Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 152.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Sean memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Dia teringat tentang pembicaraan nya bersama kedua saudara kembar dan adik-nya Fitri serta desakkan kedua orangtuanya, Sam dan Pedrosa.


Fitri tidak akan menikah jika ketiga Kakak-nya tidak memiliki kekasih, Fitri ingin setelah dia menikah ketiga Kakak nya juga menikah.


Zean, Zaen dan Sean tidak mau menghalangi kebahagiaan adiknya itu. Fitri berhak bahagia tanpa harus memperdulikan mereka. Tapi yang namanya Fitri tetap pada keinginan nya gadis keras kepala itu tidak mau tahu bagaimana pun caranya ketiga Kakak-nya harus memiliki kekasih, jika tidak dia sendiri yang akan memilihkan wanita untuk ketiganya.


Jika mencari wanita sangat mudah untuk Zean dan Zaen tapi tidak untuk Sean. Pria tak tersentuh itu belum pernah berdekatan dengan seorang wanita selain adik-nya Fitri. Sean terlalu cuek dan dingin, mungkin itu penyebab mengapa dia tidak pernah memiliki kekasih. Bukan tidak ada yang mendekati nya hanya saja Sean selalu menjaga jarak dan batasan.


Tok Tok Tok Tok Tok


"Masuk".


"Maaf Tuan, ini data meeting yang anda butuhkan". Gadis cantik sekretaris baru Sean, pengganti Merry. Gadis itu meletakkan berkas dimeja Sean.


Sean memperhatikan penampilan sekretaris nya. Gadis sederhana, dengan kacamata tebal bertengger dihidung mancung gadis itu. Walaupun demikian tapi tak mengurangi kadar kecantikan diwajahnya.


Hingga ide gila muncul dibenak Sean.


"Christy?".


"Iya Tuan". Sahut Christy sambil memperhatikan Sean.


"Apa kau punya kekasih?". Tanya Sean to the point. Christy mengerjitkan dahinya heran.


"Kenapa Tuan bertanya begitu?". Tanya Christy menyelidik.


"Jawab Christy?". Tegas Sean naik satu oktaf.


Christy menggeleng dengan wajah polosnya dan menundukkan kepala karena malu. Christy berpikir jika Sean akan menghinanya karena penampilan culunnya.


Sean menyunggingkan bibirnya dan tersenyum.


"Apa kau mau jadi pacarku?". Ungkap Sean sambil berdiri menghampiri Christy.


Christy hampir tersendak ludahnya sendiri mendengar ucapan Sean yang menurutnya sangat aneh.


"M-maksud Tuan?". Christy tak mengerti dengan apa yang diucapkan Sean.


"Begini, apa kau mau menjadi kekasihku?". Sean memegang kedua bahu Christy.


Christy mendongkrak kan kepala nya menatap Sean "Aku tidak mengerti maksud mu Tuan?". Ujar Christy.


Sean melepaskan kacamata yang bertengger dihidung Christy, lalu meletakkannya diatas meja.

__ADS_1


Sean menarik nafas lalu menatap Christy.


"Aku ingin kau menjadi kekasihku. Mungkin ini terdengar konyol dan aneh, aku membutuhkan bantuanmu karena adikku ingin segera aku memiliki kekasih. Aku tahu kita belum memiliki perasaan satu sama lain, tapi aku yakin jika kita sering bersama pasti perasaan itu akan ada". Jelas Sean sambil memegang bahu Christy.


Christy menatap Sean tak percaya. Apakah pria ini salah ngomong? atau sedang mengigau?


"Tapi......".


"Aku tidak menerima penolakkan Christy. Aku tahu jantungmu berdetak saat melihat wajahku bukan?" Goda Sean membuat wajah Christy memerah.


"Aku hanya gadis biasa Tuan, kita tidak sebanding". Ucap Christy menunduk. Jujur saja sebagai wanita dia sangat mengagumi sosok Sean. Pria tampan dengan sejuta pesona, dan kaya raya siapa wanita yang bakal menolak dirinya?


Namun, Christy merasa minder jika harus menjadi kekasih Sean, jika boleh jujur Christy memang menyukai Sean tapi dia sadar siapa dirinya hanya seorang gadis miskin yang harus bekerja keras untuk hidupnya.


"Aku......".


Gleeeppppppppp


Sean menarik Christy dalam pelukkannya. Dia tidak mau mendengar ucapan gadis itu yang selalu merendahkan dirinya.


Sean tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri, dirinya yang anti wanita kini memeluk wanita selain adiknya.


Walaupun Sean tidak tahu bagaimana perasaannya pada Christy tapi Sean yakin jika sering bersama maka cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.


Sean melepaskan pelukkannya "Jangan merasa minder, siapa pun dirimu aku tidak peduli. Aku yakin, kau adalah gadis yang baik dan tepat untukku". Ucap Sean. Mata Christy berkaca-kaca mendengar semua ucapan Sean.


"Iya Tuan". Sahut Boy datang.


"Urus semua meeting hari ini. Aku ada urusan". Perintah Sean.


"Baik Tuan". Sahut Boy.


Mata Boy terarah pada tangan Sean yang menggenggam tangan Christy dengan erat. Boy sampai dibuat tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Boy, mulai hari ini Christy adalah Kekasihku. Jadi kau harus perlakukan dia dengan baik". Ucap Sean yang paham dengan pemikiran Boy.


"B-baik Tuan".


Sean mengandeng tangan Christy keluar dari ruang CEO. Para karyawan mengangga dengan mulut terbuka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. CEO dingin yang tak pernah bersentuhan dengan wanita, kecuali adiknya sendiri tampak mesra mengandeng seorang gadis yang tak lain adalah adiknya sendiri.


Sean berjalan dengan wajah datar, dia tidak peduli dengan bisik-bisikkan para karyawan nya terhadap dirinya. Sedangkan Christy menunduk, karena malu. Christy merasa terintimidasi dengan tatapan para karyawan padanya.


Lain hal dengan Zaen, pria playboy yang satu ini tampak frustasi. Bukan sebab apa gadis yang didepannya ini terus saja mengacuhkannya.


"Ayolah, Eliza maafkan aku". Ucap Zaen sambil menangkap tangan Eliza.

__ADS_1


"Apalagi Zaen? Apalagi yang ingin kau jelaskan dan aku maafkan? Kau yang selama ini meninggalkan ku". Pekik Eliza dengan nafas memburu.


"Okey, aku mengaku aku salah, tapi berikan aku kesempatan kedua, aku mencintaimu Eliza". Zaen tak menyerah.


"Cih, mencintai ku?". Cibir Eliza "Selama ini kau kemana saja Zaen? Seorang playboy dan Cassanova sepertimu memang tidak bisa dipercaya. Ada berapa wanita yang sudah kau tiduri, ha?". Sentak Eliza bahkan mata gadis itu terlihat memerah menahan amarahnya.


"Aku sudah berubah Eliza sejak mengenalmu. Kumohon maafkan aku, aku berjanji akan menjadi pria yang baik untukmu". Zaen sampai berlutut didepan Eliza, memohon pada gadis yang didepannya ini agar mau memaafkan dan memberinya kesempatan.


Elizabeth, gadis berusia 30 tahun seorang Dosen di Harvard University. Dia adalah hasil taruhan dari Zean, Mars dan Arthur. Zaen pernah mengikuti pertarungan dengan Mars dan Arthur untuk mendapatkan hati Elizabeth dan menghancurkan masa depan gadis berusia tersebut. Namun, rencana Zaen yang ingin mendekati dan menghancurkan masa depan Dosen cantik itu gagal karena dia telah jatuh cinta pada gadis itu dan tidak berani untuk menghancurkan masa depannya.


Zaen dan Elizabeth memutuskan untuk menjalin hubungan asmara. Lagi dan lagi Zaen berbuat ulah, dia setiap akhir pekan bergonta-ganti pasangan sebagai teman ranjang nya. Zaen tak berani menyentuh Elizabeth yang terlihat begitu menjaga diri sehingga membuat Zaen tak tega menghancurkan hati kekasihnya itu.


Hingga Zaen bertemu Fitri dan membuat dia melupakan bahwa dia punya kekasih yang sudah berbulan-bulan tidak dia kabari. Sebenarnya Zaen hanya berusaha melupakan gadis itu, karena dia merasa tidak pantas bersanding dengan gadis sebaik Elizabeth apalagi dia seorang Cassanova kakap yang sudah pernah merasakan segala lubang.


"Aku mohon". Zaen bersujud didepan Elizabeth. Zaen menurunkan gengsinya, dia ingin mendapatkan maaf dari wanita yang dia cintai. Zaen berjanji akan memperbaiki segala kesalahannya, dia akan menjaga gadis ini.


Elizabeth memalingkan wajahnya, dia tak mau terlihat rapuh didepan Zaen meskipun sesungguhnya dia merindukan pria ini. Pria ceria yang selalu membuatnya tertawa, pria yang menemaninya dalam suka dan duka. Elizabeth kecewa saat Zaen menghilang tanpa kabar bahkan pria itu tak sedikit pun mengingatnya.


"Aku berjanji, hiks kumohon Eliza. Aku mencintaimu, sejak mengenalmu aku banyak berubah. Maafkan aku". Zaen memegang kaki Elizabeth meminta maaf sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang dia lakukan.


Elizabeth luluh, ini pertama kalinya dia melihat Zaen menangis didepannya. Pria yang sudah bersamanya selama satu tahun ini.


"Zaen". Elizabeth menarik Zaen untuk berdiri. Dia menghapus air mata pria itu.


"Apa kau berjanji untuk tidak meninggalkanku lagi?". Tatap Elizabeth penuh harap. Wanita ini terbilang wanita dingin dan cuek, kehidupan kerasnya membuat dia menjadi wanita yang tak tersentuh.


"Aku berjanji Eliza, aku mencintaimu. Aku ingin kita memulai dari awal lagi. Aku akan menjagamu dan tidak akan meninggalkan mu lagi". Ungkap Zaen memegang tangan Elizabeth.


Elizabeth tersenyum, dan mengangguk "Kita mulai dari awal. Aku juga mencintaimu Zaen, aku sudah berjanji akan menunggumu kembali". Balas Elizabeth.


Zaen langsung memeluk Elizabeth dengan Isak tangisnya "Terima kasih sudah menunggu dan memaafkanku Eliza". Peluk Zaen erat.


Zaen merasa beruntung memiliki Elizabeth meski sudah disakiti dan ditinggalkan berkali-kali, wanita kepala tiga ini tetap mau menerima dirinya.


Bahkan saat Elizabeth tahu bahwa dia hanya barang taruhan, dia tidak pernah meninggalkan Zaen karena Elizabeth mencintai Zaen tulus. Elizabeth tidak peduli bagaimana dan siapa Zaen, Elizabeth hanya ingin hidup bahagia bersama Zaen.


**Bersambung.....


Maaf ya guys Elizabeth kekasih Zaen memang belum pernah diceritakan pada part-part sebelumnya, karena memang hubungan dua pasangan ini terbilang rahasia. Elizabeth yang notabene wanita berdarah dingin, saat menjaga hubungan keduanya.


Jadi kalau ada yang bingung darimana datangnya Elizabeth, tadi author udah jelaskan dipart ini.


Zaen memang tidak pernah mengatakan pada siapapun jika dia punya kekasih, hanya Mars dan Arthur saja yang tahu, itu pun saat mereka masih bersahabat sebelum akhirnya mereka menjadi rival........


Yuk Ikuti terus ya.

__ADS_1


GBU...


LoveUall**....


__ADS_2