Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 32. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


Zehemia tercenggang saat mendapat kabar jika adiknya pergi ke wilayah timur bersama ketua Mafia, Black Shinee yang tidak lain adalah Myron.


“Kau yakin Math?”. Tanya Zehemia tak percaya saat sang asisstennya mengatakan hal itu padanya.


“Iya Tuan. Tuan Myron yang mengatakan langsung pada Homer dan Homer menyampaikan pada saya”. Sahut Math sopan sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada Zehemia.


“Baik, kau boleh keluar”.


“Saya permisi Tuan”.


Zehemia menghembuskan nafas pelan. Dia khawatir jika Zevanya pergi ke wilayah itu. Zehemia takut jika adiknya saat melihat senjata-senjata dan robot-robot buatan Mommy-nya, akan membuat adiknya itu sedih lagi.


Zehemia memeriksa laporannya menghilangkan segala rasa takut yang menyerang nya tiba-tiba. Zehemia yakin jika Myron bisa menjaga adiknya dengan baik.


Mata Zehemia membulat saat melihat ada yang janggal dengan laporan keuangannya. Seketika rahang pria itu mengeras.


“Math”. Teriaknya pada sang asissten.


“Iya Tuan”. Math setengah berlari masuk kedalam ruangan Zehemia “Ada yang bisa saya bantu Tuan?”. Tanya Math melihat kearah Zehemia yang tampak menahan marah dan emosi


“Cari tikus yang berani bermain-main dengan ku”. Tintah Zehemia, dia melemparkan dokumen itu pada Math.


Math dengan sigap mengambilnya “Baik Tuan”. Sahut Math dia memeriksa laporan itu.


“Bawa ke Markas, langsung eksekusi jangan beri ampun”.


“Baik Tuan”.


Zehemia menyenderkan punggungnya. Sudah ada lagi munsuh yang berani menyusup masuk keperusahannya. Bahkan membobol uang perusahaan dengan nilai yang tidak sedikit. Jika terus dibiarkan munsuh akan semakin mudah masuk dan menghancurkannya.


Drt drt drt drt drt


Zehemia mengangkat telponnya.


“Iya Dad”.

__ADS_1


“Zehem sedang menyelidikinya Dad. Sepertinya munsuh memang sudah semakin dekat, bahkan bisa membobol uang perusahaan dengan nilai yang besar”. Zehemia memijit pangkal hidungnya.


“Baik Dad. Zehem akan temukan”. Sahutnya


“Iya Dad”. Setelah selesai berbicara Zehemia langsung mematikan ponselnya.


Math masuk dengan membawa laporan “Tuan saya sudah menemukan orangnya. Sudah dibawa ke markas”. Lapor Math.


“Baik Math. Kita segera ke markas”. Zehemia berdiri dari kursi kebesarannya.


Zehemia dan Math keluar dari ruangannya. Wajah dingin Zehemia membuat siapa saja yang melihatnya enggan untuk sekedar mendekat padanya. Kemiripannya dengan sang Ayah menjadikan dia salah satu pria sempurna dimata wanita. Tampan dan kaya raya, pintar sudah pasti. Keturunan dari gen yang berkualitas. Serta terlahir dari dua keluarga yang berpengaruh didunia mau pun dunia Mafia. Dia disegani oleh banyak orang, tidak ada yang berani mencari masalah dengan pria yang satu ini. Jika ada yang mencari masalah dengannya maka munsuh ini memiliki dendam yang harus terbalaskan.


Brakkkkkkkkkkkkkkkk


Seseorang menabrak Zehemia saat dia hendak melangkah masuk kedalam lift.


“Maaf Tuan”. Gadis itu bangkit dari lantai karena dia sampai terjatuh saat menabrak Zehemia yang berbadan kekar.


Zehemia menatap gadis itu dengan tajam “Apa kau tidak bisa berjalan dengan baik?”. Omel Zehemia ketus. Sudah perasaannya tidak tenang ditambah lagi dengan kemunculan gadis itu.


“Maaf Tuan saya tidak senjaga”. Gadis itu menunduk takut.


Zehemia melanjutkan langkahnya meninggalkan gadis yang masih menunduk takut. Dia tidak peduli pada gadis itu. Membuang waktunya saja.


Zehekiel baru saja keluar dari ruangannya. Setelah mendapat kabar dari asisstennya bahwa adik bungsunya sedang berada di wilayah timur bersama Kakak sepupunya Myron. Awalnya Zehekiel panic bukan main, disana berbahaya. Meski ada Arthur tetap saja wilayah itu tidak aman untuk adiknya.


Namun Zehekiel merasa tenang setelah Kakaknya, Zehemia memberi pengertian padanya. Benar apa yang dikatakan Kakak nya bahwa Myron pasti akan menjaga adik mereka dengan baik.


“Kita mau kemana Tuan?”. Tanya Tommy sambil menyetir.


“Markas”.


Zehemia sudah menghubungi adiknya untuk segera menuju Markas. Untuk bisa sampai ke Markas Black Glorified dan Lion Killer 2, mereka harus menaiki jet pribadi. Karena Markas tersebut sengaja dibuat ditengah hutan agar munsuh tidak mudah menemukan mereka. Terbukti tidak semua munsuh bisa menyerang Markas itu, selain jauh dari perkotaan Markas itu juga dilengkapi dengan system keamanan yang sulit dan tidak mau dimasuki atau diretas dengan mudah.


Sampai di Markas kedua saudara kembar itu masuk dengan wajah datar tanpa ekspresi. Kemarahan terlihat dari wajah Zehemia, bahkan wajahnya sudah memerah.


“Dimana dia?”.

__ADS_1


“Mari Tuan”.


Zehemia dan Zehekiel masuk kedalam ruang penyiksaan. Ruang neraka yang ditakuti banyak orang. Siapa saja yang berkhianat dan mencari masalah dengannya, maka tempat itu menjadi penyiksaan terakhir bagi mereka.


Zehemia menatap seorang pria paruh baya yang cukup dia kenal diperusahaannya. Zehemia menatap marah kearah pria itu.


Zehemia berjongkok menyamakan tingginya dengan pria yang terlihat sudah lebam dan babak belur karena dipukuli oleh anggotanya.


“Kau melakakukannya sendiri atau disuruh?”. Zehemia mengintimidasi


Pria itu bungkam, dia menunduk ketakutan. Apalagi tatapan Zehemia yang tidak seperti biasanya. Dia tidak tahu jika Zehemia seorang Mafia. Dia pikir Mafia hanya seorang CEO dan Boss biasa. Ternyata dia baru tahu saat dibawa dengan paksa ke Markas ini.


“Kau bisu atau memang tidak mau menjawab?”. Zehemia menyeringai licik menatap pria paruh baya itu. Dia tidak peduli itu orangtua atau siapa, jika berani mencari masalahnya dengannya berarti berani juga menanggung resiko dan akibatnya.


Zehemia berdiri. Dia tahu jika penghianat ini tidak akan mau mengatakan siapa yang menyuruhnya. Seperti ancaman yang selalu sama keluarganya akan jadi korban. Namun dalam kemafiaan Zehemia tidak mau mengancam dengan nama keluarga. Bagi Zehemia keluarga tidak punya hak menanggung dosa si pelaku.


“Math, rebus dia didalam kuali. Pastikan seluruh tubuh dan tulangnya masak. Kasih bumbu biar ada rasa, setelah itu potong-potong dan berikan pada San”.


“Baik Tuan”.


Pria itu memberontak saat Math dan Tommy memaksanya berdiri apalagi diseret menuju sebuah kawah besar dengan air mendidih diatasnya. Pria itu berteriak ketakutan, dia tidak mau mati mengenaskan dan mengerikkan seperti itu.


Math dan Tommy seakan tuli mendengar rintihan pria paruh baya yang sudah mengkhianti Tuan-nya. Math dan Tommy melempar pria itu kedalam kawah yang sudah mendidih diatas tungku.


“Arghhhhhhhhhhhhh”.


“Tolong”.


“Tolong”.


Pria itu mencebur kedalam kawah mendidih. Berusaha berenang dan keluar dari dalam kawah. Namun tetap saja bagaimana pun dia berteriak dia tidak akan bisa keluar. Tubuhnya sudah dimasak dan dia merasakan panas yang luar biasa, seluruh tubuhnya seketika masak dan tak lagi terdengar suara kesakitan dari pria itu. Dia masak bersama air mendidih didalam kawah itu. Entah berapa celcius panas yang terdapat dalam kawah itu.


Math dan Tommy mengangkat kembali pria yang didalam kawah itu, pria dengan badan kaku tak bernyawa. Darah sudah tak terlihat dari tubuh pria itu. Lalu mereka memotong-motong tubun pria itu menjadi beberap bagian, lalu menaruh bumbu seperti memasak daging dan memberikannya pada Ular Sanca, peliharaan Zean dan Zaen waktu masih muda.


Mengerikan dan mengenaskan, kematian yang terlihat begitu mudah bagi Zehemia. Jika Myron membunuh dengan tumpahan darah maka Zehemia membunuh tanpa darah. Dia tidak suka melihat darah dan tidak memakai cara itu untuk menghabisi munsuhnya


Bersambung...

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2