
SELAMAT MEMBACA...
Fitri mengerhab-ngerjabkan matanya. Fitri merasa aneh, kenapa perutnya serasa berat. Serasa ada sesuatu yang menimpa tubuh munggilnya.
Fitri membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia ternyata kedua Kakak kembarnya tengah terlelap sambil melingkarkan tangan mereka perut Fitri. Fitri tersenyum menatap kedua wajah tampan itu, yah mereka ada Sean dan Zaen. Sedangkan Zean berbaring disebelah Sean.
Pagi Fitri begitu indah, ketika membuka mata dia sungguhkan dengan wajah-wajah tampan milik Kakaknya. Betapa beruntungnya Fitri memiliki ketiga Kakak yang sungguh menyanyanginya. Jika orang yang baru melihat kemesraan mereka pasti beranggapan bahwa, mereka adalah pasangan kekasih.
Flashback on.
Setelah pembicaraan mereka diruang tamu. Mars menyuruh para tamunya untuk istirahat dikamar tamu yang sudah disediakan oleh Mars. Mars juga menyiapkan pakaian ganti untuk mereka semua, jadi tidak perlu repot jika harus meminjam baju Mars.
"Dad, Sean akan tidur dikamar Shellena saja. Takut pas bangun Shellena mencari Sean". Ucap Sean beralasan padahal dia sudah sangat merindukan adiknya itu.
"Zaen juga Dad". Timpal Zaen tak mau kalah.
"Ck, tidak bisa begitu Zaen. Kau tidurlah dikamar tamu biar aku yang menemani Shellena". Pungkah Sean tak mau kalah.
"Jika begitu aku saja ya? Bagaimana Dad, Ayah?". Sambung Sean sambil tersenyum lebar.
"Tidak". Sergah Sean dan Zaen bersamaan.
"Astaga, kalian ini". Pedrosa memijit pelipihnya "Biarkan saja Fitri tidur sendiri, kalian pasti hanya akan mengganggunya saja". Tandas Pedrosa menagahi.
"Tidak Ayah". Sahut ketiganya bersamaan. Lalu mereka saling membuang muka dan tampak sekali kompak.
"Aku yang kekasihnya saja tidak pernah tidur bersama Fitri". Ketus Fillipo.
Fillipo langsung mendapat tatapan tajam dari ketiga pria kembar yang memiliki tingkat posesif sangat tinggi itu.
"Apa kau mau kucoret dalam daftar calon adik Ipar, Tuan Fillipo yang terhormat?". Zaen memincingkan matanya sambil melipat kedua tangan didada.
Fillipo bergidik ngeri "Ancamanmu membuatku takut saja Zaen. Aku hanya bercanda". Jawab Fillipo cenggegesan.
Sam dan Pedrosa geleng-geleng kepala. Ketika belum menemukan Fitri keempat pria tampan itu seperti orang gila yang habis obat, mereka tidak bisa makan dan tidur tenang terus saja mencari keberadaan adiknya.
"Ya, sudah kalian temanin adik kalian. Tapi ganti baju dulu dikamar yang sudah disediakan Mars". Sam menagahi daripada berdebat tengah malam.
"Terima kasih Dad". Jawab ketiganya kompak dengan wajah ceria.
Fillipo terlihat kesal, apalagi saat Zaen menjulurkan lidahnya dan mengolok dirinya. Membuat Fillipo ingin mencabik wajah Zaen.
"Tunggu saja nanti kalau aku sudah menikah dengan Fitri, takkan kubiarkan tikus-tikus seperti kalian menyentuhnya". Batin Fillipo kesal
Mars dan Arthur sampai dibuat tercengang dengan perdebatan aneh mereka. Pantas saja Fitri terlihat sangat manja, bahkan makan saja harus disuapi oleh ketiga Kakaknya.
__ADS_1
Mars mengerti, mengapa Sean, Zean dan Zaen sangat menyanyangi Fitri. Karena Fitri memang gadis unik dan langka. Mars saja sampai terpesona dengan gadis jenius tersebut, selain unik dia juga menyenangkan dan yang pasti sangat menggemaskan.
Dhanny dan Lucas hanya bisa menghembuskan nafas berat menyaksikan perdebatan tak berunfaedah keempat pria yang seusia dengan mereka itu. Sudah tak heran karena hampir setiap hari jika berbicara tentang Fitri keempatnya tak ada yang mau mengalah.
Sean, Zean dan Zaen membersihkan diri dikamar masing-masing yang diperuntukkan untuk mereka.
Mereka masuk kedalam kamar Fitri, dengan piyama tidur yang melekat dibadan kekar mereka. Piyama dengan warna dan model yang sama. Benar-benar kompak.
"Aku yang akan memeluk Fitri". Zaen sudah berbaring dengan pelan disamping.
"Cih, tidak bisa begitu Zaen". Sean tak terima "Aku yang harus disampingnya, Shellena tidak bisa tidur jika tidak kupeluk". Sean beralasan.
"Alasanmu saja". Cibir Zaen.
"Ck, kalian berdua ini". Gerutu Zean "Baiklah, kalian berdua yang memeluknya. Besok pagi biar aku yang menyuapinya. Bagaimana?". Tawar Zean sambil duduk dipinggir ranjang tidur.
Sean dan Zaen tampak berpikir, sejenak keduanya terdiam "Baiklah". Jawab Sean dan Zaen kompak.
Lalu mereka berbaring dengan pelan disamping Fitri. Sean sebelah kanan dan Zaen sebelah kiri Fitri. Sedangkan Zean disamping Zaen, sebenarnya hatinya sudah mengumpat dan mengerutu karena kesal karena kalah oleh kedua kembarannya.
"Good night Ce". Sean mengecup kening Fitri.
"Good night sayang". Disusul oleh Zaen.
"Sweet dreams, kesayangan Kak Zean". Zean juga ikut terbangun dan mencium kening Fitri.
Flashback Off.
Fitri tersenyum mengelus wajah kedua Kakak tampannya.
"Selamat pagi Ce". Sean langsung membuka matanya saat merasakan sentuhan Fitri diwajahnya.
"Selamat pagi Dedek sayang". Sambung Zean juga langsung terbangun dan duduk.
"Selamat pagi sayangnya Kakak". Disusul oleh Zaen.
Fitri terkekeh, bangun saja ketiga orang itu sangat kompak. Bahkan wajah bantal mereka terlihat begitu tampan dan menggemaskan.
"Pagi juga Kakak-kakak ku". Balas Fitri.
Fitri duduk dan dibantu oleh Sean. Fitri tersenyum menatap ketiga orang yang tersenyum kearah nya.
"Doa yuk". Ajak Fitri "Sini Kak tangannya". Mereka saling berpegang tangan. Meskipun bingung dan bertanya-tanya tapi Sean, Zean dan Zaen tetap mengikuti ucapan Fitri.
"Selamat pagi Bapa, terima kasih untuk nafas hidup yang boleh kami rasakan pagi ini. Amin". Ucap Fitri
__ADS_1
"Amin". Diikuti oleh Sean, Zean dan Zaen mengamini doa Fitri. Sesungguhnya ini kalo pertama mereka berdoa saat bangun tidur.
"Ya, sudah Kak Sean siapkan air panas buat Cece nya. Setelah ini Cece langsung mandi". Ucap Sean beranjak dari tempat tidur.
"Iya sayang, biar Kak Zaen yang siapkan baju mu". Zaen juga turun dari tempat tidur.
"Sini, biar Kak Zean gendong ke kamar mandi". Zean merentangkan tangannya.
Fitri tersenyum, seperti anak kecil yang patuh pada ucapan orangtuanya. Fitri menyambut uluran tangan Zean dan Zean mengendong Fitri ala bridal style, benar-benar terlihat romantis.
Setelah mereka menyelesaikan tugas masing-masing. Sean, Zean dan Zaen masuk kekamar mereka untuk membersihkan diri.
Fitri keluar dari kamar mandi. Fitri sudah sering melarang ketiga Kakak nya untuk tidak menyiapkan semua keperluannya. Namun, ocehan Fitri bagai angin lewat yang tak mereka hiraukan. Mereka ingin membuat Fitri merasa disayangi oleh ketiga nya, meskipun terlihat berlebihan tapi begitulah cara menunjukkan cinta, tidak hanya lewat ungkapan terkadang tindakkan lebih menyakinkan.
Fitri merasakan dadanya sesak, dan hidungnya juga berdarah. Fitri menyeka darah dihidungnya dengan tissue dan meminum obat yang sempat Mars siapkan untuknya.
Fitri terkejut saat melihat lantai kamar mandi dimana rambutnya berserakan dan sangat banyak.
"Ya Tuhan". Fitri menutup kedua mulutnya untuk menahan tangis yang ingin pecah "Tidak Fit. Kau tidak boleh menangi, harus kuat. Jangan buat mereka bersedih". Dia berusaha menguatkan hati dan fisiknya.
Fitri memakai baju yang disiapkan oleh Zaen. Baju kodok berwarna peach dengan bahu yang terekspos dan panjang sampai mata kaki. Baju tersebut terlihat pas ditubuh munggilnya.
Fitri mengucir rambutnya asal, tak lupa dia memakai bedak tipis serta lipstik berwarna pink tua agar wajahnya tak terlihat pucat. Jangan sampai mereka menyadari tentang penyakitnya.
**Bersambung.....
Hallo para readers ku tersayang. Khusus menjelang episode akhir tidak lagi ada Actionnya ya, karena semua munsuh sudah ditumpas habis.
Mars dan Arthur memilih damai, sedangkan Dhanny memilih ikhlas dan berjanji untuk melepaskan Fitri.........
Apakah Dhanny akan menemukan cinta sejati?
Yuk ikuti terus ya. Author akan kasih pasangan sejati untuk Dhanny.
Author juga siapkan pasangan untuk Sean, Zean dan Zaen. Siapakah mereka??
Terkhusus untuk Mars akan ada kejutan buat dia, apakah kejutannya?
Arthur mungkin akan menjomblo, karena prian yang satu ini anti wanita. Bukan impoten lho ya, atau suka sesama jenis hanya saja dia memutuskan untuk tidak jatuh hati, karena dia pernah jatuh hati, ehh malah ketiban tanggaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Yang udah gak sabar sampai episode akhir jangan lupa tinggalkan jejak kaki kalian disini, biar tambah semangat buat author....
Thanks all....
GBU...
__ADS_1
LoveUall**.......