Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 50


__ADS_3

" Iya Kak”. Senyum Fitri


“ Bukannya di Mansion banyak laptop Kakak. Jadi Cece bisa pakai itu”. Ucap Sean


“ Issshhh, Kak Sean ini, Fitri mau punya laptop paling canggih yang bisa menciptakan virus itu melindungi data perusahaan Kak Sean”. Jelas Fitri. Sean semakin bingung dengan penjelasan Fitri


“ Ce, laptop Kakak itu juga laptop termahal didunia malah itu hanya ada dua didunia”. Jelas Sean tak mau kalah.


“ Aisshhh, Kak Sean ini. Nanti Fitri akan tunjukkan sesuatu pada Kak Sean”. Sahut Fitri lagi. Boy dan Merry hanya menjadi pendengar yang baik dan menikmati perdebatan sengit antara kakak beradik itu. Mereka hanya bisa menyembunyikan senyum bahagia melihat Sean menjadi seorang yang hangat dan banyak bicara.


“ Iya, iya bawel”. Ucap Sean mengalah sambil mengacak rambut adiknya itu dengan gemes


“ Isshhhhh, Kak Sean. Berantakkan kan jadinya rambut aku”. Kesal Fitri sambil memukul pelan tangan Sean dan sambil memperbaiki rambutnya. Sean hanya terkekeh. Boy dan Merry ikut tertawa pelan melihat tingkah imut gadis itu. Sungguh gadis itu seperti malaikat penyelamat bagi Sean yang mampu membawanya pergi dari kegelapan menuju terang.


Sampai di Mall terbesar di Amerika. Mereka berempat turun dari mobil dan segera menuju pintu masuk. Sean masih tetap sama mengandeng tangan Fitri dengan begitu posesif seakan takut ada yang mengambil adiknya lagi. Sungguh Sean sudah seperti orang jatuh cinta saja.


Mereka menuju toko laptop dan computer termahal yang berkelas harganya pun mencapai milyaran dolar.


“ Permisi Tuan ada yang bisa saya bantu??’. Tanya pegawai toko itu dengan ramah dan jangan lupa genit melihat ketampanan Sean.


“ Hmmmm, bisa carikan laptop terbaru dan termahal”. Pinta Sean


“ Baik Tuan, silahkan tunggu sebentar”. Jawab pegawai toko itu.


Fitri hanya celingak celingguk menunggu laptop impiannya. Sementara Boy dan Merry hanya terdiam dan asik dengan pemikirannya sendiri.


“ Setelah ini Cece mau beli apa lagi?”. Tanya Sean lembut.


“ Hmmm, beli baju untuk Kak Merry dan Kak Boy”. Senyum Fitri antusias. Boy dan Merry hanya saling pandang heran.


“ Tidak perlu Nona”. Tolak Merry halus takut menyinggung perasaan Nona mudanya itu.


“ Kak Merry tidak perlu sungkan, sekarang kita adalah keluarga. Tenang saja, Kak Sean ini pria paling kaya sejagat raya. Jadi hanya untuk membeli baju untuk Kak Merry tidak akan membuatnya jatuh miskin”. Ucap Fitri sambil tersenyum. Sean menghela nafas dan mengembuskannya perlahan, dia sangat bangga dengan kepribadian Fitri yang peduli terhadap orang lain.

__ADS_1


“ Merry, Boy. Pilihlah apa yang kalian mau, biar saya yang membayarnya”. Senyum Sean. Jangan tanya bagaimana senangnya kedua mahkluk itu mendengar tawaran Sean


“ Terima kasih Tuan”. Ucap Boy dan Merry bersamaan. Seperti mimpi saja Tuan Sean mentraktir mereka membeli baju di Mall termahal tersebut yang pasti harganya mencapai satu tahun gaji mereka.


“ Ini Tuan”. Ucap pegawai toko itu memberikan sebuah laptop keluaran terbaru di Negara tersebut.


“ Lihat dulu Ce”. Ucap Sean pada adiknya. Dengan mata berbinar-binar Fitri langsung melihat laptop itu, memastikan apakah itu laptop yang dia cari selama ini. Fitri mencoba menyelidiki mesin sampai ke tombol-tombol laptop itu, dia membukanya perlahan. Tangannya menari dengan cepat diatas keyboard laptop tersebut. Sean hanya melonggo dan bahkan mengangga lebar melihat keahlian Fitri begitu juga dengan Boy dan Merry.


“ Nona sungguh luar biasa”. Batin Boy sambil menggelengkan kepalanya.


“ Kak, Fitri ambil yaaaa”. Mohon Fitri berharap Sean akan menyiakan permintaannya, mengingat harga laptop tersebut setara dengan harga satu perusahaan.


“ Iya sayang”. Senyum Sean sambil mengelus lembut kepala Fitri dengan lembut.


“ Terima kasih Kak Sean”. Fitri langsung memeluk Sean dengan erat dan sayang penuh dengan ucapan terima kasih. Fitri merasa sangat beruntung dipertemukan dengan kakak kandung yang begitu menyannginya.


“ Tolong dibungkus”. Suruh Sean pada pegawai toko itu.


“ Ya sudah terserah kamu”. Ucap Sean mengalah.


Setelah selesai membayar. Mereka pun melanjutkan belanja mereka. Boy dan Merry begitu senang karena mereka sudah mendapatkan baju impian mereka meskipun harganya tidak murah dan tentu yang membayarnya adalah Sean, seorang milyader muda yang jomblo, hehe.


Setelah puas belanja. Mereka pun kembali ke Mansion. Boy dan Merry pulang membawa mobil Sean. Sementara Sean dan Fitri dijemput oleh Paman Adam, pengawal setia yang selalu menemani keluarga kecil itu.


“ Kak Sean, terima kasih ya. Fitri sangat bahagia akhirnya bisa punya laptop ini”. Ucap Fitri yang tak henti-hentinya memeluk laptop itu, seperti menemukan sebuah harta karun.


“ Iya sayang. Ini masih kurang dan tidak seberapa. Apapun yang Cece minta Kakak pasti akan mengabulkannya”. Senyum Sean.


“ Benarkah???”. Tanya Fitri dengan semangatnya. Sean hanya mengangguk lalu tersenyum


“ Apa saja yang Cece mau akan Kakak kabulkan”. Senyum Sean lagi sambil menatap Fitri.


“ Uhhhmm, apa saja?”. Fitri tampak berpikir.

__ADS_1


“ Baiklah, nanti aku akan meminta izin untuk melakukan sesuatu, tapi Kak Sean janji harus mengizinkan aku”. Ucap Fitri dengan wajah seriusnya.


“ Iya. Asal itu tidak membahayakan kamu dan tidak membuat kamu jauh dari Kakak”. Sahut Sean


“ Kak Sean, memang terbaik”. Fitri langsung memeluk Sean dengan erat dan senyum bahagia.


Tidak terasa mobil mereka sudah memasuki halaman Mansion mewah keluarga Ranlet Flint. Sean dan Fitri keluar dari mobil dengan senyum yang tak luntur dari wajah keduanya. Sean yang bahagia karena bisa melihat Fitri senang, dan Fitri yang bahagia karena mendapatkan laptop baru.


“ Anak Daddy, sudah pulang?”. Ucap Sam menyambut kedatangan mereka.


“ Hai Daddy”. Senyum bahagia Fitri.


“ Tampaknya, bahagia sekali putri Daddy ini????”. Ucap Sam sambil merangkul putrinya dan mengelus lembut rambutnya.


“ Hehhe, iya Dad. Ini Kak Sean belikan laptop buat Fitri”. Ucap Fitri sambil menunjukkan laptop yang ia pegang.


“ Iya sayang”. Senyum Sam.


“ Dad, Sean ganti baju dulu ke kamar. Gerah”. Ujar Sean


“ Iya Son, setelah itu langsung keruang kerja Daddy ada yang ingin Daddy bicarakan denganmu”. Sahut Sam


“ Baik Dad”. Ucap Sean


“ Ce, ayo”. Ajak Sean sambil mengandeng tangan Fitri.


“ Iya sayang, kamu mandi setelah itu istirahat sebentar. Nanti kita makan malam bersama ya”. Senyum Sam.


“ Siap Dad”. Senyum ceria Fitri dan mengikuti Sean untuk masuk ke kamar, karena kamar Sean dan Fitri berdampingan dan itu semua atas permintaan Sean yang tidak mau jauh dari adiknya


Fitri masuk kedalam kamarnya, sambil memeluk laptop yang baru saja dia miliki. Perasaan bahagia tidak bisa dia sembunyikan, dia tidak perlu berrepot-repot bekerja keras untuk mendapatkan laptop itu, atau menabung atau bahkan meretas akun orang lain. Sekarang dia sudah punya segalanya dan bahkan Sam ayahnya lebih kaya dan tentu bukan hal yang sulit untuk meminta apa saja yang dia mau.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2