Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 93


__ADS_3

**Jika sesuatu tidak tertakdir menjadi milik mu, sekuat apapun kau memeluknya ia tetap akan terlepas dan menemukan takdirnya yang lain. Tugasmu hanya menjaga, jika dia takdirmu sekuat apapun kau menolaknya ia akan kembali memelukmu dan begitu pun sebaliknya.


Jangan memaksa memiliki sesuatu yang hanya singgah sementara, cinta dan obsesi adalah dua kata yang berbeda. Jangan sampai terdaya oleh dua kata tersebut.


SELAMAT MEMBACA**...


Fillipo berjalan memasuki sebuah caffe. Sesuai perintahnya pada Leo bahwa ia ingin bertemu dengan Lucas dan Dhanny.


"Apa kalian sudah lama?". Tanyanya sambil duduk diruanh VVIP yang sudah dipesan oleh Leo.


"Ada apa ingin mengajak kami bertemu?". Tanya Dhanny tanpa basa-basi. Ia masih jenggah mengingat Fillipo yang memeluk Fitri seperti orang gila.


Fillipo mengendus kan nafas pelan "Aku ingin membicarakan masalah Luna dan Dea". Ucap Fillipo.


"Apa yang ingin kau bicarakan?". Tanya Lucas melihat kearah Kakak sepupunya itu.


"Bagaimana keadaan mereka?". Tanya Fillipo menatap kedua orang yang ada didepannya ini. Hubungan mereka tidak lah pernah akrab walaupun Lucas merupakan saudara sepupu Fillipo tapi hubungan mereka datar dan selalu dingin.


"Luna, mengurung dirinya bahkan dia tidak mau bertemu siapapun". Lirih Lucas "Aku sudah membawa nya ke ahli psikologi, jiwanya terganggu karena rasa penyesalan mungkin bisa sedikit sembuh jika bertemu Fitri. Selain itu goresan diwajahnya juga tidak bisa menghilang". Jawab Lucas frustasi saat mengingat wajah sang adik. Adik satu-satunya. Lucas memang marah pada Luna tapi kemarahan nya tidak ingin menyakiti Luna justru gadis itu yang menyakiti dirinya sendiri.


"Lalu Dea?". Tanya Fillipo menatap kearah Dhanny. Sejak kejadian penyelamatan itu Dhanny semakin bersikap dingin. Bahkan dokter tampan yang satu ini terlihat menyendiri. Entah apa yang dipikirkan.


"Dia baik-baik saja, aku akan membawanya pulang ke Indonesia". Jawab Dhanny.


Fillipo mengerutkan dahinya "Kau akan kembali ke Indonesia?". Tanya Fillipo "Kau tahu bukan itu sangat bahaya?". Ungkap Fillipo.


Dhanny melihat kearah "Aku tahu". Sahut Dhanny "Jika tidak ada sesuatu aku pamit". Dhanny mellengang pergi tanpa menunggu jawaban dari Fillipo dan Lucas.


Fillipo dan Lucas menata langkah Dhanny dengan berbagai pertanyaan dibenak keduanya "Apa yang terjadi padanya?". Ujar Lucas heran.


"Entahlah......". Sahut Fillipo singkat.


"Bagaimana keadaan Markas?". Tanya Fillipo mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Sudah kembali normal, hanya saja masalah pengiriman senjata itu sepertinya ada orang yang akan mengagalkannya". Jelas Lucas.


Fillipo hanya terdiam, sepertinya dia tahu siapa yang berusaha menggagalkan pengiriman senjata itu.


Dhanny melangkah keluar dari caffe. Kaki jenjangnya menuntunnya masuk kedalam mobil, tujuannya adalah rumah sakit. Ya sejak pindah ke Amerika, Dhanny diminta untuk menjadi salah satu dokter dirumah sakit milik Sam. Sam juga meminta Dhanny untuk merawat Fitri bersama David, Yoshua dan Yoel. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakan Dokter tampan yang satu ini, bisa menjadi alasan untuknya lebih dekat dengan gadis pujaan hatinya. Dhanny yang memang memiliki prestasi Dokter terbaik di Indonesia tentu bukan hal yang sulit baginya masuk menjadi bagian dari rumah sakit terbesar di Amerika itu.


Dhanny memarkir mobilnya ke lobby rumah sakit. Langkahnya terlihat begitu tergesa-gesa, ada rasa tak sabar ingin bertemu gadis itu.


Segera Dhanny keruangannya, mengambil jas dokter dan mengenakan ditubuh atletis nya.


Dhanny masuk kedalam ruangan Fitri, disana ada Sean, Zean dan Zaen yang setia menjaga Fitri.


"Permisi, saya ingin memerika kondisi Fitri". Ucap Dhanny mendekati ranjang Fitri.


"Silahkan dokter Dhanny". Sahut Zaen.


Sedangkan Sean dan Zean mereka menatap tak suka kearah Dhanny. Bisa Zean lihat jika Dhanny menyukai adiknya, dan Sean masih ingat dengan cerita Fitri bahwa Dhanny tega membunuh kedua orangtua angkat Fitri hanya karena mereka tidak menyetujui Dhanny yang mendekati Fitri.


Dhanny dengan telaten memeriksa kondisi Fitri. Dhanny berharap gadis ini segera bangun "Aku tidak akan membiarkan Fillipo memilikimu, kau adalah milikku". Batin Dhanny tersenyum menatap wajah Fitri.


"Hmmmmmm". Sean sengaja berdehem untuk mengingatkan Dhanny.


"Maaf...". Dhanny segera menjauhkan tangannya dari kepala Fitri, lalu berbalik menampilkan senyum pada Sean, Zean Zaen.


"Bagaimana keadaan adikku?". Tanya Zean dingin. Tatapan matanya terarah ke Fitri. Entah kenapa Zean tidak suka pada Dhanny. Dokter itu sepertinya sangat mencintai adiknya.


"Belum ada perubahan". Jawab Dhanny.


Zean mendekat kearah ranjang Fitri. Zean menghela nafas berat, lalu tersenyum kearah adiknya.


"Hai, adik Kakak tersayang. Ayo bangun, Dedek tidak rindu pada Kakak yang tampan ini". Zean mengelus kepala Fitri "Ayo bangun, katanya Dedek mau ajak Kakak jalan-jalan". Lirih Zean lagi, tak terasa butiran bening itu terjatuh dipipinya. Sudah hampir satu bulan gadis itu koma tapi tidak ada tanda-tanda gadis itu akan bangun.


Dhanny hanyan mendengarkan apa yang diucapkan Zean. Dhanny melihat betapa sayangnya ketiga saudara kembar itu pada adiknya.

__ADS_1


"Sepertinya akan sulit membawa Fitri pergi dari sini. Ketiga saudara ini pasti akan menjaga Fitri dengan ketat. Aku harus memikirkan cara lain, setelah ini aku harus kembali ke Indonesia untuk menyusun rencana". Batin Dhanny sambil tersenyum licik.


Jangan lupa peringai Dhanny tak lepas dari pengawasan Zaen. Pria yang satu ini hampir memiliki kemampuan yang sama seperti Fitri, jenius. Tentu saja gen nya turunan dari Sam, Ayah kandung mereka. Hanya saja Sean dan Zean tidak memiliki kemampuan yang sama seperti kedua saudaranya


Sean dan Zean kedua pria itu memiliki sifat yang sama, yaitu dingin dan tegas. Hanya saja mereka tidak secerdik Fitri dan Zaen.


"Sepertinya, Dokter Dhanny mencintai Fitri? Hmmm apa dia berniat bersaing dengan Fillipo". Batin Zaen melihat kearah Dhanny.


"Aku tidak akan membiarkan Fitri jatuh ke tangan yang salah". Seringai diwajah Zaen sangat terlihat.


Zaen ikut berdiri disamping Zean. Tersenyum kearah adiknya yang masih terbaring dengan mata tertutup.


"Hai, adik Kakak yang paling cantik. Apa adik Kakak ini tidak lelah tidur terus?". Celetuk Zaen memasang wajah cemberut nya "Nanti kalau kamu bangun mau minta belikan apa, es cream mau tidak?". Tawar Zaen sambil terkekeh.


Sean ikut menghampiri ranjang Fitri. Ketiga pria itu sepertinya sengaja mengabaikan Dhanny tanpa merespon pria itu.


"Cece, dengar 'kan. Para Kakak Cece yang tampan ini sangat merindukan Cece". Timpal Sean juga.


Ketiga pria itu saling bercengkrama sembari tertawa satu sama lain. Begitulah kegiatan tiga saudara kembar itu. Mereka memang melakukan itu agar Fitri bisa mendengar betapa mereka memiliki hubungan yang hangat satu sama lain.


Dhanny yang melihat interaksi ketiga saudara kembar itu hanya menyaksikan. Dhanny seakan sudah biasa melihat Fitri dan Sean saat bertemu, yang hingga membuat Luna, Dea dan Pearce iri pada gadis itu.


Dhanny menghela nafas kasar, tanpa pamit ia keluar dari ruangan itu, tak mau menganggu Kakak dan adik yanh tengah asyik saling bercanda satu sama lain.


"Apa aku salah jika ingin merebut Fitri? Tapi bagaimana jika dia tidak bahagia bersamaku? Apa dia benar-benar mencintai Fillipo?". Gumam Dhanny sambil berjalan menuju ruangannya.


**Bersambung....


Apa kira-kira rencana Dhanny untuk merebut Fitri ke dalam pelukkan Fillipo?


Sepertinya persaingan antara Dokter dan Mafia ini akan segera dimulai.


Yuk ikuti kisah mereka.

__ADS_1


GBU.....


LoveUall**.....


__ADS_2