Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 57. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.........


Zevanya melangkah masuk kedalam Mansion mewah itu. Wajahnya tersenyum sumringah tanpa ada yang tahu itu adalah topeng dalam menutup kesedihan nya.


"Kakak. Daddy". Pekiknya masuk.


Zehemia, Zehekiel dan Fillipo yang baru juga sampai. Berjingkrak kaget.


"Zeze". Zehemia dan Zehekiel menghampiri gadis itu lalu memeluknya dengan erat.


"Apa Zeze baik-baik saja?". Keduanya melepaskan pelukkan mereka.


Zevanya mengangguk dengan senyum. Lalu beralih pada seorang pria paruh baya yang menatapnya dengan senyum.


"Daddy". Zevanya memeluk Fillipo dengan sayang. Fillipo mengelus kepala putrinya dengan cinta. Putrinya ini bagai cahaya yang menerangi kegelapan hatinya.


Di meja makan semuanya sudah sibuk dengan makanan masing-masing. Saling bercengkrama satu sama lain. Mereka tampak bahagia dan kompak. Para anak-anak berkumpul dengan tertib. Begitu juga dengan para Ayah yang selalu tampak rapih jika makan. Kaum Ibu-ibu melayani para suami. Kecuali Fillipo yang sudah menjomblo sejak dua puluh tahun silam.


Zevanya mengambilkan makanan untuk sang Daddy tercinta. Dia tahu bahwa Daddy nya merasa kesepian ketika mengingat sang Mommy. Zevanya ingin menjadi penyembuh luka untuk Daddy-nya.


Ditempat lain....


Luke baru masuk kedalam Mansion mewah keluarga Alexander. Putra pertama Lucas dan Dea itu tampak sekali lelah. Karena aktivitas hari ini.


"Kau baru pulang Son?". Sambung Lucas pada putra nya.


"Iya Dad". Lucas bersandar di senderan soffa.


"Cepatlah mandi Son. Mommy sudah memasak makanan kesukaan mu". Suruh Dea tersenyum hangat pada putranya.


"Iya Mom". Segera Luke menurut.


Luke memang pria paling lemah lembut, sifat itu menurun dari Ayahnya. Dia juga pria yang ramah dan selalu menampilkan wajah senyumnya pada siapa saja yang berjumpa dengannya.


Dea dan Lucy menyiapkan makanan diatas meja, dibantu oleh beberapa pelayan. Meski banyak pelayan di Mansion nya, Dea tetap melakukan tugas nya sebagai seorang istri dan Ibu untuk kedua anaknya. Ibu dua anak itu ingin mengabdi pada keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Silahkan dimakan Kak". Lucy mengambilkan beberapa makanan serta lauk pauk dipiring Luke.


"Terima kasih Cycy". Celetuk Luke tertawa kecil.


"Ck, Kak kau dan Kak Zeva sama saja. Suka mengubah namaku". Protes Lucy cemberut.


Lucas dan Dea hanya bisa menggeleng menyaksikan perdebatan kedua anaknya. Sudah tak heran, mereka selalu begitu menciptakan suasana ramai.


Setelah makan, Lucas dan Luke menuju ruang kerja Luke. karena perusahaan Lucas dipimpin oleh putranya.


"Bagaimana Son?". Tanya Lucas. Mereka berdua sedang duduk diruang kerja Luke.


Luke mengotak-atik laptopnya "Aku rasa Zevanya tahu semuanya Dad". Ucap Luke


Lucas terkesiap "Maksudmu?". Lucas masih tidak mengerti dengan ucapan putranya "Apa yang Zevanya tahu?". Lucas kembali bertanya dan dia penasaran sekali


Luke mengalihkan perhatian nya pada Lucas "Zevanya tahu semua hal Dad". Sahut Luke "Aku curiga jika dia juga tahu tentang penembakkan itu dan penyerangan senjata Zehemia dan Kak Myron".


"Darimana kau bisa yakin?". Lucas tampak bingung.


Lucas tercenggang mendengar penjelasan putranya "Bagaimana bisa? Apa Zevanya juga memiliki kemampuan IT?". Cecar Lucas.


Luke mengangguk "Keahliannya melebihi aku dan Daddy. Bahkan dia bisa mengalahkan Kiel dan Paman Zaen". Sahut Luke.


"Darimana kau bisa tahu semuanya Son?". Tanya Lucas seakan tak percaya.


"Ini Dad". Lucas menunjuk layar laptopnya "Semua data ini Zevanya yang kirimkan padaku. Tapi Daddy jangan mengatakan pada siapapun. Zevanya tidak mau banyak orang tahu dan membuat munsuh curiga". Jelas Luke lagi.


Lucas mendengar tak percaya. Bagaimana mungkin putri Fillipo itu memiliki kemampuan seperti itu? Apa kemampuan Fitri melekat seratus persen pada putrinya?


Luke masih mengotak-atik laptopnya "Dad, apa aku bisa percaya padamu?". Luke menghentikan ketikkan tangannya lalu menatap Lucas.


Kening Lucas berkerut "Kenapa kau bertanya begitu? Apa yang membuatmu tidak percaya pada Daddy?". Tanya Lucas sedikit kesal.


"Dad, ini serius". Tatap Luke.

__ADS_1


Lucas mengangguk "Jangan ragu percaya pada Daddy Son". Senyum Lucas "Daddy bukan hanya sebagai Ayah untukmu. Tapi Daddy juga sahabat yang selalu siap mendengarkan ceritamu". Lucas menepuk pundak putranya.


"Terima kasih Dad". Senyum Luke.


Luke beralih pada layar laptopnya "Dad, aku dan Zevanya akan membuat senjata api. Mungkin ini sedikit berbahaya dan memerlukan waktu panjang. Tolong bantu Zevanya berbicara pada Paman Fillipo, Zehemia dan Kiel". Pinta Luke.


"Apa yang bisa Daddy lakukan Son? Memangnya Fillipo, Zehem dan Kiel tidak tahu?". Tanya Lucas semakin bingung.


Luke menggeleng "Iya Dad. Hanya aku, Dean dan Lucy yang tahu. Ini demi menyelamatkan wilayah timur". Tandas Luke.


"Baiklah, Daddy akan coba bicarakan". Sahut Lucas.


Luke kembali berkutat dengan keyboard laptop didepannya. Dia mengerjakan semua yang diperintahkan Zevanya. Entah misi apa yang sedang mereka kerjakan.


"Dad, mungkin kami akan berangkat ke Korea Utara. Jadi Daddy tolong bicara dengan Paman Mars". Pinta Luke lagi


"Daddy akan coba Son. Kau bantu saja Zevanya. Daddy mendukung mu". Seru Lucas.


"Terima kasih Dad".


"Kenapa Zehemia, Kiel dan yang lainnya tidak boleh tahu?". Lucas memincingkan matanya curiga


"Karena ini privasi Dad. Tidak sembarangan orang boleh tahu. Lucy dan Dean adalah dokter tentu mereka tahu banyak. Sedangkan aku akan membantu dalam masalah IT". Jelas Luke.


"Baiklah".


Tidak ada yang tahu apa rencana Zevanya. Gadis yang tidak diketahui kemampuan nya itu sedang merencanakan sesuatu untuk menyerang munsuh. Sebenarnya Zevanya ingin mengajak Myron, tapi dia tahu pria itu pasti akan menolak karena khawatir dan juga panik.


Luke adalah salah satu sepupu yang mengerti kemauan Zevanya. Mereka berdua adalah partner in crime yang bisa menyelesaikan misi tepat waktu. Apa saja sesuatu yang mereka kerjakan selaku berhasil sesuai keinginan.


Sedangkan Dean, juga selalu mendukung apa yang Zevanya lakukan. Oleh sebab itulah dia mempercayakan apa saja yang dilakukan Zevanya.


Sementara Lucy gadis dewasa yang bisa menjaga rahasia. Gadis lemah lembut itu memahami sifat Zevanya. Sehingga dia menjadi salah satu orang kepercayaan Zevanya.


**Bersambung.....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️**


__ADS_2