
SELAMAT MEMBACA.........
Setelah makan mereka segera membersihkan diri kekamar masing-masing. Sam dan Pedrosa kebetulan sedang berada di Jepang, karena ada beberapa proyek masalah perusahaan serta pembuatan senjata baru yang akan mereka luncurkan.
Kini Fitri, Zean, Sean dan Zaen sedang berkumpul dikamar Fitri. Mereka menonton film kartu kesukaan Fitri. Meskipun ketiga pria kembar itu tidak suka, tapi mereka berusaha tetap menonton dan menemani adik kesayangan mereka.
"Cece, kalau sudah mengantuk tidur ya". Ucap Sean sambil mengelus kepala Fitri.
Fitri tersenyum dan mengangguk.
Zean mematikan televisi dan mereka mengobrol santai disofa kamar Fitri.
"Jadi gadis jenius yang dicari Ayah itu Fitri?". Tanya Zaen tak percaya. Fitri dan Sean hanya mengangguk.
"Apa Fitri juga yang menyembunyikan identitas Fitri?". Tanya Zaen lagi.
"Iya Kak, karena Fitri tahu banyak sekali munsuh yang mencari informasi tentang Fitri". Jelas Fitri.
Sean dan Zean juga ikut tercenggang. Sean memang sudah tahu jika adiknya jenius. Tapi masalah adiknya di incar itu, sumpah Sean benar-benar tidak tahu.
"Hmmm, apa sekarang kau mau membantu Kakak, membuat senjata api?". Tanya Zaen.
Plakkkkkkkk
Zean memukul kepala Zaen dengan gemesnya. Bisa-bisanya Zaen menawarkan hal itu pada gadis kecil seperti adiknya.
"Awwww. Zean...". Pekik Zaen mengelus kepalanya.
"Kau ini! Jangan menawar kan adikmu membuat benda aneh itu". Gerutu Zean "Dia seorang perempuan tidak pantas membuat barang-barang berbahaya seperti itu". Timpal Zean lagi.
Fitri hanya tersenyum "Tidak apa-apa Kak". Sambung Fitri "Fitri akan dengan senang hati membantu Kak Zean dan Kak Zaen! Tapi dengan satu syarat". Celoteh Fitri.
"Apa?". Tanya Zean dan Zaen bersamaan. Jangan sampai adiknya itu meminta yang aneh-aneh. Cukup David saja yang selalu dibuat jantungan dengan permintaan aneh nya dan jangan mereka.
__ADS_1
Fitri mengenggam tangan Zean dan Zaen dengan tersenyum hangat. Sementara Sean hanya menyaksikan saja. Ia tidak tahu apa yang diinginkan oleh adik perempuannya itu.
"Berhenti dari dunia hitam Kak. Tinggalkan dunia Mafia dan hiduplah lebih baik". Tandas Fitri sambil menarik nafas nya "Tidak selamanya Kakak akan menjadi seorang pembunuh. Fitri tahu semua tidak mudah, tapi Fitri yakin Kakak bisa kembali ke jalan yang benar. Dunia Mafia itu kejam Kak, jujur Fitri trauma. Tapi Fitri tidak ingin menghakimi Kakak dan Ayah". Pinta Fitri.
Zean dan Zaen hanya terdiam menatap adiknya. Jujur saja mereka bingung harus menjawab apa. Sejak kecil mereka sudah terjerumus dalam dunia Mafia. Bahkan hidup mereka hampa tanpa membunuh. Bagi Zean dan Zaen membunuh bukanlah hal yang sulit. Menghilangkan nyawa orang-oranh yang berani mengusik hidupnya.
"Aku tahu semua sulit Kak. Tapi Kakak harus ingat, kematian itu hanya ditentukan oleh yang mahakuasa. Kakak tidak berhak terhadap hidup seseorang". Sambung Fitri, matanya berkaca-kaca. Sejujurnya ia bukan ingin melarang Kakak nya untuk tetap berada dalam dunia Mafia. Hanya saja ia tak ingin Kakak nya terus menerus berada dalam dunia gelap itu.
"Aku ingin setelah semua dendam dan urusan Kakak selesai, Kakak meninggalkan dunia Mafia itu". Timpal Fitri lagi.
Mata Zean berkaca-kaca "Apa Dedek, mau bantu Kakak berubah?". Harap Zean "Apa Dedek, mau membawa Kakak keluar dari dunia gelap ini dan membawa Kakak menemukan jalan terang?". Tanya Zean dengan mata berkaca-kaca. Apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan Fitri, termasuk meninggalkan dunia gelap itu.
Fitri tersenyum "Fitri akan membantu Kakak. Kak Sean juga akan bantu, iya kan Kak Sean?". Senyum Fitri
Sean mengangguk dan tersenyum "Iya Zean, Zaen aku akan membantu kalian. Berjanjilah demi Fitri". Sambung Sean sambil mengelus kepala Fitri dengan sayang.
"Apa Kakak bisa keluar Fit? Kakak sudah terjerumus sangat jauh?". Tanya Zaen sambil menunduk kan kepala.
Fitri memeluk Zaen "Kakak pasti bisa!! Ada Fitri dan Kak Sean yang selalu mendukung Kakak". Fitri melepaskan pelukannya.
Zean, Sean dan Zaen tertegun mendengar ucapan Fitri. Darimana Fitri tahu tentang hal itu?
"Ce, dari mana Cece tahu tentang kekuasan wilayah timur?". Tanya Sean tak percaya.
Fitri terkekeh "Jangan lupakan siapa Fitri Kak! Bahkan Fitri tahu apa yang Kakak lakukan diluar sana". Senyum Fitri menggoda.
Ketiga pria itu menelan salivanya kasar
"Hmm, sudahlah tidak usah dipikirkan lagi". Ucap Fitri.
"Ya sudah Cece tidur ya". Ucap Sean
Fitri mengangguk. Ketiga pria itu ikut berbaring di ranjang king size milik Fitri. Kebiasaan yang langka bagi orang yang melihatnya. Ketiga pria itu selalu begitu setiap malam, tidur saling memeluk erat.
__ADS_1
Fitri memeluk tubuh harum milik Zaen. Kakak nya yang satu ini sama dengan nya memiliki kepribadian yang cerewet dan berisik.
Setelah mendengar dengkuran halus dari mulut adiknya. Zean, Sean dan Zaen keluar dari kamar Fitri dan menuju kamar masing-masing.
Ya setiap malam mereka menidurkan Fitri. Setelah Fitri tertidur mereka akan tidur dikamar masing-masing. Gadis kecil itu sangat berarti untuk hidup mereka. Apapun akan mereka lakukan hanya untuk kebahagiaan putri kecil mereka.
Pagi menyingsing tiba. Fitri sudah terbangun pagi-pagi, ketiga Kakak nya itu selalu saja menjadi alarm terbaiknya. Membangunkannya dan menyiapkan air panas untuknya, memberi sarapan dan mengontrol obatnya. Ketiga pria kembar itu tak mengizinkan pelayan untuk mengurus keperluan adiknya, mereka ingin melayani adiknya dan menebus semua kesalahan yang hilang selama 21 tahun, yang membiarkan adiknya hidup sebatang kara.
"Ce, sarapan dulu". Ucap Sean. Kini mereka sudah duduk dimeja untuk sarapan pagi.
"Terima kasih Kak Sean". Fitri menyambut bubur yang Sean sedorkan kearah mulutnya. Setiap pagi gadis itu harus sarapan bubur dan tidak boleh yang lain, sesuai dengan perintah dari Dokter David.
"Sayang, Kak Zean dan Kak Sean akan berangkat ke kantor. Hari ini Fitri sama Kak Zaen saja ya. Jika perlu apa-apa hubungi saja Kakak". Senyum Zean menatap Fitri.
Fitri mengangguk dan mengerti. Dia dan Zaen akan memulai penyelidikannya dan mereka akan saling bekerja sama.
"Kakak hati-hati". Fitri memeluk kedua Kakaknya secara bergantian.
"Jam makan siang Kakak telpon". Zean membalas pelukkan adiknya.
"Cece, Kakak berangkat ya. Jangan nakal sama Kak Zaen. Nanti Daddy sama Ayah akan telpon". Balas Sean juga memeluk adiknya.
Fitri mengangguk dan tersenyum lalu melepaskan pelukkan Kakak nya.
"Zaen, jaga kesayangan kita dengan baik! Jangan lupa obatnya dan jangan lupa juga bawa ikat rambut kemana pun pergi". Pesan Sean pada Kakaknya.
"Tidak perlu mengingatkanku Sean". Kesal Zaen
"Sudah kalian berangkat sana". Usir Zaen ketus. Fitri hanya menggeleng kepala melihat tingkah Kakak kembarnya.
**Bersambung.........
Ikuti terus kisah mereka.....
__ADS_1
GBU....
LOVEUALL**....