
SELAMAT MEMBACA........
Sembilan bulan kemudian.....
Disebuah rumah sakit, tepatnya diruang persalinan tampak seorang wanita tengah bertarung nyawa untuk melahirkan bayi-bayi nya.
Disampingnya pria tampan yang tidak lain adalah suaminya sendiri, tengah menggenggam erat tangannya dan berusaha memberi kekuatan pada sang istri.
"Ayo sayang kamu pasti bisa". Suaminya terus saja menyemangati sang istri dan mengatakan kata-kata romantis dan lucu, sehingga membuat para dokter tersenyum ditengah ketegangan.
"Hoek Hoek".
"Hoek Hoek".
"Hoek Hoek".
Ketiga bayi kembar lahir dari rahim yang sama dengan beda beberapa menit saja.
"Selamat Tuan, bayi anda kembar tiga. Dua laki-laki dan satu perempuan". Ucap seorang dokter menyerah kan tiga bayi sekaligus dalam gendongan Fillipo.
Mata Fillipo berkaca-kaca lalu mengambil bayi itu. Fillipo sampai meneteskan air mata bahagia.
"Sayang, anak kita". Fillipo menyerahkan bayi-bayi itu pada Fitri. Fitri tersenyum bahagia menyambut ketiga anaknya. Tak pernah Fitri bayangkan melahirkan bayi kembar tiga sekaligus.
"Terima kasih sayang". Fillipo mengecup kening Fitri dengan penuh kasih sayang. Fitri hanya tersenyum simpul.
"Apa Kakak sudah menyiapkan nama untuk mereka bertiga?". Tanya Fitri masih mengendong ketiga anaknya, satu disebelah kiri, satu disebelah kanan dan satu ditengah perutnya.
"Sudah sayang". Sahut Fillipo tersenyum bahagia. Lalu menatap ketiga bayi munggil yang tampak tampan dan cantik itu.
"Zehemia Anggelo Wilmar".
"Zehekiel Anggelo Wilmar".
"Zevanya Anggela Wilmar".
Fillipo menyebut satu persatu satu nama bayi-bayinya yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.
Fitri dipindahkan keruang rawat inap bersama ketiga bayi munggil itu. Ditemani oleh Sam, Pedrosa dan Catty. Mars dan Merry juga tampak ada disana sambil mengendong bayi berumur dua bulan digendongan Merry, yang tidak lain adalah anak pertama Mars dan Merry.
Sedangkan Sean, Zean, Zaen, Dhanny, Lucas, Yoel dan Yoshua tengah disibukkan dengan kelahiran bayi mereka. Usia kandungan yang sama dan melahirkan juga dihari yang sama.
"Hai, cucu Grandfa". Sama mencium wajah Zevanya yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
"Hai, hai Zehemia dan Zehekiel. Grandfa panggil Zehe dan Kiel saja ya". Sam terkekeh melihat para cucu nya.
__ADS_1
Pedrosa dan Catty mengendong mereka satu-satu. Tampak sekali wajah bahagia diwajah para orangtua yang sudah berstatus Kakek dan Nenek itu.
Mars dan Merry tersenyum simpul. Mereka berdua yakin jika Sean, Zean dan Zaen tahu bahwa Fitri sudah melahirkan bayi kembar tiga dipastikan ketiganya akan heboh bukan main. Saat dalam kandungan saja mereka selalu berdebat tentang bayi kembar itu. Karena hanya Fitri yang melahirkan bayi kembar sedangkan yang lain melahirkan anak satu.
"Selamat ya Dek". Mars mengelus ujung kepala Fitri.
"Terima kasih Kak". Balas Fitri.
"Kak Merry sini, Fitri mau lihat bayi Myron". Panggil Fitri.
Merry mendekat dan memberikan Myron pada Fitri, bayi tampan yang tengah terlelap.
"Wajah nya mirip Kak Mars".
"Iya lah sayang, kan Mars Ayah nya". Sahut Fillipo sambil terkekeh, lalu melihat kearah tiga bayi kembar nya.
"Zehemia dan Zehekiel mirip denganku, dan Zevanya mirip denganmu". Lanjut Fillipo sambil memperhatikan ketiga bayi kembar nya.
Skip.....
5 Tahun kemudian.
"Mommy". Panggil suara cempreng seorang gadis kecil yang cantik dengan mata biru dan rambut panjang.
"Jangan teriak-teriak Dek". Tegur sang Kakak.
"Aku ingin menunjukkan ini pada Mommy". Dia menunjukkan selembar kertas yang ada ditangannya.
"Apa ini?". Kedua Kakaknya langsung melihat gambar yang ada dikertas itu.
"Kau ingin membuatnya?". Tanya si sulung.
"Iya Kak. Mau minya banyuan Mommy". Sahutnya polos suaranya belum tembus dengan jelas.
" Ada apa sayang?". Tanya seorang perempuan cantik menghampiri ketiga anak kembarnya.
"Adik ingin membuat ini Mom". Si sulung menyerahkan lembaran kertasnya pada Mommynya.
Perempuan itu tersenyum "Zeze mau buat?". Tanyanya. Gadis kecil itu mengangguk dengan wajah polos dan menggemaskan
"Ayo sini, Mommy ajarkan". Tawarnya.
"Ayo Mommy". Dia semangat bukan main.
"Kakak juga mau ikut?". Tanyanya pada kedua putranya.
__ADS_1
"Tidak Mom, Kakak disini saja sama Kiel sambil menunggu Daddy pulang". Sahut si sulung.
" Ya sudah Mommy, ke butik Aunty Luna dulu ya. Mau titip salam tidak sama Grace?". Goda sang Ibu. Wajah tampan bocah kecil itu memerah.
"Ahhh Mommy". Dia tersimpul malu. Sedangkan perempuan itu tersenyum lucu.
"Yuk sayang dulu Mommy".
Cup cup cup cup cup.
Kedua bocah kembar itu menghujani wajah cantik Fitri dengan ciuman bertubi-tubi sampia membuat Fitri terkekeh.
"Ya sudah kalian dirumah, main saja dengan Myron jangan nakal ya sayang Mommy". Fitri mengelus kepala dua anaknya.
"Siap Mommy". Keduanya menurut.
Anak-anak Fitri sangat jenius bahkan kemampuan mereka diluar batas pemikiran orang dewasa. Dengan lain kata mereka dewasa sebelum waktunya. Diusia 5 tahun Sudah banyak prestasi yang mereka mereka raih.
Zehemia, si sulung memiliki kemampuan merakit senjata api dan beberapa benak unik lainnya seperti alay pelacak, robot, Mutan dan bom nuklir. Zehemia juga pemberani sama seperti Fitri yang berani mengambil resiko, bahkan pria kecil ini sudah diajak kerja sama oleh beberapa perusahaan senjata dibeberapa.
Zehekiel, si tengah memiliki kemampuan retas meretas data dan menghacker akun-akun palsu yang menyembar. Kemampuan Fitri dalam bidang IT diturunkan pada Kiel, kemampuan bocah 5 tahun ini mengalahkan ahli IT sekalipun. Namun tetap Kiel tidak mampu mengalahkan Mommy-nya.
Zevanya, si bungsu gadis kecil ini memiliki bakat dibidang desain dan melukis. Kemampuan Fillipo dalam hal melukis sepertinya menurun pada putri kecilnya. Selain melukis, Zeva juga memiliki kemampuan mendesain gaun-gaun cantik, bahkan karya nya sudah banyak dipakai dan diakui oleh Negara, desain gaun adalah kemampuan yang Fitri juga miliki kini menurun pada putri kecilnya. Zeva juga melukis dan bahkan memiliki galeri tulisan sendiri, lukisan-lukisan bocah berusia 5 tahun ini telah merabat diseluruh dunia, bahkan banyak pencinta lukisan dari berbagai kalangan yang datang di galeri milik Zeva.
Fitri, sampai menghela nafas kasar melihat kemampuan para anaknya. Kini Fitri paham kenapa dulu semua orang suka jantungan jika mengetahui kemampuan nya, saat ini dia merasakan hal yang sama saat mendengar kan ocehan para anaknya.
Fillipo juga sampai dibuat gegelapan dengan kemampuan tiga anak kembarnya. Fillipo sampai dibuat tercengang oleh ocehan yang seharusnya tidak diucapkan oleh bocah berusia 5 tahun.
Sam dan Pedrosa tersendak, ketika Zehemia meminta mereka untuk membangun satu perusahaan senjata api. Bukan apa mereka sudah lama meninggalkan dunia Mafia.
Zehe, Kiel dan Zeva mengetahui kondisi Mommy mereka. Diam-diam mereka menyelidiki penyakit Fitri dan bahkan berusaha meracik obat buatan mereka. Namun sayang Mommy mereka tidak akan bisa sembuh.
Zeva pernah menangis histeris saat tahu hal itu, Kiel dan Zehe berusaha menenangkan adik mereka meskipun sama merasakan takut jika harus kehilangan sosok wanita hebat dalam hidup mereka.
Fillipo dan Fitri mendidik ketiga anaknya dengan kasih sayang, kesopanan dan ketaatan mereka dalam beragama. Bahkan ketiganya memiliki kemampuan memainkan alat musik, sama seperti Fitri.
Sean, Zean dan Zaen sangat kagum dengan cara Fitri mendidik anak-anaknya, selain jenius ketiga bocah kembar itu juga sopan dengan ilmu agama yang tinggi.
Bersambung.....
Hai guys sudah mau episode akhirnya. Setelah ini novel ini akan tamat.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
GBU..
__ADS_1
LoveUall...