
Didalam kamar mewah bak hotel bintang lima, seorang gadis yang manis tertidur pulas dengan beberapa selang mengalir dibagian tubuhnya. Serta dentingan monitor alat pendetak jantung yang berbunyi menandakan jika pemiliknya masih belum bangun. Gadis itu tampak tidur dengan damai, meski mulutnya terbuka saat alat pernafasan dimasukkan dan beberapa selang juga didalam hidungnya. Tak ada niat untuknya bangun hanya untuk sekilas melihat keadaan dunia atau sekedar bertanya kabar. Wajah pucat itu tetap terlihat cantik meskipun tampil tanpa darah dan mayat hidup namun tak menghiraukan untuk dirinya segera bangun. Kamar mewah itu memiki dua kasur berukuran king size dua kali lipat, interior warna perpaduan antara biru laut dan warna putih alami menjadikan langit-langit kamar tampak seperti awan, siapapun yang masuk dalam kamar itu pasti ingin berlama-lama hanya untuk sekedar menikmati keindahannya.
Seorang pria paruh baya tampak duduk disofa yang tersedia dikamar itu, sesekali dia menatap wajah sayu gadis itu, entahlah ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan kala melihat gadis itu, ikatan batin yang sangat kuat. Pria paruh baya itu berusaha menepis perasaan anehnya kala melihat gadis itu. Tapi dia sendiri tidak bisa menolak kehangatan dalam hatinya saat menatap wajah gadis manis itu.
“ Shellena”. Lirihnya. Butiran bening berjatuhan diwajah tampan yang sudah hampir keriput itu. Sesekali dia membuka kacamatanya, menyeka air mata yang berjatuhan dipipinya
“ Maafkan Daddy”. Isak tangis terdengar dalam ruangan itu. Sudah hampir dua bulan gadis itu koma dan tak ada niat untuk bangun atau sekedar menyapa keadaan dunia.
Pria paruh baya itu menghampiri gadis yang terbaring tak berdaya itu, dia mengambil tangan gadis itu lalu mengecup punggung tangannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“ Cepat bangun sayang, Daddy merindukanmu!!”. Lirih pria itu butiran bening kembali jatuh dipipi keriputnya. Hatinya begitu perih ketika melihat gadis munggil itu terlelap tanpa ada niat untuk membuka matanya
“ Daddy akan menjagamu dan menebus semua kesalahan Daddy”. Lirik pria paruh baya itu
“ Bangunlah!! Lihat Daddy mu sekarang. Maafkan Daddy”. Ucap pria paruh baya itu lagi.
Lama pria paruh baya itu mengenggam tangan gadis itu, ditangan sebelah kirinya sebuah amplop yang sedari tadi dia pegang, hasil test DNA yang mengatakan bahwa 100% gadis itu adalah putri kandungnya yang dia cari selama 21 tahun ini. Bahkan ia hampir menghabiskan masa tuanya hanya untuk mencari putrinya itu
“ Daddy, ingin mendengar suaramu”. Lirih pria paruh baya itu lagi
Jari lentik itu seketika bergerak, bulu mata yang sejak dua bulan lalu hanya diam sekarang mulai menunjukkan kejapannya.
“ David, segera ke ruangan Shellena dia sudah sadar”. Ucap pria paruh baya itu menelpon dengan wajah raut bahagia, akhirnya putri tidur nya sudah kembali sadar
“ Bagaiamana keadaannya?”. Tanya pria paruh baya itu pada dokter yang baru selesai memerika gadis itu
__ADS_1
“ Kondisinya sudah mulai membaik. Aku akan melepaskan semua selang-selang dalam tubuhnya. Terus lah ajak dia berbicara supaya dia bisa mengingat semuanya”. Ucap sang dokter
“ Baik David”. Tandas pria paruh baya itu dengan senyum menggembang diwajah nya yang sudah mulai keriput
Setelah dokter melepas semua selang yang menempel ditubuh gadis itu.
“ Jika ada sesuatu segera hubungi aku”. Ucap sang dokter sebelum keluar meninggalkan ruangan gadis itu.
“ Baik Vid”. Ujar pria paruh baya itu.
Gadis itu membuka matanya, melihat sekelilingnya dan didalam ruangan yang berbeda yang sangat asing dan yang pasti bukan kamarnya. Matanya melekat kala menatap seorang pria paruh baya yang tersenyum manis kearahnya, senyum yang hangat dan begitu meneduhkan hatinya. Dia berusaha mengumpulkan semua ingatan dan kekuatannya, dan dia mencoba untuk duduk walau seluruh tubuhnya terasa remuk
“ Aku dimana?”. Tanyanya sambil memegang perutnya yang begitu terasa perih, serasa ada luka yang dalam diperutnya.
“ Tuan siapa?”. Tanyanya pada pria paruh baya yang duduk disampingnya
“ Apa yang terjadi padaku Tuan?”. Tanyanya sambil masih memegang perutnya yang sakit
Flashback on
Sam baru saja sampai kebandara Internasional Jerman, setelah melakukan beberapa penelitian untuk proyek yang akan dijalaninya akhirnya dia memilih untuk kembali ke Amerika. Mengingat dirinya seorang professor tentu akan banyak hal yang harus dia lakukan untuk penelitiannya. Sampai dibandara Internasional, dia langsung mendaftarkan diri untuk tiket pesawat yang dia beli beberapa hari yang lalu, sebenarnya bisa saja menggunakan Jet pribadi miliknya, tapi Sam lebih memilih untuk memakai pesawat umum saja.
Setelah check in, dia segera masuk kedalam pesawat kelas VIP sesuai dengan tiket yang ia pesan. Dua puluh jam perjalanan antara Jerman Amerika, akhirnya dia bernafas lega ketika bisa sampai ke Amerika.
“ Siapa gadis ini?”. Tanya nya saat melihat seorang gadis yang masih tertidur pulas, ada sabuk pengaman yang melingkar ditubuhnya. Wajahnya pucat tanpa darah. Sam mendekati gadis itu dan mencoba membangunkannya karena sebentar lagi pesawat akan mendarat.
__ADS_1
“ Ya Tuhan”. Betapa terkejutnya Sam saat mendapati tubuh dingin gadis itu, detak jantungnya sangat lemah, ditambah bajunya yang berlumuran darah dibagian perut dan gadis itu juga masih menggunakan baju dari sebuah rumah sakit Helions Park Leipzig Wilmar Jerman. Pria paruh baya itu langsung melepas sabuk pegaman dari tubuh gadis itu, dia menangkat tubuh gadis itu dan pesawat pun mendarat ke Bandara Internasional Amerika. Setelah beberapa saat sesuai arahan krue pesawat, pria paruh baya itu bergegas dengan cepat mengendong gadis yang sudah sekarat itu, dengan cepat dia menghubungi anak buahnya untuk segera menjemput dibandara.
Setelah mobil jemputan tiba, pria itu langsung berlari dengan kencang dan membawa gadis itu dengan buru-buru dan wajah panic serta khawatir.
“ Cepat jalankan mobilnya”. Bentak nya pada sang supir
“ Baik Tuan”. Sahut sang supir. Mobil mewah buatan Rusia itu pun membelah jalan Amerika dan langsung menuju Rumah Sakit John Hoplinks Hospital, Baltimore. Salah satu rumah sakit terbesar di Amerika Serikat yang tidak lain adalah miliknya sendiri .
Sampai dirumah sakit Sam langsung turun dan membawanya ke ruangan UGD
“ David tolong selamatkan dia”. Ujar Sam dengan wajah panicnya
“ Baiklah, kau tunggulah disini”. Sahut Dokter David langsung masuk kedalam ruangan pemeriksaaan dan melihat kondisi gadis itu
“ Kenapa perasaanku begini? Aku merasakan ingatan batin yang sangat kuat dengan gadis itu. Siapa sebenarnya gadis itu?”. Gumam Sam sambil mengusap wajah frustasinya.
Drt drt ponselnya berbunyi. Sam langsung meraihnya dan dilihat dari layar ponselnya bahwa putranya menelpon
“ Iya Sean?”. Sahut Sam
“ Apa Daddy, sudah kembali ke Amerika?”. Tanya suara diseberang sana
“ Iya Daddy sudah sampai”. Ucap Sam
“ Daddy jaga diri baik-baik. Aku masih disini, mungkin selama tiga bulan sampai proyek ini selesai”. Ucap suara dalam telpon
__ADS_1
“ Iya Sean hati-hati. Jika ada apa-apa hubungi Daddy”. Ucap Sam lagi
“ Baik Dad”. Ucap nya didalam telpon. Setelah lama berbincang dengan putra nya Sam pun mengakhiri panggilannya. Dirinya masih menunggu kabar dari gadis yang dibawanya tadi.