yoshua mengulurkan tangannya untuk berkenalan, gadis itu menyambut nya "Kau pingsan didepan Minimarket dan aku langsung membawamu kesini. Siapa namamu?". Tanya Yoshua


"Candy". Sahut gadis itu tersenyum "Terima kasih sudah menolongku". Senyum Candy yang mampu membuat hati Yoshua berdesir hebat.


Sedangkan Yoel menunggu Yoshua tampak gelisah. Sebab sudah hampir jam 11 malam, Kakak kembarnya itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Kakak kemana sih?". Gerutu Yoel.


Yoel menelpon Yoshua, tapi nomor pria itu tidak aktif. Yoel memutuskan menelpon Zoe, dokter jadi yang bertugas di IGD.


"Ada apa Yoel?". Tanya Zoe diseberang sana dengan nada lembut.


"Zoe, apa Kakakku masih disana? Dia belum kembali kerumah?". Tanya Yoel dengan nada khawatir.


Zoe tersenyum mendengar pertanyaan khawatir Yoel.


"Dia masih disini, sepertinya akan menginap". Jelas Zoe.


"Hah? Kenapa menginap memangnya dia masih ada jadwal piket?".Cecar Yoel.


"Kakakmu sedang menemani kekasihnya yang dirawat disini".


"Apa? kekasih? Siapa?". Tanya Yoel penasaran.


"Aku tidak tahu, yang pasti gadis itu sangat cantik. Kakakmu terlihat khawatir sekali". Timpal Zoe.


Kening Yoel berkerut bingung, sejak kapan Kakak nya itu memiliki kekasih? Setahu Yoel, Kakaknya tidak pernah dekat dengan wanita mana pun selain Fitri. Tidak mungkin kan gadis itu Fitri? Sementara Fitri belum ditemukan. Berbagai pertanyaan muncul dibenak Yoel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2