Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 20. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA......


Grace melangkah lebar meninggalkan Mansion. Dia bahkan tak berpamitan pada kedua orangtuanya. Grace melangkah dengan emosi. Segera gadis itu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


“Zevanya, awas saja kau”. Pekik Grace memukul stir mobilnya dengan kuat “Lihat saja nanti jika sampai Kak Myron benar-benar menyukaimu. Maka aku yang akan menyingkirkanmu sejauh mungkin dari bumi ini”. Grace tersenyum smirk. Dia tidak peduli siapa Zevanya. Grace tidak suka jika ada yang berani mengambil miliknya. Bagi Grace Myron adalah miliknya dan hanya dia yang boleh memiliki pria itu.


Grace melajukan mobilnya menuju sebuah club. Selama ini diam-diam dia sering pergi ke club untuk menghilangkan rasa stressnya. Didikan Zean yang sangat keras membuat Grace mengambil jalan yang salah. Zean selalu menuntut putrinya untuk memiliki kekuatan dalam dirinya.


Zean memang mendidik kedua anaknya dengan keras. Terutama Grace karena dia tidak mau jika anaknya akan jatuh dalam pergaulan yang salah. Zean ingin Grace dan Grabielle menjadi anak-anak yang bisa membanggakan dirinya. Begitu juga dia mendidik Grabielle. Zean tak mau jika putra nya itu mengikuti jejaknya yang seorang cassanova.


Grace masuk kedalam club. Dia langsung masuk kedalam ruang VVIP yang sudah disediakan untuknya.


“Hei baby”. Seorang pria menyambutnya dengan hangat “Ada apa kau datang kemarin, hmm?”. Pria itu memeluk pinggang Grace dengan posessif. Dia membelai wajah cantik gadis itu.


“Kau pasti sudah tahu”. Grace tersenyum smirk sambil membelai dada bidang pria tampan itu.


“Hmmm, apa yang bisa ku bantu darling?”. Tanyanya dengan suara serak sambil mengenduskan hidungnya dileher Grace. Menyesap bau harum dalam tubuh gadis itu.


“Menyingkirkan seseorang”. Sahut Grace.


“Siapa hmmm?”. Tanyanya.


“Ini”. Grace menunjukkan layar ponselnya.


Pria tu menatap foto yang terdapat dilayar ponselnya. Keningnya berkerut seperti berpikir keras.


“Apa aku mengenalnya?”. Tanya nya mengambil ponsel Grace “Cantik”. Sudut bibir pria itu tertarik


Grace mengendus kesal “Aku ingin kau menyingkirkannya”. Sahut Grace.


“Zevanya Angela Wimar?”. Tanya pria itu. Grace mengangguk “Kau tahu kan dia dilindungi oleh kedua Kakak nya. Mana berani aku menyingkirkannya?”. Protes pria itu.


Grace memutar bola mata nya malas “Apa fungsimu sebagai anggota Mafia?”. Sindir Grace “Jika hanya menyingkirkan kucing kecil saja tidak bisa”. Timpal Grace.

__ADS_1


Pria itu terkekeh “Baiklah, akan aku coba. Tapi aku tidak berani jamin jika berhasil. Karena Zehemia dan Zehekiel takkan mudah dilawan”. Sahutnya


“Yahh terserah padamu bagaimana. Yang aku mau kau harus memberi pelajaran pada gadis ini, karena dia merebut pria yang aku cintai”. Ucap Grace.


“Baiklah. Apa hadiahnya jika aku mau melakukannya?”. Pria itu tersenyum licik sambil mengelus paha mulus Grace.


Grace memejamkan matanya, menahan hasrat yang serasa ingin membuncah untuk dipuaskan. Pria itu semakian dalam membelai paha Grace.


“Ahhhhhhhh”. Suara ******* Grace terdengar. Lagi-lagi pria itu tersenyum senang. Tanpa ba-bi-bu dia langsung menyambar bibir ranum milik Grace. Menyesap bibir manis itu. Bibir Grace begitu menggoda dengan warna merah muda menyala.


Grace membalas ciuman pria itu. Mereka saling membelit lidah dan menyesap rasa manis disana. Tubuh mereka serasa disentrum panas dingin, karena dibawah sana ada yang minta dipuaskan.


“Kau sudah basah sayang?”. Ucap pria itu dengan suara seraknya. Dia memasukkan tangannya kedalam ****** ***** Grace, menyentuh area sensitive itu yang terasa basah.


“Cepat lakukan aku sudah tidak tahan. Ahhhh”. Desak Grace suaranya sudah parau menahan sesak. Tanpa menunggu lama, pria itu langsung mengendong Grace dan membawanya kekamar VVIP miliknya.


Sedangkan ditempat lain Zevanya celingak-celinguk seperti mencari sesuatu. Dari tadi dia tidak melihat sepupunya itu. Dia ingin meminta maaf pada Grace. Dia akan jelaskan bahwa dia dan Myron tidak ada hubungan apa-apa.


“Cari siapa sayang?”. Tanya Zehemia pada adiknya.


“Iya Kakak juga tidak lihat”. Sahut Zehemia.


“Kak, aku tanya sama Gebe dulu ya?”. Zevanya melangkah.


“Iya sayang”. Sahut Zehemia tersenyum hangat.


Zevanya menghampiri Grabielle yang tengah asyik berbicara dengan Shawn, Johhanes dan Luke.


“Gebe”. Panggil Zevanya. Ketiga pria itu menolak.


“Kak, namaku Grabielle bukan Gebe”. Protes Grabielle tak terima Shawn dan Johannes tertawa kecil. Zevanya memang suka mengubah nama orang.


“Alah, sama saja”. Ujar Zevanya “Apa kau melihat Gege?”. Tanya Zevanya.

__ADS_1


“Kak Grace?”. Grabielle tampak berpikir “Tidak Kak”. Sahut Grabielle “Kenapa memang?”. Tanya Grabielle seperti tak tenang dia takut jika Grace melakukan sesuatu pada Kakak sepeupunya ini.


“Tidak. Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya”. Jawab Zevanya terdengar lirih. Sepertinya Grace masih marah padanya.


“Nya, aku tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada kami berdua?”. Singgung Johannes.


“Hehhe iya Nenes. Selamat ulang tahun ya”. Zevanya mengulurkan tangannya.


“Ck, namaku Johannes bukan Nenes”. Protes Johannes sambil menyambut uluran tangan Zevanya “Harusnya aku memanggilku Johan atau John itu lebih baik”. Timpal Johannes masih kesal.


Zevanya terkekeh. Lalu beralih pada Luke “Selamat ulang tahun Luluk”. Seru Zevanya tersenyum manis menampilkan kedua gigi susulannya.


“Aishhhhh. Namaku Luke, Nya. Bukan Luluk”. Ralat Luke tak terima


“Sudah sama saja”. Zevanya tak mau kalah “Ini, hadiah untuk kalian berdua”. Ucap Zevanya menyerahkan dua kotak kecil. Entah apa isinya?


“Apa ini?”. Tanya Luke mengambil kotak itu.


Bukan menjawab Zevanya beralih pada Shawn “Sasan, selamat ulang tahun ya. Ini untukmu”. Ucap Zevanya juga memberikan hadiah pada sepupunya, anak dari Zaen dan Elizabeth.


“Shawn bukan Sasan. Nanti aku bilang Daddy sama Mommy kalau kamu rubah namaku”. Celetuk Shawn kesal.


“Ahhh, terserah padamu saja”. Jawab Zevanya santai bukannya takut


“Gebe, kau benar-benar tidak melihat Gege?”. Tanya Zevanya sekali lagi pada Grabielle.


Grabielle mengendus kesal “Sudah kubilang Kak, aku tidak tahu”. Jawab Grabielle tersenyum.


“Iya dehhhh”. Zevanya mengalah dan tak mau berdebat dengan Grabielle.


Zevanya menghembuskan nafas berat. Pikirannya terus saja pada sepupunya itu. Dia tidak mau bermunsuhan dan kesalahpahaman ini harus segera dia selesaikan karena Zevanya tidak mau memiliki munsuh.


Bersambung.

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2