Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 97.


__ADS_3

***Terima kasih telah menyanyangi dan mencintaiku dengan tulus. Aku beruntung memilikimu.


SELAMAT MEMBACA***...


Dea keluar dengan mengunakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya yang rusak akibat sayatan belati yang Michael turihkan diwajahnya.


Dea memasuki mobil dan menuju sebuah hotel mewah dikota New York, pakaiannya terlihat begitu seksi baju yang ia kenakan menampakan belahannya yang membuat jiwa para lelaki meronta-ronta.


Dea memasuki hotel mewah tersebut. Dea masuk kedalam sebuah kamar yang sudah dipesan oleh seseorang.


"Hmm, kenapa lama sekali sayang?". Ucap seorang pria yang tadi duduk disofa lalu berdiri menghampiri Dea.


"Kau terlihat cantik, meski wajahmu rusak". Pria itu mengelus wajah cantik Dea. Body nya bak gitar Spanyol. Ya Dokter cantik ini memang selalu merawat wajah dan tubuhnya, hanya saja sayang ketika pisau itu menanjak diwajahnya bekas luka itu tetap tak bisa hilang meski ia sudah melakukan beberapa kali operasi.


"Hmmmm". Dea melepaskan jaket yang melekat ditubuhnya dan menatap pria tampan tersebut, lalu duduk dipangkuan pria itu.


"Bagaimana tugasmu, hmmm?". Dea bergelut manja dipangkuan pria itu. Dia juga mengalungkan tangannya keleher pria tersebut.


"Seperti permintaanmu sayang". Senyum smirk diwajah pria itu.


"Apa akan berhasil?". Tanya Dea sambil mengelus lembut bibir seksi pria itu. Pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan Dea.


"Ya, aku akan menculiknya dan membawanya kehadapanmu". Jawab pria itu "Hmmm, puaskan aku". Bisik pria itu seperti tak sabar. Dea tersenyum smirk dan mengangguk.


Ya Mars adalah teman ranjang Dea. Mars merupakan anggota dan ketua Mafia Black Shinee salah satu kelompok Mafia di New York. Anggota ini tidak terlalu terkenal karena memang baru terbentuk beberapa tahun silam.


Perkenalan Dea dan Mars membawa mereka kedalam hubungan terlarang, Mars yang memang seorang Cassanova kakap tentu saja sangat senang memiliki teman ranjang seperti Dea. Entah sudah berapa puluh kali kedua nya melakukan hal itu, sejak lima tahun silam Dea sudah terjerumus dalam hubungan itu. Tak ada yang tahu bahkan Dhanny pun tidak tahu jika adiknya sudah terjerumus dalam hubungan terlarang itu, begitu juga dengan Dion dan Diandra yang tidak pernah tahu pergaulan putri mereka. Kedua nya terlalu sibuk mengurus bisnis dan perusahan, sehingga melupakan anak-anak yang membutuhkan perhatian mereka.


Ditempat lain, Fillipo tampak sabar menyuapi Fitri. Meski harus melewati berbagai proses drama akhirnya ia berhasil menyuapi gadisnya itu.


"Sedikit lagi..". Fillipo menyedorkan sendok yang sudah berisi makanan itu pada Fitri.


Dengan wajah cemberut Fitri menyambutnya "Sudah kenyang". Tolak Fitri.


"Sedikit lagi sayang!!! Kau harus kuat makan biar cepat sembuh dan cepat pulang". Jelas Fillipo dengan sabar sambil menyuapi Fitri. Fitri memanyunkan bibirnya kesal. Bagaimana tidak, Tuan dingin itu terus saja memaksanya makan padahal sudah habis satu mangkuk masih disuruh makan lagi.


Fillipo terkekeh dan mengusap kepala Fitri dengan sayang. Hari ini adalah jadwalnya menjaga gadis itu, sebentar lagi akan digantikan oleh ketiga Kakak kembarnya. Fillipo hampir tidak punya waktu untuk bersama Fitri sebab ketiga pria kembar itu sangat posesif dengan adiknya, maklum perempuan satu-satunya pasti disayang oleh Kakak-kakak laki-lakinya.


"Fitri". Panggil Yoshua dan Yoel masuk kedalam ruangan rawat inap Fitri.


"Kakak". Balas Fitri sembari tersenyum melihat kedua pria kembar itu.


"Hari ini kau sudah boleh pulang". Senyum Yoel "Nanti Kakak yang akan merawatmu dirumah". Timpal Yoel lagi sembari memeriksa Fitri.

__ADS_1


"Yeiiiii, akhirnya pulang". Ucap Fitri kegirangan. Setelah sekian lama merasa terdesak berada dirumah sakit, dan hari ini dirinya diperbolehkan pulang. Tentu saja senang bukan main.


"Apa sudah benar-benar boleh pulang? Coba periksa lagi dengan baik, aku takut dia belum kuat". Timpal Fillipo.


"Iya benar, periksa lagi Yosh". Sambung Sean.


Yoshua dan Yoel menghela nafas berat, sebenarnya Fitri suda boleh pulang beberapa hari yang lalu. Tapi karena kedua pria tersebut dirinya harus tetap dipaksa berada dirumah sakit.


"Fitri, sudah pulih Kak". Balas Yoel malas dengan sikap pria itu.


"Apa kau yakin?". Sambung Zean mendekat.


"Percayalah pada kami Kak, kami Dokter". Sahut Yoshua tak mengubris pria-pria posessif tersebut ia masih melanjutkan melepaskan selang-selang yang ada ditubuh Fitri.


"Tapi.....".


"Kakak, Fitri sudah sembuh. Ini sudah sehat". Ucap Fitri menimpali sambil dengan senyum semanis mungkin padahal hatinya benar-benar jenggah dengan keposesesifan Kakak-kakaknya itu.


"Iya benar Son, adik kalian sudah lebih sehat". Ucap Sam "Lagian tidak baik berlama-lama dirumah sakit, nanti malah membuat Fitri jenuh dan bosan bisa berakibat pada kesehatannya". Nasehat Sam.


Akhirnya mereka mengalah dan mengizinkan gadis itu pulang.


Saat pulang pun mereka harus melewati beberapa perdebtan karena mereka berebut ingin mengendong Fitri. Tidak ada yang mau mengalah keempat pria itu benar-benar luar biasa membuat kepala pusing.


"Tidak, aku saja". Ucap Sean tak mau kalah.


"Harusnya aku, karena aku lebih kuat". Timpal Zaen.


"Lebih baik aku!!! Aku lebih lembut dari kalian". Sambung Zean.


Sam dan Pedrosa mengurut kepalanya yang tidak pusing. Entahlah, rasanya melihat tingkah kekanak-kanakan putra nya membuat kedua pria paruh baya itu ekstra sabar.


"Aku digendong Paman David saja". Potong Fitri. Sebenarnya Fitri ingin berjalan, tapi tidak diizinkan. Ingin pakai kursi roda juga tidak diizinkan. Entah apa maunya keempat pria itu.


"Of course Girl". Senyum David.


"Tidak, tidak. Kenapa harus Paman David?". Protes Sean "Ce, sama Kakak saja ya". Pinta Sean.


Fitri menghela nafas kasar "Paman David saja Kakak, kasihan dia belum pernah mengendong seorang gadis cantik, mumpung ada rejeki tidak mungkin dia menolak". Celetuk Fitri.


David mengendus kesal "Sudah ayo". Ajak David membawa Fitri dalam gendongannya seperti mengendong bayi.


Yoshua dan Yoel hanya geleng-geleng kepala. Sudah terbiasa mereka menyaksikan perdebatab tak berunfaedah hanya karena merebutkan seorang gadis kecil.

__ADS_1


Didalam mobil keempat pria itu masih berdebat masalah Fitri akan menaiki mobil siapa dan akhir nya, mereka memilih mobil mewah milik Zean yang memang kapasitas penumpangnya lebih besar. Fitri duduk ditengah-tengah keempat pria itu, disebelah kanannya ada Fillipo dan Zean, disebelah kirinya ada Sean dan Zaen. Sementara Sam dan Pedrosa, memilih mengalah dari pada berdebat.


Fitri bersandar dilengan kekar Sean, sejujurnya tubuhnya masih begitu terasa lemah dan tenaganya belum benar-benar pulih, Fitri hanya tidak mau membuat semua orang mengkhawatirkan dirinya.


"Bagaimana keadaan Dea, Luna dan Pearce?'. Gumam Fitri "Meskipun mereka sudah menjebakku, aku tidak bisa membenci mereka tetap sahabatku. Aku akan menemui Kak Yosh dan Kak Yoel, agar membantuku membuat obat penghilang bekas luka". Batin Fitri bersandar dilengan Sean.


Fillipo mengelus kepala Fitri dengan lembut dan sayang "Apa kau nyaman sayang, hmm?". tanya Fillipo.


Fitri mendongrakkan kepalanya "Iya Tuan". senyum manis Fitri pada Fillipo.


"Kalau Dedek merasa tidak nyaman, bisa pindah dilengan Kak Zean ya". Tawar Zean sambil tersenyum manis pada adiknya.


Fitri terkekeh "Otot Kak Sean sangat besar Kak, tidak mungkin aku merasa tidak nyaman bersandar dilengannya. Tapi aku juga ingin bersandar dipundakmu". Senyum Fitri.


"Kau ini....". Sean mengacak rambut Fitri.


"Kakak". kesal Fitri.


Fillipo membantu Fitri merapihkan rambutnya yang diacak Sean dengan sabar dan telaten.


Fitri tersenyum menatap wajah tampan Fillipo. wajah yang dulunya sangat ia takutkan, kini menjadi wajah yang begitu ingin ia lihat setiap kali bangun pagi.


"*Terima kasih Tuhan, disisa akhir hidupku Kau mempertemukanku dengan pria-pria sebaik mereka. Aku tahu setelah ini akan banyak masalah dan tantangan yang dihadapi, tapi aku mau kuat bersamaMu". batin Fitri sambil tersenyum.


**Bersambung......


Seandainya punya saudara seperti mereka? disayang dan dimanja, uhh bahagianya.....


Yuk ikuti terus kisah Fitri dan Fillipo...


Apa rencana Dhanny dan Dea?


Apakah Kakak adik ini akan bekerjasama, demi merebut orang yang mereka cintai?


Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya.


Maaf dinovel ini tidak ada adengan dewasanya, karena sebagai penulis pemula author masih dalam tahap reservasi...


Selamat menyambut Hari Paskah bagi yang merayakan..


GBU......


LOVEUALL***....

__ADS_1


__ADS_2