Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 51. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA........


Shawn memutar bola matanya malas “Semua nya dihabisi oleh Zevanya. Dia menembak mereka semua dengan benda kecil ditangannya. Dia hampir membuatku mati jantungan”. Ketus Shawn


Mereka mengangga dengan mulut terbuka lebar. Bahkan tanpa sadar Fillipo, Zehemia dan Zehekiel menjatuhkan rahangnya saking tercenggang mendengar ucapan Shawn. Mereka memang tahu jika Zevanya jago bela diri tapi masalah tembak menembak sungguh mereka tak ada yang tahu.


“Apa yang kau katakan benar Shawn?”. Tanya Zehekiel setengah tak percaya mendengar ucapan sepupunya itu.


Shawn malah berdecih “Cihhh, kau lihatlah wajah ku, apa aku terlihat sedang berbohong?”. Ucap Shawn ketus. Dia sudah yakin jika mereka takkan percaya dengan apa yang dia katakan.


Jika yang lain masih tak percaya. Berbeda dengan Myron, tanpa sadar sudut bibir pria itu tertarik. Dia bangga dengan gadis yang sudah mengobrak-abrik hatinya itu. Sungguh gadis itu unik dan luar biasa, dia tak hanya jenius tapi dia juga pemberani dan tak takut terhadap apapun.


“Sebaiknya kita focus saja mencari siapa pelakunya”. Saran Zean mengalihkan pembicaraan mereka.


Mereka semua kembali hening dan sibuk dengan pemikiran mereka sendiri. Fillipo beberapa kali menarik nafas dalam.


“Apa mungkin Kak Zeva tahu?”. Ucap Grabielle.


Ucapan Grabielle berhasil membuat dia mendapat tatapan dari semua yang ada diruangan itu.


“Cihhh, jangan melihatku seperti itu”. Ketus Grabielle setengah kesal


“Apa yang kau katakan itu benar?”. Tanya Zehemia.


“Benar kata Bielle, sebaiknya kita tanya saja Zeze, mungkin dia tahu”. Sambung Myron. Mereka semua menangguk dan setuju.


Didalam kamarnya, Zevanya mengigil dibawah selimut tebal miliknya. Setelah makan malam bersama gadis itu merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.


“Kenapa sakit sekali”. Lirihnya menahan sakit sambil mengigit bibir bawahnya. Dia mengurut-urut tengguknya yang benar-benar nyeri.


Zevanya duduk diranjangnya, lalu menarik laci nakas dan mengambil botol obat yang sempat diberikan oleh dokter. Dia meminum obat itu dan berharap dengan obat yang masuk kedalam perut nya bisa sedikit membuat rasa sakitnya menghilang.


Zevanya menyandarkan tubuhnya didinding ranjang. Air mata mengalir dipipi cantik gadis itu. Dia sangat tersiksa dengan rasa sakit yang mengerogoti tubuhnya. Entah sampai kapan sakit ini berhenti menyiksanya? Rasanya sangat sakit, sampai-sampai dia tidak mampu menjelaskannya dengan kata-kata.

__ADS_1


“Mommy”.


Setiap dalam keadaan apapun, Zevanya selalu saja mengingat sang Mommy. Wanita hebat yang sudah pergi dua puluh tahun yang lalu. Kepergian sang Ibu membuat dunianya terasa berhenti, meski berusaha untuk tak bersedih namun dia tetaplah manusia biasa yang merindukan hangatnya pelukkan sang Ibu.


Zevanya kembali berbaring, rasa sakit ditubuhnya sudah sedikit menghilang. Dia memejamkan mata berharap segera terlelap dan melupakan segala rasa sakit ditubuhnya.


Keesokan paginya, gadis itu terbangun dari tidurnya. Dia merasakan tubuhnya terasa sakit dan seluruh tulangnya terpatah-patah. Dia tetap memaksakan diri untuk bangun.


Setelah selesai mandi dan memakai kaos oblong serta celana bahan, dia menenteng tas selempang di bahunya. Seperti biasa jika sudah memakai baju bebas seperti itu, dia hanya akan berleha-leha hari ini mengawasi kedua usahanya.


“Pagi semua”. Sapanya tersenyum manis sambil duduk.


“Pagi juga sayang”.


“Pagi Ze”.


“Pagi Kak Zeva”.


“Pagi juga Nak”.


“Silahkan duduk Tuan putri”. Goda Zehemia menarik kursi untuk adiknya.


“Terima kasih Tuan Tampan”. Balas Zevanya. Lalu mereka semua terkekeh.


“Mau kemana sayang?”. Tanya Fillipo sambil menyuapi putrinya.


“Hari ini Zeva sedang ingin bermain-main saja Dad”. Celetuk gadis itu, membuat Fillipo terkekeh mendengarnya. Dia sudah tahu jika putrinya memakai pakaian seperti itu sudah dipastikan dia hanya mengajak pengawal nya jalan-jalan, atau menganggu kedua kakak nya yang sedang berkerja.


Setelah selesai sarapan mereka melakukan tugas masing-masing.


“Son, jaga adik kalian. Daddy sedang ada perjalanan bisnis di Jerman bersama Paman Zean, Ayah Zaen, Paman Sean dan juga Paman Mars”. Ucap Fillipo sambil memeluk putrinya.


“Baik Dad”.

__ADS_1


“Jaga diri baik-baik ya sayang”. Fillipo mengecup ujung kepala putri bungsunya yang manja ini.


“Siap Daddy. Tenang saja, Kak Hem dan Kak Iel akan menjaga Zeva. Jika mereka lalai pecat saja jadi kakak ku”. Celoteh Zevanya. Zehemia dan Zehekiel hanya bisa terkekeh mendengar kejahilan adik mereka.


Setelah berpamitan para pria paruh baya itu meninggalkan Mansion Ranlet Flint. Sebenarnya mereka bukan ke Jerman tapi ke wilayah timur. Mereka akan kembali terjun kedunia Mafia. Tidak bisa dibiarkan semakin banyak munsuh yang menyerang mereka.


Sampai di bandara, disana sudah ada Dhannya Lucas yang sudah menunggu.


“Bagaimana Dhanny?”. Tanya Mars sambil masuk kedalam jet pribadi.


“Semua sudah disiapkan. Aku sudah menghubungi Arthur untuk menyiapkan semuanya”.


“Baik kita berangkat”.


Ketujuh pria paruh baya itu bergegas naik kedalam jet pribadi milik Fillipo. Aura kemafiaan terlihat diwajah tua mereka. Wibawa sebagai anggota dan pemimpin Mafia terlihat jelas diraut wajah penuh amarah itu.


"Zaen, apa kau sudah berhasil meretas rekaman CCTV itu?". Tanya Mars melihat ke layar laptop adik sepupu nya.


"Aku sedang meretasnya". Sahut Zaen. Pria paruh baya yang tetap eksis didunia IT itu terlihat begitu lihai dengan laptop yang ada didepannya.


Lucas juga tampak serius dengan laptop didepan nya. Dia berusaha mencari tahu siapa yang berani mengusik kehidupan keluarganya.


Fillipo hanya bisa menghela nafas berat. Niat hati ingin terlepas dari dunia Mafia tapi malah dia harus kembali lagi kedunia hitam tersebut.


"Sayang". Batin Fillipo teringat kepada istri kecilnya. Dalam masalah seperti ini dia selalu ingat pada istrinya yang selalu jadi pahlawan penyelamat dan bahkan tahu segala hal tentang masalah dunia gelap.


Jika yang lain sibuk dengan pencarian mereka, maka Fillipo sibuk dengan kejadian dua puluh tahun yang lalu. Kepergian Fitri meruntuhkan dunia nya. Sampai saat ini Fillipo tak bisa melupakan istri kecilnya itu. Meski banyak yang mendekat untuk mengantikan posisi Fitri, Fillipo tetaplah pria sejati dan setia yang takkan pernah memberikan cintanya pada orang lain. Cintanya telah mati bersama Fitri dan sampai kapan pun dia tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita mana pun selain sang istri.


Kepergian Fitri meninggalkan luka dalam dihati Fillipo. Semua hal tentang Fitri tak satu pun terlupakan. Apalagi ketika melihat wajah putrinya yang begitu mirip dengan sang istri, membuat Fillipo semakin tak bisa melupakan wanita itu. Wanita hebat yang sudah mengubahnya menjadi manusia seutuhnya. Wanita hebat yang telah memberikannya tiga kecambah jenius. Wanita yang kini telah tenang disurga bersama kehidupan barunya.


Bersambung......


LoveUsomuch ❤️

__ADS_1


Hai hai para sahabat semua. Terima kasih sudah ikutin kisah Zevanya dan Myron.


Ayo jangan lupa dukungannya buat author ya.


__ADS_2