
**Aku tak pernah meminta, sosok pendamping sempurna. Cukup kau yang selalu sabar menemani, dalam kekurangan ku. Namun Tuhan menghadirkan, kamu sosok wanita terhebat kuat tak pernah mengeluh bahagiaku selalu bersamamu.
#Untuk istriku tercinta**.
SELAMAT MEMBACA...
Fillipo dan Fitri turun melalui lift Mansion mewah Wilmar. Tangan kekar Fillipo melingkar dipinggang ramping Fitri. Fillipo semakin posessif pada istri kecilnya ini.
"Selamat pagi Dad, Mom, dan Adik Ipar". Sapa Fitri setengah beteriak. Membuat mereka yang ada dimeja makan berjingkrak kaget.
"Sayang, jangan teriak-teriak". Tegur Fillipo pada istrinya.
Pearce tersenyum lebar "Selamat pagi juga Kakak Ipar". Pearce berdiri hendak memeluk Fitri namun ditahan oleh Fillipo.
"Pearce dia milikku, jangan berani menyentuhnya". Ucap Fillipo memeluk istrinya.
"Astaga Kak, kira-kira kali cemburu nya". Gerutu Pearce kesal. Fillipo tidak mau tahu.
Fitri menghela nafas saat suaminya terlalu posesif ingin protes tapi ya mau bagaimana memang begitu adanya.
Phillip dan Piranda menggeleng kepala.
"Pagi juga sayang". Senyum Piranda "Silahkan duduk". Ucap Piranda.
"Pagi juga Nak". Balas Phillip tersenyum.
"Jangan tersenyum pada istriku Dad". Hardik Fillipo. Phillip mengelus dadanya sabar, benar-benar luar biasa cemburunya.
"Ehhh ada Kak Dhanny?". Seru Fitri melihat Dhanny yang duduk disamping Pearce.
"Pagi Fit". Sapa Dhanny canggung saat menatap wajah Fillipo yang dingin.
"Pagi juga Kak Dhanny". Balas Fitri tersenyum ramah
Dalam hati Fillipo sudah mengumpat berbagai umpatan, melihat Dokter gadungan itu pagi-pagi sudah berada dirumahnya dan sialnya lagi Dokter itu akan menjadi adik Iparnya karena Dhanny dan Pearce akan segera melangsungkan pernikahan.
Fitri mengambil makanan untuk suaminya, karena Fillipo ingin makan sepiring berdua dan tidak mau pisah dari Fitri. Fitri sempat pusing dengan tingkah Fillipo, tapi Fitri mengerti begitulah cara Fillipo menyanyanginya.
"Sini sayang". Fillipo mengambil piring dari tangan Fitri.
"Doa dulu Kak". Ucap Fitri. Fillipo dan Fitri berdua tanpa memperdulikan keempat pasang mata yang menatap mereka dengan kagum.
"*Terima kasih Nak, kau sudah hadir dalam hidu putraku. Semoga kalian bahagia selamanya". Batin Philip menatap kedua orang yang masih setia berdoa itu.
__ADS_1
"Andai saja aku yang disampingmu pasti aku merasa orang paling bahagia didunia ini. Tapi kau tercipta bukan untukku. Semoga kau bahagia Fit". Batin Dhanny*
"Buka mulutnya sayang". Fillipo dengan telaten menyuapi istri kecilnya seperti anak yang baru berumur 2 tahun.
Fitri tersenyum, mereka berdua makan sepiring dan sesekali Fitri juga menyuapi Fillipo saling bergantian satu sama lain. Dunia serasa milik berdua tak lagi peduli dengan orang-orang disekitar mereka.
"Minum dulu sayang". Fillipo membantu Fitri minum.
"Pengantin baru dunia serasa milik berdua. Yang lain hanya menumpang, ada juga yang nyewa dan ngontrak". Sindir Pearce yang jenggah menatap kemesraan dua sejoli itu.
"Cih, bilang saja iri". Cibir Fillipo menatap kesal adiknya
Setelah selesai makan, Fitri dan Fillipo bersiap-siap untuk pulang ke Mansion mewah keluarga Ranlet Flint. Fitri memang memutuskan untuk tinggal bersama keluarganya, semua itu adalah keputusan mutlak dan Fillipo memilih mengalah meski pun ingin sekali tinggal berdua dengan istrinya.
"Sayang, sering-seringlah main kesini". Piranda memeluk menantunya dengan sayang.
"Iya Mom. Mommy jaga diri baik-baik ya". Balas Fitri memeluk mertuanya dan mencium punggung tangannya.
"Adik Ipar, jaga Daddy dengan Mommy". Fitri memeluk Pearce.
"Tenang saja Kakak Ipar. Jangan lupa buatkan keponakkan yang jenius untukku". Pearce mengedipkan mata dengan menggoda Fitri. Bukannya tersipu Fitri malah terkekeh, sudah tak heran jika pengantin baru selalu digoda.
"Cepatlah menikah, kau akan tahu rasanya bagaimana?". Kekeh Fitri pada Pearce dan Dhanny.
"Kak Dhanny cepat diresmikan ya". Goda Fitri. Dhanny hanya terkekeh dengan gemes. Andai saja tidak ada Fillipo atau kedua calon mertuanya sudah pasti Dhanny akan mengacak rambut Fitri dengan gemes.
"Cepat resmikan adikku, selagi aku merestui". Seru Fillipo menepuk pundak Dhanny. Meskipun Fillipo tahu jika Dhanny belum mencintai adiknya, tapi Fillipo yakin jika Dhanny perlahan akan mencintai Pearce.
"Pasti". Sahut Pearce.
Fillipo dan Fitri masuk kedalam mobil. Leo sudah stand by disana menemani Tuan-nya kemana pun.
Mansion keluarga Ranlet Flint.
Sean, Zean dan Zaen sedang duduk berhadapan dengan Sam, Pedrosa dan Mars. Sedangkan Merry dan Catty sedang membuat cemilan untuk para lelaki itu.
"Jadi bagaimana persiapan pernikahan kalian?". Tanya Pedrosa pada ketiga putranya.
Sean menghela nafas kasar "Kenapa harus secepat ini Yah?". Tanya Sean tak habis pikir.
"Sean, kau harus ingat ini demi adikmu. Kau tahu kan dia sangat ingin kalian bertiga menikah secepatnya". Ucap Pedrosa.
"Iya Son, benar kata Ayah. Kalian harus memikirkan Shellena, dia ingin kalian bahagia sama seperti dia". Sam menimpali.
__ADS_1
Mars menepuk pundak Sean "Percayalah menikah itu nikmat". Goda Mars sambil terkekeh.
Sean memutar bola matanya malas. Jika menikah dengan orang yang dicintai mungkin Sean tidak akan keberatan, tapi masalahnya Sean sendiri belum juga mencintai Christy. Namun mau bagaimana lagi, dia harus belajar mencintai kekasihnya itu.
"Terserah Ayah dan Daddy saja". Sahut Zaen tersenyum. Zaen memang tak sabar untuk menikahi Elizabeth, wanita yang sudah diam-diam mencuri hatinya itu.
"Iya Dad, Yah. Zean juga setuju". Sahut Zean karena dia juga sudah mulai mencintai Luna. Bahkan sehari saja tidak bertemu dengan wanita yang dia paksa jadi kekasihnya itu rasanya Zean merasa hampa.
Sam, Pedrosa dan Mars tersenyum mendengar jawaban Zean dan Zaen. Namun masih ada satu orang lagi yang belum setuju yaitu Sean.
"Bagaimana Sean?". Tanya Mars
Sean menarik nafasnya "Terserah kalian saja". Jawab Sean pasrah.
Zean dan Zaen tahu jika Sean tidak mencintai Christy karena diam-diam kedua pria ini mematai-matai saudara kembar nya. Tapi mereka berdua yakin, jika suatu hari nanti Sean bisa mencintai Christy.
"Baiklah, pernikahan kalian akan digelar seminggu lagi". Final Sam "Mars, persiapkan pernikahan adikmu, minta bantu Arthur untuk mempersiapkan nya". Perintah Sam pada Mars.
"Baik Dad". Sahut Mars. Ya Mars sudah menganggap Sam sebagai Ayah kandungnya juga sama seperti Pedrosa.
"Selama siang para penghuni bumi". Sapa suara cempreng dari arah pintu masuk Mansion. Suara familiar yang selalu membuat mereka tak bisa beralih.
"Cece".
"Sayang".
"Dedek".
Sean, Zean dan Zaen langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Fitri dan Fillipo.
"Ce". Sean memeluk Fitri "Bagaimana kabarnya?". Tanya Sean sambil mengelus kepala adiknya.
"Baik Kak". Senyum Fitri padahal mereka baru terpisah satu hari.
"Sayang". Zaen juga memelik Fitri dan tersenyum hangat tanpa peduli dengan wajah kesal Fillipo.
"Kakak". Balas Fitri.
"Dedeknya Kak Zean". Senyum Zean menarik Fitri dalam pelukkan hangatnya. Sumpah demi apapun, Zean tak ikhlas melepaskan Fitri bersama Fillipo tapi mau bagaimana lagi. Kebahagian Fitri lebih penting dari pada perasaannya.
Suara canda dan tawa terdengar menggema diruang keluarga milik Sam. Fitri memang meminta Mars dan Merry untuk tinggal bersama mereka di Mansion Ranlet Flint. Begitu juga dengan Pedrosa dan Catty, dan Fitri tidak menerima penolakan.
Begitu juga Fitri sudah sepakat dengan ketiga Kakak kembarnya bahwa ketika menikah mereka akan tinggal dalam satu rumah. Tentu saja ketiga pria kembar itu setuju dengan pendapat Fitri, mana mungkin mereka sanggup jauh dari adik kesayangan nya itu.
__ADS_1
Fitri sengaja meminta mereka untuk tinggal bersama, karena Fitri tahu waktunya tidak akan lama bertahan. Fitri ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama keluarga dan orang-orang yang dia sayang.
Bersambung..........