
SELAMAT MEMBACA.....
Diruang sebuah lab tampak enam orang berbeda gender. Tiga wanita cantik, satu diantaranya masih gadis. Tiga pria tampan satu diantara nya sudah berusia bahkan sudah memiliki dua putra berusia 30 tahun.
"Apa yang akan kita lakukan?". Tanya David bingung dan juga heran. Mereka diminta memakai baju praktek dengan kacamata tebal, serta kaos tangan berbahan kulit.
"Diamlah Paman, jangan banyak bertanya". Ketus Fitri "Tunggu aba-aba dariku". Timpal Fitri lagi.
David kembali mengendus kesal, ingin ia menghubungi Sam untuk menjemput Fitri pulang, tapi belum saja mengambil ponsel, lengkingan suara gadis itu membuatnya naik darah.
Luna, Pearce, Yoel dan Yoshua mereka juga memakai seragam praktek dan kacamata. Ingin bertanya tapi pasti dijawab ketus oleh gadis itu. Yoshua terus saja mencuri pandang kearah Fitri, dan pergerakannya tidak lepas dari tatapan Pearce.
"Awas saja! Takkan kubiarkan kau merebut Kakak Ipar dari Kak Fillipo". Batin Pearce menatap Yoshua tajam. Namun yang ditatap tak menyadari.
"Kalian lihatlah ini". Semua melihat yang ditunjukkan Fitri "Ini adalah snipper yang mampu melumpuhkan lawan dari jarak seribu meter. Peluru yang akan kupakai nanti sudah kutaburi racun mematikan, sehingga siapa saja yang tertembak tidak akan bisa bertahan lama karena racun ini akan menyerap keseluruh tubuh". Jelas Fitri, membuat kelima orang itu menelan salivanya susah payah, bulu kudung mereka berdiri ngeri saat mendengar perjelasan Fitri yang enteng.
"Sebenarnya kau mencipta kan benda aneh seperti ini untuk apa?". Tanya David penasaran.
"Untuk menyerang Markas Black Shinee dan BTOB King". Jawab Fitri enteng. Namun tidak untuk kelima orang itu.
"K-kau yakin Fit?". Tanya Luna dengan wajah takutnya. Ahh yang benar saja Fitri mengatakan ingin menyerang Markas itu?
"Aku saja tidak tahu Luna. Yang menyerang mereka kan Kak Zean dan Kak Fillipo, jadi ya aku hanya membuat saja". Sahut Fitri santai tapi tidak untuk kelima orang itu. Pantas saja gadis itu berbicara santai ternyata bukan dirinya yang turun tangan.
"Cih, kau benar-benar mau membuat Pamanmu ini mati jantungan, seolah-oleh dirimu yang menyerang mereka". Cibir David kesal.
"Ada baik nya juga jika Paman mati jantungan, Bibi Athala kan jadi janda. Kebetulan Daddy dan Ayah jomblo, bagaimana jika Bibi Athala menikah dengan salah satunya, dari pada janda. Aku juga merindukan sosok seorang Ibu". Ucap Fitri tergelak, Yoshua dan Yoel sudah tak mampu lagi menahan tawa saat melihat wajah memanas Dadddynya, sungguh wajah David sangat lucu jika sedang kesal.
Luna dan Pearce juga tertawa, apalagi saat David meniup-niup rambutnya menahan emosi.
"Ck, kau ini.... ". Geram David.
"Diam Paman! Aku sedang konsentrasi". Ketus Fitri melanjutkan kembali perkerjaannya.
"Kak Yosh, masukkan campuran senyawanya". Perintah Fitri, dan Yoshua hanya menurut saja.
Hampir tiga jam mereka bergutat dengan alat-alat aneh itu dan akhir penderitaan David, Yoshua, Yoel, Luna dan Pearce selesai. Kelimanya menarik nafas dalam.
Sedangkan Fitri, gadis kecil itu tersenyum puas sambil berdiri dengan bangga didepan karyanya. Ia beberapa kali memegang bahkan ingin mencobanya, jika saja tidak David yang melarangnya dengan keras.
"Sepertinya kau sengaja ingin mempercepat kematian Pamanmu ini, Shellena". Sindir David kesal
__ADS_1
"Hmm, Paman ucapan mu seperti tidak sabar saja. Tenanglah Paman, tanah di Negara ini masih luas". Celetuk Fitri membuat David jenggah dengan jawaban gadis itu.
"Apakah sudah selesai Fitri, hmm?". Tanya Yoshua mendekat kearah Fitri.
"Lihat ini Kak". Tunjuk Fitri
"Barret M82-As, yang biasa disebut AS M107 ini adalah snipper terbaik didunia. Kekuatan nya bahkan mampu menembus batu bata atau beton". Jelas Fitri "Yang ini! Steyr SSG 69, senjata ini diciptakan pertama kali oleh Negara Austria yang memiliki kekuatan paling efektif pada jarak 800 meter". Ucap Fitri.
"Yang ini! Artcic Warfare Magnum atau AWM, dia bisa menembus jarak 1.500-1.700 meter". Ucap Fitri "Lihat ini, Mcmillan TAC-50-AS, senjata ini biasa digunakan oleh personil US Navy SEALS. Ini, SAKO TRG 42 Finlandia senjata ini paling melegenda karena pernah menghabisi 505 orang dalam kerang dunia dua, jadi senjata ini hanya ada beberapa didunia". Jelas Fitri menunjuk satu persatu senjata yang baru saja mereka buat bersama.
David, Yoshua, Yoel, Luna dan Pearce terperangah dan melonggo mendengar penjelasan Fitri. Sumpah demi apapun, mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang dimaksud gadi kecil itu, bahkan mereka sudah pusing tujuh keliling hanya karena mendengar nama-nama senjata yang menyeramkan itu.
"D-dari mana kau bisa tahu semua ini, Shellena?". Tanya David tak percaya.
"Fitri, Paman bukan Shellena". Ralat Fitri "Tentu saja aku tahu, aku sudah biasa membuat senjata ini". Jelas Fitri ketus.
"Ahh sudahlah, kau ini benar-benar aneh. Membuat kepala Paman pusing saja". Keluh David, dia benar-benar tak habis pikir dengan kemampuan ajaib Fitri yang menurutnya hanya dimiliki Fitri seorang didunia ini.
"Oh ya Paman, boleh tidak aku membawa robot ajaibku kesini?". Tanya Fitri dengan wajah menggemaskan sambil menjerjab- ngerabkan matanya dengan wajah imut.
Membuat David mengendus kesal karena mudah sekali luluh dengan permintaan aneh Fitri "Untuk apa?". Tanya David ketus
Drt drt drt drt drt.
Tiba-tiba ponsel Fitri berbunyi, tertera nama Daddy Sam dilayar ponselnya.
"Selamat sore Daddy ku yang paling tampan sejagat raya mengalahkan Paman David, yang jelek itu". Sapa Fitri dengan khas suara cempreng nya. David hanya mendelik dengan bola mata malas, dalam hati sudah mengumpat berbagai umpatan.
"Sayang, kau dimana? Daddy dan Kakak-kakak sudah sampai di Mansion tapi Fitri tidak ada, dari tadi kita cemas mencarimu. Bahkan Fillipo dan Sean mencarimu ke butik Luna?". Tanya Sam dengan nada terdengar khawatir diseberang sana.
Fitri menepuk jidatnya lupa "Daddy tidak perlu khawatir, aku sedang bermain dengan Paman David, Kak Yosh, Kak Yoel, Luna dan Pearce. Sebentar lagi Fitri pulang Daddy, tunggu saja ya". Jelas Fitri berusaha menampilkan suara semanis mungkin untuk Daddy nya. Kelima orang itu mengendus kesal, saat Fitri mengatakan bahwa mereka bermain. Ada-ada saja si Fitri, padahal mereka sedang berjuang memperpanjang kehidupan jantung mereka.
"Baiklah! Apa perlu dijemput?". Tawar Sam pada putrinya dengan nada lembut. Hampir saja Sam melupakan buah hatinya, karena terlalu sibuk dengan masalah perusahaan dan Markas.
"Tidak perlu Daddy, ada Paman Rio yang sudah menunggu". Tolak Fitri.
"Baiklah, sayang hati-hati! Daddy tunggu dirumah". Setelah mengobrol Fitri memutuskan sambungannya.
"Luna, Pearce waktu nya kita pulang". Ucap Fitri girang.
"Paman David, Kak Yosh, Kak Yoel, Luna dan Pearce. Tolong jangan beri tahukan siapapun jika aku kemoterapi. Kalian tahu kan para pria posessif itu akan menempel padaku 24 jam jika aku mengatakannya". Celetuk Fitri menampilkan puppy eyesnya.
__ADS_1
"Tapi....".
"Kak Yosh, bisa nya?". Renggek Fitri manja, sambil merangkul lengan Yoshua dengan manja.
Wajah Yoshua memanas, dan sudah dipastikan merah seperti tomat "I-iya". Jawab Yoshua gugup.
"Paman David". Fitri beralih pada David yang sedari tadi tampak kesal. Pria paruh baya itu selalu saja kesal jika bertemu gadis jenius bernama Fitri, tapi entah kenapa justru dengan kehadiran Fitri dalam hidupnya membuat hidupnya semakin berwarna.
"Apa hadiahnya, jika Paman tidak mengatakannya?". David memincingkan mata.
"Paman, mau permen atau ice cream?". Tawar Fitri sambil menggoda menaik turunkan alisnya.
"Prufffftttt". Yoshua, Yoel, Luna dan Pearce menahan tawa.
"Ck, kau pikir Paman anak kecil". Cibir David dengan wajah kesalnya "Sini peluk Paman". David merentangkan tangannya.
"Apa Paman sudah mandi?". Tanya Fitri.
"Tidak usah protes, sini". Fitri menyambut pelukkan hangat David. David tersenyum simpul sambil mengelus kepala Fitri dengan sayang. Meskipun selalu berdebat, tak bisa David pungkiri bahwa ia kesepian jika tidak bertemu Fitri.
Fitri melepaskan pelukkan David, lalu beralih pada Yoel yang sedari tadi terus saja menebar senyum manisnya.
"Kak Yoel". Renggek Fitri manja.
"Ada apa hmm?". David mengacak rambut Fitri dengan gemes nya.
"Kakak". Fitri memukul pelan lengan Yoel.
"Hahha, sini Kakak bantuin". Yoel membantu Fitri merapikan rambutnya. Luna dan Pearce lagi-lagi hanya bisa tersenyum, tak ada lagi rasa iri dihati mereka karena bagi mereka wajar Fitri mendapatkan perlakukan istimewa dari siapapun karena gadis ini memang baik hati.
"Kakak terima kasih sudah membantu". Senyum Fitri. Yoel membalas dengan senyum.
Setelah drama peluk-pelukkan tidak lupa, Fitri meminta Yoel dan Yoshua untuk membungkus senjata yang mereka buat didalam kardus. Fitri akan memberikan senjata itu pada Fillipo dan Zean.
**Bersambung.........
Guys guys, sekedar info jangan lupa untuk like dan komen ya...
GBU ..
LoveUall**........
__ADS_1