
SELAMAT MEMBACA.....
Myron, Zehemia dan Zehekiel baru sampai di markas Black Glorified dan Lion Killer 2. Mereka langsung disambut oleh para anggota yang menunggu disana.
Wajah Myron datar, terlihat sekali jika dimata lelaki itu ada emosi yang sedang ditahan. Dia ingin rasanya menelan orang hidup-hidup. Jantungnya berdebar saat mengingat Zevanya yang hampir tertembak.
“Bagaimana?”. Tanya Myron dia langsung berjalan menuju ruang penyiksaan.
“Sudah kami tangkap Kak”. Sahut Grabielle bersama-sama menuju ruang penyiksaan bersama yang lainnya.
Zehemia dan Zehekiel juga tampak emosi. Entah apa yang akan mereka lakukan jika Zevanya sampai tertembak dan nyawanya hilang. Mungkin kedua pria itu akan menghancurkan bumi.
Myron menatap seorang pria yang berjongkok dengan kedua tanganya diikat. Pria itu sudah babak belur habis dipukul oleh Luke, Johannes, Shawn dan Grabielle. Grabielle bahkan memukulnya dengan membabi buta dan tak peduli bagaimana rusaknya wajah pria itu.
“Siapa kau?”. Tanya Myron, dia mengambil belati yang diberikan oleh Homer.
“Cihh, untuk apa aku mengatakannya, bukankah kau juga akan membunuhku?”. Cibir pria itu tanpa rasa takut
“Brengsekkkkkkkk”.
Bugh bugh bugh bugh bugh bugh
Zehemia langsung melayangkan pukulan pada pria itu. Dia geram mendengar jawaban. Dia menatap pria itu dengan penuh amarah. Zehemia mencengkram dagu pria itu dengan kasar
“Cepat katakana brengsekkkk”. Sentak Zehemia “Kau melukai orang yang kusayangi, untung saja dia tidak tertembak. Kalau tidak aku takkan pernah mengampunimu”. Zehemia menghempaskan dagu pria itu dengan kasar.
“Biarkan aku”.
“Baik Kak”. Zehemia berdiri dan memberi ruang kepada Myron. Pria ini lebih emosi dari Zehemia dan Zehekiel.
“Ehem”. Myron memainkan belatinya diwajah pria itu “Sepertinya kau memang ingin bermain-main denganku, apa kau tidak tahu siapa aku, hmmm?”. Ledek Myron dengan tatapan membunuhnya “Apa kau tahu, gadis yang hampir kau bunuh itu. Adalah gadis yang sangat berarti bagiku. Kau telah membuatnya trauma. Kira-kira hukuman apa ya yang pantas untukmu”. Myron tersenyum smirk.
Srettttttttttttttttttt
“Arghhhhhhhhh”. Pria itu merintih kesakitan saat Myron menurihkan belati itu diwajahnya.
“Brengsekkkkk. Bunuh saja aku”. Pekik pria itu menatap Myron dengan benci. Darah mengalir diwajahnya.
“Hahha, membunuhmu? Tidak semudah itu”. Ejek Myron. Dia kembali menatap pria itu dengan tajam.
“Sepertinya kau memilih menderita dibanding mengatakannya?”. Ucap Myron kembali mengelus wajah pria itu dengan belati ditangannya.
“Kau benar, aku lebih memilih menderita dibanding mengatakannya”. Ucap pria itu membalas perkataan Myron. Dia tidak takut sama sekali, meski dia tahu jika Myron Mafia paling kejam yang ditakuti didunia hitam.
“Baiklah”. Myron berdiri
“Homer”.
__ADS_1
“Baik Tuan”.
Homer yang paham dengan perintah Myron, langsung membawa sebuah botol kaca yang diyakini berisi cuka asam yang mematikan. Sedikit saja tersentuh oleh kulit, cuka itu akan membuat kulit melumer hingga isi dan tulang-tulang terlihat dan ikutan rontok.
“Ini Tuan”. Homer menyerahkan botoh itu pada Myron. Yang lain bergidik ngeri, bahkan Shawn berlindung dibelakang Johannes. Shawn sangat tahu fungsi dari cuka asam itu, cuka asam yang biasa Myron lakukan untuk melarutkan senjatanya.
Myron tersenyum licik “Kau tahu ini fungsinya apa?”. Ucap Myron berjongkok “Ehem, rasanya pasti enak sekali jika kutumpahkan dikulitmu”. Ledek Myron membuka tutup botol itu.
Pria itu tampak bergetar, meski sudah siap menghadapi kematian tetap saja dia manusia biasa yang tidak tahan terhadap rasa sakit.
Tes tes tes tes tes
“Argghhhhhhhhh”.
“Argghhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhh”.
Pria itu berteriak histeris saat Myron meneteskan asam cuka itu ketangannya dan langsung saja tangannya melumer, kulit-kulitnya masak seperti direbut. Bahkan darah nya membeku bersama cairan cuka itu.
“Arghhhhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhhh”.
“Bunuh saja aku brengsekkkkkkkk”.
“Arghhhhhhhhhh”.
Myron tak berhenti meneteskan asam cuka itu dikedua tangan Myron. Tangan pria itu kembali melumer, jari-jarinya ikut masak menampilkan tulang-tulang putih yang menyeramkan.
“Ehem, bagaimana?”. Tanya Myron dia tersenyum puas saat tawanannya kesakitan
“Sampai mati pun aku takkan mengatakannya”. Pria itu tetap bersikeras mempertahankan egonya dan tak peduli dengan rasa sakit ditubuhnya.
“Baiklah”. Myron berdiri.
Byurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Dia menumpahkan seluruh isi botol itu keatas kepala pria yang sudah sekarat dari fisiknya.
“Argggggghhhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhhhhhh”.
Teriakan pria itu begitu menyedihkan, kepalanya ikut melumer, rambut-rambutnya terlepas dari kulit kepalanya. Darah membeku ditubuhnya. Daging-dagingnya ikut luruh.
__ADS_1
“Argghhhhhhhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhhhhhhh”.
Pria itu berusaha memberontak dan ingin melepaskan ikatan talinya. Namun tak bisa karena daging-dagingnya mulai berjatuhan ditanah.
Brughhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Badan pria itu luruh ketanah. Tulang-tulangnya ikut melumer bersamaan dengan daging dan kulit.
“Hoekkkkkkkkk”. Shawn tak mampu menahan mualnya, pria itu sampai muntah menyaksikan neraka langsung didepan matanya.
Sedangkan yang lain hanya bisa mematung dan kaku, mereka bisa merasakan betapa sakitnya jika terkena asam cuka itu. Bayangkan saja berapa larutan yang terkandung didalamnya, sehingga mampu menghancurkan organ tubuhnya.
Myron tersenyum puas. Dia takkan memberikan ampun pada siapa saja yang berani mengusik kehidupan orang-orang yang dia sayangi. Berani menyakiti mereka, berarti sudah menyerahkan nyawanya. Bagi Myron membunuh bukanlah hal yang sulit, dia sangat suka sekali membunuh apalagi melihat tawanannya mati tak berdaya.
“Homer, bereskan. Bakar tubuh pria itu sampai menjadi abu”. Myron menyerahkan botol itu pada Homer.
“Baik Tuan”. Sahut Homer menyambut botol yang isinya sangat mengerikan itu bagi Homer.
Saat ini mereka tengah berkumpul diruangan yang menjadi tempat mereka berdiskusi. Myron dan Zehemia selaku ketua, menjadi pemimpin dalam kumpulan mereka.
“Apa kalian sudah selidiki dalang dibalik semua ini?”. Tanya Zehemia menatap mereka. Para asissten yang mendampingi mereka tengah berjaga di Mansion mewah Ranlet Flint bersama para anggota yang juga berjaga disana.
“Sudah, tapi kami sangat sulit melacak siapa mereka”. Sahut Luke dengan laptop dipangkuannya.
“Apa Cut Silent?”. Tanya Zehekiel menimpali, dia ikut melihat layar laptop Zehekiel. Kedua pria ini memang sangat ahli IT.
“Bukan”. Sahut Luke singkat.
“Jika bukan Cut Silent siapa lagi?”. Gumam Johannes “Apa mungkin kita punya munsuh baru?”. Sambung Johannes lagi
Terdengar helaan nafas berat “Bisa jadi, sepertinya ini ada hubungannya dengan masa lalu orangtua kita”. Sahut Zehemia.
Sedangkan Myron berpikir keras. Yang ada dipikirannya hanya Zevanya dan bagaimana kondisi gadis itu sekarang. Myron juga teringat dengan apa yang Zevanya jelaskan padanya tempo lalu.
Myron berdiri, dia tak ingin memikirkan siapa dalang dibalik semuanya. Saat ini dia hanya ingin memastikan jika Zevanya baik-baik saja.
“Kembali”.
Myron langsung bergegas keluar. Semua yang ada didalam ruangan terheran-heran melihat tingkah Myron yang tidak seperti biasanya. Dalam benak bertanya-tanya ada apa dengan pria itu? Namun mereka tak ambil pusing sudah biasa jika Myron bersikap begitu.
Mereka semua kembali ke Mansion. Sedangkan markas dijaga ketat oleh para anggota yang memang ditugaskan untuk menjaga markas itu.
Bersambung.....
LoveUsomuch ❤️
__ADS_1