Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 66. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Suara pistol yang saling bersahutan masih menggema dengan jelas.


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Prang prang prang prang prang


Sretttttttttttttttttttttttttttttttttttttt


Suara pedang dan pistol masih berbunyi dengan jelas. Myron dan Zehemia menyerang Markas Black Tiger dengan membabi-buta mereka tak peduli lagi. Mereka ingin menghabisi Black Tiger. Apalagi Grabielle masih koma dirumah sakit akibat peluru beracun yang mengenai pergelangan tangannya.


“Serang”.


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Pertempuran sengit yang berlangsung hampir dua jam itu menghabiskan ratusan nyawa. Markas Black Tiger yang dikawal oleh ratusan orang itu tergelatak tanpa nyawa. Bahkan tempat itu menjadi lautan mayat manusia. Membunuh terlihat begitu gampang bagi Myron dan Zehemia serta dengan para anggota lainnya.


Bau amis darah tercium menyengat ditelinga. Shawn beberapa kali merasakan mual diperutnya. Dia tidak tahan mencium bau itu. Apalagi dengan kondisi yang benar-benar mengenaskan. Tembakkan Myron, Dean dan Luke yang pelurunya memiliki racun tepat mengenai kepala dan jantung. Sehingga membuat para munsuh tak bisa melawan karena keadaan sudah sekarat.


“Ayo kita keluar”.


Mereka semua keluar. Anggota Black Glorified, Lion Killer 2, Black Shinee dan BTOB King yang berjumlah ratusan orang itu tidak ada satu pun yang terluka. Karena Myron dan Zehemia sudah memasang anti peluru ditubuh para anggotanya sehingga tidak ada satu peluru pun yang bisa menyentuh mereka.


Myron menjentikkan jarinya dan


DOR


Tempat itu meledak dalam seketika. Myron tak membiarkan satu pun yang tersisa. Meski pemimpin dari kelompok itu melarikan diri dan tak sempat ditangkap oleh Myron dan Zehemia namun mereka sudah berhasil menghancurkan Markas itu.


Myron tersenyum puas, ternyata bom yang diberikan Zevanya padanya, cukup mampu membuat Markas itu menjadi abu dalam jentikkan jari.


“Ayo kita tinggalkan tempat ini”.


“Baik Kak”. Sahut mereka serentak.

__ADS_1


Myron dan yang lainnya naik kedalam jet pribadi milik Myron. Mereka meninggalkan Markas yang sudah hancur menjadi abu itu.


Sedangkan ditempat lain.


Rahang Aron mengeras saat menyaksikan Markasnya hancur tanpa sisa. Untung saja dia segera kabur dan lari dari sana. Jika tidak mungkin dia juga akan menjadi korban dari kekejaman Myron dan Zehemia.


”Apa yang akan kita lakukan Tuan?”. tanya sang asisten yang dapat melihat kemarahan diwajah Tuannya.


“Kita menemui Dave”.


Aron melangkah keluar dari ruangannya. Wajahnya masih memerah karena amarah. Dia tidak akan memaafkan orang yang sudah menghancurkan Markas nya hingga menjadi abu. Dia akan melenyapkan orang-orang yang juga menghancurkannya.


Aron sampai dikediaman Dave, dia disambut oleh para pengawal dan pelayan yang berada disana. Dave adalah sepupu sekali Aron. Ayah Dave dan Ayah Aron adalah Kakak adik langsung.


“Ada apa kau menemuiku?”. Tanya Dave dingin tanpa melihat kearah adik sepupunya itu. Dia memangku Xiang sambil mengelus kepala ular Cobra itu dengan sayang. Sementara sang ular malah tertidur lelap dipangkuan Dave, seperti bayi kecil.


Aron bergidik ngeri, meski dia juga memelihara binatang buas, tapi menurut Aron ular lebih menyeramkan dari pada hewan buas peliharaannya.


“Bantu aku Kak”. Aron duduk disoffa ruangan Dave.


“Apa?’. Tanya Dave dingin dan tanpa ekspresi


Dave langsung terkesiap “Black Shinee dan Black Glorified?”. Beo Dave mengulang.


Aron mengangguk “Aku ingin Kakak membantuku menghabiskan mereka”. Ucap Aron dengan penuh harap agar Kakak sepupunya ini mau membantunya membalaskan dendam.


“Apa yang sudah kau lakukan sehingga mereka menyerangmu?”. Tanya Dave mengintrogasi Aron


“Aku menyerang mereka dan mengambil senjata baru mereka”. Jawab Aron santai.


Dave menggeleng “Selalu itu yang kau lakukan”. Ucap Dave setengah kesal. Adik sepupunya selalu melakukan masalah dan dia adalah penyelesai masalah


“Kali ini aku tidak mau ikut campur urusanmu. Selesaikan masalahmu sendiri”. Ujar Dave kembali mengelus kepala ular Cobra yang ada dipangkuannya.


“Kak ayolah. Aku hanya ingin kau membantuku membalaskan dendam dengan menculik adik mereka, Zevanya Anggela Wilmar”.


Mendengar ucapan adik sepupunya, Dave langsung mengangkat pandangan “Zevanya Anggela Wilmar?”.


“Iya Kak. Dia adik dan saudara kembar Zehemia dan Zehekiel. Keturunan dari dua keluarga berpengaruh Wilmar dan Ranlet Flint”. Jelas Aron.

__ADS_1


Dave menyeringai licik “Apa dia juga saudara sepupu Shawn?”.


“Iya Kak”.


Dave mengangguk dengan senyuman licik “Baiklah aku akan membantumu”. Jawab Dave “Apa yang harus ku lakukan ketika aku berhasil menculiknya?”.


“Aku akan membantu dan menyatukan kelompok Mafia kita. Asal gadis itu jatuh kedalam pelukkanku. Aku menginginkan tubuh perawannya”. Ujar Aron tersenyum membayangkan wajah cantik Zevanya yang dia lihat lewat ponsel. Meski belum pernah bertemu tapi dia sudah tertarik dengan gadis manis itu. Yang pasti Aron hanya berniat menghancurkannya.


Entah kenapa hati Dave memanas. Dia menatap Aron dengan tajam.


“Kau hanya akan menghancurkannya?”. Tatap Dave tatatapnnya dingin.


“Iya Kak”.


Tangan Dave langsung terkepal. Dia memalingkan wajah. Tidak, dia yang harus menghancurkan gadis itu dan tidak boleh orang lain. Dia akan membuat Zevanya bertekuk lutut dihadapannya. Dia yang akan membuat gadis itu menderita. Shawn harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan.


Sementara ditempat lain, Kenzie baru meninggalkan rumah sakit dan menuju kediamannya. Wajah pria itu tampak lesu. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat gadis itu dan ketika Kenzie menghubungi juga nomornya diluar jangkauan


“Arghhhhh, sial”. Umpatnya kasar sambil memukul stir mobilnya “Kemana dia? Kenapa dia hilang tanpa kabar? Dan ini lagi kenapa aku jadi merindukannya? Aku sedang tidak jatuh cinta ‘kan pada gadis itu?”. Kenzie bermonolog sendiri.


“Tidak, tidak aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Tujuanku adalah membalaskan dendam pada tua bangka itu, bukan jatuh cinta pada putrinya”. Kenzie menepis perasaannya.


Sampai di Mansion mewah miliknya, dia langsung memarkirkan mobilnya dan memberikan kuncinya pada pengawal agar membawa mobil mahal itu ke garasi Mansion.


Kenzie masuk dan langsung duduk disoffa ruang tamu. Rumah mewah itu hanya dihuni oleh dirinya dan sang assissten. Kadang juga Zoalva menginap disana jika bosan berada dirumah.


“Ryan”.


“Iya Tuan”. Ryan langsung datang dengan membawa nampan berisi minuman untuk sang Tuan “Silahkan diminum Tuan”.


Kenzie langsung menyesap minuman itu karena jujur saja dia kehausan.


“Ryan, cari tahu dimana gadis itu berada? Kenapa ponselnya tidak aktif dan kenapa dia tidak menemuiku dirumah sakit?”. Tintah Kenzie.


“Baik Tuan”.


Dalam hati Ryan merasa heran dengan Tuan-nya ini. Kenzie terlihat seperti seorang pria yang tengah mencari kekasihnya. Sebelumnya Kenzie tidak pernah begitu karen memang selama ini dia tidak pernah dekat dengan wanita.


Bersambung....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2