Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 48


__ADS_3

“ sudahlah kenapa kalian malah bergosip, ayo kembali bekerja”. Cegah yang satunya. Mereka kembali ke meja masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka.


Didalam lift. Sean masih saja menggenggam tangan adiknya tanpa ada niat untuk melepaskannya. Seakan Sean takut akan kehilangan lagi jika dia melepaskan tangan Fitri.


“ Kakak???”. Panggil Fitri


“ Iya Ce, kenapa? Hmmmm”. Tanya Sean sambil kembali menoel hidung adiknya itu.


“ Kak Sean jangan terlalu dingin, kalau ada yang menyapa setidaknya Kak Sean membalas”. Ucap Fitri dengan wajah cemberut nya. Sean memperhatikan wajah kesal Fitri dan itu terlihat begitu menggemaskan.


“ Hehe.. maafkan Kakak, itu memang sifat kakak”. Sahut Sean sambil mengacak rambut Fitri


“ Ihhhhhsssss, tidak boleh seperti itu kak. Akan sangat sulit jika ada wanita yang ingin mendekati kakak nantinya”. Ucap Fitri lagi.


“ Ce, kakak tidak butuh wanita lagi. Bagi kakak Cece dan Daddy adalah segalanya”. Senyum Sean sambil merangkul adiknya itu.


“ Uhhhh. Tidak boleh seperti itu Kak. Fitri tidak akan selamanya dengan Kak Sean. Suatu hari nanti Fitri juga akan memiliki kehidupan sendiri”. jelas Fitri. Sean terdiam mendengar penjelasan adiknya.


“ Kakak harus belajar jatuh cinta. Fitri yakin suatu hari nanti Kakak akan bertemu cinta sejati Kakak”. Senyum Fitri sambil mendongrakkan kepalanya memandang wajah tampan Sean.


“ Terima kasih sayang”. Senyum Sean menoel hidung Fitri.


Ting pintu lift terbuka. Sean dan Fitri pun keluar dan berjalan menuju ruang CEO


“ Selamat pagi Tuan”. Sapa asissten Sean.


“ Pagi.. Ce perkenalkan ini Boy assisten pribadi Kakak. Jika kau butuh sesuatu minta tolonglah padanya”. Ucap Sean memperkenalkan Boy.


“ Saya Boy Nona. Siap membantu anda kapan saja”. Senyum Boy.


“ Ahhh baiklah Kak Boy. Perkenalkan aku Fitri. Adik nya Tuan tampan disebelahku, jangan lupakan wajahku yang cantik dan imut ini yaaaa”. Ucap Fitri sambil berjabat tangan dengan Boy. Sean hanya terkekeh.


“ Tuan tersenyum”. Batin Boy


“ Panggil saja Boy Nona, karena anda majikkan saya tidak perlu memanggil dengan sebutan kakak itu terlalu sopan untuk saya”. Ucap Boy merendah


“ Aisshhh kau ini. Kau itu lebih tua dariku jadi wajar aku memanggilmu kakak, sama seperti aku memanggil Kak Sean”. Celoteh Fitri dengan wajah cemberutnya. Sean hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“ Maaf Nona, saya merasa tidak nyaman karena anda majikkan saya”. Sahut Boy lagi


“ Sudahlah Boy, tidak apa-apa dia memanggil mu dengan sebutan kakak. Kau tahu kalau kau tidak mengikuti keinganannya maka dia tidak akan berhenti berbicara, hehhe”. Ucap Sean menggoda Fitri. Boy hanya terngangga tidak pernah Tuan nya berbicara sepanjang ini padanya jika bukan sesuatu yang penting


“ Isshhhh, pasti Kak Sean mau bilang aku bawel ‘kan?”. Sanggah Fitri mengerucutkan bibirnya.


“ Hahhaha… Kakak tidak bicara seperti itu. Pikiranmu saja yang sudah sampai kesana”. Ucap Sean tak mau kalah. Boy yang menyaksikan perdebatan mereka sungguh sangat terharu, baru kali ini dia melihat Sean tertawa lepas seperti itu setelah puluhan tahun senyum itu menghilang.


“ Baiklah, ayo kita masuk”. Ajak Sean pada Fitri dan masih setia mengandeng tangan Fitri sambil tersenyum lebar.


Masuk kedalam ruangan Sean atau ruang CEO. Fitri terpukau melihat ruangan mewah Sean.


“ Kak Sean, ini ruang kerja apa istana?? Bagus sekali kak!!!”. Celoteh Fitri sambil melihat-lihat ruangan itu menyelidiki setiap inci yang ada diruangan itu.


“ Hehehe, Ce, Ce ini ruang kerja Ce. Kakak sengaja buat ruangan yang bagus, biar betah kerjanya. Apalagi ditemanin sama Cece”. Goda Sean sambil mencubit pipi Fitri dan menariknya dengan gemas nya.


“ Ihhhsss,, Kak Sean kebiasaan. Merah kan tuhhh pipi aku”. Kesal Fitri sambil mengelus pipinya yang terasa melar dan merah


“ Iya, iya Kakak minta maaf. Ya sudah ayo duduk”. Ajak Sean memapah Fitri duduk disofa yang ada diruangan mewah itu.


“ Siap pak komandan”. Ucap Fitri sambil memberi hormat pada Sean dengan gaya seperti upacara bendera


Sean melanjutkan pekerjaannya dengan serius dan menatap layar laptopnya tak berkedip sedikitpun tangannya malah focus menekan setiap tombol dilaptop yang bermerek apel digigit itu.


Fitri memperhatikan ruangan Sean sambil menerawang ruangan kerja sang kakak dengan antusias


Tok tok pintu diketuk oleh seseorang dari luar


“ Masuk”. Suruh Sean. Masuklah seorang wanita cantik yang berpakaian formal yang tidak lain adalah sekretaris Sean.


“ Permisi Tuan. Tiga puluh menit lagi kita akan meeting dengan perusahaan De Wilson Corp. semua data yang tuan butuhkan sudah saya siapkan”. Ucap sang sekretaris sambil menyerahkan beberapa dokumen yang dia bawa.


“ Baik terima kasih”. Ucap Sean masih serius melihat layar laptopnya.


“ Hai kakak cantik”. Sapa Fitri pada sekretaris Sean


“ Siapa wanita ini??”. Batin sang sekretaris melihat Fitri

__ADS_1


“ Hai juga Nona”. Sapa sekretaris itu.


“ Perkenalkan aku Fitri adiknya Tuan tampan yang paling imut dan cantik sejagat raya”. Fitri mengulurkan tangannya kearah sekretaris tersebut. Sekretaris itu tersenyum


“ Sejak kapan Tuan Sean punya adik?”. Batin sekretaris itu


“ Merry, Nona”. Senyum Merry menyambut tangan Fitri.


“ Hai Kak Merry. Jangan panggil aku Nona ya. Harus panggil aku Fitri”. Senyum Fitri tak mau kalah.


“ Maaf Nona”. Ucap Merry menunduk


“ Cece, jangan ganggu Merry dia harus kembali bekerja”. Tegur Sean


“ Aisshhhh, Kakak tidak seru”. Cemberut Fitri. Merry tertawa melihat ekspresi Fitri.


“ Ya sudah Nona. Saya kembali keruangan dulu”. Pamit Merry.


“ Baiklah Kak Merry. Kapan-kapan kita mengobrol yaaa”. Senyum Fitri.


“ Baik Nona”. Sopan Merry, lalu keluar dari ruangan CEO.


Fitri memperhatikan Sean yang tampak masih serius dengan pekerjaannya. Fitri mendekati sang kakak.


“ Pekerjaan Kakak banyak yaaa?”. Tanya Fitri penasaran


“ Iya sayang. Apalagi ini kerja sama dengan perusahaaan De Wilson, perusahaan terbesar nomor dua didunia”. Sahut Sean tapi tangannya masih serius.


“ Hmmm, apa yang bisa Fitri bantu kak?”. Tawar Fitri.


“ Sudah tidak ada. Kamu cukup duduk dan diam”. Senyum Sean masih sempat mengelus lembut rambut Fitri. Sean kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum meeting nya tiba, jadi Sean menghabiskan waktu yang ada untuk menyelesaikan data yang dia butuhkan.


Jam meeting pun tiba, Sean segera menyiapkan data-data yang dia butuhkan.


“ Ce, Kakak ada meeting Cece mau ikut atau menunggu disini?”. Tanya Sean


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2