
“ *Apa yang harus kulakukan Paman?”. Isak Sean
“ Tenanglah Tuan muda. Kita hanya perlu tinggal disini sampai keadaan kembali membaik dan Tuan Sam akan menjemput kita”. Ucap Adam yang sebenar hatinya tidak yakin mereka akan aman disini. Adam tahu jika kelompok Mafia itu akan segera menemukan mereka. Adam berjanji akan menjaga Tuan dan Nona kecilnya.
Dor Dor, suara tembakkan memasukki rumah mewah itu
“ Tuan larilah dan bawa Nona kecil aku akan menghadapi mereka”. Ucap Adam dengan wajah panicnya
“ Aku harus pergi kemana Paman?”. Tangis Sean ketakutan.
“ Keluarlah lewat pintu belakang dan berlari ke Taman. Mereka tidak akan menemukan Tuan”. Ucap Adam lagi.
“ Cepatlah pergi Tuan”. Suruh Adam dengan wajah memohon dan juga panic. Adam tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak majikkanya yang sudah dianggapnya keluarga sendiri
Sean pun berlari sambil menangis ketakutan dan membawa Shellena dalam pelukkannya yang juga menangis entah apa yang ditangisi gadis kecil itu. Sean berlari tanpa arah, yang ia ingin lakukan hanya bersembunyi.
Dor suara tembakkan membuat Sean terkejut bukan main. Dia menoleh dan melihat beberapa pria baju hitam mengejarnya sambil berteriak menyuruh Sean kecil untuk berhenti. Sean semakin berlari dan memangis. Sampai dijalan raya, Sean berlari dan sampailah pada sebuah rumah mewah. Sean masuk tanpa izin dan kebetulan rumah itu tidak dikunci pagarnya. Sean merasa sangat kelelahan dan ia pun berlari
Sean meletakkan Shellena kecil didepan pintu masuk rumah mewah itu.
__ADS_1
“ Cece, tunggu kakak disini ya, nanti kakak jemput”. Ucap Sean sambil mencium kening Shellena kecil. Lalu Sean kembali berlari meninggalkan rumah mewah itu untuk mengalihkan para munsuhnya. Benar saja beberapa pria berjas hitam itu langsung kembali mengejar Sean dan meninggalkan Shellena. Sean terus berlari sampai tidak terasa dia sudah berada dijalan raya yang sangat sepi, Sean kembali ketakutan kakinya sudah terasa hampir lepas karena terus berlari, tapi Sean tidak peduli
Brakkkk sebuah mobil menghantam tubuh kecil Sean, sehingga terbanting ke atas aspal. Darah sudah mengalir dikepala Sean, dan Sean terbaring lemas dan tak berdaya. Remang-remang pandangan Sean, melihat beberapa pria berjas hitam itu pergi saat melihat Sean sudah tidak berdaya.
“ Shellena”. Lirih Sean dan dia pun menutup matanya perlahan.
Sean membuka matanya dengan begitu berat, serasa ada sesuatu yang menimpa kepalanya. Sean melihat sekelilingnya orang yang pertama dia lihat adalah Daddynya.
“ Daddy”. Lirih Sean
“ Kau sudah sadar Son?”. Tanya Sam lembut sambil mengelus lembut kepala putra kecilnya itu. Sean koma selama satu minggu
“ Dirumah kita Son”. Sahut Sam
“ Hahhh?”. Sean terkejut
“ Dad, dimana Shellena?”. Tanya Sean panic
“ Tenangkan dirimu Son”. Ujar Sam berusaha membuang Sean tenang dan tidak panic
__ADS_1
“ Cepat jawab pertanyaanku Dad, dimana Shellena?”. Teriak Sean sangat keras membuat Sam terdiam mendengar teriakan putranya.
“ Maafkan Daddy Sean. Daddy sudah berusaha mencari Shellena tapi tidak menemukannya”. Jelas Sam dengan raut wajah sedihnya.
“ Tidak! Daddy pasti sedang berbohong. Aku tahu dimana Shellena ayo kita jemput Daddy”. Ujar Sean mencoba bangkit dari ranjangnya
“ Daddy sudah mencari Shellena, ditempat kamu melelatakkannya dan Daddy tidak menemukannya “. Sahut Sam dengan raut wajah sedihnya
“ Shellena hilang Sean”. Lanjut Sam. Tidak terasa air matanya mengalir begitu saja.
Mendengar itu Sean langsung berteriak histerius, sungguh dia tidak sanggup kehilangan adiknya itu. Walaupun masih bayi tapi Sean benar-benar menyangi Shellena. Sean terus menyalahkan dirinya, seandainya dia tidak meninggalkan Shellena pasti dia masih bersama Shellena, tapi sekarang Shellena juga pergi meninggalkannya sama seperti Mommy Sean.
Sejak saat itu, Sean tumbuh menjadi sosok yang dingin terhadap siapapun termasuk Daddy nya. Dia terus merutuki dan menyesal pada dirinya karena melanggar janji tidak bisa menjaga Shellena dengan baik. Sean bahkan tak pernah tersenyum dan tertawa sejak usia 11 tahun. Hidupnya berubah menjadi suram, tak ada titik cahaya pun dia temukan. Sean hanya berbicara seperlunya saja pada Daddy nya, namun walaupun begitu Sean tetap peduli dengan Daddy nya orang yang satu-satunya Sean miliki didunia ini.
Sejak kehilangan Shellena. Sam terus mencari keberadaan putrinya bahkan sampai ke penjuru dunia, namun hasilnya tetap nihil tidak ada yang tahu dimana Shellena kecil berada. Siapa yang menemukan bayi munggil itu? Apakah masih hidup? Ataukah sudah mati? Berbagai pertanyaan terus saja terngiang didalam benak Sam. Tapi Sam tidak menyerah tidak pernah dalam satu hari pun dia tidak mencari Shellena. Sampai belasan dan puluhan tahun Sam tetap mencari Shellena, meskipun terus gagal tapi tak menyurutkan keinginan Sam menemukan putrinya.
Kehidupan Sam dan Sean begitu datar dan membosankan, mereka berdua larut dalam kesedihan. Baru saja Sam kehilangan istri tercintanya dan sekarang dia harus kehilangan putri kesayangannya yang bahkan belum mengenal dirinya. Sam frustasi tak hentinya dia menyalahkan dirinya sendiri. Seandainya dia menerima tawaran bekerja sama dengan kelompok mafia itu pastilah semua hal ini tidak terjadi, dia tidak akan kehilangan putrinya.
Flashback off
__ADS_1
**Bersambung***...