
Di Mansion mewah milik keluarga Wilmar yang terletak disalah satu Negara terbesar didunia, Negara yang dijuluki dengan negeri Paman Sam. Mansion yang bisa disebut istana kerajaan terlihat sangat mewah dan menyegarkan mata.
“ Bagaimana Lucas?”. Tanya Fillipo intens sambil menatap sepupunya itu yang masih serius menatap layar laptopnya
“ Nihil!! Berita yang kita buat tentang kehilangan gadis itu dalam sekejap lenyap. Tak ada satu media pun yang berani mengekspos tentang Fitri”. Lucas menghela nafas berat
“ Bagaimana mungkin Lucas? Siapa yang melakukannya?”. Tanya Fillipo dengan wajah yang sudah merah padam. Masih ada saja orang yang berani bermain dengannya
“ Entahlah Po, aku juga tidak tahu”. Jawab Lucas memelas
“ Apa menurutmu ada hubungannya dengan Michael?”. Sambung Dhanny
“ Tidak! Kurasa bukan”. Sahut Fillipo
“ Lalu siapa?”. Tanya dhanny
“ Entahlah, sepertinya memang Fitri sengaja disembunyikan dan aku yakin orang yang menyembunyikannya bukan orang biasa”. Ujar Fillipo mengusap wajahnya dengan kasar. Wajah nya sudah tampak suram
“ Apa yang harus kita lakukan Po?”. Tanya Dhanny juga yang sudah tampak frustasi
“ Kita harus kembali ke Jerman karena disana pasti juga sedang kacau. Biarlah disini nanti orang suruhan kita yang mencari gadis itu”. Jawab Fillipo
“ Hmmm, baiklah”. Ucap Dhanny menghela nafas panjang.
“ Dimana dirimu Fit? Apa kabarmu disana? Aku sangat merindukanmu dan maafkan aku telah melakukan semuanya. Sungguh aku sangat menyesal dan jujur aku tidak sanggup kehilanganmu. Tolong berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki segalanya”. Batin Dhanny dengan tatapan kosongnya
“ Ummmhhhh, kenapa sulit sekali menemukanya”. Gumam Lucas menghela nafas berat
__ADS_1
“ Tapi kita tidak boleh menyerah dan harus terus mencari nya”. Tandas Fillipo
“ Cara apa lagi yang harus kita lakukan?”. Tanya Dhanny dengan tatapan dinginnya. Jujur saja Dhanny sudah sangat lelah dengan pencariannya. Gadis itu menghilang sudah tiga bulan tapi tidak ada satu jejak pun yang bisa mereka temukan
“ Apa kau akan menyerah?”. Tanya Fillipo menatap Dhanny dengan tajam, Fillipo tidak suka dengan perkataan Dhanny yang seolah-olah mengeluh. Menurut Fillipo wajar saja jika Fitri marah dan membenci Dhanny karena dengan begitu tega membunuh orang yang dicintainya, percayalah Fillipo sedang mengalaminya
“ Aku tidak menyerah hanya saja aku lelah”. Ujar Dhanny dengan wajar frustasinya
“ Seharusnya kau menyadari Dhanny, apa yang Fitri rasakan. Wajar saja dia marah dan kecewa atas apa yang kau lakukan. Bagaimana jika kau yang mengalami hal itu kehilangan orang yang sangat kau cintai?”. Tatapan dingin Fillipo mampu membekukan indra perasa Dhanny. Bagai sambaran petir yang menyerang begitu saja direlung hatinya
“ Kau benar”. Celah Dhanny merasa terpukul dengan sebuah kenyataan.
“ Kau tahu satu hal Dhanny?”. Tanya Fillipo. Dhanny hanya terdiam tatapannya kosong. Sementara Lucas hanya menjadi pendengar, jika dikatakan ingin ikut campur dengan perbincangan mereka itu akan membuatnya semakin merasa sakit membayangkan bagaimana wajah ketakutan itu menghantuinya
“ Bahkan kita adalah munsuh, aku tahu kau berusaha beberapa kali ingin membunuhku karena aku mendekati gadis itu. Tapi lihatlah sekarang kita bahkan seakan melupakan permunsuhan. Pikirkanlah bahwa kita bisa berdamai itu semua karena Fitri. Lalu apa kau akan menyerah setelah apa yang sudah dia lakukan untuk kita”. Ujar Fillipo. Dhanny tak berkutip, apa yang dikatakan Fillipo itu benar bahwa mereka adalah munsuh dan juga sahabat. Sejak kematian Fietter keduanya menjadi pria berdarah dingin yang sama-sama menaruh dendam lama. Namun tanpa mereka sadari bahwa gadis itulah yang menyatukan mereka kembali dan melupakan semua dendam yang mereka tanamkan dalam diri mereka selama ini.
“ Sudah, jangan bahas masa lalu lagi”. Sergah Lucas melihat dua manusia itu yang saling menatap dengan dingin
“ Sekarang bagaimana caranya supaya kita bisa menemukan Fitri”. Ujar Lucas
“ Apa kita akan kembali ke Jerman?”. Tanya Lucas pada Fillipo
“ Iya!!! Aku akan menugaskan anak buahku untuk tetap melakukan pencarian disini”. Jawab Fillipo
“ Aku juga sudah menyuruh detektifku untuk mencarinya”. Sambung Dhanny
“ Bersiap-siaplah kita akan kembali ke Jerman”. Ujar Fillipo berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu diikuti oleh Lucas dan Dhanny
__ADS_1
“ Silahkan Tuan”. Ucap Leo kepada ketiga pria tampan itu untuk segera masuk kedalam Jet pribadi keluarga Wilmar yang sudah terparkir rapi didepan Mansion
Ketiga pria tampan itu pun masuk ke dalam Jet pribadi yang menyerupai Mansion terbang itu. Jet pribadi yang sangat mewah dan hanya ada satu didunia dan pemiliknya adalah keluarga Wilmar.
Mereka bertiga sibuk dengan pikiran masing-masing, tak ada pembicaraan hanya ada keheningan yang membuat suasana semakin mencengkam dan dingin karena dari ketiga pria itu tidak ada yang memulai obrolan.
“ Aduh aku seperti berada di antarika saja”. Batin Leo
“ Lihatlah Nona Fitri, ketiga pria yang menyukaimu ini sama-sama Kulkas Berjalan”. Batin Leo lagi
“ Sangat bertolak belakang dengan jiwamu yang tak bisa berhenti bicara itu”. Leo hanya bisa membatin
“ Leo aku tahu apa yang kau pikirkan. Jika kau tidak membuang pikiranmu jauh-jauh maka aku akan menyimpanmu dalam kulkas”. Ucap Fillipo menatap Leo dengan tajam
Leo menelan saliva nya dengan susah payah.
“ Maaf Tuan”. Ucap Leo dengan tangan bergetar.
“ Apa Tuan punya indra kesepuluh, bagaimana mungkin dia tahu apa yang sedang kupikirkan?”. Batin Leo
“ Aku melihat ekspresimu Leo”. Ucap Fillipo lagi dengan wajah sangat kesal. Sempat-sempatnya assistennya itu membicarakan dirinya yang tengah dalam keadaan banyak masalah
“ Maaf Tuan”. Hanya itu yang bisa Leo ucapkan
Sementara Dhanny dan Lucas hanya menghela nafas kasar. Mereka tahu jika Fillipo memang memiliki kemampuan membaca pikiran seseorang meskipun tidak seratus persen benar. Itulah yang menyebabkan Fillipo sangat sensitive dan peka dengan sekitarnya. Tidak heran jika kelompok mafia yang dipimpinnya sangat ditakuti oleh banyak mafia lainnya, karena memang Fillipo memiliki kemampuan dalam bertarung yang kuat.
Perjalanan pulang ke Jerman memakan waktu dua puluh jam, perjalanan yang sangat membosankan bagi ketiga pria itu tidak termasuk Leo yang sangat menikmati permandangan indah didalam Jet pribadi yang mewah milik keluarga Wilmar. Namun tak bisa dipungkiri Leo juga merasa bosan dengan suasana dingin ini, dimana ketiga pria tampan yang tidak lain adalah Tuan nya sendiri hanya diam tanpa ekspresi. Tak ada satu pun suara yang terdengar semua hening. Leo hanya menghela nafas kasar dan berat, sangat berbeda dengan
__ADS_1
bersambung...