
SELAMAT MEMBACA....
Zehemia menghempaskan tubuhnya dikursi kebesaran miliknya. Dia memijit pelipisnya yang terasa berdenyut karena terlalu banyak berpikir. Keberadaan Zevanya masih belum ditemukan entah kemana Dave membawa adiknya itu.
Zehemia dan Zehekiel juga harus dihadapkan dengan kondisi Fillipo. Ayah mereka itu menggila mencari keberadaan putrinya. Namun tak menemukan apapun. Zevanya menghilang bak ditelan bumi. Bekas jejak kakinya saja tak membekas ditanah. Fillipo merasakan kekosongan dalam dirinya. Ingin rasanya pria yang sudah menjadi Ayah itu memberontak.
Tok Tok Tok tok tok tok
"Masuk".
Seorang gadis masuk dengan beberapa berkas dalam pelukan nya. Dia terlihat kesusahan membawa tumpukan berkas itu.
Zehemia langsung bangun dan membantu gadis itu membawa berkas yang tak sepadan dengan badannya.
"Siapa yang menyuruh mu membawa berkas sebanyak ini? Kenapa tidak minta bantuan yang lain?". Cecar Zehemia meletakka berkas itu diatas mejanya.
"Maaf Tuan". Gadis itu hanya bisa menunduk saja.
Zehemia menghela nafas. Melihat gadis ini mengingatkannya pada adik nya Zevanya. Gadis ini yang pernah ditolong adiknya serta mengobati luka akibat bekas cakaran karyawan yang lain.
"Balikan aku makan siang". Zehemia menyedorkan kertas bertulisan pesanan nya.
"Baik Tuan". Gadis itu segera keluar dari ruangan Zehemia.
Zehemia lagi-lagi bernafas berat. Biasanya setiap makan siang mereka akan makan bertiga. Sesibuk apapun. Zehemia selalu membagi waktunya bersama kedua adik kembarnya. Namun setelah Zevanya menghilang. Hal itu tidak pernah lagi dilakukan oleh Zehemia dan Zehekiel. Keduanya larut dan kesedihan. Waktu kebersamaan mereka juga terbatas karena disibukkan dengan pekerjaan dan pencarian Zevanya.
"Ze". Lirih Zehemia. Dia menatap foto mereka bertiga yang sengaja dia pajang dimeja kerjanya sebagai penyemangat untuknya bekerja.
"Kakak rindu". Lelehan bening tanpa warna itu jatuh dipelupuk mata Zehemia.
Apalagi dia sudah tahu kondisi adiknya membuatnya semakin terluka dan patah hati. Andai saja dia tidak membiarkan Zevanya pergi ke wilayah timur pasti dia tidak akan kehilangan adik kesayangannya itu. Harusnya dia menjadi sayap pelindung.
"Kakak harap kau baik-baik saja sayang. Kakak janji akan menemukan Zeze. Kita akan berkumpul kembali. Kakak akan suapin Zeze lagi. Kakak akan tidurkan Zeze lagi. Kakak akan lakukan segalanya untuk Zeze". Zehemia memeluk foto itu menyesapi kerinduan yang membuncah dadanya. Dia sedang patah hati. Dia sedang rindu. Dia sedang tak berdaya
Tok tok tok.
"Masuk". Secepatnya Zehemia meletakkan foto itu dan menghapus air matanya.
"Permisi Tuan. Ini pesanan anda". Ujar gadis itu menunjukkan kantong pada Zehemia.
"Tolong ambil piring di pantry. Dan makanlah bersamaku". Tintah Zehemia dingin.
"Tapi.......".
__ADS_1
"Cepat aku sudah lapar".
"Baik Tuan".
Gadis itu keluar dengan wajah bingungnya. Ada apa dengan Tuannya? Apa dia salah dengar bahwa Zehemia mengajaknya makan bersama? Tidak biasanya. Tidak pernah malah. Zehemia biasanya selalu dingin pada siapapun kecuali pada adik nya.
"Ini Tuan.......". Gadis itu meletakkan piring diatas meja.
"Duduklah. Temani aku makan". Tintah Zehemia.
"Tapi Tuan.....".
"Aku tidak suka mengulang perkataan". Tatap Zehemia tajam. Dia tidak suka gadis ini menolaknya.
"Baik Tuan". Akhirnya gadis itu menurut saja saat melihat tatapan tajam Zehemia.
Mereka makan dalam diam. Lagi-lagi Zehemia teringat pada adiknya. Teringat menyuapi adiknya. Teringat celotehan adiknya. Semua tentang Zevanya terekam dengan jelas diingatan Zehemia. Jika terus begini dia bisa gila.
"Sini, biar aku suapi". Zehemia langsung merebut sendok ditangan gadis itu. Melihat gadis itu makan dengan lamban membuatnya jenggah.
"Tuan".
"Cepat buka mulutmu". Seru Zehemia mengangkat sendoknya.
🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫🔫
Myron tengah fokus dengan laptop didepan nya. Meski bukan ahli IT namun dia juga tahu beberapa hal masalah IT.
"Apa hanya ini saja yang kau temukan Kenz?". Tanya Myron.
Saat ini, Myron, Kenzie dan Zoalva sedang berada di villa mewah milik Mars yang terletak di Korea Utara.
"Ya hanya itu". Sahut Kenzie "Aku sangat yakin jika Dave membawa Zevanya di Korea". Timpal Kenzie.
Kenzie akhirnya memilih damai dengan masa lalunya. Dia juga mencoba melupakan semua dendam yang ingin dia balaskan. Yang penting sekarang adalah menemukan Zevanya dan mengobati penyakit gadis itu.
"Apa tindakan kita selanjutnya Kak?". Sambung Zoalva.
"Kita selidiki. Karena Dave orang yang sangat licik. Aku yakin jika sekarang dia sudah menutup semua akses agar kita tidak bisa masuk dan menemukan Zevanya". Sahut Kenzie.
"Iya dia sangat licik. Keterangan Aron tidak bisa kita pakai. Pria itu tidak bisa dipercaya". Ujar Myron menyambung sambil mematikan laptopnya.
"Sebaiknya kita kembali ke Markas dan menanyakan kembali semuanya pada Aron".
__ADS_1
"Baik".
Ketiga pria tampan itu melangkah keluar. Kenzie dan Zoalva memilih berdamai dengan Myron. Meski ada beberapa hal yang janggal. Namun mereka tak mau mementingkan ego. Yang terpenting saat ini menemukan gadis yang sama-sama mereka cintai.
Sampai di Markas Black Glorified dan Lion Killer 2. Ketiganya langsung turun.
"Ada apa?". Tanya Myron heran melihat Grace dan Kenny dan di gendong oleh anak buah mereka.
"Kedua wanita ini pingsan Tuan dan sempat muntah-muntah". Sahut Math.
"Baik. Panggilkan Dean. Suruh periksa". Perintah Myron.
"Baik Tuan".
Mereka lanjut masuk. Disana ada Sean, Zean dan Zaen serta Homer dan beberapa asisten lainnya.. Sementara Luke, Shawn dan Johannes masih mengamankan wilayah timur.
"Paman".
Mereka bertiga menghampiri ketiga pria kembar yang sudah berusia itu.
"Myron".
"Apa yang terjadi Paman?". Kenzie menyambung.
Zean menggeleng dengan lemes nya
"Kenapa dengan Kenny dan Grace?". Tanya Zoalva sedikit khawatir. Sejak kedok Kenny ketahuan oleh Yoshua dan Candy, Zoalva merasa kasihan dengan sepupunya itu. Apalagi setelah tahu bahwa Kenny dan Grace diam-diam menikahi pria yang sama.
"Grace dan Kenny hamil". Sahut Zaen mewakili.
"Apa?". Sontak ketiga pria itu terkejut bukan main.
"Hamil?". Beo Zoalva.
Zaen mengangguk. Dia kasihan pada saudara kembarnya. Hati Ayah mana yang takkan hancur melihat putri nya menikah dengan pria brengsekkkk seperti Aron.
Zoalva menatap Aron yang sudah babak belur dijeruji besi. Kondisi pria itu sungguh mengenaskan. Mata lebam. Tubuh luka-luka. Terlihat beberapa sayatan ditubuh dan wajahnya akibat emosi Myron dan Zehemia.
Tangan Zoalva mengepal. Andai saja Kenzie dan Myron tak memasung nya sudah dipastikan dia membunuh pria brengsekkkk itu
**Bersambung.....
LoveUsomuch ❤️
__ADS_1
Maaf guys baru update kemarin gak ada sinyal** ..