
SELAMAT MEMBACA.......
Zevanya keluar dari ruangannya. Dia segera meminta Zehekiel untuk mencarikan karyawan baru untuknya. Meski Zehekiel bingung dia tetap mengikuti perintah adik nya.
Zevanya masuk kedalam mobil. Herry sang supir setia sudah siap menunggu disana. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Herry sudah diperingati oleh Zehemia dan Zehekiel jika tidak boleh membawa mobil terlalu kencang.
“Kita mau kemana Nona?”. Tanya Herry melihat Zevanya melalui kaca mobil. Gadis itu asyik dengan laptop yang ada dipangkuannya.
“De Wilson Corp”.
“Baik Nona”.
Herry ingin bertanya apa yang akan dilakukan Nona Muda-nya disana. Bukankah itu perusahaan Myron yang bergerak dibidang senjata api dan perkapalan serta pembuatan pesawat terbang.
Sampai di De Wilson Corp, Herry memarkirkan mobilnya. Lalu turun dari mobil dan mengitari mobil membuka pintu penumpang untuk Nona Muda-nya.
“Terima kasih Paman”. Senyum Zevanya keluar dari mobil.
Zevanya berjalan memasuki gedung perusahaan. Tangannya meneteng tas yang diyakini isinya laptop. Tatapan mata karyawan terarah pada gadis cantik berambut indah itu. Zevanya memakai gaun selutut dengan lengan panjang sampai siku dilapisi oleh blazer yang membungkus dressnya. Rambutnya dia kuncur kuda. Dia memakai sepatu snikers yang pas dikaki jenjangnya.
“Permisi Nona, saya ingin bertemu dengan Tuan Myron”. Seru Zevanya pada seorang resepsionarist yang bertuga diperusahaan Myron.
Wanita itu menatap Zevanya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Seperti seorang juri sedang memberi penilaian pada peserta lomba.
“Maaf Nona, apa sudah membuat janji dengan Tuan Myron?”. Resepsionarist itu bertanya dengan senyuman mengejek.
Zevanya menampilkan senyum manisnya “Belum”. Jawab Zevanya jujur “Katakan saja jika aku ingin bertemu dengannya”. Sambung Zevanya lagi.
“Maaf Nona. Tuan Myron sedang bisa bertemu jika tidak membuat janji”.
Zevanya berdecak kesal. Dia tahu jika wanita didepannya ini tidak suka padanya. Zevanya tampak berpikir. Mencari cara agar dia bisa masuk.
“Nona”. Zevanya mengedipkan matanya kearah wanita itu.
Wanita itu mengerjitkan dahinya “Ada apa?”. Tanya wanita itu ketus. Dia kesal karena Zevanya tidak juga pergi-pergi dari hadapannya.
“Apa kau mengenal Grace Alexander? Desainer ternama?”.
Mata wanita itu langsung berbinar “Iya aku mengenalnya. Aku sangat menyukainya dan aku penggemarnya”. Sahut wanita itu dengan antusias “Apa kau juga mengenalnya Nona?”.
“Tentu saja. Dia sepupuku yang paling cantik”. Sahut Zevanya tersenyum sambil meronggoh ponselnya.
“Apa kau punya nomor ponselnya?”. Tanya wanita itu masih dengan wajah senang saat mendengar nama Grace Alexander
“Tentu saja. Kau mau, bahkan aku bisa memberikanmu gaun terbaru nya. Bagaimana apa kau mau?”. Tawar Zevanya “Lihatlah”. Dia menunjukkan layar ponselnya.
__ADS_1
“Aku mau. Aku mau”. Ucap wanita itu sambil mengambil ponselnya.
“Tapi ada syaratnya?”.
“Apa?”. Wanita itu menatap Zevanya dengan penuh selidik.
“Izinkan aku masuk bertemu Kak Ron. Aku akan memberitahumu semua tentang Grace Alexander”.
Wanita itu tampak berpikir. Lalu dia melihat Zevanya “Baiklah”. Tandas wanita itu.
Zevanya berjingkrak senang, karena dia berhasil masuk. Dia tahu jika untuk bertemu Myron memang tidak sembarangan. Karena pria itu tidak mau bertemu sembarangan orang apalagi seorang wanita.
Hanya bebarapa wanita saja yang bekerja diperusahaan Myron, semua nya pria. Myron tidak suka banyak wanita yang berada diperusahaannya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa bergabung
Zevanya masuk kedalam pintu lift. Senyum mengembang diwajah cantiknya. Dia memang tidak memberitahu Myron jika dia akan datang keperusahaannya.
“Nona Zevanya”.
Zevanya menoleh saat ada yang memanggil namanya.
“Kak Homer”. Senyum Zevanya.
“Apa yang anda lakukan disini Nona?”. Tanya Homer menghampiri gadis cantik itu.
“Ketemu Kak Ron”.
“Mari Nona ikut saya”.
Zevanya dan Homer masuk kedalam ruang CEO. Zevanya terkagum-kagum menatap interior ruangan Myron. Pria ini memiliki selera yang tinggi.
“Tuan”.
Myron yang tengah asyik dengan berkas ditangannya langsung menoleh kearah Homer. Senyum Myron mengembang.
“Ze”.
“Kakak”.
Zevanya masuk menyelonong melewati Homer yang mematung ditempatnya karena heran melihat kedua orang berbeda jenis itu.
Myron berdiri dari duduknya dan menyambut gadis itu dengan senyuman. Wajah yang biasanya dingin kini terlihat berseri dan hangat. Sejak kejadian penembakkan beberapa waktu lalu. Myron menjadi sangat dekat dengan Zevanya. Meski kadang Zevanya sengaja menjauh namun Myron berusaha mendekat. Hari ini dia sangat senang karena gadis ini datang menemuinya diperusahaan.
“Ayo duduk”.
“Iya Kak”.
__ADS_1
Mereka berdua duduk disoffa dengan saling tersenyum seolah baru bertemu setelah perpisahan lama.
“Homer, tolong buatkan minum untukku dan Zeze ya”. Perintah Myron
Homer terkejut mendengar suara lembut Myron yang tidak pernah dia dengar.
“Baik Tuan”. Sahut Homer berlalu dari ruangan Myron dengan perasaan heran dan juga bingung luar biasa.
“Ada apa Ze? Tumben datang kesini?”. Tanya Myron sambil menyilangkan kakinya.
“Apa aku menganggu Kakak?”. Ucap Zevanya dia mengambil laptop dalam tasnya.
“Tidak”. Senyum Myron “Kenapa?”. Timpal Myron lagi.
“Nanti kujawab Kak. Biarkan dulu aku minum”. Celetuk Zevanya. Homer datang dengan membawa nampan yang berisikan dua cangkir minuman dan beberapa cemilan.
“Iya Ze”. Myron terkekeh.
“Silahkan Tuan, Nona”. Homer meletakkan minuman dan cemilan itu diatas meja
“Terima kasih Kak”. Tangan Zevanya dengan cepat mengambil cemilan itu dan meminum teh dalam gelasnya.
Myron tersenyum melihta tingkah Zevanya yang menurutnya sangat lucu. Dia hampir frustasi saat gadis ini menjauhinya. Myron tidak tahu alasan Zevanya menjauh, padahal hanya gadis itu yang bisa berada disisinya.
“Kak, mendekat”. Perintah Zevanya. Myron menurut saja. Sedangkan Homer berdiri dan terdiam seperti manekin.
“Ada apa?”. Myron ikut menatap layar laptop Zevanya.
“Apa kau mengenal Aron Smith?”. Ucap Zevanya tanpa melihat kearah Myron.
Myron terkejut “D-dari mana kau tahu?”. Myron mendengar tak percaya. Begitu juga Homer.
“Dia ketua Mafia Black Tiger”. Sambung Zevanya “Kak, apa kau dan dia punya masalah?”. Sambung Zevanya lagi.
Myron menghela nafas berat “Dia pernah ingin merebut wilayah timur dan mengambil senjata Grandfa”. Jawab Myron
Zevanya mangut-mangut paham “Apa Kakak sudah menemukan dalang penembakkan itu?”. Tanya Zevanya lagi. Dia masih focus pada laptopnya tanpa menatap lawan bicaranya.
“Belum”. Sahut Myron “Sangat sulit menemukan identitasnya, rekaman CCTV di Mansion juga mereka blokir”. Tandas Myron.
“Kak, jika kua tahu siapa pelakunya apa yang akan kau lakukan?”. Kali ini Zevanya menatap Myron.
“Aku akan membunuhnya”. Jawab Myron enteng dia membalas tatapan Zevanya.
Zevanya kembali focus pada laptopnya. Dia jadi bimbang untuk mengatakan yang sebenarnya, takut jika pria ini benar-benar membalaskan dendam dan membunuh sepupunya, Grace. Bagaimana pun Grace adalah saudara dan sahabat Zevanya.
__ADS_1
Bersambung......
Kayhan ❤️ Kimara