Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 125


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.......


Seorang gadis tengah asyik mondar mandir, sepert setrikaan panas. Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk kepalanya seolah sedang berpikir keras. Sesekali ia mengigit jarinya, seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Kadang ia bercangkak pinggang, dan mata nya terus saja tertuju pada arah pintu masuk seakan sedang menunggu seseorang datang.


Keempat pria itu bingung melihatnya. Gadis itu menyuruh mereka diam dan duduk saja, tanpa perintah akan apa yang mereka lakukan.


"Sayang, ada apa?". Tanya Fillipo heran dan bingung dengan tingkah Fitri, mondar mandir seperti orang yang tengah antri. Hal itu justru terlihat menggemaskan dimata Fillipo.


"Diam Kak! Jangan banyak bertanya. Aku sedang memikirkan sesuatu". Jawab Fitri pada Fillipo. Fillipo hanya menggeleng kepala sambut tersenyum gemes.


Zaen bahkan menarik nafas dalam menunggu, apa rencana adiknya. Zaen yakin jika saat ini Fitri sedang merencanakan sesuatu yang mungkin saja sulit ditebak oleh mereka.


Zean, pria itu tersenyum kecil melihat tingkah Fitri. Zean masih mengingat saat pertama kali bertemu Fitri, dimana untuk pertama kalinya seseorang memanggilnya Kakak. Aneh nya saat itu Fitri tidak bisa mengenali dirinya, padahal wajah Zean sangat mirip dengan Sean dan bahkan sulit sekali untuk membedakan keduanya.


Sean, pria itu menggeleng kepala. Dia yakin setelah ini mereka berempat akan kembali dibuat jantungan oleh Fitri. Dilihat dari raut wajah Fitri, gadis itu pasti sudah merencanakan hal-hal gila diluar pemikiran mereka.


"Dedek, kalau capek duduk jangan mondar-mandir seperti itu". Tegur Zean sambil menatap adiknya.


"Tenang lah Kak! Tidak lama". Fitri masih saja mondar-mandir yang semakin membuat keempat pria itu bingung.


Tok tok tok tok


Pintu diketuk. Dengan langkah cepat Fitri, membuka pintu tanpa mendengar teriakkan Kakak nya saat melihat Fitri sedikit berlari tak sabar.


"Paman Rio, ayo bawa masuk". Fitri membuka pintu dan mempersilahkan Rio masuk dengan kardus berukuran sedikit besar dipelukkannya


"Ini Nona, barang anda". Ucap Rio sambil meletakkan kardus itu diatas meja didepan sofa ruang kerja Sean.


"Terima kasih Paman". Senyum Fitri.


"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya permisi". Balas Rio, berlalu pergi dari ruangan Sean.


Keempat pria itu penasaran apa yang ada didalam kardus itu. Kenapa Fitri menunggunya dengan tidak sabar?


"Apa ini Ce?". Tanya Sean tak mampu membendung rasa penasaran nya.


"Tunggu, Kak Fitri akan buka". Tangan munggil Fitri meraih kardus itu, lalu membukannya perlahan.


Mata Fillipo, Sean, Zean dan Zaen membulat sempurna saat melihat apa yang ada didalam kardus itu.


"Sayang". Keempatnya tak mampu berucap lagi. Bahkan mata mereka serasa ingin keluar dari tempatnya saling tidak percayanya.

__ADS_1


Fitri mengeluarkan empat benda itu dari dalam kardus. Tangan munggilnya meletakkan benda itu dengan pelan diatas meja lalu menyimpan kardus itu kelantai.


"Ce". Suara Sean seakan tersendak.


"Sayang". Fillipo menekan salivanya dengan susah payah


"Dek". Zean bahkan merasa mematung dengan aliran darah didalam tubuhnya.


"Sayang". Zaen juga tak mampu berucap.


Fitri berdecih kesal "Kak biasa saja, tidak perlu lebay". Cibir Fitri saat melihat ekspresi keempat pria itu.


"Kak mendekatlah". Keempat pria itu menurut saja.


"Lihat ini Kak". Tunjuk Fitri


"Barret M82-As, yang biasa disebut AS M107 ini adalah snipper terbaik didunia. Kekuatan nya bahkan mampu menembus batu bata atau beton". Jelas Fitri "Yang ini! Steyr SSG 69, senjata ini diciptakan pertama kali oleh Negara Austria yang memiliki kekuatan paling efektif pada jarak 800 meter". Ucap Fitri.


"Yang ini! Artcic Warfare Magnum atau AWM, dia bisa menembus jarak 1.500-1.700 meter". Ucap Fitri "Lihat ini, Mcmillan TAC-50-AS, senjata ini biasa digunakan oleh personil US Navy SEALS. Ini, SAKO TRG 42 Finlandia senjata ini paling melegenda karena pernah menghabisi 505 orang dalam kerang dunia dua, jadi senjata ini hanya ada beberapa didunia". Jelas Fitri menunjuk satu persatu senjata yang ia letakkan diatas meja.


Keempat pria itu terperangah dan bahkan mereka melonggo dengan mulut terbuka lebar. Beberapa kali mereka menelan salivanya dengan susah payah.


"Senjata ini sengaja Fitri buat untuk kalian menyerang Markas Black Shinee dan BTOB King". Lanjut Fitri.


"Kak Zean, Ini untuk Kakak namanya, Steyr SSG 69, senjata ini diciptakan pertama kali oleh Negara Austria yang memiliki kekuatan paling efektif pada jarak 800 meter". Ucap Fitri, dan menyerahkan senjata itu pada Zean. Zean mengambilnya dengan tangan bergetar juga, dalam hati bertanya-tanya bagaimana adiknya bisa membuat senjata itu? Bahkan ia pernah ingin membeli senjata ini dengan harga yang tinggi, namun tak ada yang berani menjualnya.


"Kak Zaen, Ini untuk Kakak namanya, Artcic Warfare Magnum atau AWM, dia bisa menembus jarak 1.500-1.700 meter". Ucap Fitri. Zaen menyambutnya dengan binar, yah meskipun terbilang jenius Zaen tak punya bakat untuk membuat senjata seperti itu.


"Kak Sean, ini untuk Kakak namanya, Mcmillan TAC-50-AS, senjata ini biasa digunakan oleh personil US Navy SEALS. Ini, SAKO TRG 42 Finlandia senjata ini paling melegenda karena pernah menghabisi 505 orang dalam kerang dunia dua, jadi senjata ini hanya ada beberapa didunia". Jelas Fitri. Bola mata mereka membulat sempurna saat Fitri menyerahkan dan menyebut nama senjata itu pada Sean "Karena Kak Sean bukan anggota Mafia, aku senjata memberikan senjata paling terbaik diantara ketiganya. Aku yakin Kakak bisa menggunakannya". Ucap Fitri tersenyum kearah Sean yang terlihat terkejut dan mematung


"Ingat Kak, gunakan senjata ini sebaik mungkin! Peluru yang terdapat dalam senjata ini telah kutaburi racun berbahaya yang tidak ada obat penawarnya kecuali aku sendiri yang melarutkannya. Peluru ini sangat berbahaya, ketika tertembak tidak langsung menghilangkan nyawa. Tapi memakan daging perlahan lalu melumer dan tersisa hanya tulang belulang, sementara orang yang tertembak akan hidup namun sekarat dan perlahan mati". Pesan Fitri pada keempat pria yang sedari tadi tak mampu bersuara.


"Minggu depan, gunakanlah senjata ini untuk menjemput senjata itu kepelabuhanan. Jika keadaan tidak terlalu genting jangan digunakan tapi jika dalam keadaan sangat bahaya maka gunakanlah". Jelaz Fitri lagi.


Fillipo menatap Fitri tak percaya "S-sayang, b-bagiamana k-kau b-bisa menciptakan benda ini?". Tanya Fillipo terbata.


Fitri tersenyum mendengar suara Fillipo yang terbata itu. Sungguh itu terlihat menggemaskan dimata Fitri "Biasa saja Kak jangan terlalu tegang begitu". Sindiri Fitri sambil terkekeh "Ini hanya sebagian dari kemampuanku, tunggu lagi masih ada beberapa kejutan yang akan kutunjukkan". Seru Fitri dengan bangganya.


Sean melihat kearah Fitri dna tersenyum hangat "Ce, apa ini tidak terlalu berbahaya untukmu?". Tanya Sean lembut


"Tidak Kak!". Sahut Fitri santai "Hanya saja saat aku mengajak Paman David, Kak Yosh, Kak Yoel, Luna dan Pearce membuat benda ini, mereka hampir mati jantungan". Sahut Fitri santai dan enteng tanpa beban.

__ADS_1


Keempat pria itu baru menyadari saat mengingat wajah kesal David ketika Fitri mengancam nya untuk meledakkan Mansion David, karena ternyata gadis itu bahkan bisa meledakkan satu Negara.


"Tunggu sebentar Kak". Ucap Fitri.


Tidak lama kemudian, kembali Rio mengetuk pintu ruang kerja Sean.


Kembali mata keempatnya membulat sempurna saat melihat tiga robot berbentuk manusia masuk kedalam ruangan Sean. Bahkan robot-robot tersebut seperti benda hidup, bisa berbicara dan bergerak layaknya manusia dan benar-benar seperti manusia.


"Ce". Suara Sean tercekat.


"Terima kasih Paman Rio". Senyum Fitri.


"Sama-sama Nona". Rio segera berlalu dari ruangan Sean.


"Kak, perkenalkan ini Mutan atau manusia buatan. Mereka akan membantu kalian, anggap saja mereka seperti manusia". Ucap Fitri "Perkenalkan diri kalian". Perintah Fitri pada Mutan itu.


"Perkenalkan saya Louis, Tuan".


"Perkenalkan saya Liam, Tuan".


"Perkenalkan saya Lian, Tuan".


Fillipo, Sean, Zean dan Zaen sampai tersendak mendengar Mutan itu berbicara layaknya manusia bahkan mereka memberi hormat seperti sudah terlatih.


"Kalian bisa memanggil mereka Triple L Kak". Ucap Fitri


"Kalian silahkan keluar, dan laksanakan tugas kalian. Ingat jangan sampai ada yang curiga apalagi tahu jika kalian hanyalah Mutan. Bersikaplah seperti manusia pada umumnya". Perintah Fitri dengan wajah seriusnya.


"Baik Nona". Para Mutan itu segera keluar meninggalkan ruangan Sean.


Keempat pria itu masih membisu. Apalagi saat melihat ekspresi wajah Fitri yang terlihat begitu serius, bahkan mereka hampir tidak mengenal bahwa itu adalah gadis kesayangan mereka.


"Kak jangan katakan pada siapapun, siapa yang menciptakan Triple L dan senjata ini. Anggap saja kalian tidak tahu apa-apa". Pesan Fitri lagi.


Keempat pria itu masih tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Mereka berkali-kali mengucek mata mereka untuk menyakinkan apakah benar itu Fitri kesayangan mereka? Atau manusia alien yang menyamar menjadi adik mereka?


Bersambung....


Ikuti kisah mereka..


GBU....

__ADS_1


LoveUall.....


__ADS_2