
SELAMAT MEMBACA.....
"Dok jantung pasien melemah".
"Percepat tekanannya". Suruh Dean.
Saat ini mereka sedang berada diruang rawat inap Grabielle. Grabielle tiba-tiba kejang-kejang dan kritis.
Diluar ruangan. Zean memeluk Luna dan berusaha menenangkan istrinya. Sedangkan Aron memeluk Grace, istrinya yang tengah hamil besar itu tidak boleh stress dan banyak berpikir.
Zevanya mondar-mandir seperti setrikaan sedang berpikir.
"Triple L kemana sih?". Protes gadis itu.
"Sayang, duduklah". Tegur Fillipo pada putrinya.
"Tidak Dad. Aku sedang menunggu Triple L". Sahut Zevanya tersenyum sambil mondar-mandir didepan pintu ruangan Grabielle.
Myron tersenyum gemes. Ditengah kepanikan Zevanya masih sempat bertingkah lucu seperti itu.
Zehemia sedang mengurus masalah perusahaan. Begitu juga dengan Zehekiel. Luke dan Johannes juga sedang menyelesaikan masalah Markas. Sedangkan Shawn mempersiapkan pernikahan Shawn dan Deva bersama Dave dan Arata.
"Sabar ya sayang. Bielle pasti baik-baik saja". Ucap Zean berusaha menenangkan putranya.
"Nona".
Yang ditunggu dari tadi akhirnya datang. Ketiga Mutan itu menghampiri Zevanya.
"Kalian kemana saja sihhh?". Gerutu Zevanya.
"Maaf Nona". Jawab Louis menunduk merasa bersalah.
"Ini Nona". Liam menyerahkan sebotol kecil berisi air berwarna merah.
"Baik. Terima kasih".
Tanpa izin. Zevanya menyelonong masuk kedalam ruangan Grabielle. Melihat Zevanya masuk, Myron ikut masuk. Dia panik dan penasaran apa yang akan dilakukan oleh gadis itu.
Disana tampak Dean, Kenzie dan Lucy sedang berjuang menyelamatkan Grabielle.
"Kak Zeva". Lucy terhenti saat melihat Zevanya masuk diikuti oleh Myron.
Kenzie dan Dean juga melihat kearah dua orang itu.
"Nya".
"Ze".
Zevanya cenggegesan. Dia menganggu orang bekerja. Sedangkan Myron menghela nafas panjang.
"Dean, bolehkah ku pinjam jarum suntikmu". Pinta Zevanya.
"Untuk apa? Ini bahaya". Seru Dean tak habis pikir.
"Ck, berikan saja padaku Dean. Walau pun aku bukan dokter. Tapi aku lebih jenius dari dokter". Ujar Zevanya dengan nada sombongnya sambil mengambil jarum suntik dari tangan Dean.
Beberapa perawat hanya tercenggang melihat keberanian Zevanya.
"Kalain menyingkirkan lah. Biar aku yang bangunkan".
Kenzie, Dean dan Lucy hanya menurut saja lalu menyingkir. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Zevanya.
Zevanya menyuntikkan jarum itu ke urat nadi Grabielle. Karena racun dan virus yang bersarang ditubuh Grabielle sudah masuk kedalam syaraf.
Zevanya menutup kembali jarum suntik itu. Lalu dia mempercepat aliran infuse serta beberapa aliran darah. Para dokter dan perawat hanya menonton begitu juga dengan Myron.
__ADS_1
"Gebe bangunlah. Apa kau tidak rindu berdebat dengan Kakak mu yang cantik ini". Celetuk Zevanya menekan-nekan hidung Grabielle "Ck, hidungmu pesek sekali Gebe. Coba lihat punya Kakak, mancung dan panjang". Ujarnya sambil terkekeh.
Selang lima menit kemudian. Detak jantung Grabielle normal kembali. Jari-jari nya mulai bergerak dan perlahan matanya terbuka.
"Bielle".
Mereka semua menatap tak percaya
Zevanya tersenyum hangat. Tak sia-sia ilmu yang dia pelajari dalam membuat penawar racun.
"Gebe".
Mata Grabielle terbuka sempurna. Dia menatap langit-langit ruangan yang terasa asing untuknya. Hingga tatapannya tertuju pada seorang gadis yang tengah tersenyum manis padanya. Gadis yang cukup dia kenal dan bahkan sangat dia kenal.
"Hai Gebe. Kau masih ingat pada Kakak?". Tanya Zevanya tersenyum halus "Hitung ini berapa?". Zevanya menampilkan jari tangannya.
"Lima". Lirih Grabielle.
"Salah". Sahut Zevanya.
"Bagaimana bisa salah?". Tanya Grabielle dengan lirihan pelan sambil menahan sakit dibagian tubuhnya
"Ini empat. Karena yang satunya aku sembunyikan".
"Ckkkk".
Zevanya tertawa lebar. Sungguh asyik membuat adik sepupunya itu kesal.
"Kak Zeva".
"Gebe".
Zevanya memeluk Grabielle. Dia merindukan sepupunya ini. Sudah lama mereka berpisah dan akhirnya Grabielle terbangun.
"Ku kira kau takkan bangun-bangun lagi". Zevanya mengusap air matanya.
"Apa aku berkata begitu?". Ujar Zevanya.
"Bielle".
"Lucy. Dean. Kak Myron". Senyum Grabielle
Myron tersenyum lembut. Dia juga merindukan sepupunya itu. Grabielle sama dengan Zevanya yang selalu bisa menghidupkan suasana tegang.
"Gebe. Coba bangun dan berdiri".
"Jangan. Dia belum pulih". Cegah Lucy, Dean dan Kenzie bersamaan.
"Ck, percaya padaku. Ayo bangun Gebe".
Akhirnya Grabielle turun dari ranjang dengan pelan. Benar saja dia langsung bisa berjalan dan tubuhnya tidak sakit lagi.
"Coba melompat Gebe".
Grabielle melompat. Bahkan melompat berkali-kali dengan semangat.
"Yesss berhasil". Senyum Zevanya.
Kenzie, Dean, Lucy dan Myron menatap tak percaya. Bagaimana mungkin Grabielle bisa berjalan. Padahal Grabielle sudah diponis lumpuh karena racun yang menyebar dalam tubuhnya.
"Apa sakit Gebe?". Grabielle menggeleng
"Tidak Kak". Sahut Grabielle dengan senyum senang.
"Bielle". Luna, Zean dan Grace masuk kedalam ruangan Grabielle.
__ADS_1
"Dad. Mom. Kakak". Grabielle memeluk ketiga orang itu. Mereka semua masuk kedalam ruangan Grabielle.
"Ze". Myron mengelus rambut panjang Zevanya dan merangkul tubuh gadisnya itu.
"Kak". Zevanya tersenyum simpul.
"Sayang". Fillipo menghela nafas menghampiri putrinya "Kau baik-baik saja kan?". Zevanya mengangguk.
Suara haru dan tangisan bahagia terdengar diruang rawat Grabielle. Kebahagiaan menyelimuti hati Zean. Meski sempat hancur namun kini Zean belajar menerima takdir hidupnya dan kedua buah hatinya.
.
.
.
Zehemia menatap gadis yang tengah membawa banyak berkas kedalam ruangannya. Senyumnya mengembang ketika melihat keringat membasahi wajah cantik gadis itu.
"Sini, biar aku bantu". Zehemia mengambil berkas itu dari tangan sang gadis.
"Jangan Tuan". Namun terlambat Zehemia sudah mengambil berkas itu dari tangan sang gadis.
"Aaaaaaaaaaaaaaa".
Tidak sengaja kaki gadis itu tersandung hingga dia terjatuh diatas Zehemia.
Deg
Deg
Deg
Jantung Zehemia dan gadis itu berdegup kencang. Bahkan tanpa sadar bibir keduanya saling bertemu dalam keadaan intim sekali.
"Maaf Tuan". Gadis bernama Eidra itu langsung berdiri dan menahan gugupnya.
"Tidak apa-apa". Sahut Zehemia bangkit berdiri sambil memperbaiki jas nya padahal sudah menahan gugup.
"Permisi Tuan".
Namun Zehemia menarik hadis itu hingga jatuh kedalam pelukkannya.
"T-tuannn". Gadis itu terkejut bukan main.
Zehemia tersenyum simpul. Gadis ini mengingatkannya pada adiknya Zevanya. Karena Zevanya pernah menolong gadis ini.
"T-tuannn kenapa?". Tanya sang gadis gugup.
Zehemia mengelus wajah gadis itu. Tanpa permisi dia mengecup bibir gadis itu yang terlihat menggoda. Sang gadis terkejut bukan main matanya membulat sempurna.
"T-tuannnn". Gadis itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Zehemia.
"Menikahlah denganku". Ujar Zehemia masih memeluk gadis ini dengan posesif.
"Menikah?". Ulang sang gadis.
"Aku menyukai mu. Jadi menikahlah denganku". Pinta Zehemia sekali lagi.
"Tapi...........".
"Aku tidak menerima penolakkan". Potong Zehemia melepaskan pelukan sang gadis "Bersiaplah. Aku akan segera mengurus pernikahan kita".
Gadis itu mendengar tak percaya. Bagaimana mungkin Boss dingin itu melamar nya dan mengatakan menyukainya? Apa dia sedang bermimpi? Atau meningau? Pikir gadis itu.
**Bersambung....
__ADS_1
LoveUsomuch ❤️**