Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 99.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Zean dan Zaen sedang mengeksekusi tawanan nya yang dia tahu sedang berkhianat, disana juga ada Fillipo dan Leo. Setelah kejadian penyelamatan itu mereka memutuskan untuk menggabungkan kedua kelompok Mafia, Lion Killer dan Black Glorified.


"Katakan siapa yang menyuruhmu???". Bentak Zean menggema, ia menatap dengan tajam kearah lima orang yang sudah babak belur akibat dipukul.


Tak ada yang menjawab mereka menunduk dengan wajah takut, badan bergetar hebat dan keringat mengucur deras.


Fillipo maju satu langkah mendekati Zean. Fillipo tersenyum devil menatap kelima pria itu. Lalu ia menjongkokkan badan tegapnya menyamakan tingginya dengan kelima pria yang sudah babak belur bahkan darah sudah mengering disudut bibirnya.


Fillipo mencengkram dagu salah satu dari merek "Sepertinya kau sangat suka sekali bermain-main hmm?". Fillipo semakin mengencangkan cengkaraman nya


"Katakan atau aku akan membunuh semua anggota keluargamu. dan satu lagi, kau hampir saja melukai gadis kesayangan ku, sepertinya kau memang tidak sayang pada nyawamu?". Fillipo tersenyum devil. Lalu mengeluarkan belati kecil dalam saku celana jas nya.


Fillipo mengambil tangan pria itu dan memotong jari-jarinya


"Arggghhhhh".


"Arggghhhhh". Teriakkan itu begitu terdengar menyakitkan telinga dan juga menyeramkan. Tak berhenti disitu Fillipo juga merontokkan kuku-kuku kaki pria tersebut dengan kejam.


"Hentikan, brengsekkkkkk". Teriak pria itu kesakitan.


"Hmmm hentikan?". Ledek Fillipo "Baiklah, sekarang katakan siapa yang menyuruhmu?". Sentak Fillipo.


Pria itu tersenyum sinis "Aku tidak akan mengatakan nya, karena ku katakan pun kau akan tetap membunuhku bukan? Jadi apa bedanya?". Pria itu tertawa.


Dor dor dor dor.


Zean langsung menebak pria itu hingga terjatuh dan tewas dengan begitu menggenaskan.


"Wil, masukkan mereka dalam jeruji. Jangan kasih makan dan minum, biarkan mereka tersiksa dan mati perlahan". Perintah Zean pada Willy dan beberapa anak buah nya.


Willy, Edward dan Leo segera mengikuti perintah sang Tuan membereskan semua kekacauan yang mereka buat. Bangkai manusia tergeletak begitu saja seakan tak berarti apa-apa.


Fillipo, Zean dan Zaen segera menuju ruang kerja yang memang digunakan oleh Pedrosa sebagai tempat kerjanya. Ya Fillipo akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Black Glorified, setelah Markas nya hancur oleh Michael dan Park.


"Apa rencana kita selanjutnya??". Tanya Fillipo, mereka bertiga duduk disofa dengan menyenderkan punggung di dinding sofa.


"Kita lihat saja pergerakkan mereka". Sahut Zean "Sepertinya mereka akan merebut wilayah timur, dan kurasa ini bukan ulah Arthur". Lanjut Zean.


"Apa kau mencurigai seseorang?". Tanya Fillipo.


"Entahlah......".

__ADS_1


"Kita jangan sampai lenggah, sepertinya orang yang berkhianat ini orang terdekat kita, karena dia begitu tahu kelemahan kita". Sambung Zaen.


Zean dan Fillipo sama-sama terdiam dan berpikir kira-kira siapa yang berani berkhanat pada mereka.


"Apa kalian tidak curiga pada Dokter Dhanny?". Ucapan Zaen langsung membuat Fillipo dan Zean menatapnya dengan kening mengerut.


"Bukannya Dhanny bagian dari Lion Killer?". Tanya Zean pada Fillipo.


"Bukan!". Sahut Fillipo "Aku tidak tahu entah dia Mafia atau bukan, tapi melihatnya memutilasi kedua orangtua angkat Fitri, aku jadi yakin jika dia salah satu anggota Mafia". Jelas Fillipo "Tapi apa mungkin dia yang berkhianat?". Gumam Fillipo yang masih bisa didengar oleh Zean dan Zaen.


"Kita perlu selidiki dia". Saran Zean "Aku tidak pernah lagi melihatnya di rumah sakit, apa dia sudah berhenti?". Tanya Zean dengan wajah tampak berpikir.


"Aku tidak tahu, sejak Fitri terbangun dari koma nya sepertinya dia sengaja menghindar". Sambung Fillipo.


"Aku semakin yakin bahwa dia dalang dibalik semua ini!". Zaen mengerutukkan rahangnya dengan keras tangannya terkepal.


"Kenapa kau begitu yakin jika itu Dhanny?". Tanya Zean pada adiknya.


Zaen mengendus kesal "Uhhh, percuma saja kalian ini ketua Mafia tapi tidak peka". Cibir Zaen "Coba kalian pikirkan siapa lagi yang melakukan semua ini jika bukan si Dokter sialan itu? Hanya dia dan Lucas yang tahu tentang kelemahan kita? So what do you think about what i say?". Timpal Dhanny.


"Sepertinya benar, karena dari dulu Dhanny begitu terobsesi pada Fitri dan aku juga yakin, jadi dia tidak terima jika Fitri memilihku". Ungkas Fillipo lagi.


Ketiga pria itu terdiam dan memikirkan apa benar Dhanny dibalik semuanya.


Zean dan Zaen hanya mendelikkan bahunya tanda tidak tahu.


"Tuan....".


"Ada apa Leo?". Tanya Fillipo.


"Saya dapat informasi bahwa wilayah timur diserang oleh kelompok BTOB King, Tuan Arthur". Jelas Leo.


"Baik, siapkan segala nya kita berangkat kesana!". Fillipo langsung berdiri dan ikuti oleh Zean dan Zaen.


"Wil, telpon Sean untuk menjaga Fitri dengan ketat. Bila perlu jangan sampai ditinggalkan tanpa pengawal". Suruh Zean.


"Baik Tuan". Sahut Willy.


Mereka pun bergegas keluar dengan buru-buru sebelumnya mereka menyiapkan segala perlengkapan perang.


Mereka menaiki jet pribadi milik keluarga Wilmar. Jet termewah dengan kapasitas dan fasilitas VVIP itu dan hanya dimiliki oleh keluarga Wilmar.


.................................................................................

__ADS_1


Fitri segera membersihkan diri dan masuk kedalam kamar mandi. Mandi sambil bersiul adalah hobbynya. Setelah selesai dengan ritual mandinya, ia segera memasangkan pakaian yang sudah tersusun rapih didalam lemari.


Fitri memilih gaun berwarna pink muda dengan panjang selutut dan lengan sampai bahu, tidak lupa ia mengoleskan bedak tipis diwajah cantiknya, serta lipstik supaya bibirnya terlihat lebih segar.


Fitri menyisir rambutnya dengan pelan dan ia bisa melihat jika banyak rambutnya yang tersangkut disisir. Fitri menghela nafas berat.


"Waktu enam bulan itu sangat singkat. Apa aku benar-benar akan pergi kali ini?". Gumamnya menghela nafas kasar "Jika ini takdir aku harus terima dengan lapang dada". Ucap Fitri tersenyum didepan cermin


Fitri tak mau meratapi takdirnya. Dengan senyum sumringah ia turun kebawah dan menghampiri pria-pria tampan yang menjadi bagian hidupnya.


"Morning Dad, Ayah, Kak Sean". Suara cempreng itu mampu mengalihkan pandangan mereka.


Pedrosa, Sam dan Sean melonggo melihat penampilan Fitri. Sangat cantik dan natural bahkan mereka sambil mengangga dengan mulut terbuka lebar. Gadis itu benar-benar cantik, rambut indahnya tergerai begitu saja.


"Kaka Zean dan Kak Zaen kemana Kak?". Tanya Fitri sambil duduk disamping Sean.


"Hmm, mereka ada urusan Ce". Sahut Sean.


"Ayo sayang makan! Mau Ayah atau Daddy yang suapin?". Tanya Pedrosa sambil mengambilkan makanan untuk putri kesayangannya itu.


"Kak Sean saja". Sean langsung tersenyum mendengar jawaban Fitri.


"Ayah biar Sean saja". Pinta Sean. Pedrosa dan Sam cemberut karena putri nya tidak memilih mereka.


"Dad, Ayah wajah kalian jangan cemberut begitu nanti tambah Tuan". Celetuk Fitri. Sean terkekeh mendengar ucapan Fitri. Kedua pria paruh baya itu tidak berkutip.


"Kau mau kemana sayang? Kenapa cantik sekali putri Daddy ini, hmmm?". Tanya Sam sambil menguap makanan. Kebiasaan keluarga ini memang mengobrol dengan canda tawa saat makan.


"Kerumah Paman David". Sahut Fitri sambil menguyah makanan yang disuapi Sean "Fitri ada urusan sama Kak Yosh dan Kak Yoel. Mau kasih ini". Fitri menunjukkan paper bag yang ia bawa tadi.


"Pergi nya dengan Kakak ya, jangan pergi sendiri". Ucap Sam "Sean temani adikmu! Hari ini tidak usah kekantor, suruh Boy saja yang handle pekerjaanmu". Perintah Sam pada Sean.


"Baik Dad". Balas Sean tersenyum. Tentu saja ia senang mengantar Fitri kemana saja, jika ada Zean, Zaen dan Fillipo maka mereka akan berdebat masalah Fitri. Dan ini kesempatan Sean untuk menghabiskan waktu bersama adiknya itu.


Setelah sarapan, Sean dan Fitri pun berangkat kerumah David, dan tentunya dengan pengawal yang ketat. Sesuai dengan perintah Zean dan Zaen. Sementara Sean memang bukan anggota Mafia tapi kemampuan pria tersebut dalam hal bela diri dan pengunaan senjata api tidak perlu diragukan, bahkan keahliannya tersebut mengalahi anggota Mafia. Hanya saja Sean memang tidak tertarik masuk kedalam kelompok Mafia, toh kedua Kakaknya dan Ayah nya juga Mafia untuk apa ia harus bergabung juga.


**Bersambung......


Terus ikuti kisahnya.......


GBU....


LOVEUALL**....

__ADS_1


__ADS_2