Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 98. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.......


Mereka sampai dirumah sakit. Zehemia, Zehekiel dan Myron semakin posesif pada Zevanya. Ketiga pria itu tidak membiarkan Zevanya sendirian. Mereka menjaga Zevanya seperti sebuah telur yang takut jika pecah.


"Biar Kak Hem gendong saja ya sayang. Lukamu kan masih sakit?". Ujar Zehemia.


"Iya Kak". Zevanya naik ke punggung Kakaknya dengan manja.


Myron menggeleng gemes. Sedangkan Kenzie dan Zoalva hanya menahan diri. Meski mereka cemburu namun tidak ada hak.


Mereka masuk kedalam dan Zevanya langsung mencari ruang persalinan.


"Bibi Elena".


Elena, Tian dan Ricardo sedang menunggu diruang tunggu langsung menoleh.


"Nona Zevanya". Ketiga orang itu langsung berdiri. Sedangkan para pengawal sudah disuruh Tian untuk menyelidiki Markas Yakuza.


"Bagaimana keadaan Deva? Apa dia sudah melahirkan?". Zevanya turun dari gendongan Zehemia.


"Nona?". Tian masih menatap tak percaya. Apalagi ada Myron dan Kenzie yang sangat dikenal Tian sebagai munsuh Tuan-nya.


"Ck, kenapa bingung begitu Kak Tian? Cepat jawab pertanyaan ku bagaimana kabar Deva?". Cibir Zevanya duduk disamping Elena "Bibi Elena".


"Nak". Elena berkaca-kaca. Dia sudah panik jika Zevanya benar-benar menghilang.


Shawn mendengar nama Deva membuat jantungnya berdebar kencang. Shawn teringat malam panas yang dia lewati bersama Deva. Gadis itu mendesah dibawahnya dengan nikmat. Jeritan suara Deva justru membuat hasrat Shawn semakin bergairah.


"Apa kau baik-baik saja Nak?". Elena memeriksa tubuh Zevanya.


Zevanya menggeleng sambil tersenyum "Zeva baik-baik saja Bi". Senyum Zevanya.


"Bagaimana kau bisa ada disini Nak? Bagaimana dengan lukamu?". Cecar Elena


"Aku menggunakan jurus menghilang Bi". celetuk Zevanya membuat yang lain terkekeh gemes "Lukaku sudah kering. Diobati oleh Kakak Dokter tampan". Ujar Zevanya menunjuk Kenzie yang menampilkan senyum manis dipuji Zevanya.


Sementara Myron menatap datar. Elena adalah Ibu Aron. Tentu saja Myron tahu karena dia dan Aron adalah sahabat baik dulu.


Cekreekkkk


Seorang dokter paruh baya keluar


"Dok bagaimana? Apa lancar?". Cecar Tian


Dokter itu tersenyum "Nona Deva dan bayi nya selamat. Bayi Nona Deva berjenis kelamin laki-laki. Silahkan masuk Tuan".


Seluruh tubuh Shawn terasa melemah. Dia tahu jika itu adalah putranya. Jantungnya berdebar kencang. Ada rasa bahagia menyelimuti hatinya. Tak menyangka dia sudah menjadi Ayah dari gadis yang dia renggut kesuciannya.


"Sasan, ayo". Zevanya memeluk lengan Shawn dan menarik sepupunya itu masuk kedalam ruang persalinan Deva.


Mereka semua masuk. Disana tampak Deva tengah menyusui bayi nya yang baru lahir.


"Deva".

__ADS_1


Mendengar namanya disebut. Deva mengalihkan pandangannya.


"Kak Zeva". Ujar Deva berkaca-kaca. Dia bahagia melihat Zevanya ada disana.


Senyum Deva seketika memudar ketika melihat Shawn berada disamping Zevanya. Dia menunduk takut. Malam ini terlalu membekas dihatinya. Dimana dia menyerahkan mahkota nya pada pria yang sama sekali tidak dicintai oleh Deva.


"Wahhh, keponakan ku tampan sekali". Zevanya mencium pipi gembul bayi yang baru saja lahir itu.


Deva dan Shawn hanya terdiam membisu. Kedua orang yang baru saja menjadi orang tua itu tampak canggung satu sama lain.


"Deva apa kau sudah memiliki nama untuknya?". Deva menggeleng "Sasan apa kau sudah memiliki nama untuknya?". Shawn juga menggeleng.


"Ck, kalian ini payah sekali". Cibir Zevanya.


Elena mengendong bayi Deva dengan gemes nya sambil mencium pipi gembul bayi itu. Elena jadi ingin memiliki cucu. Padahal dia tidak tahu jika Aron menghamili dua wanita sekaligus.


"Bi, ayo kita bawa baby Sander ke ruangan bayi. Biarkan mereka selesai kan masalah mereka".


"Ck, Nya. Kenapa namanya Sander aku saja belum memberinya nama". Protes Shawn tak terima.


"Alah, kelamaan. Kau saja bingung mau memberi nama apa? Ya sudah aku saja yang memberi nya nama". Celetuk Zevanya.


"Ze, sini. Pelan-pelan. Biarkan Bibi Elena yang mengendongnya". Myron merangkul bahu Zevanya dengan posessif.


"Iya Kak". Zevanya menurut saja.


"Shawn, selesaikan masalah kalian berdua. Waktu kita tidak banyak".


"Deva". Suara Shawn seakan tercekat "Maafkan aku Deva". Shawn mengenggam tangan Deva.


Deva menggeleng "Kakak tidak salah. Aku yang salah malam itu menggoda Kakak. Aku malu sama Kakak". Ucap Deva malu-malu.


Shawn tersenyum hangat "Mau kau menikah denganku? Kita akan merawat anak kita bersama. Kau, aku dan baby kita". Ucap Shawn dengan senyum mengembang.


Deva menatap tak percaya jika Shawn melamarnya. Shawn adalah dosen dikampus dia mengemban ilmu. Dosen tampan yang menjadi incaran para mahasiswi disana


"Tapi..........".


"Tapi apa?". Tanya Shawn


"Kak Dave tidak akan menerimamu". Deva menunduk.


Shawn duduk ditepi ranjang Deva. Dia menatap cantik wajah wanita yang sudah melahirkan anak pertamanya.


"Aku akan meminta restunya. Aku akan membuktikan bahwa aku bertanggung jawab padamu. Jadi mau kah kau menikah denganku?". Tatap Shawn penuh harap "Aku memang belum mencintai mu. Tapi aku akan belajar mencintaimu. Mencintai Ibu dari anakku".


"Terima. Terima. Terima. Terima".


Teriak Zevanya heboh. Dari tadi mereka semua mengintip dibalik pintu.


"Nya". Desah Shawn kesal.


Sedangkan Deva sudah salah tingkah ketahuan sudah mereka berdua.

__ADS_1


"Terima saja Deva. Jangan malu-malu. Banyak lho yang suka sama Sasan". Celetuk Zevanya.


Myron gemes sendiri. Dia merangkul Zevanya dengan sayang.


"Kakak". Cemberut Zevanya.


"Kau ini....". Gemes Myron


"Bagaimana Deva?". Tanya Shawn sekali lagi.


"Ya. Aku mau". Sahut Deva yakin


"Yessss". Shawn berjingkrak kaget "Nya, berhasil". Zevanya dan Shawn saling memeluk dengan senang.


"Sasan, jangan kencang-kencang kau mau membunuh ku". Protes Zevanya. Sontak Shawn melepaskan pelukkannya.


"Apa ada yang sakit?". Tanya Shawn panik.


"Ck, harusnya yang kau peluk itu calon istrimu. Bukan aku". Gerutu Zevanya memperbaiki wig nya yang setengah bergeser.


"Hehehe".


Lalu Shawn memeluk calon istrinya. Dia akhirnya bisa menjadi pria bertanggung jawab. Mungkin ini adalah hukuman untuknya yang sering bermain wanita. Selama Shawn menjadi Cassanova tidak pernah ada wanita yang hamil. Selain Deva.


Zevanya tersenyum bahagia. Satu masalah sudah selesai. Dia senang melihat Shawn yang bersatu dengan Deva. Zevanya tahu jika Deva adalah wanita baik-baik.


"Deva, Bibi Elena, Kak Tian. Mulai sekarang kalian ikutlah bersama kami kembali ke New York Tuan Dave sudah menunggu kesana". Ucap Zevanya


"Tapi.........".


"Kak Tian, apa kau membawa Moy. Aku merindukannya".


Tian langsung bergidik ngeri. Yang benar saja Zevanya merindukan ular cobra milik Dave. Sedangkan yang lain tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Zevanya.


"Xiang, ada dikandangnya Nona". Sahut Tian.


"Bawa dia kembali ke new York bersama kita". Tintah Zevanya.


"Sasan, bantu calon istrimu. Aku sudah menghubungi Ayah Zaen dan Ibu Eliza untuk mempersiapkan pernikahan kalian". Jelas Zevanya.


"Nya". Desah Shawn. Bisa mati kutu dia jika Ayahnya tahu


"Aku tidak menerima protes Sasan. Bersiaplah". Ketus Zevanya.


Mereka bersiap untuk kembali ke New York. Elena mengendong bayi Deva dan Shawn.


Sementara Shawn memapah Deva untuk berjalan. Dia membantu calon istrinya untuk masuk kedalam mobil.


Zevanya bergelut manja dilengan Zehemia dan Zehekiel. Myron hanya mengendus kesal. Dia selalu cemburu jika Zevanya begitu akrab dengan kedua Kakaknya.


Bersambung.......


LoveUsomuch ❤️

__ADS_1


__ADS_2